Showing posts with label TNI Angkatan Darat. Show all posts
Showing posts with label TNI Angkatan Darat. Show all posts

Saturday, 24 October 2015

Upgrade Panser VAB TNI AD


Upgrade kendaraan tempur TNI AD jenis VAB 4×4 (all photos : Alam Indomesin Utama)

Upgrade kendaraan tempur TNI terus dilakukan, kali ini panser VAB milik TNI Angkatan Darat dilakukan upgrade transmisinya yang semula menggunakan transmisi manual diganti dengan jenis automatik. Jenis transmisi yang baru ini menggunakan produk Jerman dari ZF transmission.


TNI AD memiliki 18 unit panser VAB 4×4 dari Prancis hasil pengadaan yang dilakukan pada tahun 1997, selanjutnya TNI AD membeli lagi panser VAB sejumlah 32 unit pada tahun 2006. Berbeda dari sebelumnya kali ini jenis yang dipilih beroda 6×6. Keseluruhan panser ini dioperasikan oleh Yonkav 7/Sersus di Jakarta Timur.


Alam Indomesin Utama adalah rekanan TNI yang banyak menangani upgrade kendaraan dan senjata TNI. Tercatat beberapa jenis kendaraan tempur TNI pernah dilakukan upgrade disini seperti AMX-13 dan BTR-50. Perusahaan ini juga terpilih sebagai mitra lokal untuk memasok meriam pertahanan udara Oerlikon Skyshield untuk TNI AU yang sekaligus membuat beberapa komponen secara lokal.

Defense-studies 

Friday, 23 October 2015

TNI AD Akan Bangun Batalyon Kavaleri Tank di Kalimantan Barat

Yonkav 12, Mempawah akan diisi dengan 53 tank ringan dan medium (MD)

Untuk meningkatkan pengamanan wilayah perbatasan di Kalimantan Barat, TNI Angkatan Darat akan membangun Markas Komando Batalyon Kavaleri (Mako Yonkav) 12 di Desa Peniti, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Komandan Pussen Kav Kodiklat TNI AD Brigjen TNI Anang Dwitono, menuturkan nantinya batalyon ini akan di perkuat dengan 431 prajurit TNI AD yang terdiri Prada hingga Komandan Batalyon berpangkat Letnan Kolonel.

"Untuk materiilnya akan ada 53 Unit kendaraan Tempur, yang diantaranya jenis medium tank," kata Anang, Jumat (23/10/2015). Saat ini, batalyon khusus kendaraan tempur kavaleri tersebut masih dalam proses tahap persiapan dan perencanaan. Kebutuhan air yang akan menjadi sumber kehidupan para prajurit nantinya juga masih menjadi pertimbangan dalam proses pembangunan.

"Anggaran untuk membangun ini sekitar 200 miliar yang bersumber dari APBN, yakni hingga tahun 2019, namun nantinya 2017 kendaraan tempur tersebut secara bertahap dan berbagai jenis sudah berada di sini," kata Anang. Status tanah yang akan menjadi lokasi pembangunan batalyon kavaleri tank tersebut merupakan hibah dari pemerintah.

"Masyarakat tidak ada yang komplain, justru keberadaan kita di sini berpengaruh ke masyarakat, terutama masalah perekonomian, selain daerah berkembang dan harga tanah naik, dan juga masalah keamanan, keberadaan kami diharapkan dan didukung oleh masyarakat sini. Kami sama-sama saling mendukunglah sesuai dengan slogan TNI 'Bersama Rakyat TNI Kuat'," tuturnya.