Showing posts with label TNI AD. Show all posts
Showing posts with label TNI AD. Show all posts

Tuesday, 8 December 2015

Megawati Bilang Indonesia Keok jika Diserang Singapura

Presiden Indonesia Kelima, Megawati Soekarnoputri. (Dok. Sindo).

Kekuatan tempur TNI dinilai tidak mampu menahan serangan negara tetanggap seperti Singapura. Maka itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) diminta segera memperbarui peralatan tempur milik TNI.

Presiden Indonesia kelima, Megawati Soekarnoputri menceritakan pengalamannya ketika berlayar menggunakan kapal perang milik TNI. Pada kesempatan itu dia dikabarkan akan ada penyerangan dari sebuah kapal selam.

"Saya diminta pura-pura kalau ada penyerangan dari kapal selam. Tapi saya tanya kepada Jenderal TNI, kapal selam dari mana," ujar Megawati ketika memberikan sambutan dalam Simposium Kebangsaan, Refleksi Nasional Praktek Konstitusi dan Ketatanegaraan Pasca Reformasi di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (7/12/2015).

Kemudian dia mendapat kabar dari seorang Master of Ceremony (MC) kapal perang yang ditumpangi akan melakukan tembakan ke bawah laut untuk membidik kapal selam musuh. Beberapa saat kemudian bom diluncurkan. "Tapi setelah ditunggu beberapa saat, kok sepi. Bom tidak meledak," ucapnya.

Dia menambahkan, peralatan tempur milik TNIyang sudah usang bukan hanya di Angkatan Laut (AL) saja. Menurutnya, peralatan tempur milik TNI Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Darat (AD) juga banyak yang sudah usang.

"Saya bilang kalau Singapura pesawatnya serang Indonesia, bisa keok kita. Ini bukan menghina, tapi begitu memang nyatanya," tandasnya.


Sindonews

Saturday, 21 November 2015

Hujan Mulai Turun, Seribu Serdadu Kembali ke Barak

Seorang anggota TNI berusaha memadamkan api yang membakat area perkebunan di Kampar, Riau, 11 September 2015. Ratusan orang sakit pernafasan akibat asap yang ditimbulkan. REUTERS/YT Haryono

Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera Selatan bakal ditarik Markas Besar Tentara Nasional Indonesia. Penarikan dilakukan setelah hujan mulai turun di wilayah itu. Sejak turun hujan, jumlah titik api semakin berkurang dan asap hampir menghilang dari wilayah itu.
Kepala Penerangan Kodam II Sriwijaya Kolonel Arh Syaepul Mukti Ginanjar mengatakan personel akan dikembalikan ke kesatuan asal. "Senin nanti akan dilepas langsung oleh Bapak Pangdam," ucap Syaepul Mukti, Sabtu, 21 November 2015.

Menurut dia, pada gelombang kedua ini, terdapat seribu prajurit TNI dari Mabes TNI yang terdiri atas 2 SSY personel TNI Angkatan Darat (kostrad) dengan kekuatan 660 orang, 1 SSY dari marinir dengan kekuatan 330 orang, dan 10 personel Pokko TNI AD. Direncanakan, Satgas Karhutla yang sudah bertugas sejak 22 Oktober lalu akan dilepas dan dikembalikan ke induk pasukan pada Senin pekan depan di Pelabuhan Boom Baru, Palembang.

Penarikan Satgas dilakukan menyusul sudah turunnya hujan dan semakin menurunnya jumlah titik api di Sumatera Selatan, khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin. Walaupun demikian, sambil melaksanakan konsolidasi dan menunggu waktu kembali, Satgas Karhutla yang sudah bertugas di wilayah Sumatera Selatan sekitar sebulan ini masih terus bekerja.

Komandan Satgas Karhutla Sumatera Selatan Kolonel Inf Tri Winarno menuturkan seribu prajurit yang akan mengakhiri tugas pemadaman ini menggantikan 1.059 personel, yang juga berasal dari kostrad dan marinir pada September 2015. Selanjutnya tugas operasi akan diserahkan kepada pihak Kodam II Sriwijaya. "Ada personel dari Kodam II Sriwijaya, termasuk dari Korem Gapo, yang masuk pos," ucap Tri Winarno, yang juga menjabat Danrem Garuda Dempo.
 

Tempo

Saturday, 14 November 2015

Prajurit Taipur Miliki Kemampuan Operasi di Rawa, Laut, Gunung, Hutan dan Kota

Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi menutup latihan pembentukan Taipur VI Kostrad 2015, di Lapangan Subdenharlat Kostrad Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (13/11/2015). Pada kesempatan itu, Pangkostrad menyematkan Brevet Kehormatan Pengintai Tempur (Taipur) kepada sejumlah perwira TNI AD. PUSPEN TNI

Tujuan pembentukan Taipur adalah untuk melatih dan membentuk prajurit satuan jajaran Kostrad menjadi prajurit yang memiliki kemampuan khusus dalam melaksanakan tugas operasi di berbagai bentuk medan baik di rawa laut, hutan gunung dan perkotaan.

Demikian dikatakan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi pada upacara penutupan Latihan Pembentukan Taipur VI Kostrad 2015, di Lapangan Subdenharlat Kostrad Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (13/11/2015).

“Sasaran yang ingin dicapai adalah terwujudnya prajurit Taipur Kostrad yang memiliki kemampuan khusus dalam melaksanakan tugas operasi lawan gerilya, pertempuran pemukiman dan perkotaan, pertempuran jarak dekat, tugas intelijen Sandhi Yudha serta intelijen tempur aspek laut”, ujar Letjen TNI Edy Rahmayadi dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com.

Pada kesempatan ini Pangkostrad menyematkan Brevet Kehormatan Pengintai Tempur (Taipur) kepada Kaskostrad Mayjen TNI Meris Wiryadi, Pangdam 1/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Sudirman, Kasdivif 1 Kostrad Brigjen TNI Agus Suhardi, Waaspam Kasad Brigjen TNI Ilyas Alamsyah, Kasgartap 1 Jakarta Brigjen TNI Pandit Sembiring, Irkostrad Kolonel Inf Besar Harto Karyawan, Koorsahli Gol. IV Pangkostrad Kolonel Inf Josias Mamuko, Asren Kostrad Kolonel Inf Chanlan Adilane, Asops Kaskostrad Kolonel Inf Dwi Darmadi, Aspers Kaskostrad Kolonel Inf Yudianto Putrajaya, Aslog Kaskostrad Kolonel Inf Joni Pardede, Aster Kaskostrad Kolonel Inf Bahram, Pabansisdik Sdirdik Kodiklat TNI AD Kolonel Inf Yufti Senjaya dan Dirbinlitbang Pussennif Kodiklat TNI AD Kolonel Inf Ikram Papuntungan.


Menhan RI Ryamizard Ryacudu adalah penggagas sekaligus pendiri satuan Taipur pada Tahun 2001, pada saat menjabat sebagai Panglima Kostrad.


Tujuannya agar Kostrad memiliki satuan khusus dengan kualifikasi khusus yang mampu melaksanakan operasi pengintaian dan eksekusi langsung di sasaran.

Saat ini Kostrad telah memiliki satuan tempur yang berkualifikasi khusus, yaitu Satuan Para Raider, Satuan Raider dan satuan Taipur.
 

Pembentukan Taipur ke-6 Tahun 2015 ini berjalan selama 6 bulan, dimana sebelumnya telah di awali dengan pembentukan Taipur ke-1 pada Tahun 2001, pembentukan Taipur ke-2 Tahun 2002, Taipur ke-3 Tahun 2003, Taipur ke-4 Tahun 2004, Taipur ke-5 Tahun 2009 dan Taipur ke-6 Tahun 2015.

Satuan Taipur tersebut selain memiliki kemampuan tempur khusus juga dilengkapi dengan peralatan tempur khusus, seperti alat selam tempur close circuit, kendaraan bawah air dan berbagai jenis senjata canggih lainnya.



Saturday, 31 October 2015

Kopassus Borong Emas di Lomba Menembak

Kopassus juara menembak. ©2015 handout/Pen Kopassus

Tim Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memborong emas dalam kejuaraan menembak bertajuk Lomba Tembak Piala Kasad TA 2015. Dalam pertandingan tersebut, Kopassus sukses menggondol 7 emas, 1 perak dan 4 perunggu.

Sukses dari pasukan yang dipimpin Danjen Kopassus Mayjen TNI M Herindra ini menyingkirkan rival terdekat mereka, yakni Divisi 1 Kostrad dengan 5 emas, 6 perak dan 2 perunggu dan juara tiga Divisi 2 Kostrad dengan 3 perak, 3 perunggu.

"Kemenangan ini jangan menjadikan kamu sombong, takabur atau lupa diri, tetapi kemenangan menjadi pemacu semangat agar ke depan pembinaan prestasi menembak khususnya di TNI AD akan lebih baik," pesan Herindra kepada anak buahnya saat menerima kedatangan Tim lomba tembak Kasad 2015 di Makopassus, dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Jumat (30/10). 


Kejuaraan ini digelar di Divisi I Kostrad, Cilodong, Jawa Barat. Lomba Tembak ini sebelumnya ditutup secara resmi oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono di Cilodong.

Sementara itu, Komandan latihan Tim Lomba Tembak Kopassus Letkol Inf Aulia Dwi Nasrulah mengaku bersyukur tim yang dipimpinnya mampu merebut kembali piala bergilir lomba tembak Kasad 2015.

"Saya sangat bersyukur bisa membawa tim lomba tembak Kopassus meraih juara umum, ini semua berkat kerja keras seluruh pelatih, pendukung dan atlet petembak sendiri yang penuh semangat dan pantang menyerah, serta doa dari seluruh warga Kopassus," ujar Nasrulah.

Thursday, 29 October 2015

Satgas TNI AD Mengajar di Perbatasan

Prajurit Satgas TNI AD mengajar murid-murid SD di daerah perbatasan RI-PNG, (Foto: Eman)

Dansatgas Yonif 301/PKS Rawa Bastop Letkol Inf M. Mahfud As’at mengatakan, melihat kondisi pendidikan di daerah perbatasan, puluhan personil ditugaskan untuk mengajar di beberapa SD, 2 SMP dan 1 SMA di daerah perbatasan.
“Beberapa sekolah di kampung perbatasan, khususnya di wilayah Merauke dan Boven butuh dukungan. Kami terpanggil untuk melayani,” kata As’at, Rabu (28/10/2015)

Berbagai materi pelajaran diberikan kepada murid-murid SD, SMP dan SMA. Khususnya bagi SD diajarkan pelajaran bahasa Indonesia, matematika dan pendidikan agama. Untuk SMP dan SMA diajarkan pendidikan jasmani, keterampilan dan seni.

Setiap pos, demikian Dansatgas, berdekatan dengan beberapa sekolah. Olehnya, 2 prajurit dari setiap pos ditugaskan untuk mengajar di sekolah-sekolah itu.

“Beberapa pos dekat dengan sekolah dasar. Yakni Pos Kotis, Kalimaro, Kweel, Bupul 12, Bupul 13, Camp Modern dan KM 53,” ujarnya.

Terdapat 9 SD, 2 SMP dan 1 SMA dalam wilayah tugas Yonif 301/PKS. Sekolah-sekolah tersebut memiliki guru dan murid yang bervariatif.

“Umumnya kekurangan guru. Misalnya di SD Santo Petrus itu hanya 6 guru, muridnya cukup banyak,” sebutnya.

Dia menambahkan, kondisi pendidikan di daerah perbatasan memang cukup memprihatinkan.
Di tempat lain, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, mengungkapkan persoalan kekurangan guru SD di pedalaman masih terjadi. Hal itu, kata dia, lantaran para guru mengikuti program sertifikasi di kota Merauke.

“Memang karena adanya kebijakan. Ketentuan tentang guru dan dosen itu harus S1. Sehingga banyak, teman-teman yang kuliah di Merauke. Tapi begitu kita sudah isi dengan sebagian guru kontrak di pedalaman,” kata Benhur. (eman)

Tuesday, 27 October 2015

TNI AD Rebut Juara Umum Terjun Payung di Malaysia

TNI AD juara terjun payung di Malaysia. ©2015 Handout/Penerangan Kopassus

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) meraih gelar juara umum dalam kejuaraan terjun payung di Malaysia. Lomba bertajuk The Terengganu Challege Parachuting Championship and Malaysian Armed Forces Parachuting Championship Closed 2015 ini, tim yang terdiri dari Kostrad dan Kopassus menjuarai empat dari lima nomor yang dipertandingkan.

Berdasarkan siaran pers dari Penerangan Kopassus, Minggu (25/10), TNI AD berhasil 4 emas, 1 perak dan 1 perunggu dan menyingkirkan 28 tim dari Malaysia maupun swasta. Dalam perlombaan tersebut, TNI AD menerjunkan 22 atlet terjun payung dalam lomba yang digelar sejak 19 September dan ditutup Senin (26/10) besok.

Torehan prestasi ini menambah deretan panjang TNI AD dalam setiap perlombaan yang digelar di luar negeri. Sebelumnya, Indonesia pernah menjadi juara umum dalam lomba menembak di Australia dan menyingkirkan peserta dari Amerika Serikat, Jepang dan lain-lain.

"Tujuan mengikuti kejuaraan di Malaysia untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan para atlet terjun bebas baik sport maupun military didunia Internasional khususnya dikawasan Asia tenggara," ujar Penerangan Kopassus Mayor Inf Achmad Munir.

Sebagai pemenang, hadiah diserahkan langsung oleh Panglima Tentara Darat Malaysia, Jenderal Tan Sri Raja Mohammed Affandi bin Raja Mohammed kepada Komandan Kontingen PTPAD Mayor Inf Frangki Susanto. Frangki sehari hari menjabat sebagai Pabanda Renlatum Sops Kopassus.

Berikut torehan emas yang dicatat TNI AD di Malaysia:

1. Tim akurasi sport:
a. Juara-1 Tim PTPD Indonesia
b. Juara-2 Tim TUDM (Tentara udara Diraja Malaysia)
c. Juara-3 Tim Jawa Barat

2. Perorangan akurasi sport:
a. Juara -1 Praka Ismail Doda (PTPAD) Indonesia
b. Juara-2 Sertu Erik Prahasta (PTPAD) Indonesia
c. Juara -3 Subhi TUDM (Tentara Udara Diraja Malaysia)

3. Kerja sama di udara:
a. Juara-1 tim PTPAD Indonesia
b. Juara-2 tim TLDM (Tentara Laut Diraja Malaysia)
c. Juara-3 tim TDM (Tentara Darat Malaysia)

4. Tim akurasi militer:
a. Juara-1 tim PTPAD Indonesia
b. Juara-2 tim TUDM A (Tentara Udara Diraja Malaysia)
c. Juara-3 tim TUDM (Tentara Udara Diraja Malaysia)

5. Kerjasama payung di udara :
a. Juara-1 tim TUDM (Tentara Udara Diraja Malaysia)
b. Juara-2 tim TLDM (Tentara Laut Diraja Malaysia)
c. Juara-3 tim PTPAD Indonesia


merdeka

Saturday, 24 October 2015

Pindad Kebanggaan Angkatan Darat dan Kebanggaan Indonesia


Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Dankodiklat TNI AD) , Letnan Jenderal TNI Agus Sutomo beserta rombongan, mengunjungi PT Pindad (Persero) pada 23 Oktober 2015. Didampingi oleh para Komandan Pusat Kesenjataan dan Komandan Pusat Pendidikan yang berada di bawah naungan Kodiklat TNI AD, rombongan diterima oleh Direktur Utama PT Pindad (Persero), Silmy Karim, di Auditorium Gedung Direktorat PT Pindad, Bandung. “Kehadiran kami kali ini secara emosional adalah untuk lebih merasa memiliki, karena Pindad adalah bagian penting bagi Angkatan Darat. Kami berharap Pindad ke depan semakin maju karena modalnya sudah ada, tinggal mendapatkan peluang, ada kemauan, dan akan menuai prestasi,” tutur Agus Sutomo pada kata sambutannya.

Dankodiklat menambahkan bahwa Pindad merupakan bagian dari aset Angkatan Darat yang patut diberi perhatian lebih karena industri pertahanan merupakan bagian dari bagaimana kita memahami postur pertahanan nasional dalam menghadapi ancaman di masa depan. “Pindad adalah industri pertahanan yang merupakan kebanggaan Angkatan Darat dan kebanggaan Bangsa Indonesia. Karena kalau kita bicara tentang ancaman ke depan, kita harus kenali diri sendiri dan kenali musuh. Kalau kenali diri sendiri, berarti kita bicara postur, bicara kemampuan, dan gelar kekuatan. Kemampuan itu artinya alutsista yang modern, canggih, dan juga sumber daya manusia yang mumpuni untuk menghadapi ancaman musuh,” tambah Agus. Ia juga menekankan kepada jajaran TNI AD untuk terus memberikan sumbangsih pemikirannya agar Pindad dapat maju, sehingga di masa depan tidak ada ketergantungan ke luar negeri untuk pengadaan alutsista. 


Direktur Utama PT Pindad (Persero), Silmy Karim mengatakan bahwa Pindad terus melakukan transformasi guna memberikan produk-produk pertahanan dan keamanan yang berkualitas, untuk bersinergi dengan pengguna untuk mengurangi ketergantungan pada impor. “Tugas kita sebenarnya sama, yaitu sama-sama membangun. Yang satu, membangun dalam konteks penggunaan dan operasi sementara yang lain membangun dengan menyiapkan senjatanya. Ketika masih bergantung kepada impor, bagaimana mensiasatinya? Pelaku-pelaku industri pertahanan dalam negeri harus menjaga kontinuitas dari penggunaan, pemeliharaan, dan layanan purna jual untuk terus terintegrasi,” tuturnya. Ia juga menambahkan jika membeli pada industri dalam negeri, maka akan banyak nilai tambah yang akan didapatkan, antara lain teknologi, lapangan pekerjaan tambahan, dan pajak. Paradigma ini yang terus ia tekankan.


Silmy juga menekankan bahwa kunjungan para pengguna ke PT Pindad (Persero) merupakan cara yang baik untuk terus menjalin komunikasi yang baik antara industri dan pengguna untuk kembali pada tujuan awal, yaitu sama-sama membangun. “Saya ingin pengguna dan industri menjadi dekat dalam hal membangun kekuatan pertahanan yang riil, yaitu membangun dengan memproduksi sendiri,” ujarnya. 

Rombongan Dankodiklat TNI AD melanjutkan agenda hari itu dengan mengunjungi fasilitas produksi untuk produk-produk persenjataan PT Pindad (Persero), yaitu Divisi Senjata. Rombongan juga mendapatkan kesempatan untuk mencoba performa produk secara langsung, antara lain Panser Anoa 6x6, Panser Komando Badak, serta beberapa produk senjata seperti senapan serbu SS2-V4, PM2 gas operated, dan pistol G2 seri Combat dan Elite. (Anggia)

Pindad 

Friday, 23 October 2015

TNI AD Akan Bangun Batalyon Kavaleri Tank di Kalimantan Barat

Yonkav 12, Mempawah akan diisi dengan 53 tank ringan dan medium (MD)

Untuk meningkatkan pengamanan wilayah perbatasan di Kalimantan Barat, TNI Angkatan Darat akan membangun Markas Komando Batalyon Kavaleri (Mako Yonkav) 12 di Desa Peniti, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Komandan Pussen Kav Kodiklat TNI AD Brigjen TNI Anang Dwitono, menuturkan nantinya batalyon ini akan di perkuat dengan 431 prajurit TNI AD yang terdiri Prada hingga Komandan Batalyon berpangkat Letnan Kolonel.

"Untuk materiilnya akan ada 53 Unit kendaraan Tempur, yang diantaranya jenis medium tank," kata Anang, Jumat (23/10/2015). Saat ini, batalyon khusus kendaraan tempur kavaleri tersebut masih dalam proses tahap persiapan dan perencanaan. Kebutuhan air yang akan menjadi sumber kehidupan para prajurit nantinya juga masih menjadi pertimbangan dalam proses pembangunan.

"Anggaran untuk membangun ini sekitar 200 miliar yang bersumber dari APBN, yakni hingga tahun 2019, namun nantinya 2017 kendaraan tempur tersebut secara bertahap dan berbagai jenis sudah berada di sini," kata Anang. Status tanah yang akan menjadi lokasi pembangunan batalyon kavaleri tank tersebut merupakan hibah dari pemerintah.

"Masyarakat tidak ada yang komplain, justru keberadaan kita di sini berpengaruh ke masyarakat, terutama masalah perekonomian, selain daerah berkembang dan harga tanah naik, dan juga masalah keamanan, keberadaan kami diharapkan dan didukung oleh masyarakat sini. Kami sama-sama saling mendukunglah sesuai dengan slogan TNI 'Bersama Rakyat TNI Kuat'," tuturnya.

Saturday, 17 October 2015

Kasad TNI: Jaga Pertahanan Negara Bukan Berarti Perang

KASAD Jenderal TNI Mulyono (ist)

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk ikut dalam mewujudkan Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta). Salah satunya peran TNI di wilayah yakni Kodim, Korem, hingga Koramil dinilai berperan penting.

Hal itu diungkapkan Mulyono dalam seminar nasional bertema ‘Mewujudkan Sishanta yang Tangguh Melalui Penguatan Peran Binter TNI AD dalam Membantu Menyiapkan Kekuatan Pertahanan Negara’ di kampus UI Depok.

Mulyono menjelaskan, sesuai UUD 1945 seluruh komponen negara wajib ikut dalam mempertahankan pertahanan dan keamanan negara.

“Sehingga generasi saat ini jelas dengan blueprint konsep sinergi dengan TNI mendukung sistem pertahanan negara,” tegasnya, Kamis (15/10/2015).

Ia menambahkan, Sishanta yang dianut bersifat semesta melibatkan seluruh warga negara dipersiapkan secara dini oleh pemerintah, berlanjut melindungi keselamatan bangsa. Dengan mengembangkan seluruh sumber daya nasional memelihara pertahanan negara.

“Dilakukan untuk mempertahankan melindungi dan memelihara kedaulatan. Menempatkan TNI jadi komponen utama. Ancaman non-militer pertahanan unsur utama dengan ancaman yang dihadapi. Pertahanan bukan berarti bicara perang tetapi memberdayakan seluruh komponen bangsa mempertahankan kedaulatan,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan generasi muda terkait ancaman proxy war. “Memanfaatkan sumber daya didukung sarana dan prasarana. Proxy war nyata–nyata kedepan kita hadapi,” tegas Mulyono.(Okezone)