Showing posts with label TNI-AL. Show all posts
Showing posts with label TNI-AL. Show all posts

Monday, 12 October 2015

[Foto dan Video] Penembakkan Roket MLRS RM70 Grad 120mm Marinir TNI AL

Jika mau lihat betapa dahsyatnya efek tembakan RM70 Grad dari jarak dekat pada HUT TNI lalu, silahkan simak rangkaian video dibawah ini:


18932
Bila ada yang bertanya, jenis senjata apa yang punya daya rusak atau daya hancur paling tinggi dalam sekali aksi? Meski jawabannya bisa beragam, tapi salah satu yang pasti adalah (multiple launcer rocket system). Armed TNI AD dan Korps Marinir TNI AL pun tak asing mengoperasikan MLRS, terlebih self propelled MLRS. Meski ada yang terbaru ASTROS II MK6 Armed TNI AD, tapi yang sudah teruji dalam operasional dan juga sering tampil adalah RM70 Grad, MLRS pengusung roket kaliber 122 mm buatan Cekoslovakia.

BHtJRmICQAAXu5z

Dan ikut memeriahkan HUT TNI ke-70, 5 Oktober lalu di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, baterai RM70 Armed Korps Marinir TNI AL berhasil membetot perhatian khalayak. Untuk pertama kalinya dimuka umum, 3 unit RM70 dengan platform truk Tatra 813 Kolos berpenggerak 8×8, dimuntahkan roket secara salvo dalam simulasi pertahanan pantai.

Sebagai salah satu alutsista yang tergolong lethal weapon dengan daya hancur tinggi, aturan pengoperasian RM70 Grad sangat ketat. Karena efek semburan roket yang cukup besar, saat penembakan tak seorang awak pun diizinkan berada dalam kawasan seluas 150×60 meter di dekat kendaraan. Efek dahsyatnya semburan roket memang luar biasa, bebatuan di kawasan seluas 16×25 meter bisa berhambur keras ke segala arah. 

Waktu untuk melakukan satu kali rangkaian penembakan (salvo) sekitar 18 sampai 22 detik, dengan tempo jeda antar roket 0,5 detik.Saat dipakai untuk menghajar target dengan jarak maksimum 20,75 km, butuh waktu 77 detik untuk menghabiskan 40 roket tanpa henti. Tiap roket RM70 dapat mengubah status operasionalnya dari kondisi lintas di jalan raya ke posisi siap tembak dalam tempo 2,5 menit. Sementara proses kebalikannya sedikit lebih lama, yakni 3 menit.

Loading roket ke tabung peluncur
                                                    Loading roket ke tabung peluncur

Inilah sosok roket RM70
Roket RM70

Panjang roket RM70 hampir sama dengan panjang tabung peluncur. Agar gerakan stabil, setiap roket punya empat sirip ekor. Paduan sirip dan gerak putar pelan membuat tingkat akurasi pada target cukup tinggi. Ada 3 jenis roket amunisi RM70, masih dalam koridor kaliber 122mm, ada yang berhulu ledak HE (high explosive)-fragmentation, ada roket Agat berhulu ledak kargo dengan memuat bom mini, kemudian ada roket Krizna, yakni berhulu ledak kargo yang isinya ranjau anti tank.

Setiap roket punya bobot 66 kg. Komponennya terdiri dari hulu ledak seberat 18,3 kg, lalu ada motor roket dengan double base solid propellant seberat 20,5 kg. Sisanya adalah cangkang roket. Dimensi panjang roket keseluruhan adalah 2,88 meter dan lebar rantang sirip 0,226 meter. Dengan kecepatan jelajah 2.516 meter per jam, maka jarak jangkau roket bisa mencapai 20,75 km. Saat terdetonasi, hulu ledak bisa menghamburkan 3.150 serpihan kecil baja yang terserak hingga radius 28 meter. Mau tahu seberapa besar area kehancuran dari RM70? Jika diopersikan secara tepat, dipastikan area seluas 3 hektar akan luluh lantak akibat ulah roket multi laras ini.

Indomiliter 

Indonesia dan Perancis Bicarakan Pengadaan Kapal Selam Littoral Scorpene Class 1000

Mungkin karena tahu anggaran pertahanan TNI dalam RAPBN 2016 ditambahkan Rp120 triliun, plus Kementerian Pertahanan dan TNI AL yang masih maju mundur menggolkan pengadaan kapal selam tambahan diluar Changbogo Class, mendorong manufaktur kapal selam asal Perancis, DCNS mulai melobi pemerintah RI untuk membeli Scorpene 1000 SSK, yakni salah satu varian baru dari keluarga kapal selam diesel listrik Scorpene Class.

4-andrasta
2-andrasta
Terjadinya pembicaraan terkait penawaran dan pengadaan kapal selam diungkapkan oleh pihak DCNS kepada Janes.com (7/10/2015) dalam ajang Pacific 2015 international maritime exhibition and conference di Sydney, Australia. “Pembicaraan terjadi di level government to government untuk kebutuhan AL Indonesia. Sejauh ini pihak Indonesia telah mengidentifikasi kebutuhan untuk armada kapal selam pelengkap yang dapat mengisi kekosongan dalam proses pengadaan kapal selam baru mereka, dan pihak Indonesia saat ini tengah mempertimbangkan Scorpene 100,” ujar sumber dari DCNS.
3-andrasta
Seperti diketahui TNI AL saat ini hanya mengoperasikan dua unit kapal selam Type 209/1300, yakni KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala 402. Kini sedang dalam proses kedatangan, tiga unit kapal selam Changbogo Class (Type 209/1400) buatan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), Korea Selatan. Bila tak ada kendala, unit perdana Changbogo Class akan diterima TNI AL pada awal tahun 2017. Bila dijumlahkan, nantinya TNI AL akan mempunyai lima unit kapal selam, sementara bila berkaca pada kebutuhan, minimal Indonesia setiknya punya 12 unit kapal selam.

d2c4502762

Atas dorongan beberapa pihak, tengah diusulkan pengadaan Kilo Class dari Rusia, meski prosesnya telah berjalan maju mundur, dan belum ada tanda-tanda penandatanganan kontrak. Sementara kubu DCNS, menyatakan Scorpene 1000 adalah kapal selam yang idel untuk Indonesia, dirancang untuk beroperasi di perairan dangkal dan pesisir (littoral).

Scorpene 1000 merupakan kebalikan dari Scorpene 2000 (CM-2000) yang dirancang untuk beroperasi di laut dalam (samudera). Sebelumnya Scorpene 1000 disebut sebagai Andrasta Class, yakni konsep kapal selam yang digadang DCNS pada tahun 2008. Dari informasi yang didapat, Scorpene 1000 punya bobot 855 ton (di permukaan), panjang 48,8 meter dan diawaki 19 personel.

Scorpene 1000 dibekali enam tabung peluncur torpedo 533 mm. Selain torpedo, juga dapat diluncurkan rudal anti kapal SM-39 Exocet. Dengan kecepatan 15 knots, Scorpene 1000 dapat menjelajah sejauh 5.600 km. Untuk endurance penyelaman bisa sampai lima hari. Bicara kedalaman menyelam, Scorpene Class bisa tahan hingga kedalaman 200 meter. Dengan spesifikasi diatas, Scorpene 1000 bisa disebut sebagai verian ‘mini’ dari Scorpene Class.

Bila kelak Indonesia mengamini tawaran kapal selam yang masih sebatas konsep ini, maka TNI AL bakal menjadi pengguna Scorpene Class kedua di Asia Tenggara setelah Malaysia. AL Malaysia (TLDM) diketahui mengoperasikan dua unit Scorpene CM-2000 (varian dasar) tanpa dukungan teknologi (Air Independent Propulsion), yakni KD Tunku Abdul Rahman dan KD Tun Razak.

RBTH 

Sunday, 11 October 2015

Prajurit TNI Peringati HUT TNI ke-70 di Afrika

Kontingen Garuda

Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-B/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) Central African Republic (CAR) melaksanakan Upacara HUT TNI ke-70 tahun 2015, bertempat di lapangan upacara Garuda Camp (Indoengcoy Camp) di Mpoko- Bangui, Afrika Tengah, beberapa waktu lalu. Bertindak selaku Inspektur Upacara Komandan Satgas Kizi TNI Letkol Czi Denden Sumarlin S.E, dengan Komandan Upacara Lettu Czi Suratmin, yang sehari-hari menjabat sebagai Danton Alber 2 Satgas Kizi TNI.
 
Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-B/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) Central African Republic (CAR) melaksanakan Upacara HUT TNI ke-70 tahun 2015, bertempat di lapangan upacara Garuda Camp (Indoengcoy Camp) di Mpoko- Bangui, Afrika Tengah, beberapa waktu lalu. Bertindak selaku Inspektur Upacara Komandan Satgas Kizi TNI Letkol Czi Denden Sumarlin S.E, dengan Komandan Upacara Lettu Czi Suratmin, yang sehari-hari menjabat sebagai Danton Alber 2 Satgas Kizi TNI.


Presiden RI Ir. Joko Widodo dalam amanatnya yang dibacakan oleh Dansatgas Kizi TNI Konga XXXVII-B/Minusca TNI Letkol Czi Denden Sumarlin S.E menyampaikan ucapan selamat hari jadi kepada seluruh personel TNI dimanapun berada dan bertugas.


Lebih lanjut Presiden RI menyampaikan, bahwa TNI lahir dari rahim rakyat. Oleh sebab itu, TNI tidak boleh menyakiti hati rakyat, bahkan bersama rakyat, TNI menjadi kuat. Kesejahteraan prajurit TNI juga menjadi salah satu perhatian Presiden, disebutkan bahwa pemerintah akan memperhatikan kesejahteraan prajurit TNI, termasuk mereka yang bertugas di perbatasan dan daerah terpencil dan terisolir.

Upacara HUT TNI ke-70 di Ibu Kota negara Central Afrika ini dihadiri oleh Komandan Kontingen TNI di Central Africa, Kolonel Czi IGBN Tedja Sukma Eka Putra, beberapa Perwira Millops / Milstaf HQ Minusca, seluruh Perwira Satgas dan seluruh personel Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-B/Minusca. Usai upacara, dilaksanakan pemotongan tumpeng, foto bersama dan diakhiri acara ramah tamah.

Tribunnews