Showing posts with label TNI AL. Show all posts
Showing posts with label TNI AL. Show all posts

Tuesday, 8 December 2015

Megawati Bilang Indonesia Keok jika Diserang Singapura

Presiden Indonesia Kelima, Megawati Soekarnoputri. (Dok. Sindo).

Kekuatan tempur TNI dinilai tidak mampu menahan serangan negara tetanggap seperti Singapura. Maka itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) diminta segera memperbarui peralatan tempur milik TNI.

Presiden Indonesia kelima, Megawati Soekarnoputri menceritakan pengalamannya ketika berlayar menggunakan kapal perang milik TNI. Pada kesempatan itu dia dikabarkan akan ada penyerangan dari sebuah kapal selam.

"Saya diminta pura-pura kalau ada penyerangan dari kapal selam. Tapi saya tanya kepada Jenderal TNI, kapal selam dari mana," ujar Megawati ketika memberikan sambutan dalam Simposium Kebangsaan, Refleksi Nasional Praktek Konstitusi dan Ketatanegaraan Pasca Reformasi di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (7/12/2015).

Kemudian dia mendapat kabar dari seorang Master of Ceremony (MC) kapal perang yang ditumpangi akan melakukan tembakan ke bawah laut untuk membidik kapal selam musuh. Beberapa saat kemudian bom diluncurkan. "Tapi setelah ditunggu beberapa saat, kok sepi. Bom tidak meledak," ucapnya.

Dia menambahkan, peralatan tempur milik TNIyang sudah usang bukan hanya di Angkatan Laut (AL) saja. Menurutnya, peralatan tempur milik TNI Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Darat (AD) juga banyak yang sudah usang.

"Saya bilang kalau Singapura pesawatnya serang Indonesia, bisa keok kita. Ini bukan menghina, tapi begitu memang nyatanya," tandasnya.


Sindonews

Tuesday, 24 November 2015

Korps Marinir Resmikan Puslatpur Bancar, Tuban

Puslatpur Marinir Animha di Kecamatan Bancar Tuban akan fokus sebagai tempat latihan pasukan amphibi (photo : Antara)

Bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Marinir yang ke 70, Komando Korps Marinir Mayjen TNI Buyung Lalana meresmikan Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Marinir Animha di Kecamatan Bancar Tuban. Nantinya,lokasi tersebut akan fokus sebagai tempat latihan pasukan amphibi, Sabtu (21/11/2015).

“Puslatpur yang berbatasan dengan Provinsi Jawa tengah sangat strategis sebagai tempat latihan marinir,” kata Komando Korps Marinir, Mayjen TNI Buyung Lalana.

Menurutnya, lokasi tersebut memiliki karakteristik laut yang mendukung meningkatkan kekuatan Marinir di Provinsi Jawa Timur. Kondisi pantai yang memadai tersebut sangat mendukung manuver kendaraan tempur marinir, termasuk kendaraan tank amphibi.

Hingga diresmikan hari ini, baru ada dua unit tank yang disiapkan untuk latihan pasukan, dan kendaraan lainnya akan menyusul bersamaan dengan persiapan perlengakapan Puslatpur. Selain pasukan amphibi, akan ditempatkan pula datasemen pemeliharaan dengan kekuatan minimal 200 personil untuk mendukung operasional Puslatpur tersebut.

“Puslatpur Tuban merupakan salah satu lokasi latihan tempur di Jawa Timur, melengkapi Puslatpur di Malang, Grati, dan Situbondo,” imbuh Buyung..

Lebih lanjut Mayjen TNI Buyung Lelana mengatakan, dari semua lokasi latihan Marinir di Jawa Timur, satu dengan yang lainnya memiliki ciri dan karakteristik masing-masing, Seperti halnya di Malang fokus latihan operasi darat, dan di Tuban sesuai meningkatkan kemampuan pasukan amphibi,” pungkasnya.


Kabartuban

Monday, 23 November 2015

TNI AL Usir Kapal Tiongkok dari Laut Natuna

Panglima Kawasan Armada Barat RI Laksamana Muda (Laksda) TNI. A. Taufiq menegaskan, armada laut RI tidak akan gentar mengusir siapa saja yang melanggar ZEE. 

Yang terbaru, sebuah kapal milik Tiongkok diketahui masuk wilayah ZEE. Kontan saja armada TNI AL langsung melakukan pengusiran.  Pemilik kapal itupun dipaksa menyampaikan permintaan maaf.

”Kami sedang fokus di wilayah Natuna, di sana ada kapal Tiongkok yang masuk di wilayah ZEE kita. Karena melanggar, mereka akhirnya minta maaf kepada kita”,  kata Taufiq dalam kunjungan kerjanya ke Simeulue, kemarin (22/11).

Selain di wilayah kawasan laut Natuna, Taufiq mengatakan armada TNI AU juga tengah serius memberantas aksi kejahatan dan kriminal di Selat Malaka, yang dinilai sebagai wilayah laut paling rawan di dunia.

Kawasan ZEE kini memang tengah mendapat perhatian. Terlebih setelah muncul pemberitaan klaim Tiongkok yang memasukkan sebagian wilayah perairan laut Kabupaten Natuna, ke dalam peta wilayah mereka. (ahi/afz/JPG)
BatamPos

Pembangunan Kapal Layar Latih TNI AL Dimulai

Kapal layar kelas Bark akan selesai pada Mei 2017 dan akan tiba di Indonesia pada Juli 2017 (Freire)

Sejarah pembuatan kapal layar latih telah dimulai. Tepat jam 09.30 waktu Vigo atau 17.30 WIB hari Senin (16/11) lalu, dilaksanakan pemotongan perdana baja (steel cutting) sebagai tanda dimulainya pembangunan kapal layar latih TNI AL.

Pemotongan plat baja pertama disaksikan langsung Dansatgas Laksma TNI Didin Zainal Abidin beserta seluruh Staf Satgas serta General Manajer Galangan Contruccion Navales Freire Shipyard Bapak Guillermo Freire Garcia. Kapal layar latih yang akan dibuat adalah kelas Bark, yaitu kapal layar yang memiliki dua tiang dengan layar persegi.

Memiliki panjang 111,20 meter dan lebar 78,37 meter, kapal layar yang menjadi penerus generasi KRI Dewaruci tersebut, dibangun oleh Galangan Kapal Freire di Kota Vigo Spanyol berjarak 550 km dari ibukota Madrid. Vigo merupakan kota kecil yang indah di pantai barat Spanyol menghadap ke Samudera Atlantik.


“Sejarah baru untuk TNI AL dan dunia maritim Indonesia dimulai. Setelah KRI Dewaruci memasuki usia 63 tahun, Indonesia akan memiliki kapal layar latih baru untuk taruna TNI AL dan pemuda Indonesia. Pemotongan plat baja pertama ini menjadi catatan tersendiri dan merupakan bagian dari penulisan sejarah pembuatan kapal layar baru ini”, ujar perwira tinggi lulusan AAL tahun 1986 tersebut.

Guillermo mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan Pemerintah Indonesia atas pembangunan kapal di galangannya, karena kapal ini akan menjadi duta bangsa yang mencetak calon pemimpin Indonesia di masa mendatang, sebagaimana yang telah dipersembahkan oleh pendahulunya, KRI Dewaruci.

“Saya yang akan mengawasi langsung pembangunan kapal layar latih ini hingga selesai dan siap dilayarkan pada bulan Mei 2017, serta diharapkan tiba di Indonesia pada Juli 2017”, ujar Guillermo sambil menyalami Laksma Didin, disaksikan anggota Satgas yang tersenyum gembira atas pelaksanaan steel cutting ini.
TNI AL

Thursday, 19 November 2015

LANAL BALI AMANKAN KUNJUNGAN USS RUSHMORE (LSD 47) DI PULAU DEWATA BALI

Kapal perang Amerika Serikat Type Dock Landing Ship United States Navy (Us Navy) USS Rushmore (LSD 47) berkunjung dan lego jangkar di perairan Nusa Dua ‘Pulau Dewata’, dan Pelabuhan Benoa, Bali, pada koordinat 08  46' 28'' S - 115 14' 40'' T pada Senin (16/11) lalu sekitar pukul 09.00 Wita.

Sedikitnya 80 personel Pangkalan TNI AL (Lanal) Bali, Lantamal V melaksanakan pengamanan terhadap kapal perang milik US Navy tersebut selama kunjungannya di pulau Bali. 

Kapal perang Us Navy dengan Homeport : Naval Base San Diego tersebut dikomandani CDR T.Stephens, memiliki spesifikasi panjang : 186,4 mtr, Lebar : 21,1 meter, dengan bobot sekitar 16.325 ton, dilengkapi dengan peralatan canggih diantaranya persenjataan Meriam 2 X 25 mm Mk 38 Mod 2, Phalanx CIWS 2x2 20 mm, Rolling Airframe Missile, sertaSenapan mesin 6x0,50 kaliber M2HB.

Tidak hanya itu, masih ada juga senjata anti kapal selam, , dua Helikopter landing spots dan dilengkapi dengan dua mesin penggerak pokok dengan kecepatan 20 knots, jumlah ABK dalam kurang lebih 800 orang, terdiri dari 35 Officers, 356 enlisted, dan 405 US Marines.

Kapal perang milik Amerika Serikat datang ke Bali dalam rangka kunjungan wisata (port visit). tidak kurang dari 80 personel Lanal Denpasar dikerahkan untuk melaksanakan pengamanan kunjungan kapal dari US Navy tersebut di pelabuhan Benoa Bali. Selama empat hari mereka singgah di Bali mulai tanggal 16 hingga 20 Nopember 2015 nanti, para awak kapal akan melaksanakan kunjungan ke beberapa tempat wisata di pulau Bali ini.

Selama kapal perang AS tersebut berada di perairan Nusa Dua Bali, dua kapal itu berada dalam pengamanan TNI AL (Lanal Bali) yang mengerahkan 1 KRI yaitu KRI Pulau Raas - 722 dan satu combat boat catamaran dan 80 personel Pam darat. (Pen Lanal Bali)

Tuesday, 17 November 2015

Taruna AAL laksanakan Pendaratan Amfibi di Ambon


Sebanyak 90 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL), utamanya Korps Marinir melaksanakan latihan pendaratan Amfibi di Ambon. Dalam latihan tersebut, disimulasikan bahwa daerah tersebut telah dikuasai musuh, sehingga dilaksanakan operasi amfibi oleh Pasukan Marinir untuk merebut dan menduduki sarana-sarana pantai dalam rangka membentuk daerah tumpuan pantai yang digunakan untuk melakukan operasi selanjutnya.

Pendaratan amfibi tersebut merupakan salah satu materi pelajaran bagi Taruna AAL angkatan ke-61 yang sedang melaksanakan latihan dan praktek Jala Yudha Tahun 2015 dengan menggunakan KRI Teluk Banten-516 dan KRI Ki Hajar Dewantara-364 dengan rute Surabaya – Makassar – Kendari – Ambon – Ternate – Balikpapan – Surabaya, selama satu bulan.

 Taruna AAL tersebut terdiri dari Korps Pelaut 39 orang, Korps Teknik 13 orang, Korps Elektronika 10 orang, Korps Suplai 9 orang, dan Korps Marinir 19 orang.

Kegiatan diawali dengan peluncuran Taruna Korps Marinir dari KRI Teluk Banten-516 dengan menggunakan enam perahu karet untuk melaksanakan pengintaian dan penyerangan. Jarak antara titik intai sejauh 400 meter, sehingga tim harus mengirimkan dua orang personel untuk berenang rintis dan menduduki serta memastikan daerah pendaratan sudah aman.

Dengan cepat dan sigap Kompi Pendaratan dapat menghancurkan sasaran, membentuk tumpuan pantai serta meledakan radar musuh yang diskenariokan di kantor SatkomLantamal IX.
Latihan tersebut berjalan dengan baik atas kerja sama dan kekompakan tim pendaratan amfibi dariTaruna AAL dan Yonmarhanlan IX Ambon.


Turut menyaksikan latihan tersebut, Asisten III Gubernur Maluku Ir. M.Z. Sangadji, Asrendam XVI/PTM Kolonel InfTotok Sulistiyo, Wadan Lantamal IX Kolonel Marinir Joko Supriyanto, S.H., Para Asisten Dan lantamal IX, Komandan Satgas (Dansatgas) Jalayudha Kolonel Laut (P) Ahmad Dahlan, Dirlantas Polda Maluku, Kasatpol PP Kota Ambon, serta tamu dan undangan.

Selain pendaratan amfibi, Taruna AAL juga melaksanakan kirab di Kota Ambon. Kirab Kota drum band Taruna AAL yang diikuti 90 taruna itu dilepas Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy dan Komandan Pangkalan TNI AL IX Ambon (Lantamal IX) dengan rute dimulai dari pelataran Gong Perdamaian Dunia (GPD) melewati ruas jalan di Kota Ambon dan kembali lagi ke kawasan GPD dan diterima Wakil Gubernur MaLUKU Zeth Sahuburua. Atraksi drum band Genderang Suling Gita JalaTaruna AAL mendapat perhatian dari masyarakat yang memadati pinggiran ruas jalan yang dilalui.


Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua mengharapkan, kunjungan tersebut dapat memotivasi siswa SMA di Maluku untuk belajar dengan baik guna melanjutkan pendidikan sebagai Taruna AAL.Setelah dilantik menjadi Perwira TNI AL, Taruna AAL memiliki tanggung jawab besar untuk mengawal dan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Tugas tersebut tidaklah mudah, di pundak kalian ada tanggung jawab besar untuk mengawal dan membela bangsa, saya percaya kalian mampu untuk melaksanakan tugas tersebut," tegas Wagub Maluku Zeth Sahuburua.(Rel/AA/WDA)

 RRI

Sunday, 15 November 2015

Curhat KSAL Soal Alutsista

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi

Di usianya yang ke-70, Korps Marinir TNI Angkatan Laut belum memiliki perlengkapan Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) yang diperbaharui. Rata-rata perlengkapan Alutsista yang dimiliki Korps Marinir TNI AL diproduksi 1960-an.

Menurut Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, di usianya ke-70 tahun, Korps Marinir harus makin tegas dan matang kendati pembaharuan Alutsista baru akan dilakukan pada 2024.

“Dari sisi pemenuhan kekuatan Alutsista sejalan dengan usia Korps Marinir, kita masih memiliki Alutsista produksi era 1960-an. Tapi sudah dimasukkan ke rencana anggaran, tahun 2024 kembali Alutsista diperbaharui sesusai requirement,” kata Ade di Lapangan Apel Ksatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (15/11/2015).

Ade berharap, atraksi persenjataan yang disajikan dalam upacara militer kali ini dapat menjadi inspirasi bagi terpenuhinya kualitas Alutsista yang lebih baik ke depan.

“Paling tidak bisa memberikan inspirasi bahwa tiap-tiap fungsi bisa memenuhi Alutsista. Karena operasi amfibi Korps Marinir juga tergantung pada Alutsista,” lanjut dia.

Ade menambahkan, Marinir adalah pasukan pendarat di tubuh TNI AL, sehingga harus memiliki kompetensi amfibi dan kekuatan proyeksi dari laut ke darat. Terlebih Korps Marinir kerap ditugaskan untuk melakukan pengamanan di wilayah perbatasan di Indonesia.

“Kita sudah memiliki operasi TNI salah satunya pengamanan perbatasan, bagian dari operasi pengaman perbatasan,” kata Ade.

Selain menggelar upacara militer untuk memperingati hari jadi Korps Marinir TNI AL yang ke-70, turut pula diberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang mendukung gerakan “Save Our Litorary Life”, yakni gerakan penanaman bibit terumbu karang di 51 lokasi seluruh Indonesia. Berbagai kegiatan sosial juga digelar, tak hanya di Ibu Kota tetapi berbagai wilayah nusantara.

Ratusan Tank Meriahkan HUT 70 Tahun Korps Marinir

HUT 70 Korps Marinir diikuti 2 ribu prajurit

Korps Marinir memperingati hari jadinya yang ke-70 di Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu, 15 November 2015. (VIVA/Foe Peace)
 
Korps Marinir TNI Angkatan Laut merayakan hari jadinya yang ke-70 di Lapangan Apel Ksatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu, 15 November 2015.

HUT ke-70 Marinir ini mengambil tema "Kuat Bersama Rakyat, Berkarakter Maritim". Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi bertindak sebagai inspektur upacara dalam acara tersebut.

Kepala Pusat Komando Pengendalian Angkatan Laut (Kapuskodal) Letkol (Mar) David mengatakan, sebanyak dua ribu pasukan diturunkan dalam upacara tersebut.


Sejumlah atraksi disuguhkan untuk memeriahkan HUT Korps Marinir ke-70, di antaranya terjun payung (free fall) oleh 70 penerjun TNI dan Polri, demo serangan kilat, wushu dan mixed martial art serta kolone senapan Marinir junior yang melibatkan anak-anak.


"Ada sekitar dua ribu pasukan. Tanknya banyak sekali, kalau dihitung sama di luar bisa ratusan jumlahnya," kata Letkol David.

Pantauan VIVA.co.id, selain parade dan atraksi prajurit, Korps Marinir juga menampilkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang mereka gunakan. Dalam acara tersebut, Korps Marinir melibatkan anak-anak dalam salah satu atraksi.

"Ya ingin lebih surprise lagi kalau anak-anak yang bermain. Mereka dilatih teknis-teknisnya biar aman, kalau dari jauh memang tidak aman tapi sebetulnya dia tahu teknisnya supaya aman."
Peringatan HUT ke-70 Korps Marinir juga diadakan pengobatan gratis, donor darah, Marines Base Open Day, Kirab Prajurit dan Kendaraan Tempur Marinir. Bahkan, salah satu grup band ternama Slank akan ikut memeriahkan acara tersebut. Slank dipilih karena partisipasinya dalam kegiatan Korps Marinir terkait penanaman terumbu karang, di sejumlah pesisir pantai di Indonesia beberapa waktu lalu. (mus)
Viva 

Friday, 13 November 2015

Pilih Jadi Pelatih Bola, RD Pensiun Dini dari TNI AL


Pelatih kondang Indonesia, Rahmad Darmawan resmi mengajukan pensiun dini dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut. Fokus ke lapangan hijau menjadi alasan utama mantan pelatih Persija Jakarta ini.

RD resmi melepas atribut militer pada 1 November 2015 lalu dengan pangkat terakhir Mayor (L). Mantan pelatih Sriwijaya FC itu mengungkapkan, bukan karena melatih di Malaysia dia meninggalkan TNI. Sebenarnya, RD sudah lama mengajukan pensiun dini dari Dinas Militer. Namun, niat tersebut baru dikabulkan oleh atasannya baru-baru ini.

“Yang pasti, buat saya ini bagian dari perjalanan hidup di mana terkadang harus memilih,” ujar pelatih 48 tahun ini. 

Pelatih kelahiran Metro, Lampung tersebut sudah berdinas selama 24 tahun di TNI. Sekarang, menurutnya waktu yang tepat untuk mengambil sikap. “Sekarang, saya bisa menyebut diri sebagai pelatih profesional. Kini saya fokus di sepakbola,” sambung eks-arsitek Timnas U-23 Indonesia ini.
RD masuk dalam korps tentara ketika membela PS ABRI pada 1990-an.

Ketika itu, dia mendapat tawaran bermain di klub milik TNI tersebut. Setelah itu, RD masuk sekolah perwira militer wajib di Matra Laut. Pelatih yang meroket bersama Sriwijaya FC ini pun sempat menangani tim sepakbola Angkatan Laut. Rahmad memiliki pekerjaan rangkap. Menjadi TNI sekaligus melatih tim sepakbola profesional.

Karier yang terus melejit di Tanah Air membawa RD melatih di Liga Malaysia. Dia menangani klub Divisi 2 Malaysia, T-Team. Targetnya runner-up agar promosi ke Malaysia Super League. 

Indonesia - Australia Jalin Kerja Sama Militer Sejak 1990

Perwakilan TNI AL dan Angkatan Laut Australia saat acara penutupan dengan penutupan di Lounge Room KRI Diponegoro yang sedang sandar di dermaga Koarmatim, Surabaya. FOTO: DOK.Penerangan Koarmatim for JPNN.com

Latihan bersama (Latma) antara TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Australia, Royal Australian Navy (RAN), telah berakhir. Latihan yang diberi nama Latma New Horizon 2015, ditandai dengan penutupan di Lounge Room KRI Diponegoro.

Menurut Kadispenarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman dalam siaran persnya, Jumat (13/11), penutupan latihan bersama ini dipimpin oleh Komandan KRI Usman harun-359 Kolonel Laut (P) Didong Rio Duta, S.T., M.A.P. selaku Komandan Satgas Latma New Horizon 2015 sekaligus sebagai pelaku latihan.

Kedua angkatan laut antara, Indonesia dan Autralia telah menjalin kerja sama sejak tahun 1990.


Asops KSAL Laksamana Muda TNI Ari Soedewo, S.E., dalam amanat tertulis dibacakan Komandan Satgas mengatakan, Latma New Horizon dilaksanakan selama empat hari merupakan aktualisasi kerja sama di sektor militer dalam rangka meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Australia.
Menurutnya, Latma New Horizon tahun 2015 mempunyai banyak keuntungan bagi kedua negara. Karena itu, program latihan ini harus dilakukan terus-menerus dalam rangka menjalin kerja sama dan hubungan baik antara dua angkatan laut.

“Latihan bersama ini didasari rasa saling memahami, saling menghormati, dan bermanfaat untuk kedua negara, Indonesia-Australia,” kata Asops KSAL.

Asops KSAL juga mengapresiasi keberhasilan pelaksanaan Latma New Horizon 2015. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerjas keras, keseriusan dan kerja sama tim yang baik.
“Atas nama Pimpinan TNI Angkatan Laut, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua peserta latihan ini,” katanya.

Hadir pada penutupan Latihan tersebut Komandan KRI Diponegoro-366 Letkol Laut (P) Daru Cahyo Sumirat, Komandan HMAS Arunta-151 Commander Cameron Steil dan Komandan HMAS Sirius-266 Commander Darren Grogan serta seluruh perwira peserta latihan.(fri/jpnn)

 jpnn

Panglima TNI Inspeksi Kapal Perang

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi dan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Hadiyan Suminta Atmadja melakukan inspeksi terhadap Kapal Perang Republik Indonesia, yaitu KRI Karang Pilang-981, KRI Karang Tekok-982 dan KRI Teluk Ratai-509 di Koarmatim Dermaga Ujung Surabaya.

Inspeksi yang dilakukan Panglima TNI adalah dalam rangka mengecek kesiapsiagaan seluruh alutsista dan personel TNI, untuk selalu siap dalam melaksanakan setiap kegiatan operasi yang akan digelar oleh TNI. “Rawatlah persenjataan kita dengan baik, sehingga siap operasional. Sehebat apapun kapal-kapal yang kita miliki, tetapi apabila kita tidak bisa merawatnya maka tidak siap operasional”, tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Usai melakukan inspeksi KRI, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan pengarahan kepada 972 Prajurit TNI AL di Aula Koarmatim Surabaya, diantaranya mengatakan bahwa kepercayaan rakyat kepada TNI lambat laun semakin meningkat dan kepercayaan rakyat terhadap TNI pada tahun 2015 menempati urutan tertinggi dibanding instansi dan lembaga negara lainnya. Profesionalisme prajurit TNI itu telah meningkatkan kepercayaan rakyat Indonesia kepada TNI.

Oleh karena itu, Panglima TNI mengingatkan untuk menghindari tindakan yang menyakiti hati rakyat demi kepentingan pribadi. Panglima TNI mengaku telah berkomitmen dengan para Kepala Staf Angkatan untuk tidak melakukan pembelaan sedikit pun bagi prajurit yang melakukan pelanggaran tertentu, bahkan akan diberikan hukuman tambahan, pemecatan. Alasannya, Panglima TNI lebih mencintai prajuritnya yang berjumlah 400.000 lebih daripada orang perorang yang demi kepentingan pribadinya rela mengorbankan nama baik TNI.

“Yang sangat penting adalah TNI harus unggul, solid, kuat, baik Angkatan Darat, Laut, Udara dan Kepolisian. TNI dan Polri hanya dipisahkan karena reformasi tetapi kita harus kompak bersatu demi NKRI”, tegas Panglima TNI.

Kabidpenum Puspen TNI
Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M