Showing posts with label kontingen garuda. Show all posts
Showing posts with label kontingen garuda. Show all posts

Saturday, 14 November 2015

Prajurit TNI Ajarkan Cara Bercocok Tanam pada Masyarakat Lokal Afrika Tengah

Prajurit TNI Satgas Kizi (Satuan Tugas Kompi Zeni) Kontingen Garuda XXXVII-B/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) dibawah pimpinan Letkol Czi Denden Sumarlin, S.E. selaku Komandan Satgas (Dansatgas) yang tengah melaksanakan misi perdamaian PBB di Central Africa Republic (CAR), juga mengajarkan cara bercocok tanam kepada masyarakat lokal di Afrika Tengah. FOTO: DOK.TNI for JPNN.com

Benua Afrika dikenal dengan suhunya yang sangat ekstrem serta tumbuhan Kaktus yang menjadi ciri khas di daerah gurun. Namun, dengan metode dan tata cara tanam yang benar, tanaman sayuran dapat juga tumbuh dengan subur, seperti yang dilakukan oleh Prajurit TNI Satgas Kizi (Satuan Tugas Kompi Zeni) Kontingen Garuda XXXVII-B/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) dibawah pimpinan Letkol Czi Denden Sumarlin, S.E. selaku Komandan Satgas (Dansatgas) yang tengah melaksanakan misi perdamaian PBB di Central Africa Republic (CAR).

Menurut Letkol Czi Denden Sumarlin, jenis sayuran yang telah dikembangkan di Kota Bangui, Afrika Tengah diantaranya tomat, cabe, kangkung, kacang panjang dan ubi kayu. 


“Selain sebagai tambahan sumber protein nabati, menanam sayuran tersebut juga menjadi kegiatan yang bermanfaat guna mengisi waktu luang anggota Kontingen Garuda pada sore hari, yang mana dari pagi hingga siang melaksanakan aktivitas,” ujar Letkol Czi Denden Sumarlin seperti siaran pers Perwira Penerangan Konga XXXVII-B/Minusca, Mayor Marinir Daulat Situmorang melalui Pusat Penerangan TNI, Jumat (13/11).

Letkol Czi Denden Sumarlin, juga menyampaikan bahwa kegiatan bercocok tanam yang dilakukan oleh personel Satgas Kizi TNI dengan memanfaatkan area atau tanah kosong yang berada di dalam Camp Bumi Garuda Indoengcoy, Mpoko Bangui. Kegiatan tersebut tidak hanya sampai disitu saja, akan tetapi ilmu cara bercocok tanam yang dimiliki anggotanya juga diberikan kepada masyarakat lokal yang berada di sekitar Camp Garuda.

“Masyarakat lokal diajari bagaimana menyiapkan lahan sebelum ditanam, proses penanaman, pemupukkan serta perawatan sayuran tersebut. Hal ini dilakukan juga pada sore hari sebelum melaksanakan olah raga,” ujarnya.

Dengan bekal ilmu bercocok tanam yang telah diperoleh, Dansatgas Kizi TNI Letkol Czi Denden Sumarlin, mengharapkan masyarakat setempat dapat mempraktekkan sendiri dikampungnya masing-masing, dimana masih terdapat banyak lahan kosong.

“Selain dapat memenuhi kebutuhan keluarga mereka, juga dapat menambah penghasilan, yaitu dengan menjual hasilnya dipasar,” katanya.(fri/jpnn)
jpnn 

Thursday, 12 November 2015

Indonesia Targetkan Kirim 4.000 Pasukan Perdamaian PBB

Puluhan Anoa produksi PT PINDAD dipercaya sebagai kendaraan tempur Kontingen Garuda [defense,pk]

Sejak Perserikatan Bangsa-Bangsa terbentuk pada 1945, upaya memelihara perdamaian dunia masih menjadi sorotan penting. Meningkatkan partisipasi dalam badan tersebut, Indonesia berkomitmen akan mengirimkan 4.000 personel penjaga perdamaian hingga 2019.

Menurut Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, Indonesia sebenarnya sudah mengirimkan sekitar 30 ribu pasukan perdamaian untuk misi PBB selama ini.


"Sejak perjuangan awal mula kemerdekaan, Indonesia selalu menjadi anggota aktif PBB, termasuk dalam upaya menjaga perdamaian. Sejak 1957, Indonesia sudah mengirimkan 30 ribu pasukan penjaga perdamaian untuk lebih dari 40 misi PBB," ujar Retno dalam pembukaan acara Peringatan Hari PBB ke-70 di Jakarta, Selasa (10/11).

Pada periode 2015-2019, Indonesia berkomitmen mengirimkan 4.000 personel penjaga perdamaian untuk misi perdamaian PBB.

Namun hingga kini, Indonesia baru mengirimkan sekitar 2.800 personel. "Kami yakin, pada 2019 sudah tercapai 4.000 personel, bahkan mungkin akan lebih," ucap Retno.

Secara keseluruhan, kini ada 125 ribu personel dari seluruh pelosok dunia yang mengemban tugas di 16 misi perdamaian PBB.

Indonesia masuk ke dalam daftar 12 besar negara penyumbang pasukan penjaga perdamaian PBB terbesar dunia, bersanding dengan Perancis dan Amerika Serikat.

Selain upaya pemeliharaan perdamaian, Indonesia, menurut Retno, aktif pula di dalam Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs), dan HAM.

"Sejak 2011, kami aktif membantu menangani tingkat kemiskinan ekstrem di seluruh pelosok dunia," tutur Retno. "Kami turut membantu berbagai upaya kemanusiaan bekerja sama dengan badan-badan HAM PBB, yaitu masalah perubahan iklim, keberagaman, konflik bersenjata, radikalisme, hingga migrasi ireguler.” (stu)


 CNN

Sunday, 1 November 2015

Kontingen Garuda Terima Penghargaan PBB

FOTO: DOK.Penerangan Kontingen Garuda di Lebanon

Dua hal yang menjadikan kekaguman dan sorak sorai tepuk tangan penonton adalah pada saat seorang Wanita TNI mampu melumpuhkan dua orang musuh sekaligus dengan kemampuan beladiri militernya serta seorang Wanita TNI mampu mematahkan besi dragon. 

Acara selanjutnya adalah Kolone Senapan yang menampilkan gerakan-gerakan indah dalam ketrampilan menggunakan senapan laras panjang, dilanjutkan kesenian Reog Ponorogo, Tari Jaipong, Tari Tradisional perang Suku Papua, dan Tari Maumere.

Hal yang paling berkesan dan menjadikan acara Medal Parade selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh personel Unifil adalah interaksi tamu undangan dengan para pengisi acara melalui tarian bersama saat di penghujung acara yaitu Tari Maumere. 

Wakil Panglima Unifil / Deputy Force Commander Brigjen Sandeep Singh Bajaj, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Lebanon Achmad Chozin Chumaidy, Komandan Unifil Sektor Timur / Sector East CO  Brigjen Conde de Arjona, Komandan Kontingen Garuda Unifil tahun 2014-2015 Kolonel Inf Danni Koswara beserta para Komandan Satgas di jajaran Kontingen Garuda, COS MTF Kolonel Laut (P) Dato Rusman Sutan dan DCO Sector East Kolonel Kav Yotanabey A.M, para Komandan Kotingen negara-negara yang bertugas di Lebanon Garuda beserta seluruh prajurit Kontingen Garuda Unifil tahun 2014-2015 turut larut dalam kegembiraan dan keceriaan tarian tradisional Flores tersebut. Kegiatan diakhiri Yel-Yel prajurit Kontingen Garuda.

Selesai rangkaian demonstrasi, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah yang dilaksanakan di Rub Hall Markas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-I/Unifil UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr, sambil menikmati jamuan makan siang yang menyajikan makanan khas nusantara. Untuk memeriahkan acara, para prajurit Kontingen Garuda Unifil tahun 2014-2015 menunjukkan kebolehannya dalam menampilkan Band dengan lagu-lagu yang sangat menghibur sampai dengan acara penutup.

Kegiatan Medal Parade prajurit Kontingen Garuda Unifil tahun 2014-2015 merupakan kegiatan bersejarah dan sebagai motivas bagi para prajurit TNI yang saat ini bertugas di Lebanon.(fri/jpnn)
jpnn 

Saturday, 31 October 2015

[Foto] Kemampuan Wanita TNI Mengundang Decak Kagum Jenderal India


Tanggal 28 Oktober 2015 merupakan hari yang bersejarah bagi seluruh prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda tahun 2014-2015, karena bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda itu Kontingen Garuda menyelenggarakan Medal Parade, sebuah kegiatan seremonial penganugerahan dan penyematan UN Medal atau Tanda Jasa dari PBB sebagai sebuah bentuk penghargaan atas partisipasi aktif dalam keikutsertaan menjaga perdamaian dunia. 

Kontingen Garuda tahun 2014-2015 telah bergabung dengan Unifil (United Nations Interim Force in Lebanon) sejak 17 Desember 2014, berdasarkan durasi waktu yang telah dilalui serta prestasi yang telah diukir, dinyatakan berhak memperoleh tanda penghargaan tersebut.


Penganugerahan UN Medal diawali dengan pelaksanaan Upacara Parade dengan Inspektur Upacara Wakil Panglima Unifil/Deputy Force Commander Brigjen Sandeep Singh Bajaj dan diikuti oleh seluruh prajurit Kontingen Garuda, bertempat di Markas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-I/Unifil UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr, Rabu (28/10/2015).


Dalam upacara yang berlangsung hikmat tersebut, Wakil Panglima Unifil / Deputy Force Commander Brigjen Sandeep Singh Bajaj menyematkan UN Medal kepada Komandan Kontingen Garuda Unifil tahun 2014-2015 Kolonel Inf Danni Koswara, DCO Sector East Kolonel Kav Yotanabey A.M dan para Komandan Satgas di jajaran Kontingen Garuda beserta seluruh prajurit Kontingen Garuda Unifil tahun 2014-2015. Turut mendampingi dan juga ikut menyematkan tanda jasa yaitu Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Lebanon Achmad Chozin Chumaidy dan Komandan Unifil SektorTimur / Sector East CO Brigjen Conde de Arjona.


Setelah penyematan, Brigjen Sandeep Singh Bajaj membacakan amanat Force Commander Unifil Mayor Jenderal Luciano Portolano, mengatakan bahwa UN Medal yang telah dianugerahkan merupakan sebuah bentuk penghargaan dari UN melalui Unifil kepada seluruh prajurit Kontingen Garuda Unifil tahun 2014-2015 yang telah melaksanakan tugas secara profesional dan mengagumkan serta secara sempurna telah mengaplikasikan semua prosedur standar selama melaksanakan tugas di Lebanon dalam setiap kegiatannya.


Mayor Jenderal Luciano Portolano juga menyatakan terima kasih dan rasa bangganya kepada prajurit Kontingen Garuda Unifil tahun 2014-2015 masih akan terus melaksanakan tugas-tugas Unifil di Lebanon selama beberapa bulan ke depan sebelum end mission.


Selesai pelaksanaan Upacara Parade, dilanjutkan dengan Defile Pasukan Upacara dan konvoi kendaraan tempur beserta perlengkapannya. Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi ketrampilan dan kemampuan prajurit Kontingen Garuda Unifil tahun 2014-2015 yang meliputi Bela Diri Militer dengan menampilkan gerakan perorangan dan kelompok serta pertarungan bebas, Bela Diri tradisional Pencak Silat “Merpati Putih” dengan menampilkan demo pemecahan batang besi dragon, kemampuan kekebalan tubuh terhadap benda tajam dan pemecahan batako dengan palu besi di atas perut peraga yang menopang pada papan paku tajam.


Dua hal yang menjadikan kekaguman dan sorak sorai tepuk tangan penonton adalah pada saat seorang Wanita TNI mampu melumpuhkan dua orang musuh sekaligus dengan kemampuan beladiri militernya serta seorang Wanita TNI mampu mematahkan besi dragon. Acara selanjutnya adalah Kolone Senapan yang menampilkan gerakan-gerakan indah dalam ketrampilan menggunakan senapan laras panjang, dilanjutkan kesenian Reog Ponorogo, Tari Jaipong, Tari Tradisional perang Suku Papua, dan Tari Maumere.


Hal yang paling berkesan dan menjadikan acara Medal Parade selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh personel Unifil adalah interaksi tamu undangan dengan para pengisi acara melalui tarian bersama saat di penghujung acara yaitu Tari Maumere.

Tuesday, 13 October 2015

33 Prajurit TNI Naik Pangkat di Afrika


Misi TNI Kontingen Garuda ke Kongo. (Antara)

Sebanyak 33 orang Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-B/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) Central Africa Republik (CAR) di Afrika mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula, terhitung mulai 1 Oktober 2015.

Upacara kenaikan pangkat dipimpin Komandan Satgas Kizi TNI Letkol Czi Denden Sumarlin di Mpoko Bangui, Central Afrika Republik, pekan lalu. Dalam keterangan pers yang diterima SP, Senin (12/10) malam, Denden mengemukakan kenaikan pangkat merupakan penghargaan yang telah diberikan oleh negara dan TNI kepada personel TNI atas dedikasi yang baik dalam melaksanakan tugasnya selama ini.

Kenaikan pangkat tersebut diharapkan dapat menjadi pendorong semangat, untuk menghadapi tugas-tugas yang semakin berat dan kompleks yang akan sangat menentukan eksistensi TNI khususnya Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-B/Minusca di Central Afrika.

Kegiatan kenaikan pangkat dilaksanakan secara sederhana, namun demikian tidak mengurangi hikmah dari acara itu sendiri, dilanjutkan dengan upacara dan penyiraman air bunga kepada 33 personel yang naik pangkat serta ucapan selamat oleh Komandan Satgas, seluruh Perwira Satgas dan diikuti seluruh peserta upacara.

Turut hadir dalam kegiatan ini beberapa Perwira Millstaf dan Millobs Indonesia yang sedang bertugas di Minusca.

Beritasatu

Monday, 12 October 2015

Mungkinkah Cerita Pasukan Perdamaian TNI Di Lebanon Diangkat Ke Layar Lebar?

Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah Letjen TNI Purn. TB Silalahi mengunjungi Markas Indobatt Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-I/Unifil di Lebanon Selatan, Sabtu (10/10/2015) kemarin.
Kedatangan mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara tersebut disambut Komandan Kontingen Garuda Unifil 2014-2015 Kolonel Inf Dani Koswara, didampingi Wakil Komandan Sektor Timur Kolonel Kav Yatanabey dan Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Andreas Nanang Dwi.

Dalam keterangan tertulis, Minggu (11/20/2015), kunjungan Utusan Khusus Presiden RI tersebut dalam rangka melihat dan mengetahui secara dekat pelaksanaan tugas Prajurit TNI Kontingen Garuda yang tengah melaksanakan tugas sebagai Peacekeepers dalam misi Perserikatan Bangsa Bangsa di Lebanon.

TB Silalahi menyampaikan terima kasih atas sambutan yang telah diberikan. Dalam kesempatan tersebut, dia juga bercerita tentang pengalaman sewaktu menjadi pasukan perdamaian saat perang antara Israel dan Mesir tahun 1973 di hadapan para prajurit Kontingen Garuda.

Cerita Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Diangkat ke Layar Lebar?

Selain itu, TB Silalahi memperkenalkan cerita Toba Dreams yang diangkat menjadi film layar lebar di Indonesia

Purnawirawan Jenderal TNI bintang tiga tersebut mengungkapkan ketertarikannya membuat  cerita tentang pasukan perdamaian Kontingen Garuda sehingga dapat diangkat ke layar lebar. Dengan demikian, masyarakat Indonesia mengetahui mengetahui suka duka Prajurit TNI ketika menjalankan tugasnya.


Detikmiliter 

Sunday, 11 October 2015

KRI Bung Tomo-357 raih predikat "Perfection"

KRI Bung Tomo [uwa212]

Kapal Republik Indonesia Bung Tomo-357 sebagai salah satu unit Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-H/UNIFIL (United Nations Interim Forces in Lebanon) Tahun 2015 meraih predikat "Perfection" atau sempurna dari Perserikatan Bangsa Bangsa.

Penerangan Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVIII-H/UNIFIL 2015 dalam keterangan pers dari Lebanon yang diterima Antara di Surabaya, Sabtu, melaporkan, predikat itu diberikan tim inspeksi dari PBB yang melaksanakan Contingent Owned Equipment (COE) Inspection atau inspeksi terhadap peralatan/kelengkapan yang dimiliki Kapal Republik Indonesia (KRI) Bung Tomo-357.

Tim inspeksi dari PBB telah melaksanakan COE Inspection kepada Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-H/UNIFIL 2015 pada Rabu (7/10) dengan melakukan serangkaian pengetesan dan pengecekan peralatan/perlengkapan serta material lainnya. Mereka melakukan pengecekan itu untuk menilai ada-tidaknya kesesuaian dengan standar yang telah ditetapkan PBB.

Komandan KRI Bung Tomo-357 Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, S.T. selaku Dansatgas Maritim TNI Konga XXVIII-H/UNIFIL menyambut dan mendampingi secara langsung terhadap tim inspeksi dari PBB dalam pelaksanaan inspeksi. Inspeksi diawali dengan beberapa pertanyaan yang dilayangkan kepada Komandan KRI dan perwira staf yang hadir mendampingi.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut berkaitan dengan vessel capability and equipment, termasuk di dalamnya adalah "performance standard" dari masing-masing sub-kategori sesuai dengan check list yang sudah disiapkan. Kegiatan tersebut merupakan inspeksi pertama sejak KRI Bung Tomo-357 tiba di Beirut dan Inchop pada tanggal 30 September 2015 yang rencananya dilaksanakan inspeksi secara berkala setiap tiga bulan sekali selama berada dan bergabung dalam Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda.

Tim inspeksi dari PBB yang datang adalah CDR Gerhard Sender (Germany Navy) Deputy MAROPS UNIFIL selaku COE Inspector dan LTCDR Suad Delgen (Turkey Navy) Marops-Plan SO. Setelah proses pemeriksaan administrasi selesai, kegiatan dilanjutkan pemeriksaan COE untuk mengecek perlengkapan dan peralatan yang ada di KRI Bung Tomo-357. Pengecekan itu antara lain dengan pemeriksaan fisik sistem dan peralatan ke setiap bagian, mulai dari anjungan, Pusat Informasi Tempur (PIT), ruang akomodasi, ruang kesehatan, kamar mesin dan Main Control Room (MCR). 

Hasil dari inspeksi tersebut menyatakan bahwa perlengkapan dan peralatan yang ada di KRI Bung Tomo-357 telah sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh United Nations Security Council untuk menjadi peace keeper di Lebanon. Inspeksi diakhiri dengan penulisan hasil observasi tim pada Verification Inspection Worksheet diikuti penandatanganan COE Inspector, COE Team Member dan ship representative.

Dansatgas mengatakan satu hari sebelumnya pihaknya menerima kedatangan tim COE Inspector dari Regional Air Safety Officer (RASO), Anatoli, yang didampingi Riad Haran Rabbani (Second Chief RASO), Mirwais Mohammad dan Youssef Mouammar dari Chief Airfield Management Unit. Dari hasil Inspeksi, Helikopter NBO-105/NV-414 dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mendukung kegiatan Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda di Lebanon.

Satuan tugas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-H/UNIFIL juga menerima sosialisasi HIV/AIDS oleh Kinhara selaku Konsultan HIV/AIDS yang bertugas di Staff HIV/AIDS Training Officer UNIFIL. Dari keseluruhan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh inspektor PBB tidak ditemukan hal-hal yang dapat menghambat tugas-tugas yang akan diemban Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-H/UNIFIL Lebanon, sehingga KRI Bung Tomo-357 dan Helly BO NV-414 meraih predikat "Perfection".

Di Surabaya (9/10), Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi menggelar tasyakuran bersama prajurit TNI AL Wilayah Timur, sebagai bentuk rasa syukur atas sukses International Maritim Security Symposium (IMSS), Sail Tomini, Surya Bhaskara Jaya (SBJ), peringatan HUT ke-70 TNI tahun 2015, dan kedatangan KSAL dari Tanah Suci.

Antara