Showing posts with label Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan. Show all posts
Showing posts with label Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan. Show all posts

Monday, 23 November 2015

TNI Tarik Pasukan Kebakaran Hutan

Sebanyak 1.050 anggota Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan asal Yon Kav 1 Cijantung, Armed 9 (Purwakarta, Jawa Barat), dan Marinir (Cilandak, Jakarta) yang ditugaskan memadamkan api di Sumsel dipulangkan ke satuan masing-masing melalui jalur laut di Pelabuhan Boom Baru Palembang Senin, (23/11/2015).

Tim kedua ini dipulangkan setelah bertugas memadamkan lahan sejak 22 Oktober lalu. Mereka dikembalikan ke satuan masing-masing usai berhasil menunaikan tugas.

Pelepasan anggota TNI tim kedua tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Kodam (Pangdam) II/Sriwijaya Mayjend TNI Purwandi Mukson yang juga didampingi Kapolda Sumsel, Irjen Pol Iza Fadri.

Purwadi usai pelepasan TNI mengatakan, apa yang dilakukan tim kedua ini terbilang luar biasa, mereka melanjutkan tugas yang dilakukan tim pertama, di antaranya normalisasi sekat kanal di delapan titik hingga mencapai jarak 200 km.

Selain itu, yang patut diapresiasi yakni penemuan lokasi pembalakan liar di Musi Banyuasin. Kasus pidana ini sudah diserahkan ke pihak kepolisian untuk ditidaklanjuti dalam pencarian tersangkanya.
Dalam kasus pembalakan liar ini, personel TNI menemukan beberapa unit sepeda motor yang sudah dimodifikasi untuk mengangkut kayu yang sudah ditinggalkan pemiliknya.

Ke depan Purwadi mengatakan perlu dilakukan evaluasi mengenai kesiapan dalam menanaggulangi bencana kabut asap.

jakartagreater

Saturday, 21 November 2015

Pesawat Beriev BE 200 Balik ke Rusia

Pesawat Rusia Beriev BE 200 yang disewa PT Sinar Mas hampir satu bulan lalu, kembali ke Rusia, Sabtu (21/11/2015) karena sudah selesai melakukan pemadaman titik api di Sumatera Selatan. 

Direktur Pemulihan Sosial dan Ekonomi BNPB RI, Siswanto mengatakan, dalam waktu satu atau dua hari pesawat Rusia Beriev BE 200 segera berakhir masa kerjanya untuk membantu padamkan titik api di Sumatera Selatan.

“Sesuai dengan jadwalnya hingga 21 November pesawat Beriev BE 200 ini sudah berakhir untuk disini namun kita lihat berapa jam terbangnya. Namun kemungkinan dalam satu atau dua hari ini akan pulang,” jelasnya usai rapat briefing di BPBD Sumsel, Kamis (19/11/2015).

Dengan kepulangan pesawat Rusia ini, masih ada armada lain yang beroperasi untuk terus melakukan pemadaman. Yakni Cassa 212 untuk TMC (teknik modifikasi cuaca), BO 105, Bell 214, dua unit MI171, dan MI8. Juga ada As 332 Super Puma, Kamov, dua Air Tractor dan Bell 412.

Untuk pemadaman via darat dengan 1000 TNI ini pun masih tetap disiagakan. Namun terkait rencana penarikan memang akan dilakukan setelah mendapatkan instruksi dari pusat.

Dikatakan Siswanto, titik api di Sumsel ini masih bersifat fluktuatif sehingga masih ada potensi titik api yang akan terjadi. Namun dengan adanya hujan yang terjadi dan merata di Sumsel ini memang sangat membantu akan tetapi pihaknya pun terus tetap melakukan pemadaman baik dari darat maupun udara.

“Seperti pantauan dari satelit Modis (Terra dan Aqua) ada 86 titik yang terpantau hari ini,” kata dia.

Tribunnews

Hujan Mulai Turun, Seribu Serdadu Kembali ke Barak

Seorang anggota TNI berusaha memadamkan api yang membakat area perkebunan di Kampar, Riau, 11 September 2015. Ratusan orang sakit pernafasan akibat asap yang ditimbulkan. REUTERS/YT Haryono

Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera Selatan bakal ditarik Markas Besar Tentara Nasional Indonesia. Penarikan dilakukan setelah hujan mulai turun di wilayah itu. Sejak turun hujan, jumlah titik api semakin berkurang dan asap hampir menghilang dari wilayah itu.
Kepala Penerangan Kodam II Sriwijaya Kolonel Arh Syaepul Mukti Ginanjar mengatakan personel akan dikembalikan ke kesatuan asal. "Senin nanti akan dilepas langsung oleh Bapak Pangdam," ucap Syaepul Mukti, Sabtu, 21 November 2015.

Menurut dia, pada gelombang kedua ini, terdapat seribu prajurit TNI dari Mabes TNI yang terdiri atas 2 SSY personel TNI Angkatan Darat (kostrad) dengan kekuatan 660 orang, 1 SSY dari marinir dengan kekuatan 330 orang, dan 10 personel Pokko TNI AD. Direncanakan, Satgas Karhutla yang sudah bertugas sejak 22 Oktober lalu akan dilepas dan dikembalikan ke induk pasukan pada Senin pekan depan di Pelabuhan Boom Baru, Palembang.

Penarikan Satgas dilakukan menyusul sudah turunnya hujan dan semakin menurunnya jumlah titik api di Sumatera Selatan, khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin. Walaupun demikian, sambil melaksanakan konsolidasi dan menunggu waktu kembali, Satgas Karhutla yang sudah bertugas di wilayah Sumatera Selatan sekitar sebulan ini masih terus bekerja.

Komandan Satgas Karhutla Sumatera Selatan Kolonel Inf Tri Winarno menuturkan seribu prajurit yang akan mengakhiri tugas pemadaman ini menggantikan 1.059 personel, yang juga berasal dari kostrad dan marinir pada September 2015. Selanjutnya tugas operasi akan diserahkan kepada pihak Kodam II Sriwijaya. "Ada personel dari Kodam II Sriwijaya, termasuk dari Korem Gapo, yang masuk pos," ucap Tri Winarno, yang juga menjabat Danrem Garuda Dempo.
 

Tempo

Sunday, 25 October 2015

9 Kapal Perang Siap Beroperasi di Wilayah Ini

Tampak salah satu dari sembilan Kapal Perang Republik Indonesia KRI) milik TNI AL siap membantu warga korban asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. FOTO: DOK.Dispen Kolinlamil for JPNN.com

 Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) sebagai salah satu Komando Utama (Kotama) operasi TNI Angkatan Laut, mendukung Satuan Tugas (Satgas) Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Jumat (23/10). Selain membuka Posko Bahaya Darurat Asap di Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, sebanyak sembilan kapal perang TNI AL juga disiapkan untuk membantu korban terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Asisten Operasi (Asops) Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) P. Rahmad Wahyudi, S.E mengatakan Kolinlamil menyiagakan sembilan kapal perang baik dari Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta dan Surabaya sebagai angkutan laut militer yang siap beroperasi melaksanakan pergeseran baik personil, material dan bantuan bahan makanan ataupun pakaian dan lainnya guna membantu masyarakat Sumatera Selatan, Palangkaraya dan Banjarmasin yang terkena dampak bencana kebakaran hutan.

Adapun sembilan kapal perang tersebut yakni KRI Teluk Amboina-503, KRI Banda Aceh-593, KRI Banjarmasin-592, KRI Teluk Manado-537, KRI Teluk Hading-538, KRI Teluk Ratai-509, KRI Teluk Bone-511, KRI Mentawai-959, dan KRI Karimata-960.

“Untuk mendukung Satgas Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan dengan menyiapkan tempat untuk mengumpulkan bantuan material dan logistik berupa bahan kontak, bahan makanan dan obat-obatan dari Kemenkes dan Kemensos serta TNI-Polri yang akan mendukung dengan mengirimkannya melalui unsur laut yang selalu siap untuk bergerak setiap saat,” kata Asisten Operasi (Asops) Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) P. Rahmad Wahyudi, S.E seperti dilansir dalam siaran pers Dinas Penerangan Kolinlamil diterima JPNN.com, Jumat (23/10).

Rahmad menjelaskan, Satgas Laut juga akan mengantisipasi kemungkinan evakuasi penyelamatan jika terjadi hal-hal yang bersifat membahayakan keselamatan.

Selama mendukung bencana asap ini, kata dia, Kolinlamil menyediakan posko berupa ruangan khusus di Staf Operasi (Sops) Kolinlamil, Jalan Raya Pelabuhan Pos IX, Tanjung Priok dengan menempatkan personil yang siaga 24 jam dan dihubungi di nomor telepon (021) 4301495.

Menurutnya, Kolinlamil dengan pimpinan Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, sebagai Kotama operasi dalam bidang pembinaan Kolinlamil berkedudukan langsung di bawah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). Sedangkan dalam bidang operasional berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI.
“Kolinlamil mempunyai tugas pokok membina kemampuan sistem angkutan laut militer, membina potensi angkutan laut nasional untuk kepentingan pertahanan negara, melaksanakan angkutan laut TNI dan Polri yang meliputi personil, peralatan dan perbekalan, baik yang bersifat administratif maupun taktis strategis serta melaksanakan bantuan angkutan laut dalam rangka menunjang pembangunan nasional,” katanya.(fri/jpnn)

 Jpnn