Monday, 9 November 2015
Mengenal Kapal Selam Jerman, U-212A dan U-214
Kapal selam Jerman dari kelas U-212A di Laut Baltik, Jerman. Kapal selam kelas ini merupakan pengembangan dari kelas U-209 yang sangat terkenal, ditambah dengan penggunaan air-independent propulsion atau AIP, sehingga dapat menyelam hingga tiga minggu. Fuel Cell atau sel bahan bakar Polymer Electrolite Membrane (PEM) dibuat oleh Siemens. Martin Rose/Getty Images
Kapal selam U-212A Jerman merupakan kapal selam yang dapat beroperasi di laut dangkal dan juga laut dalam. Lambung kapal atau hull dibuat dari baja non-magnetic yang dilapis dengan penyerap gelombang akustik sehingga U-212A hampir tidak mengeluarkan suara dan juga tidak mengeluarkan radiasi panas. Teknologi tersebut membuat U-212 sulit terdeteksi. wikipedia.org
Kapal selam U-212A (atas) dan U-214 (bawah) di galangan HDW Kiel, Jerman. U-214 merupakan versi ekport dari U-212 dengan beberapa perbedaan. U-212A 56 m dan 57,2 m sedangkan U-214 panjangnya 65m. Sirip kemudi U-212 berbentuk silang atau X agar dapat menyelam di perairan dangkal, sedangkan U-214 berbentuk vertikal horisontal atau +. Diving plane U-212A terletak di menara komando, sedangkan U-214 terletak di lambung kapal. Lambung kapal terbuat dari bahan berbeda agar dapat menyelam lebih dalam. Peralatan elketronik juga berbeda. shipspotting.com
Kapal selam kelas U-214 Papanikolis yang batal dibeli Yunani di galangan Kiel, Jerman. Kapal selam kelas U-214 dilengkapi dengan delapan tabung terpedo 533 mm dan mampu meluncurkan rudal Harpoon, sedangkan kelas U-212A dilengkapi dengan enam tabung terpedo 533 mm untuk meluncurkan terpedo kelas berat DM2A4, terpedo Black Shark, dan rudal IDAS. wikipedia.org
Saat test menyelam, U-214 mampu menyelam hingga 400 meter lebih sedangkan U-212 menyelam hingga 230 meter. U-212A dilengkapi dengan komando dan kontrol senjata sistem yang sangat terintegrasi, antara sensor, senjata, dan sistem navigasi. Sistem kontrol komado dan senjata (CWCS) menggunakan MSI-90U buatan Kongsberg Defence & Aerospace dari Norwegia. empordef.pt
Kapal selam kelas U-212A digunakan oleh Angkatan Laut Jerman dan Italia. U-214 digunakan oleh Angkatan Laut Portugal, Yunani, Turki, dan Korea Selatan. Kapal Selam U-212 A dan U-214 sangat cocok untuk Angkatan Laut Indonesia, karena Indonesia memiliki perairan dangkal dan dalam, juga TNI-AL sudah terbiasa dengan kapal selam buatan Jerman, yaitu U-209. military-today.com
Baca juga : Indonesia Beli Kapal Selam Amur Rusia
Dua Warga Pekanbaru Terduga ISIS
ISIS. (Washingtonpost.com)
Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Riau, menangkap dua pria warga negara Indonesia berinisial FR dan RS, yang diduga terlibat jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Senin (9/11).
"Keduanya diamankan di Pelabuhan Singapura karena menggunakan paspor palsu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru.
Dia menjelaskan kedua pria warga Pekanbaru FR (31) dan RS (26) itu dijemput oleh Jajaran Polresta Pekanbaru dari Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru setelah sebelumnya diamankan oleh Jajaran Polda Kepulauan Riau.
Keduanya diketahui masuk ke Singapura melalui Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu. Dari informasi yang didapat, kata Guntur, mereka berencana terbang ke Suriah dengan menggunakan paspor palsu.
"Saat diketahui bahwa paspor keduanya palsu, mereka langsung diamankan polisi Singapura," ujarnya.
Saat ini keduanya diamankan di Polresta Pekanbaru guna diperiksa lebih lanjut.
Dugaan keterlibatan warga Pekanbaru yang diduga tergabung dengan jaringan ISIS sebelumnya pernah diungkap oleh Intelijen Polda Riau pada Juli 2015.
"Keluarga tersebut terdiri dari suami yang bernisial TB, istrinya YB dan anaknya MJ," kata Guntur.
Ia menjelaskan, kepastian bahwa mereka merupakan bagian dari jariangan ISIS bersumber dari beragam informasi yang berhasil dikumpulkan oleh intelijen Polda Riau.
"Kami memiliki rekaman komunikasi mereka, dokumentasi foto-foto mereka, dan bukti lainnya," ujar Guntur.
Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa TB sudah lebih dulu berada di Suriah sejak 2013. Beberapa bulan lalu ia meminta kepada istri dan anaknya untuk turut serta mengikuti jejaknya ke Suriah melalui jalur penerbangan Jakarta ke Turki untuk kemudian menuju wilayah Hatai.
"Dari Hatai, ada relawan ISIS yang menjemput keluarga tersebut untuk dibawa ke Suriah," ujarnya.
Guntur menuturkan bahwa saat ini seluruh keluarga tersebut sudah tidak lagi berada di Pekanbaru dan telah berada di Suriah. Namun dari bukti transkrip komunikasi yang Polda Riau miliki, keluarga tersebut masih tetap berkomunikasi dengan anggota keluarga mereka, yakni adik iparnya di Pekanbaru.
Untuk saat ini polisi masih berusaha menelusuri penyebaran ISIS yang dilakukan oleh keluarga tersebut di Pekanbaru, tepatnya di sekitar tempat tinggal mereka, Kecamatan Tampan.
Sementara guna memutus mata rantai penyebaran ISIS tersebut, Polda Riau telah melakukan beragam upaya preventif, yakni dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemuka agama dalam mengedukasi masyarakat bahwa jaringan tersebut berbahaya dan tak sesuai dengan norma Pancasila. (pit/antara)
Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Riau, menangkap dua pria warga negara Indonesia berinisial FR dan RS, yang diduga terlibat jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Senin (9/11).
"Keduanya diamankan di Pelabuhan Singapura karena menggunakan paspor palsu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru.
Dia menjelaskan kedua pria warga Pekanbaru FR (31) dan RS (26) itu dijemput oleh Jajaran Polresta Pekanbaru dari Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru setelah sebelumnya diamankan oleh Jajaran Polda Kepulauan Riau.
Keduanya diketahui masuk ke Singapura melalui Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu. Dari informasi yang didapat, kata Guntur, mereka berencana terbang ke Suriah dengan menggunakan paspor palsu.
"Saat diketahui bahwa paspor keduanya palsu, mereka langsung diamankan polisi Singapura," ujarnya.
Saat ini keduanya diamankan di Polresta Pekanbaru guna diperiksa lebih lanjut.
Dugaan keterlibatan warga Pekanbaru yang diduga tergabung dengan jaringan ISIS sebelumnya pernah diungkap oleh Intelijen Polda Riau pada Juli 2015.
"Keluarga tersebut terdiri dari suami yang bernisial TB, istrinya YB dan anaknya MJ," kata Guntur.
Ia menjelaskan, kepastian bahwa mereka merupakan bagian dari jariangan ISIS bersumber dari beragam informasi yang berhasil dikumpulkan oleh intelijen Polda Riau.
"Kami memiliki rekaman komunikasi mereka, dokumentasi foto-foto mereka, dan bukti lainnya," ujar Guntur.
Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa TB sudah lebih dulu berada di Suriah sejak 2013. Beberapa bulan lalu ia meminta kepada istri dan anaknya untuk turut serta mengikuti jejaknya ke Suriah melalui jalur penerbangan Jakarta ke Turki untuk kemudian menuju wilayah Hatai.
"Dari Hatai, ada relawan ISIS yang menjemput keluarga tersebut untuk dibawa ke Suriah," ujarnya.
Guntur menuturkan bahwa saat ini seluruh keluarga tersebut sudah tidak lagi berada di Pekanbaru dan telah berada di Suriah. Namun dari bukti transkrip komunikasi yang Polda Riau miliki, keluarga tersebut masih tetap berkomunikasi dengan anggota keluarga mereka, yakni adik iparnya di Pekanbaru.
Untuk saat ini polisi masih berusaha menelusuri penyebaran ISIS yang dilakukan oleh keluarga tersebut di Pekanbaru, tepatnya di sekitar tempat tinggal mereka, Kecamatan Tampan.
Sementara guna memutus mata rantai penyebaran ISIS tersebut, Polda Riau telah melakukan beragam upaya preventif, yakni dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemuka agama dalam mengedukasi masyarakat bahwa jaringan tersebut berbahaya dan tak sesuai dengan norma Pancasila. (pit/antara)
TNI Cegat Pesawat Penyusup di Langit Tarakan
Pesawat Sukhoi TNI AU. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Angkatan Udara Tentara Nasional Indonesia mengirim dua pesawat Sukhoi untuk mencegat (intersepsi) pesawat asing yang melanggar wilayah udara Republik Indonesia di Tarakan, Kalimantan Utara, Senin siang (9/11).
“Peristiwa terjadi jam 14.28 WITA. Ada pesawat asing tertangkap radar melintas wilayah Indonesia di Tarakan tanpa izin,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto kepada CNN Indonesia.
Peristiwa itu, ujar Dwi, bukan pertama kali terjadi. TNI pun segera menjalankan prosedur tetap yang telah ada. Dua Sukhoi diterbangkan dari pangkalan udara terdekat di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mengejar pesawat asing jenis propeller first engine Cessna itu.
“Kami paksa pesawat itu mendarat di Tarakan. Sekarang sedang dalam penyelidikan kenapa dia lewat situ,” kata Dwi.
Menurutnya, bukan sekali ini saja pelanggaran udara terjadi di langit Tarakan. TNI AU, ujar Dwi, tak bakal menolerir pelanggaran wilayah apapun di langit Indonesia.
Angkatan Udara Tentara Nasional Indonesia mengirim dua pesawat Sukhoi untuk mencegat (intersepsi) pesawat asing yang melanggar wilayah udara Republik Indonesia di Tarakan, Kalimantan Utara, Senin siang (9/11).
“Peristiwa terjadi jam 14.28 WITA. Ada pesawat asing tertangkap radar melintas wilayah Indonesia di Tarakan tanpa izin,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto kepada CNN Indonesia.
Peristiwa itu, ujar Dwi, bukan pertama kali terjadi. TNI pun segera menjalankan prosedur tetap yang telah ada. Dua Sukhoi diterbangkan dari pangkalan udara terdekat di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mengejar pesawat asing jenis propeller first engine Cessna itu.
“Kami paksa pesawat itu mendarat di Tarakan. Sekarang sedang dalam penyelidikan kenapa dia lewat situ,” kata Dwi.
Menurutnya, bukan sekali ini saja pelanggaran udara terjadi di langit Tarakan. TNI AU, ujar Dwi, tak bakal menolerir pelanggaran wilayah apapun di langit Indonesia.
Tips Lolos Seleksi TNI
Bagaimana caranya agar lolos seleksi menjadi anggota TNI? Yang pasti,
untuk bisa lolos seleksi menjadi anggota TNI tidaklah secepat kilat.
Dibutuhkan waktu relatif lama, yakni enam bulan hingga satu tahun.
Menurut buku Siap Tempur Tembus Tes masuk TNI/POLRI, karya Soenardi Hardjosoemitro, ada poin-poin yang harus dipersiapkan untuk menjadi prajurit TNI. Nah, bagi Anda yang memang bercita-cita untuk memasuki dunia militer, silakan membaca tips ini dengan seksama. Apa aja sih poin-poinnya?
Kualitas Kesehatan
Lakukan segera general check up di rumah sakit militer terdekat yang membuka poliklinik untuk umum guna mengetahui beberapa hal berikut.
– Tekanan darah, idealnya kita memiliki tekanan darah 120/80 untuk bisa lolos seleksi.
– Detak jantung ideal, yakni 60-90 detak per menit.
– Hemoglobin darah yang ideal adalah 14-16 per gram
– Gula darah normal
– Kolesterol normal
– Hasil rontgen paru-paru baik/normal
– Gigi sehat/tidak ada bolong
– Tidak menderita ambein /wasir
– Tidak menderita varikokel
– Tidak menderita pembengkakan di pembuluh darah balik di betis kaki
– Jantung sehat
– Mata normal dan tidak buta warna
Segera lakukan penyembuhan atau perbaikan bila ada yang belum ideal berdasarkan hasil pemeriksaan dokter militer tersebut.
Kualitas Kejiwaan
Kondisi kejiwaan untuk menghadapi psikotes bagi mereka yang ingin menembus seleksi masuk TNI harus baik dan kuat. Oleh karena itu perlu dipersiapkan beberapa hal, yakni :
Menurut buku Siap Tempur Tembus Tes masuk TNI/POLRI, karya Soenardi Hardjosoemitro, ada poin-poin yang harus dipersiapkan untuk menjadi prajurit TNI. Nah, bagi Anda yang memang bercita-cita untuk memasuki dunia militer, silakan membaca tips ini dengan seksama. Apa aja sih poin-poinnya?
Kualitas Kesehatan
Lakukan segera general check up di rumah sakit militer terdekat yang membuka poliklinik untuk umum guna mengetahui beberapa hal berikut.
– Tekanan darah, idealnya kita memiliki tekanan darah 120/80 untuk bisa lolos seleksi.
– Detak jantung ideal, yakni 60-90 detak per menit.
– Hemoglobin darah yang ideal adalah 14-16 per gram
– Gula darah normal
– Kolesterol normal
– Hasil rontgen paru-paru baik/normal
– Gigi sehat/tidak ada bolong
– Tidak menderita ambein /wasir
– Tidak menderita varikokel
– Tidak menderita pembengkakan di pembuluh darah balik di betis kaki
– Jantung sehat
– Mata normal dan tidak buta warna
Segera lakukan penyembuhan atau perbaikan bila ada yang belum ideal berdasarkan hasil pemeriksaan dokter militer tersebut.
Kualitas Kejiwaan
Kondisi kejiwaan untuk menghadapi psikotes bagi mereka yang ingin menembus seleksi masuk TNI harus baik dan kuat. Oleh karena itu perlu dipersiapkan beberapa hal, yakni :
- Perkokoh niat menjadi prajurit dan pejuang profesional, yakni yang bersedia mengorbankan jiwa raga untuk kepentingan bangsa dan negara. Juga tanamkan terus setelah cinta kepada Allah, serta cinta kedua, bukan pada orangtua atau pacar melainkan pada kejayaan bangsa dan negara.
- Lepaskan berbagai masalah dan kepentingan pribadi yang selalu membelenggu Anda selama ini.
- Baca sejarah perjuangan para pahlawan, seperti Jenderal Sudirman dan sebagainya, agar merasuk ke dalam kalbu semangat perjuangan Anda.
- Lakukanlah latihan menggambar orang, pohon, dan rumah yang harmonis.
- Pelajari dan sugestikan prinsip “Do the best, God takes the rest”.
Indonesia Putuskan Untuk Membeli Pesawat Tempur Su-35
Sukhoi Su-35
Indonesia tertarik tidak hanya membeli Su-35, tetapi juga membangun pusat layanan teknis di wilayahnya dan memperoleh transfer teknologi perakitan pesawat.
“Indonesia telah mengambil keputusan mengenai pembelian pesawat tempur Rusia Su-35, sekarang dibicarakan transfer teknologi perakitan pesawat”, ucap Kepala Departemen Kerja Sama Internasional Perusahaan “Rostech” Viktor Kladov kepada agensi berita RIA Novosti di pameran aviasi internasional Dubai Airshow-2015.
“Indonesia telah mengambil keputusan, apa langkah berikutnya? Tunggu saja “, kata Kladov, menjawab pertanyaan wartawan mengenai proses negosiasi pemasokan Su-35 ke Indonesia (08/11/2015).
Beliau menambahkan bahwa Indonesia tertarik tidak hanya membeli Su-35, tetapi juga membangun pusat layanan teknis di wilayahnya dan memperoleh transfer teknologi perakitan pesawat.
“Negosiasi menjadi lebih kompleks karena saat ini dibicarakan bukan hanya pemasokan Su-35, tetapi juga transfer teknologi”, tutur Kladov.
Pada bulan September Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu mengumumkan niatnya untuk membeli skuadron pesawat tempur Su-35 untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger milik Amerika yang usianya sudah mencapai umur empat dekade.
Sunday, 8 November 2015
Korea Selatan Kembangkan Robot Kepiting
Museum Maritim Nasional Korea
Setelah sebelumnya Korea Selatan mengumumkan memulai proyek pembangunan akuarium penelitian terbesar di dunia, kali ini Korea sedang mengembangkan robot bawah air berkemampuan menyelam atau berjalan hingga 6.000 meter di bawah permukaan air laut. Robot yang dirancang berbentuk kepiting memiliki beberapa kaki yang dapat berjalan di dasar laut untuk menggali bangkai kapal atau obyek maritim yang menarik atau bernilai sejarah.
Menurut Institute Riset Kapal dan Teknik Kelautan Korea (KRISO), sebagaimana dilansir koreabizwire, Selasa (2/6) bahwa perangkat keras untuk robot dengan nama ‘Crabster’ CR6000 yang dapat berjalan atau berenang dengan enam kaki akan selesai pada akhir tahun 2015.
Robot diartikulasikan dapat bergerak dengan kecepatan 0,25 meter per detik dan mengidentifikasi objek dalam jarak 100 meter, bahkan di air keruh. Sekaligus juga dapat merekam video pada jarak hingga 15 meter ke depan. Tes Underwater akan dimulai pada tahun depan.
Pantauan Jurnal Maritim, belum lama ini, Korea juga sudah mengembangkan sebuah Robot ‘Crabster CR200’, akan tetapi dengan ukuran lebih kecil. Pengembangan tersebut dilakukan mulai pada tahun 2012,setelah diuji dan akhirnya sukses diluncurkan pada tahun 2013.
CR200 dapat menyelam sampai kedalaman 200 meter, dan ditempatkan di lokasi kecelakaan Ferry Sewol selama satu bulan untuk memberikan gambar ultrasonik untuk tim pencarian. CR200 ini juga diuji untuk menggali benda bersejarah di perairan dekat Mado, Taean pada April dan Mei 2015.
Di laut sebelah timur Korea kedalaman laut maksimum 3.000 meter, sehingga dalam penggunaan CR6000, nantinya akan dapat menjelajahi perairan Korea tanpa batas apapun.[ANDRI REZEKI]
Setelah sebelumnya Korea Selatan mengumumkan memulai proyek pembangunan akuarium penelitian terbesar di dunia, kali ini Korea sedang mengembangkan robot bawah air berkemampuan menyelam atau berjalan hingga 6.000 meter di bawah permukaan air laut. Robot yang dirancang berbentuk kepiting memiliki beberapa kaki yang dapat berjalan di dasar laut untuk menggali bangkai kapal atau obyek maritim yang menarik atau bernilai sejarah.
Menurut Institute Riset Kapal dan Teknik Kelautan Korea (KRISO), sebagaimana dilansir koreabizwire, Selasa (2/6) bahwa perangkat keras untuk robot dengan nama ‘Crabster’ CR6000 yang dapat berjalan atau berenang dengan enam kaki akan selesai pada akhir tahun 2015.
Robot diartikulasikan dapat bergerak dengan kecepatan 0,25 meter per detik dan mengidentifikasi objek dalam jarak 100 meter, bahkan di air keruh. Sekaligus juga dapat merekam video pada jarak hingga 15 meter ke depan. Tes Underwater akan dimulai pada tahun depan.
Pantauan Jurnal Maritim, belum lama ini, Korea juga sudah mengembangkan sebuah Robot ‘Crabster CR200’, akan tetapi dengan ukuran lebih kecil. Pengembangan tersebut dilakukan mulai pada tahun 2012,setelah diuji dan akhirnya sukses diluncurkan pada tahun 2013.
CR200 dapat menyelam sampai kedalaman 200 meter, dan ditempatkan di lokasi kecelakaan Ferry Sewol selama satu bulan untuk memberikan gambar ultrasonik untuk tim pencarian. CR200 ini juga diuji untuk menggali benda bersejarah di perairan dekat Mado, Taean pada April dan Mei 2015.
Di laut sebelah timur Korea kedalaman laut maksimum 3.000 meter, sehingga dalam penggunaan CR6000, nantinya akan dapat menjelajahi perairan Korea tanpa batas apapun.[ANDRI REZEKI]
Seharusnya Indonesia Jadi "Bridge Builders" di Kawasan
Pengamat militer dan intelijen Nuning Kertopati
Dalam pertemuan ASEAN Defence Ministry Meeting (ADMM) Plus atau pertemuan Menhan Se-ASEAN dan mitranya di Kuala Lumpur, Malaysia, 29 Oktober-5 November 2015, seharusnya Indonesia mampu menjadi ‘Bridge Builders’ atau pembangun jembatan bagi terciptanya perdamaian di kawasan. Demikian disampaikan oleh pengamat militer dan intelijen Nuning Kertopati kepada Jurnal Maritim, Jumat, 16/11/2015.
“Indonesia seharusnya bisa memainkan perannya sebagai “Bridge Builders” di kawasan dan mendorong sentralitas ASEAN,” tegas Nuning.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara non-claimant states di Laut China Selatan (LCS) yang memiliki pengaruh untuk menetapkan suatu keputusan bersama dalam pertemuan strategis antara Menhan Se-ASEAN itu.
“Tanpa suatu Pernyataan Bersama adalah hal yang disesalkan dalam pertemuan itu,” ungkapnya dengan heran.
Memanasnya eskalasi konflik di LCS membuat ASEAN menjadi kawasan yang senantiasa diperebutkan pengaruhnya oleh negara-negara besar. Dengan kata lain, ASEAN menjadi tempat tarik menarik kepentingan untuk memperkuat hegemoni para negara adi daya.
“Hal ini menunjukkan sentralitas ASEAN yang semakin pudar dalam menghadapi kepentingan-kepntingan negara besar yang dapat mengancam perdamaian di kawasan,” paparnya.
Lebih lanjut dikatakan oleh mantan Anggota Komisi I DPR RI ini bahwa perjalanan keikut sertaan Indonesia dalam forum itu selalu mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi strategis terkait penguatan kawasan dalam meredakan ketegangan, khususnya di LCS.
“Pernah terjadi dan berhasil diselesaikan upaya itu dengan shuttle diplomacy oleh Indonesia. Kini ditunggu kepiawaian dan kepemimpinan diplomasi Indonesia di kawasan, atau apakah Indonesia hanya mengekor satu kepentingan negara besar tertentu saja?” selorohnya.
Wanita yang aktif juga mengajar di berbagai Perguruan Tinggi itu selanjutnya menegaskan meningkatnya ancaman terhadap keamanan nasional dan kawasan memerlukan strategi pertahanan yang matang, begitu juga dengan strategi diplomasinya.
“Ini adalah esensi ancaman yang ada di kawasan yang selama ini tidak dapat dilihat hanya secara gambling oleh penyusunan strategi pertahanan Indonesia,” keluhnya.
ADMM dihadiri para menteri pertahanan dari 10 negara anggota ASEAN dan rekan-rekan mereka dari negara lain, yakni Australia, Tiongkok, India, Jepang, dan AS. Pertemuan berlangsung seminggu setelah kapal perang AS menantang batas teritorial di sekitar salah satu pulau buatan Tiongkok di kepulauan Spratly, dalam suatu operasi yang disebut patroli kebebasan navigasi.
Tiongkok mengklaim memiliki sebagian besar Laut China Selatan, di mana lebih dari US$ 5 triliun perdagangan global melintas setiap tahun. Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina, dan Taiwan juga melakukan klaim tandingan. Selama ini, Tiongkok keberatan dengan apa yang disebutnya sebagai gangguan luar dalam sengketa Laut China Selatan itu.
AS sebenarnya tidak memiliki posisi pada klaim Laut China Selatan itu. Tetapi, AS bersama sekutunya di ASEAN, seperti Filipina, merasa khawatir dengan aksi Tiongkok yang semakin keras, termasuk membangun pulau buatan di teritori yang disengketakan.
Di sini terlihat sekali pertarungan antara dua negara tersebut dalam ajang pertemuan Menhan Se-ASEAN itu. Sebelum pertemuan, Menhan RI Ryamizard Ryacuddu telah melakukan lawatan ke Tiongkok guna meningkatkan kerja sama pertahanan yang lebih intensif di antara kedua negara.
Termasuk poin pentingnya yang dibahas adalah adanya joint patrol di antara kedua negara yang juga melibatkan negara-negara lain di ASEAN.
Namun, di hampir waktu yang bersamaan, Presiden Jokowi juga melakukan kunjungan ke AS yang kemudian menghasilkan tawaran kepada Indonesia untuk masuk ke dalam Trans Pacific Partnership (TPP). Sehingga muncul asumsi publik yang berfikir Indonesia sedang bermain di dua kaki dan tetap memerankan sebagai pihak netral.
Di akhir penyampaiannya, Nuning mengutarakan dalam perjalanan diplomasi Indonesia selalu berprinsip Non Blok atau lebih dikenal dengan prinsip yang tidak memihak alias netral, namun tetap harus vocal untuk mewujudkan perdamaian kawasan.
“Paling tidak kalaupun netral, harus ada suaranya dong, agar tercipta usulan-usulan yang strategis untuk perdamaian kawasan,” pungkasnya. [AN]
Dalam pertemuan ASEAN Defence Ministry Meeting (ADMM) Plus atau pertemuan Menhan Se-ASEAN dan mitranya di Kuala Lumpur, Malaysia, 29 Oktober-5 November 2015, seharusnya Indonesia mampu menjadi ‘Bridge Builders’ atau pembangun jembatan bagi terciptanya perdamaian di kawasan. Demikian disampaikan oleh pengamat militer dan intelijen Nuning Kertopati kepada Jurnal Maritim, Jumat, 16/11/2015.
“Indonesia seharusnya bisa memainkan perannya sebagai “Bridge Builders” di kawasan dan mendorong sentralitas ASEAN,” tegas Nuning.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara non-claimant states di Laut China Selatan (LCS) yang memiliki pengaruh untuk menetapkan suatu keputusan bersama dalam pertemuan strategis antara Menhan Se-ASEAN itu.
“Tanpa suatu Pernyataan Bersama adalah hal yang disesalkan dalam pertemuan itu,” ungkapnya dengan heran.
Memanasnya eskalasi konflik di LCS membuat ASEAN menjadi kawasan yang senantiasa diperebutkan pengaruhnya oleh negara-negara besar. Dengan kata lain, ASEAN menjadi tempat tarik menarik kepentingan untuk memperkuat hegemoni para negara adi daya.
“Hal ini menunjukkan sentralitas ASEAN yang semakin pudar dalam menghadapi kepentingan-kepntingan negara besar yang dapat mengancam perdamaian di kawasan,” paparnya.
Lebih lanjut dikatakan oleh mantan Anggota Komisi I DPR RI ini bahwa perjalanan keikut sertaan Indonesia dalam forum itu selalu mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi strategis terkait penguatan kawasan dalam meredakan ketegangan, khususnya di LCS.
“Pernah terjadi dan berhasil diselesaikan upaya itu dengan shuttle diplomacy oleh Indonesia. Kini ditunggu kepiawaian dan kepemimpinan diplomasi Indonesia di kawasan, atau apakah Indonesia hanya mengekor satu kepentingan negara besar tertentu saja?” selorohnya.
Wanita yang aktif juga mengajar di berbagai Perguruan Tinggi itu selanjutnya menegaskan meningkatnya ancaman terhadap keamanan nasional dan kawasan memerlukan strategi pertahanan yang matang, begitu juga dengan strategi diplomasinya.
“Ini adalah esensi ancaman yang ada di kawasan yang selama ini tidak dapat dilihat hanya secara gambling oleh penyusunan strategi pertahanan Indonesia,” keluhnya.
ADMM dihadiri para menteri pertahanan dari 10 negara anggota ASEAN dan rekan-rekan mereka dari negara lain, yakni Australia, Tiongkok, India, Jepang, dan AS. Pertemuan berlangsung seminggu setelah kapal perang AS menantang batas teritorial di sekitar salah satu pulau buatan Tiongkok di kepulauan Spratly, dalam suatu operasi yang disebut patroli kebebasan navigasi.
Tiongkok mengklaim memiliki sebagian besar Laut China Selatan, di mana lebih dari US$ 5 triliun perdagangan global melintas setiap tahun. Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina, dan Taiwan juga melakukan klaim tandingan. Selama ini, Tiongkok keberatan dengan apa yang disebutnya sebagai gangguan luar dalam sengketa Laut China Selatan itu.
AS sebenarnya tidak memiliki posisi pada klaim Laut China Selatan itu. Tetapi, AS bersama sekutunya di ASEAN, seperti Filipina, merasa khawatir dengan aksi Tiongkok yang semakin keras, termasuk membangun pulau buatan di teritori yang disengketakan.
Di sini terlihat sekali pertarungan antara dua negara tersebut dalam ajang pertemuan Menhan Se-ASEAN itu. Sebelum pertemuan, Menhan RI Ryamizard Ryacuddu telah melakukan lawatan ke Tiongkok guna meningkatkan kerja sama pertahanan yang lebih intensif di antara kedua negara.
Termasuk poin pentingnya yang dibahas adalah adanya joint patrol di antara kedua negara yang juga melibatkan negara-negara lain di ASEAN.
Namun, di hampir waktu yang bersamaan, Presiden Jokowi juga melakukan kunjungan ke AS yang kemudian menghasilkan tawaran kepada Indonesia untuk masuk ke dalam Trans Pacific Partnership (TPP). Sehingga muncul asumsi publik yang berfikir Indonesia sedang bermain di dua kaki dan tetap memerankan sebagai pihak netral.
Di akhir penyampaiannya, Nuning mengutarakan dalam perjalanan diplomasi Indonesia selalu berprinsip Non Blok atau lebih dikenal dengan prinsip yang tidak memihak alias netral, namun tetap harus vocal untuk mewujudkan perdamaian kawasan.
“Paling tidak kalaupun netral, harus ada suaranya dong, agar tercipta usulan-usulan yang strategis untuk perdamaian kawasan,” pungkasnya. [AN]
Subscribe to:
Posts (Atom)


