Iran mengklaim rudal mereka yang baru saja diuji mampu menghantam target pada jarak 2.000 km.
“Ketika industri pertahanan kita membangun rudal dengan jangkauan
2.000 km dan nol margin kesalahan, ini berarti kita bisa menargetkan
setiap titik di radius ini dengan 100% presisi,” kata Brigadir Jenderal
Hossein Salami.
Dia menekankan bahwa Iran akan terus memperkuat kekuatan pertahanan,
serta berkata, “Kami tidak mempelajari resolusi (yang disetujui untuk
mengekang kekuatan rudal Iran) karena kita bertanggung jawab untuk mengembangkan kekuatan dan tidak ada yang bisa mendikte kita,” tegas
Salami sebagaimana dikutip Fars News Agency Rabu 28 Oktober 2015.
Pada tanggal 11 Oktober, Iran berhasil menguji jarak rudal balistik.
Rudal yang diberi julukan ‘Emad’ ini membawa hulu ledak konvensional.
Menteri Pertahanan Iran mengatakan produksi massal dan pengiriman
rudal Emad untuk Angkatan Bersenjata negara akan sangat meningkatkan
kekuatan mereka dan kemampuan taktis.
Showing posts with label Rudal. Show all posts
Showing posts with label Rudal. Show all posts
Thursday, 29 October 2015
Thursday, 15 October 2015
[Dunia] AS Tuding Uji Coba Rudal Balistik Iran Langgar Resolusi DK PBB
Rudal balistik Emad. (.trend.az) Gedung Putih menyatakan, uji coba rudal balistik yang dilakukan Iran pada akhir pekan lalu memiliki indikasi kuat telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
"Kami punya indikasi kuat, bahwa tes rudal yang dilakukan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, yang berkaitan dengan kegiatan rudal balistik Iran," ujar Sekretaris Pers Gedung Putih, Josh Earnest, seperti dikutip dari Wall Street Journal, Selasa (13/10).
Sebelumnya, Pemerintah Iran memang telah mengumumkan kesuksesan mereka melakukan uji tembak rudal balistik Emad. Militer Iran mengklaim, rudal Emad memiliki tingkat presisi tinggi dan bisa menghantam target yang berjarak 1.700 km. Earnest menduga, tes rudal balistik itu dimaksudkan untuk menepis kekhawatiran di kalangan garis keras di Iran yang menentang kesepakatan nuklir Iran dengan enam negara kekuatan dunia. Earnest mengaku, AS masih mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang tes rudal balistik Iran ini, sebelum mengumumkan sikap final pemerintah AS.
Ia juga menyatakan, uji coba rudal balistik Iran ini tak akan menyulitkan upaya untuk menerapkan kesepakatan nuklir dengan Iran. “Ini sama sekali terpisah dari perjanjian nuklir yang dicapai Iran dengan seluruh dunia," kata Mr Earnest.
"Berbeda dengan pelanggaran berulang resolusi Dewan Keamanan PBB yang berkaitan dengan kegiatan rudal balistik mereka, kita telah melihat bahwa Iran selama beberapa tahun terakhir telah menunjukkan track record mematuhi komitmen yang mereka buat dalam konteks pembicaraan nuklir,” lanjut Earnest. (esn)
Sindonews
Monday, 12 October 2015
[Dunia] Iran Sukses Uji Coba Rudal Balistik Presisi Tinggi
Ilustrasi (Reuters/Mike Brown)
Iran sukses melakukan uji coba rudal balistik dengan presisi tinggi terbaru mereka. Rudal ini adalah kemajuan Iran dalam meningkatkan akurasi serangan jarak jauh. Diberitakan Reuters, Menteri Pertahanan Iran Hossein Dehghan mengatakan bahwa rudal bernama Emad ini lebih baik dari rudal Iran sebelumnya.
"Rudal Emad mampu menyerang sasaran dengan presisi tingkat tinggi dan benar-benar menghancurkan mereka," ujar Dehghan yang dikutip dari IRNA. Anthony Cordesman, peneliti dari lembaga Center for Strategic and International Studies, CSIC, menuliskan Januar lalu bahwa Emad yang tengah dikembangkan Iran saat itu mampu mencapai jarak 1.700 kilometer dengan tingkat akurasi 500 meter dengan membawa beban 750 kilogram.
Rudal ini adalah pengembangan dari rudal Shahab-3 yang berbahan bakar cair yang telah beroperasi sejak 2003. Shahab memiliki daya jangkau yang sama namun Emad memiliki tingkat akurasi lebih tinggi.
"Emad merupakan lompatan besar dalam hal akurasi. Rudal ini memiliki sistem pemandu dan kendali yang canggih di ujungnya," kata ahli rudal Israel, Uzi Rubin. Dehghan mengatakan rudal baru itu akan diturunkan dalam persenjataan Iran "dalam waktu dekat." (den)
CNN
Sunday, 11 October 2015
(Foto) Korvet Kelas Buyan
Monster Laut Kaspia yang Mematikan
Korvet Rusia kelas Buyan yang bergabung dengan Armada Laut Kaspia, Grad Sviyazhsk meluncurkan rudal. Rusia melengkapi kekuatan lautnya dengan kapal berukuran kecil tetapi mampu membawa rudal jelajah jarak jauh 3M54 Kaliber (SS-N-27). [defencyclopedia.com]
Tiga corvet kelas Buyan, Grad Sviyazhsk, Uglich, dan Veliky Ustyug, bersama light frigate kelas Gepard, Dagestan, meluncurkan 26 rudal jelajah Kalibr NK untuk menghancurkan posisi Daesh di Suriah yang berjarak 1.500 km dari Laut Kaspia, pada 7 Oktober 2015. [deagel.com/Russian Ministry of Defense]
Rusia mulai membangun kapal kelas Buyan atau proyek 21630 pada 2004 di Almaz Shipyard di St. Petersburg. Pada 2010, diperkenalkan proyek 21631 yang merupakan pengembangan dari proyek 21630. Grad Sviyazhsk merupakan kapal pertama proyek 21631. [ann.az]
Korvet kelas Buyan dipersenjatai delapan peluncur rudal jelajah 3M54 Kaliber (SS-N-27), sistem peluncuran roket multi (MRLS) A-215 Grad-M yang dapat menembak40 roket 122 mm terhadap sasaran di darat, dan meriam utama A-190 100 mm. Untuk pertahanan udara, korvet ini dipersenjatai dengan 2 CIWS AK-306 30 mm, 4 tabung peluncur rudal Gibka 3M47 yang dapat menembakkan rudal anti pesawat Igla atau Igla-S. Buyan juga dipersenjatai senapan mesin 14.5 mm dan 7.62 mm. [ru-an.info]
Korvet kelas Buyan merupakan kapal perang pesisir. Buyan memiliki panjang 62 m, lebar 9,6 m, dan draft 2 meter. Kecepatan maksimum kapal ini adalah 28 knots (52 km/jam, dan mampu menjelajah hingga 1.500 mil laut atau 2.800 km. Pada kecepatan 12 knot, kapal ini dapat menjelajah hingga 2.300 mil laut atau 4.300 km. [deagel.com/Russian Ministry of Defense]
Korvet kelas Buyan mampu beropreasi pada kondisi permukaan laut bergelombang setinggi empat hingga enam meter (sea state enam) dan mampu menembakan rudal pada sea state empat atau kondisi laut bergelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter. [defencenet.gr]
Tempo
Korvet Rusia kelas Buyan yang bergabung dengan Armada Laut Kaspia, Grad Sviyazhsk meluncurkan rudal. Rusia melengkapi kekuatan lautnya dengan kapal berukuran kecil tetapi mampu membawa rudal jelajah jarak jauh 3M54 Kaliber (SS-N-27). [defencyclopedia.com]
Tiga corvet kelas Buyan, Grad Sviyazhsk, Uglich, dan Veliky Ustyug, bersama light frigate kelas Gepard, Dagestan, meluncurkan 26 rudal jelajah Kalibr NK untuk menghancurkan posisi Daesh di Suriah yang berjarak 1.500 km dari Laut Kaspia, pada 7 Oktober 2015. [deagel.com/Russian Ministry of Defense]
Rusia mulai membangun kapal kelas Buyan atau proyek 21630 pada 2004 di Almaz Shipyard di St. Petersburg. Pada 2010, diperkenalkan proyek 21631 yang merupakan pengembangan dari proyek 21630. Grad Sviyazhsk merupakan kapal pertama proyek 21631. [ann.az]
Korvet kelas Buyan dipersenjatai delapan peluncur rudal jelajah 3M54 Kaliber (SS-N-27), sistem peluncuran roket multi (MRLS) A-215 Grad-M yang dapat menembak40 roket 122 mm terhadap sasaran di darat, dan meriam utama A-190 100 mm. Untuk pertahanan udara, korvet ini dipersenjatai dengan 2 CIWS AK-306 30 mm, 4 tabung peluncur rudal Gibka 3M47 yang dapat menembakkan rudal anti pesawat Igla atau Igla-S. Buyan juga dipersenjatai senapan mesin 14.5 mm dan 7.62 mm. [ru-an.info]
Korvet kelas Buyan merupakan kapal perang pesisir. Buyan memiliki panjang 62 m, lebar 9,6 m, dan draft 2 meter. Kecepatan maksimum kapal ini adalah 28 knots (52 km/jam, dan mampu menjelajah hingga 1.500 mil laut atau 2.800 km. Pada kecepatan 12 knot, kapal ini dapat menjelajah hingga 2.300 mil laut atau 4.300 km. [deagel.com/Russian Ministry of Defense]
Korvet kelas Buyan mampu beropreasi pada kondisi permukaan laut bergelombang setinggi empat hingga enam meter (sea state enam) dan mampu menembakan rudal pada sea state empat atau kondisi laut bergelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter. [defencenet.gr]
Tempo
Rudal Panggul Igla
Senjata Penghancur Pesawat Tempur
MANPADS atau Man-portable air-defense systems, adalah rudal panggul pertahanan udara jarak pendek. Senjata ini bertugas menghancurkan pesawat, drone dan helikopter dengan sistim operasi yang sangat sederhana dan mudah dibawa. Rusia sebagai salah satu negara penghasil senjata terbesar, menelurkan salah satu MANPADS paling mematikan dan paling berbahaya di dunia, 9K310 Igla-1. Senjata ini diciptakan untuk menggantikan rudal panggul sebelumnya Strela-2/3 yang memiliki performa buruk. [sputniknews.com]
Igla dirancang oleh KBM Kolomna pada tahun 1970, Igla dirancang dengan tujuan agar rudal ini lebih kebal terhadap senjata anti rudal udara seperti chaff atau flare, dan memiliki wider engagement envelope atau daya serang yang luas. Igla digunakan oleh militer Soviet pada tahun 1983, dengan menggunakan rudal 9M39. Igla merupakan rudal udara paling laris dipasaran. [armyphotos.net]
Igla dirancang dengan beragam teknologi tinggi salah satunya adalah penambahan perangkat IFF (Identification Friend or Foe) agar rudal tidak salah tembak, roket pendorong yang lebih mumpuni, dan bodi yang lebih aerodinamis, serta daya ledak yang sangat tinggi. Rudal ini mencatatkan rekor combat proven, pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan pesawat pembom Tornado bertekuk lutut dihajar Igla pada perang teluk 1991. Selain itu pesawat tempur Prancis Mirage 2000N hancur berkeping-keping akibat disengat Igla pada perang Balkan di tahun 1995, sangat sulit bagi pesawat tempur menghindar dari serangan Igla. [news.zing.vn]
Igla digunakan oleh 23 negara selain mudah digunakan dan memiliki catatan rekor yang baik, soal harga tergolong paling murah dibandingkan dengan rudal udara sejenis. Igla mengunakan sistem pemandu infra merah pasif, dengan sistem sensor timbal sulfida dengan pendingin nitrogen cair, Indium antimon dengan pendingin cair. Pendingin tersebut digunakan ketika operator membidik target di udara, laser mengarahkan rudal menuju sasaran. [news.zing.vn]
Igla menggunakan hulu ledak 1,17 Kg directed-energy blast fragmentation dengan 20 gram peledak sekunder. Igla mampu meledak dengan mekanisme detonasi kombinasi dari delayed impact fuze dan grazing fuse. Artinya Igla harus menabrak tubuh pesawat agar dapat meledak, Igla menyasar target dan mengejarnya kemanapun target bergerak. [wikipedia.org]
Kemampuan Igla dalam menyasar target sangatlah luar biasa, kecepatan maksimal rudal ini mencapai 600 m/perdetik. Igla memiliki jangkauan mencapai 5,2 Km dengan ketinggian terbang mencapai 3.500 m. Rudal MANPADS QW-3 Tiongkok yang digunakan oleh TNI AU merupakan pengembangan dari versi Igla Rusia, dan memiliki karakteristik yang hampir mirip. [defence.pk]
Tempo
MANPADS atau Man-portable air-defense systems, adalah rudal panggul pertahanan udara jarak pendek. Senjata ini bertugas menghancurkan pesawat, drone dan helikopter dengan sistim operasi yang sangat sederhana dan mudah dibawa. Rusia sebagai salah satu negara penghasil senjata terbesar, menelurkan salah satu MANPADS paling mematikan dan paling berbahaya di dunia, 9K310 Igla-1. Senjata ini diciptakan untuk menggantikan rudal panggul sebelumnya Strela-2/3 yang memiliki performa buruk. [sputniknews.com]
Igla dirancang oleh KBM Kolomna pada tahun 1970, Igla dirancang dengan tujuan agar rudal ini lebih kebal terhadap senjata anti rudal udara seperti chaff atau flare, dan memiliki wider engagement envelope atau daya serang yang luas. Igla digunakan oleh militer Soviet pada tahun 1983, dengan menggunakan rudal 9M39. Igla merupakan rudal udara paling laris dipasaran. [armyphotos.net]
Igla dirancang dengan beragam teknologi tinggi salah satunya adalah penambahan perangkat IFF (Identification Friend or Foe) agar rudal tidak salah tembak, roket pendorong yang lebih mumpuni, dan bodi yang lebih aerodinamis, serta daya ledak yang sangat tinggi. Rudal ini mencatatkan rekor combat proven, pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan pesawat pembom Tornado bertekuk lutut dihajar Igla pada perang teluk 1991. Selain itu pesawat tempur Prancis Mirage 2000N hancur berkeping-keping akibat disengat Igla pada perang Balkan di tahun 1995, sangat sulit bagi pesawat tempur menghindar dari serangan Igla. [news.zing.vn]
Igla digunakan oleh 23 negara selain mudah digunakan dan memiliki catatan rekor yang baik, soal harga tergolong paling murah dibandingkan dengan rudal udara sejenis. Igla mengunakan sistem pemandu infra merah pasif, dengan sistem sensor timbal sulfida dengan pendingin nitrogen cair, Indium antimon dengan pendingin cair. Pendingin tersebut digunakan ketika operator membidik target di udara, laser mengarahkan rudal menuju sasaran. [news.zing.vn]
Igla menggunakan hulu ledak 1,17 Kg directed-energy blast fragmentation dengan 20 gram peledak sekunder. Igla mampu meledak dengan mekanisme detonasi kombinasi dari delayed impact fuze dan grazing fuse. Artinya Igla harus menabrak tubuh pesawat agar dapat meledak, Igla menyasar target dan mengejarnya kemanapun target bergerak. [wikipedia.org]
Kemampuan Igla dalam menyasar target sangatlah luar biasa, kecepatan maksimal rudal ini mencapai 600 m/perdetik. Igla memiliki jangkauan mencapai 5,2 Km dengan ketinggian terbang mencapai 3.500 m. Rudal MANPADS QW-3 Tiongkok yang digunakan oleh TNI AU merupakan pengembangan dari versi Igla Rusia, dan memiliki karakteristik yang hampir mirip. [defence.pk]
Tempo
Subscribe to:
Posts (Atom)


