Sunday, 15 November 2015

Ratusan Tank Meriahkan HUT 70 Tahun Korps Marinir

HUT 70 Korps Marinir diikuti 2 ribu prajurit

Korps Marinir memperingati hari jadinya yang ke-70 di Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu, 15 November 2015. (VIVA/Foe Peace)
 
Korps Marinir TNI Angkatan Laut merayakan hari jadinya yang ke-70 di Lapangan Apel Ksatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu, 15 November 2015.

HUT ke-70 Marinir ini mengambil tema "Kuat Bersama Rakyat, Berkarakter Maritim". Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi bertindak sebagai inspektur upacara dalam acara tersebut.

Kepala Pusat Komando Pengendalian Angkatan Laut (Kapuskodal) Letkol (Mar) David mengatakan, sebanyak dua ribu pasukan diturunkan dalam upacara tersebut.


Sejumlah atraksi disuguhkan untuk memeriahkan HUT Korps Marinir ke-70, di antaranya terjun payung (free fall) oleh 70 penerjun TNI dan Polri, demo serangan kilat, wushu dan mixed martial art serta kolone senapan Marinir junior yang melibatkan anak-anak.


"Ada sekitar dua ribu pasukan. Tanknya banyak sekali, kalau dihitung sama di luar bisa ratusan jumlahnya," kata Letkol David.

Pantauan VIVA.co.id, selain parade dan atraksi prajurit, Korps Marinir juga menampilkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang mereka gunakan. Dalam acara tersebut, Korps Marinir melibatkan anak-anak dalam salah satu atraksi.

"Ya ingin lebih surprise lagi kalau anak-anak yang bermain. Mereka dilatih teknis-teknisnya biar aman, kalau dari jauh memang tidak aman tapi sebetulnya dia tahu teknisnya supaya aman."
Peringatan HUT ke-70 Korps Marinir juga diadakan pengobatan gratis, donor darah, Marines Base Open Day, Kirab Prajurit dan Kendaraan Tempur Marinir. Bahkan, salah satu grup band ternama Slank akan ikut memeriahkan acara tersebut. Slank dipilih karena partisipasinya dalam kegiatan Korps Marinir terkait penanaman terumbu karang, di sejumlah pesisir pantai di Indonesia beberapa waktu lalu. (mus)
Viva 

Kopassus Ajak Mahasiswa Ekspedisi NKRI Papua Barat 2016

Tim Ekspedisi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) mengajak Mahasiswa Sorong untuk menjadi peserta Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016.

Tim Ekspedisi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) mengajak Mahasiswa Sorong untuk menjadi peserta Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Operasi Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016 Letkol Inf Rachmad PS, pada pelaksanaa sosialisasi Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016 di Aula Kodim 1704/Sorong, Papua Barat, Sabtu (14/11/2015).

"Ekspedisi NKRI ini merupakan kolaborasi antara TNI AD,TNI AL,TNI AU ,Polri, Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah, Perguruan Tinggi ,Mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat dibawah koordinator Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan," kata Rachmad.

Dia berharap mahasiswa Papua banyak yang ikut terlibat sebagai peserta ekspedisi NKRI 2016,karena ekspedisi ini selain sebagai silaturahmi nasional juga memberikan manfaat bagi mahasiswa dan kontribusi kepada pemerintah daerahnya.

Ekspedisi yang mengusung tema 'Peduli dan lestarikan alam Indonesia' bertujuan mendata dan memetakan semua potensi sumber daya alam dan sumber Daya manusia, mendorong peningkatan kesejahteraan sosial, menumbuhkan rasa cinta tanah air dan meningkatkan pertahanan keamanan nasional.

Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016 dibuka untuk umum baik Mahasiswa maupun masyarakat umum sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Informasi pendaftaran dapat dilihat di website Ekspedisi NKRI www.ekspedisinkri.com , twitter @ekspedinkri atau kepada staf Posko Utama Ekspedisi NKRI : Kapten inf Fiktor 0813222244092, Pelda Ary Nugroho 081389028902, serka Aliki 081383367052.

[Dunia] Assad Sudah Peringatkan Jangan Ternak Terorisme, Perancis Tak Menggubrisnya


Bashar al Assad berkali-kali memperingatkan Barat jangan mendukung Teroris dalam hal apapun.

Mohon maaf jika tulisan saya kali ini memakai bahasa yang cenderung keras bahkan "vulgar" dengan apa yang terjadi di Perancis kemarin. Biar dunia tahu bahwa aksi terorisme yang terjadi kemarin bukanlah spontanitas, melainkan karena terorisme ini sudah dibesarkan oleh Rezim Francois Hollande sendiri, dan sialnya kali ini ia mesti kena batunya.

Kali ini saya tidak akan main-main dan saya akan menyebut para teroris berjubah agama ini sebagai 'anjing gila', terserah anda suka atau tidak. Tulisan ini sudah saya posting di akun facebook saya Ahmed Zain Oul Mottaqin kemarin dan mendapat antusiasme besar. Dalam waktu 14 jam terakhir tulisan tersebut sudah dishare 588 kali dan di-like 1.343 orang. Berikut paparan saya:

PERANCIS, ASSAD SUDAH PERINGATKAN JANGAN TERNAK ANJING GILA, KAU TAK MENGGUBRISNYA!

Karma. Anda tahu apa itu karma? Karma itu apa yang terjadi di Perancis kemarin.

Insiden terorisme di sebuah Hall konser di Timur Paris, ratusan tewas. Presiden Perancis Francois Hollande menyatakan setidaknya 127 warga sipil tewas dan puluhan disandera. Apa belum pernah ada yang memperingatkan kalian soal ini?

Dialah Bashar al Assad, Presiden Suriah yang hendak kalian gulingkan itu. Ia sudah berkali-kali memperingatkan agar dunia tidak mensponsori para teroris asing yang "berjihad" di negaranya. Eropa tidak menggubrisnya ketika pada 28 November 2014 ia berkata:

"Prosentase terbesar dari para teroris Eropa yang datang ke negeri kami berasal dari Perancis. Dan kalian punya beberapa insiden terorisme di Perancis. Terorisme di Eropa tidak lagi tertidur, mereka telah dibangkitkan (oleh pemerintahnya sendiri)."

Assad sudah berkali-kali memperingatkan bahwa ribuan teroris asal Eropa yang "berjihad" di Suriah dan mendapat sokongan dari Rezim-rezim NATO itu suatu saat akan pulang dan membuat ulah di negaranya masing-masing.

Masih ingat kan pada 20 Januari 2014 Assad berkata: "Negara-negara Barat telah kehilangan kredibilitasnya. Mereka telah menjual prinsip-prinsip mereka demi kepentingan semata. Saya tidak mempercayai Eropa, khususnya Perancis, kecuali ia mengubah kebijakan luar negerinya." Masih ingat kan saat Assad mengatakan ini? "Kami telah menyeru Barat agar mereka tidak menyokong Terorisme (di negeri kami) dan memberikannya perlindungan politik. Karena ini pasti akan berdampak pada negara kalian dan rakyat kalian sendiri. Mereka tidak mendengarkan kami."

Eropa mengetahui industri Takfirisme dan Radikalisme itu sangat potensial. Demi menggulingkan Rezim Assad, NATO bersama USA dan Rezim-rezim Teluk menyirami bibit itu, menghabiskan Milyaran dollar untuk membesarkannya, menyokongnya, mempersenjatainya dan menyediakan kamp-kamp pelatihan untuknya di Jordania, Turki, Qatar dll lalu melepasnya di Suriah guna menggulingkan Rezim.

Tapi mereka lupa satu hal! Resiko beternak anjing gila, sang majikan pun bisa kena gigitannya. Karena hakikatnya anjing gila hanya tahu mengamuk. Para monster ini menganggap kafir, thoghut dan layak mati semua orang yang tak sejalan, meski terhadap tangan yang selama ini memberinya makan sekalipun.

Siapa yang menyuruh kalian memelihara teroris? Bukankah Assad sudah memperingatkan kalian dengan kalimat berikut: "Terorisme bukanlah sebuah kartu yang bisa anda mainkan dan anda masukan kembali ke dalam kantong. Seperti kalajengking, ia akan menyengat setiap saat."

Masih ingat kah anda saat Assad mengatakan ini? "Barat telah menghabiskan 10 tahun untuk memerangi Terorisme. Mereka telah membunuh jutaan manusia dengan dalih ini. Dan kini mereka menyokong para teroris yang sama di Suriah. Dan kini aku yang jadi penjahatnya?"

Saya tanya sekali lagi, siapa yang menyuruh kalian beternak teroris? Bukankah Assad sudah berkali-kali memperingatkan kalian!

Assad juga pernah berkata: "Barat telah bersepakat dengan para teroris dengan cara yang paling munafik. Mereka menyebutnya Terorisme jika aksi tersebut menghantam mereka, namun menyebutnya Revolusi, Pembebasan, Demokrasi dan HAM jika itu menghantam kami (Suriah)."

Apa yang ingin kalian katakan sekarang wahai Hipokrit? Dengarkan! sekali lagi dengarkan wahai Rezim-rezim yang menghabiskan uangnya di jalan setan, apa yang lagi-lagi pernah dikatakan Pemimpin Syam ini.

"Para teroris hanya memiliki satu pesan. Yang mana dari ideologi gelap yang mereka bawa, bagi mereka semua siapapun yang tidak berpikir seperti mereka tidak layak untuk hidup."

Jangan menangis! Terlambat untuk menangis. Assad sudah 4,5 tahun menghadapi puluhan ribu teroris bersenjata binaan kalian dan sampai hari ini ia tetap tegar. Sedangkan kalian baru menghadapi beberapa teroris yang kalian biayai sendiri sudah kelabakan.

Jangan sampai setelah ini kalian kembali menyalahkan Rusia (seperti yang biasanya NATO lakukan) dengan berkata "Gara-gara Rusia mengamuk di Suriah, akhirnya para teroris binaan kami kabur pulang kampung ke Eropa dan membuat ulah."

Siapa suruh ternak anjing gila?


[Dunia] Senjata Perang Jepang Bergulat dengan Sejarah

Pesawat generasi kelima buatan Jepang

Setelah 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II, berbicara tentang segala jenis ekspansi militer masih sangat sensitif di Jepang.

Seperti apa yang dikatakan Akifumi Arai, Presiden Trading Company Tamagawa di Nagano yang relatif kecil memasok sensor dan giroskop untuk memandu torpedo dan rudal pasukan pertahanan diri Jepang. Selama beberapa dekade, perusahaannya hanya memiliki segelintir pelanggan yang berhubungan dengan pertahanan, terbatas pada pasar Jepang dan pemain utamanya, seperti Mitsubishi dan Fuji Heavy Industries.

Sekarang, dengan pelonggaran aturan soal pertahanan – bagian dari upaya Perdana Menteri Shinzo Abe yang lebih luas untuk meninggalkan sejarah kelam Jepang dan kembali menjadi negara yang “normal” – perusahaan Jepang pembuat peralatan militer memiliki kesempatan untuk menjual produknya ke luar negeri.

Tapi apa yang seharusnya menjadi peluang bisnis yang baik tetap rumit di negara yang masih dihantui perang tersebut. “Senjata bukan untuk menyerang negara lain tetapi untuk melawan (jika diserang),” kata Arai.

Tamagawa punya yang mulai di industri pertahanan dengan membuat indikator bahan bakar untuk pesawat tempur, tapi bisnis ini menjadi kering ketika Jepang dilarang oleh Amerika membangun dari pesawat militer setelah Perang Dunia II.

Tujuh puluh tahun kemudian, prospek penjualan peralatan militer kembali menjadi dilema Jepang. Pejabat di perusahaan pertahanan besar enggan untuk bahkan membahas prospek memperluas ekspor pertahanan mereka dan hanya mengatakan mereka akan melakukannya jika pemerintah meminta.
Perubahan datang sebagai bagian dari dorongan yang lebih luas dari Abe, seorang konservatif yang telah mencoba untuk menjauhkan Jepang dari warisan agresi masa perang, sering membuat marah tetangga dan mantan korban dari Korea dan China.

Abe telah mengusulkan menafsirkan konstitusi pasifis Jepang untuk mengizinkan militer negara itu, secara resmi dikenal sebagai pasukan pertahanan diri, untuk mengirim bantuan ke negara sekutu yang diserang. Dia juga telah mencabut larangan ekspor pertahanan, meskipun pemerintah mengatakan Jepang akan terus mematuhi program yang telah diambil sampai saat ini sebagai negara yang cinta damai.

Kedua perubahan yang sangat kontroversial di negara di mana pasifisme telah menjadi posisi default. Ketika relaksasi pada penjualan pertahanan diumumkan April 2014 lalu, 77 persen orang yang disurvei oleh surat kabar Asahi Shimbun mengatakan mereka menentang perubahan, sementara hanya 17 persen mendukungnya.

Kementerian Pertahanan mengatakan perubahan dipandu oleh tiga prinsip. Pertama, pemerintah akan melarang penjualan yang melanggar perjanjian atau sanksi internasional, mengesampingkan ekspor ke Korea Utara dan Iran secara khusus, dan ke negara-negara yang terlibat dalam konflik.

Kedua, kementerian akan melakukan penjualan peralatan perang yang akan mendukung perdamaian dunia dan keamanan Jepang. Dan akhirnya, ia akan menjual hanya untuk negara-negara yang dapat tetap mengontrol teknologi, berusaha untuk membatasi transfer ke pihak ketiga.

“Tujuan utamanya adalah untuk tidak membawa lebih banyak pendapatan atau menjual senjata kami, tetapi untuk memberikan kontribusi bagi perdamaian dan keamanan internasional,” kata Masanori Kegoya divisi kebijakan peralatan Kementerian Pertahanan. “Posisi mendasar adalah bahwa Jepang harus tetap sebagai bangsa yang cinta damai yang tidak menimbulkan konflik.”

JEPANG LANGSUNG MEMBUKA PASAR

Kapal selam Jepang

Pemerintah Jepang telah menyetujui menjual giroskop yang akan digunakan dalam rudal pencegat Patriot AS diproduksi dan telah meluncurkan program penelitian dengan Inggris pada teknologi rudal udara-ke-udara untuk jet tempur.

Sekarang dalam pembicaraan tentang menjual kapal selam kelas Soryu ke Australia. Negosiasi yang selama mana kapal selam akan dibangun. Namun negosiasi masih macet akrena Australia menginginkan kesepakatan 20 miliar Dollar Amerika itu dibuat di Australia sementara Mainichi Shimbun, sebuah surat kabar Jepang, melaporkan bahwa Tokyo telah mengusulkan membangun bersama-sama.

Para pejabat Amerika mendukung gagasan Australia membeli kapal selam Soryu Jepang, yang akan dilengkapi dengan sistem tempur AS, mengatakan akan membuat lebih mudah bagi militer AS jika sekutunya menggunakan peralatan yang sama.

Ada peningkatan koordinasi militer oleh Amerika Serikat, Australia dan Jepang dalam menghadapi kenaikan China.

“Australia adalah negara khusus bagi kita,” kata Kegoya. “Kami memiliki hubungan khusus dengan mereka dan AS, dan hubungan kerja sama trilateral yang lebih baik akan memberikan kontribusi besar terhadap keamanan kawasan Asia-Pasifik.”

Reuters baru-baru ini melaporkan bahwa Jepang berusaha untuk menjual P-1 pemburu kapal selam jet ke Inggris dalam sebuah kesepakatan yang bisa mencapai  1 miliar Dollar, meskipun belum keputusan yang telah dibuat.

Para pejabat Jepang juga telah bertemu dengan perwakilan dari perusahaan pertahanan Amerika, termasuk Lockheed Martin dan Boeing, dan telah berbicara tentang menjual pesawat amfibi ke India dan tank ke Turki.

“Bagi pemerintah Jepang, ini bukan hanya tentang penawaran ekspor,” kata Kegoya dari Departemen Pertahanan. “Ini memiliki banyak hubungannya dengan diplomasi luar negeri kita sehingga kita membuat kemajuan hanya secara bertahap.”

Untuk sebagian besar perusahaan yang terlibat dalam industri pertahanan, ini hanya akan berpengaruh pada sebagian kecil dari bisnis mereka secara keseluruhan. Untuk Mitsubishi Heavy Industries, misalnya, alutsista hanya 5 persen dari bisnis, dan selebihnya adalah produk-produk lain seperti AC dan kapal pesiar membuat sisanya.

Jadi sebenarnya perusahaan takut reaksi terhadap ekspor pertahanan yang akan mempengaruhi produk mereka yang lain.

Selama di Tamagawa, Arai merespons keadaan ini dengan sempurna, mengatakan ia “sangat gembira, tapi sangat gugup” tentang perubahan. “Saya sangat senang untuk memberikan senjata kami di seluruh dunia,” katanya. “Sayangnya, senjata ini akan digunakan untuk membunuh orang, dan aku benar-benar benci ini.”

Washington Post

Saturday, 14 November 2015

Prajurit Marinir Saat Latihan Renang Tempur


Ratusan anggota Batalyon Infantri-10 Marinir yang dipimpin sang komandan, Mayor (Mar) Nioko Budi Legowo Harumbintoro melakukan latihan renang tempur. Latihan ini berlangsung di Pantai Melur Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (12/11/2015).

Mayor Nioko mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka membina kemampuan renang prajurit Yonif-10 Marinir sebagai pasukan garda terdepan. Seusai melaksanakan renang dengan menggunakan senjata, dilanjutkan dengan menembak dengan senjata yang dipakai renang. Hasil yang didapat, senjata tersebut tidak mengalami masalah dan dapat dipergunakan untuk menembak.

Anggota Yonif-10 Marinir TNI AL. (Dispen Kormar)

Kegiatan yang diikuti seluruh prajurit Yonif-10 Marinir tersebut dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan masing-masing kompi tanpa menggunakan senjata. Sementara tahap kedua dilaksanakan secara bersamaan satu batalyon dengan menggunakan senjata dengan menempuh jarak sejauh 600 meter.


Batam adalah salah satu kota penting dan strategis di Indonesia karena kota ini langsung berbatasan dengan Singapura. Kota ini juga setiap menit dilewati kapal-kapal barang dan kapal angkut lainnya yang hendak melintas ke Selat Malaka. Untuk membuat Batam aman dari segala gangguan Batalyon Infanteri 10/Marinir yang bermarkas di Pulau Setoko, Batam Provinsi Kepulauan Riau, selalu menjaga kesiapan mereka di tingkat tertinggi.

Tidak Ada yang Berani Perang Dengan Indonesia

"Kita punya 100 juta rakyat, ada yang berani menyerang 100 juta? Tidak berani."

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Konflik Laut Cina Selatan saban tahun terus memanas. Teranyar, kapal perang milik negara Abang Sam itu melanggar wilayah 12 mil laut yang diklaim Cina masuk wilayahnya. Kapal perang UUS Lassen dengan peluru kendali penghancur itu terdeteksi di sekitar karang Subi dan Mischief di kepulauan Spratly.

Tentunya ancaman bagi Indonesia begitu dekat jika perang terbuka oleh dua negara itu terjadi di Laut Cina Selatan. Sejak memanasnya Konflik Laut Cina Selatan, Indonesia sebagai salah satu negara yang punya posisi tawar akan konflik dua negara itu sudah melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah menggelar patroli bersama.

Sebagai Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu juga berupaya agar Konflik Laut Cina Selatan benar-benar tak terjadi. Salah satunya ialah melakukan lawatan ke kedua negara itu untuk melakukan kunjungan membahas soal ini. "Kalau saya bilang hanya satu cara menyelesaikan ini, yaitu kebersamaan," ujar Ryamizard saat berbincang dengan merdeka.com di kantornya, Rabu kemarin.

"Saya bergerak tidak ngawur, ada patokan. Yaitu diplomasi Kementerian Pertahanan. Jadi saya tegaskan dalam pembukaan ikut serta mendamaikan dua negara bertikai, perdamaian dunia. Itu amanat untuk bangsa ini. Saya bergerak untuk mendamaikan. Saya bilang tidak ada lagi perang"

Namun sebagai Menteri Pertahanan, Ryamizard juga menyiapkan segala kemungkinan yang terjadi. Salah satunya ialah menguatkan strategi pertahanan perang Indonesia dengan menyiapkan bala tentara berikut rakyatnya melalui bela negara. Tujuannya adalah agar negara lain berpikir lebih jauh untuk bertindak dengan Indonesia.

"Kita punya 100 juta rakyat, ada yang berani menyerang 100 juta? Tidak berani," ujarnya menegaskan.

Berikut petikan wawancara dengan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu kepada Laurel Benny Saron Silalahi dan Arbi Sumandoyo dari merdeka.com soal Konflik Laut Cina Selatan dan pertahanan Indonesia.


Konflik Laut Cina Selatan tiap tahun selalu memanas, bagaimana Anda sebagai Menteri Pertahanan melihat ini ?

Tidak memanas. Kemarin sebelum saya melakukan aksi saya saksinya, kemarin itu zonanya masih merah sekarang tinggal kuning. Saya bergerak ke Cina, saya bergerak ke Amerika, saya makan malam dengan kedutaan di sana, saya bicara di sana juga. Akhirnya Cina terbuka, dulu mana bisa Cina terbuka. Sampai dia bilang, oke. Dulu tidak mau. Ini halaman rumah kita bersama-sama, mari kita jaga sama-sama kan terbuka. Sekarang sudah kuning.

Tetapi kemarin kapal perang Amerika sudah merapat ke laut Cina ?

Itu patroli saja, ide kan dari saya. Sekarang Amerika juga. Kalau saya bilang hanya satu cara menyelesaikan ini, yaitu kebersamaan. Bahkan patroli perang tidak bagus, saya bilang patroli perdamaian. Kemarin Amerika dialog juga sama kita, kenapa Laut Cina Selatan begini, Cina bilang ribuan orang lalu-lalang lewat wilayah mereka tetapi apakah mereka lewati wilayah kita, kita larang, tidak silakan saja. Kalau berapa mil dari tempat tanah segala macam tidak boleh, kalau yang lain silakan saja, sudah terbuka dia.

Sebelumnya Cina juga mengklaim Pulau Natuna itu masuk wilayah mereka ?

Enggak itu. Tetapi memang ada batasan sedikit yang milik mereka, Siapa yang bilang Pulau Natuna. Jadi memang ada batasan antara milik Cina dan milik kita, tetapi itu tidak ada masalah

Selain patroli bersama apa upaya Anda, mengingat Indonesia punya posisi tawar menyelesaikan konflik laut Cina Selatan ?

Saya bergerak tidak ngawur, ada patokan. Yaitu diplomasi Kementerian Pertahanan. Jadi saya tegaskan dalam pembukaan ikut serta mendamaikan dua negara bertikai, perdamaian dunia. Itu amanat untuk bangsa ini. Saya bergerak untuk mendamaikan. Saya bilang tidak ada lagi perang. Sampai ada tulisan dari Amerika berapa bulan lalu, Menhan Ryamizard menyatakan 'Mari kita menyatakan tidak ada perang lagi, perhatian tidak membunuh tetapi menyelamatkan manusia'. Itu langsung tulisan dari Amerika. Jadi saya pergi ke Cina, Amerika percaya tidak cemburu. Saya ke sini Cina tidak apa-apa. Dia bilang sama staff saya, saya setuju sama Menhan, dia netral mau ke Amerika tidak ada masalah. Kita tunjukkan kita netral, kalau tidak netral susah masuk kita. Tidak terima. Di Asia sendiri ada yang ke Cina, ada yang ke Amerika. Kemudian kita ini negara Non Blok. Kita, seperti Mesir dan Maroko. Itu kita pegang. Dengan itu kita laksanakan politik bebas aktif. Bebas ke mana-mana saja. Aktif, saya aktif.

Amerika mendorong patroli di Laut Cina Selatan ditingkatkan, termasuk dia akan mengirimkan bantuan ?

Iya semuanya, Amerika , Cina tuh berebut memberikan bantuan. Kita bangun Pulau Natuna. Nanti kalau sulit baru minta bantu, sekarang kita kerja sendirilah, masa minta-minta. Niat baik mereka ada, karena apa, mereka percaya. Kepercayaan ini tidak boleh sampai hilang. Ini mahal. Tensi tidak meningkat, tetapi turun. Hijau, kuning, merah. Sekarang merah, lalu kuning. Kalau hijau masih sangat lama, tidak gampang. Kalau mepet-mepet hijau sudah bagus kan. Kita masih mepet merah.

Apakah ada upaya bersama negara-negara Asean untuk menentukan wilayah udara maupun laut untuk mengamankan Laut Cina Selatan ?

Sekarang tinggal koordinasi saja. Saya minta nanti koordinasi angkatan udara kita dengan angkatan udara dia. Kemudian saya juga menyekolahkan hukum-hukum udara di Kanada. Hukum laut di Belanda kalau enggak salah. Kita belajar supaya tahu hukum begitu. Yang penting di Asean ini harus jadi contoh, terutama Timur Tengah. Saya ngomong waktu ke Iran kemarin, kenapa kamu begitu, contoh dong Indonesia. Waktu kita membentuk Asean ada kesepakatan kalau terjadi perselisihan jangan menggunakan dengan kekerasan bersenjata, lakukan dengan dialog. 48 tahun sudah teruji. Waktu saya dulu Bagaimana keamanan di Asia. Saya bilang contoh Asean dong, contoh yang benar. Ini 48 tahun, ini contoh. Jadi komunikasi yang penting, saya buka komunikasi dengan Cina, komunikasi dengan Amerika, komunikasi dengan Cina, Amerika, korea, Jepang, bagaimana ini gini gini gini.

Pokoknya kita jangan buat hal-hal yang membuat ribut, kalau ribut kenapa, rakyat susah. Kemarin di koran Malaysia ada tiga yang dimuat, Cina, Amerika, dan kita paling panjang tulisannya. Mari kita kecilkan perbedaan, besarkan persamaan. Itu ditulis besar-besar. Kalau kita membesarkan perbedaan tidak akan sampai. Memperbanyak persamaan ini menjadi penting. Itu tulisan besar-besar lho. Terus terang berapa kali saya bicara itu menjadi ditunggu orang, karena saya lain dari yang lain. Mulai dari di Hotel Shangrila, kemudian Beijing, kepala staff angkatan darat ditunggu, difoto-foto. Kok tentara bisa bicara keamanan sih, bicara perdamaian. Berarti saya sudah mengesahkan undang-undang. Nah untuk begitu netral. Maka saya jaga netralitas itu. Kita negara besar lho.

Bagaimana dengan kondisi pertahanan Indonesia saat ini ?

Kalau di kawasan kita sudah bagus tak ada masalah, tetapi yang dihitung bukan Alutsista. Saya sebagai Menteri Pertahanan menyiapkan strategi untuk pertahanan, untuk perang dan lain-lain, pertama saya menyiapkan tentaranya, profesional mampu militan kedua Alutsista yang terakhir rakyat itu bela negara tadi. Kita punya 100 juta rakyat, ada yang berani menyerang 100 juta?, tidak berani.

Bisa dikatakan bela negara itu disiapkan sebagai persiapan perang ?

Negara dalam keadaan perang yah harus siap. Masa ada orang perang dia malah pergi, enak saja. Mari kita hadapi bersama begitu seharusnya. Kita harus belajar, orang yang tidak belajar itu bodoh betul, coba saja dari kecil kita sudah belajar sejarah misalkan riwayat Nabi Adam, pembunuhan pertama kali dilakukan Nabi Musa, itu pelajaran. Semua itu kan otak kita yang mengendalikan, kita berjalan otak kita yang mengendalikan, benar kan, jadi wawasan kebangsaan dan moral agama itu penting.

Bagaimana dengan Alutsista kita ?

Kita sudah bisa produksi kepal selam sendiri nanti ke depan kita buat saja sebanyak banyaknya, pesawat terbang kita akan buat, kita sudah kerjasama sama Jepang. Dia sudah tanya tanya bagaimana jadi tidak buat pesawat saya bilang gampang itu, Korea juga sudah tanya tanya, kapal selam segala macam kita beli. Jadi tidak kalah-kalah lah, tetapi yang dilihat orang bukan Alutsista, yang dilihat tentaranya, rakyat itu dilihat. Sudah saya katakan waktu diskusi di Texas 2013 kalau perang di Indonesia bukan melawan tentara tetapi seluruh rakyat mana mampu. Apalagi saya bilang sudah militan wah tambah takut.

Banyak yang melihat model pertahanan kita tidak sesuai dengan perkembangan, karena perang saat ini menggunakan teknologi ?

Salah, dia melihat orang negara mana. Negara kita tidak bisa dibilang begitu kuat negara kita, bela negara dulu. Dari situ tidak bisa bilang gitu. Jadi jangan dianggap remeh, Singapura macam-macam sama kita, sejuta saja orang menyeberang kesan kalang kabut mereka. Kemudian perang, dulu kalau mau perang itu yang dilihat Alutsista selalu itu, kalau saya tidak, ada dua. Satu ancaman yang belum nyata perang, saya bilang perang itu belum nyata negara Asia saja tidak ada. Kita kan lihat kawasan dekat dulu tidak usah jauh-jauh. Negara di Asia sudah berjanji, Australia juga sudah berjanji, padahal mereka menganggap kita ancaman, padahal kita biasa saja kita tidak menganggap. Jadi orang itu kita lihat sangat sedikit kemungkinannya, kecuali dilihat dari situasi ke depan nanti.

Melihat situasi sekarang saya rasa tidak akan ada perang. Perang sekarang itu tidak gampang, banyak orang di dunia juga memarahi. Yang kedua itu ancaman yang nyata ada delapan yaitu, teroris, bencana alam, pecahan bumi, pelanggaran pencurian ikan, pemberontakan separatis, wabah penyakit, ancaman cyber dan terakhir narkoba.

Menurut Anda apakah masih perlu anggaran Alutsista kita masih diambil dari APBN ?

Saya tekankan tidak boleh ada pihak ketiga ikut campur, yang menentukan adalah kita Menteri Pertahanan dengan saran dari panglima TNI. Saya tidak boleh menggunakan rekanan, pasti selalu ada orang ketiga. Tetapi saya selalu menentukan kalau mau beli ini temukan saya sama penjual, itu ada aturannya begitu. Saya kadang langsung ketemu, sekarang saya rubah.

Kalau dibanding negara lain seberapa besar kekuatan kita ?

Pertahanan kita itu di dunia nomor 12 dihitung rakyatnya. Apalagi kalau bela negara ini sukses saya yakin akan masuk 10 besar itu yang saya bilang. Banyak orang yang tidak mengerti. Kebenaran itu melewati tiga tahap satu ditertawakan orang, dikritik dan baru nanti berasa benarnya ketika kita sudah tidak ada.


Prajurit Taipur Miliki Kemampuan Operasi di Rawa, Laut, Gunung, Hutan dan Kota

Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi menutup latihan pembentukan Taipur VI Kostrad 2015, di Lapangan Subdenharlat Kostrad Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (13/11/2015). Pada kesempatan itu, Pangkostrad menyematkan Brevet Kehormatan Pengintai Tempur (Taipur) kepada sejumlah perwira TNI AD. PUSPEN TNI

Tujuan pembentukan Taipur adalah untuk melatih dan membentuk prajurit satuan jajaran Kostrad menjadi prajurit yang memiliki kemampuan khusus dalam melaksanakan tugas operasi di berbagai bentuk medan baik di rawa laut, hutan gunung dan perkotaan.

Demikian dikatakan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi pada upacara penutupan Latihan Pembentukan Taipur VI Kostrad 2015, di Lapangan Subdenharlat Kostrad Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (13/11/2015).

“Sasaran yang ingin dicapai adalah terwujudnya prajurit Taipur Kostrad yang memiliki kemampuan khusus dalam melaksanakan tugas operasi lawan gerilya, pertempuran pemukiman dan perkotaan, pertempuran jarak dekat, tugas intelijen Sandhi Yudha serta intelijen tempur aspek laut”, ujar Letjen TNI Edy Rahmayadi dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com.

Pada kesempatan ini Pangkostrad menyematkan Brevet Kehormatan Pengintai Tempur (Taipur) kepada Kaskostrad Mayjen TNI Meris Wiryadi, Pangdam 1/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Sudirman, Kasdivif 1 Kostrad Brigjen TNI Agus Suhardi, Waaspam Kasad Brigjen TNI Ilyas Alamsyah, Kasgartap 1 Jakarta Brigjen TNI Pandit Sembiring, Irkostrad Kolonel Inf Besar Harto Karyawan, Koorsahli Gol. IV Pangkostrad Kolonel Inf Josias Mamuko, Asren Kostrad Kolonel Inf Chanlan Adilane, Asops Kaskostrad Kolonel Inf Dwi Darmadi, Aspers Kaskostrad Kolonel Inf Yudianto Putrajaya, Aslog Kaskostrad Kolonel Inf Joni Pardede, Aster Kaskostrad Kolonel Inf Bahram, Pabansisdik Sdirdik Kodiklat TNI AD Kolonel Inf Yufti Senjaya dan Dirbinlitbang Pussennif Kodiklat TNI AD Kolonel Inf Ikram Papuntungan.


Menhan RI Ryamizard Ryacudu adalah penggagas sekaligus pendiri satuan Taipur pada Tahun 2001, pada saat menjabat sebagai Panglima Kostrad.


Tujuannya agar Kostrad memiliki satuan khusus dengan kualifikasi khusus yang mampu melaksanakan operasi pengintaian dan eksekusi langsung di sasaran.

Saat ini Kostrad telah memiliki satuan tempur yang berkualifikasi khusus, yaitu Satuan Para Raider, Satuan Raider dan satuan Taipur.
 

Pembentukan Taipur ke-6 Tahun 2015 ini berjalan selama 6 bulan, dimana sebelumnya telah di awali dengan pembentukan Taipur ke-1 pada Tahun 2001, pembentukan Taipur ke-2 Tahun 2002, Taipur ke-3 Tahun 2003, Taipur ke-4 Tahun 2004, Taipur ke-5 Tahun 2009 dan Taipur ke-6 Tahun 2015.

Satuan Taipur tersebut selain memiliki kemampuan tempur khusus juga dilengkapi dengan peralatan tempur khusus, seperti alat selam tempur close circuit, kendaraan bawah air dan berbagai jenis senjata canggih lainnya.