Thursday, 29 October 2015

KSAD: TNI Tak Akan Lindungi Prajurit Salah

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono. 

Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal Mulyono menegaskan institusi TNI tidak akan melindungi anggotanya terkait kasus  Dandim Sidoarjo Letkol Kav Rizeki Indrawijaya
dengan anggota DPR Arzetti Bilbina yang tertangkap sedang bersama di Hotel Arjuna, Lawang, Malang, Jawa Timur, Ahad (25/10).

"Yakinilah bahwa TNI tak akan melindungi anggota kita yang bersalah, kita lebih sayang dengan institusi bukan melindungi individu," ujar Mulyono di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jalan Veteran, Jakarta Pusat," Rabu (28/10).

TNI, sambung dia, tidak akan menutup-nutupi jika ada anggota TNI yang bersalah. Setiap kesalahan yang dilakukan oleh anggota TNI akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku

Saat ini, lanjut Mulyono, Rizeki sedang diperiksa Denpom TNI AD Malang. Letkol Rizeki pun belum bisa dipastikan melakukan pelanggaran atau bertindak lalai karena TNI sendiri menerapkan asas praduga tak bersalah dalam menangani kasus ini.

"Kita tunggu hasil pemeriksaannya," ucapnya.

Nantinya, jika terbukti melanggar, sanksi yang akan diberikan kepada Rizeki pun tergantung dari tingkat kesalahannya. Bila melakukan pelanggaran berat maka anggota Dandim itu akan langsung dipecat. Ia pun berjanji bila sudah diperoleh hasil penyelidikannya akan disampaikan secara transparan ke publik.

Pangarmatim Terima Kunjungan Delegasi AL Peru

Pangarmatim Laksamana Muda TNI Darwanto menerima kunjungan kerja delegasi Angkatan Laut Republik Peru di Markas Pangarmatim, Gedung Laksamana Nala, Mako Koarmatim, Ujung, Surabaya, Selasa (27/10). (Dispen Koarmatim)

Pangarmatim Laksamana Muda TNI Darwanto menerima kunjungan kerja delegasi Angkatan Laut Republik Peru di Markas Pangarmatim, Gedung Laksamana Nala, Mako Koarmatim, Ujung, Surabaya, Selasa.
   
Dalam kunjungan itu, delegasi Angkatan Laut Republik Peru Captain De Navio Juan Alberto Caravedo Miyahira, Head of Peruvian Shipyard, didampingi Atase Pertahanan Peru Captain Jose Caprero.
   
Sementara itu, Pangarmatim didampingi Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama TNI Mintoro Yulianto, dan para Asisten Pangarmatim.
   
"Kunjungan itu bertujuan untuk melihat dari dekat salah satu kapal perang jenis LPD yang memperkuat jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur, yakni KRI Surabaya-591," kata Kadispen Koarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman.
   
Setelah pertukaran cinderamata dan foto bersama dengan latar belakang Monumen Jalesveva Jayamahe dan KRI Surabaya-591, delegasi Angkatan Laut  Peru berkunjung ke KRI Surabaya-591 yang sedang merapat di Dermaga Madura Koarmatim Ujung Surabaya.
   
Sebelumnya (22/10), Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo diwakili Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Fransen G. Siahaan melepas keberangkatan 1.000 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Sumsel.
   
Satgas itu menggantikan 1.059 personel satgas yang terdiri dari satu Batalyon 330/Linud-17/Kostrad dan Armed-10/Kostrad (TNI AD), Marinir (TNI AL) dan Paskhas (TNI AU) yang telah bertugas sejak September 2015.
   
Dalam pelepasan di Taxi Way Halim Perdanakusuma Jakarta itu, ke-1.000 Prajurit TNI tersebut dipimpin oleh Kolonel Inf Deddy Sumiadi yang sehari-hari menjabat Aster Divisi-1/Kostrad.
   
Seribuan prajurit itu terdiri dari dua SSY Kostrad 660 personel, satu SSY Marinir 330 personel dan 10 personel dari kelompok Komando Kostrad.
   
"Mereka bertugas selama 1,5 bulan hingga dua bulan sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan," kata Kabid Penum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G.

China Vs As, Indonesia Netral

Kapal Induk Lioning China

Amerika Serikat (AS) dan China seakan-akan sedang diambang perang dalam sengketa Laut China Selatan setelah kapal perang AS, USS Lassen dilaporkan mendekati dan berpatroli di wilayah perairan Kepulauan Spratly buatan China.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Indonesia sendiri menegaskan posisinya sebagai pihak yang netral dalam konflik Laut China Selatan.
Sikap Indonesia itu disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ketika berbicara di Washington dalam lawatannya ke AS.

Jokowi telah melakukan pertemuan dengan Presiden AS, Barack Obama di Gedung Putih. Menurut Jokowi, Indonesia mendukung kebebasan navigasi di peraian internasional. Namun, dia menekankan posisi Indonesia sebagai negara yang netral dalam konflik Laut China Selatan.

”Indonesia bukan pihak yang bersengketa, namun kami memiliki kepentingan yang sah dalam perdamaian dan stabilitas di sana,” ucap Presiden Jokowi di Washington, seperti dikutip IB Times, Rabu (28/10/2015).

”Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang dapat merusak kepercayaan yang menempatkan pada risiko perdamaian dan stabilitas kawasan,” tambah Jokowi.
Sebagaimana diberitakan, pada Selasa 27 Oktober kapal perang USS Lassen yang didampingi pesawat pengintai dari US Navy telah mendekati peraian Kepulauan Spratly untuk melakukan patroli. USS Lassen merupakan sebuah kapal penghancur yang dilengkapi senjata rudal udara dan rudal air. Tindakan itu dianggap provokasi langsung terhadap China.

Manuver militer ini dilaporkan telah disetujui oleh Presiden Barack Obama yang telah mengisyaratkan tindakan yang akan diambilnya dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York pada bulan lalu.

Meski mendapat tentangan dari AS dan negara-negara yang bersengketa, China telah mengklaim bagian dari perairan strategis di Laut China Selatan itu dengan membangun pulau-pulau buatan yang cukup besar untuk landasan udara, menempatkan radar dam prajurit, serta perlengkapan militer mereka.

Para Personel KRI Berlatih Operasikan GPS Jammer

Asops Kasal Laksamana Muda Ari Sadewo menyaksikan sebagian dari 45 personel kapal perang RI (KRI) yang berlatih mengoperasikan "GPS Jammer" di Pangkalan Surabaya pada 28-30 Oktober. (Dispen Koarmatim)

Sebanyak 45 personel kapal perang RI (KRI) berlatih mengoperasikan "GPS Jammer" yang berlangsung di Pangkalan Surabaya pada 28-30 Oktober.

"Itu (GPS Jammer) mempunyai fungsi yang sangat strategis, apalagi jika dikaitkan dengan peperangan modern saat ini," kata Asops Kasal Laksamana Muda Ari Sadewo saat memberi arahan dalam pembekalan itu di Gedung Pulau Gundul, Kolatarmatim, Ujung, Surabaya, Rabu.

Saat mewakili Pangarmatim Laksamana Muda TNI Darwanto dalam pembekalan bagi pengawak GPS itu, ia menjelaskan perang konvensional itu dilakukan dengan berhadap-hadapan langsung dengan musuh.

"Perkembangan peperangan saat ini, kemenangan pertempuran akan ditentukan oleh siapa yang lebih unggul dalam bidang teknologi sewaco," kata laksamana bintang dua itu.

Didampingi Komandan Guspurla Koarmatim Laksamana Pertama TNI I.N.G. Ariawan, Asops Kasal berharap kegiatan itu dapat membekali personel KRI dalam mengoperasikan "GPS Jammer" dalam mendukung taktik pertempuran laut.

Saat ini, "GPS Jammer" di KRI sudah dilaksanakan sejak tahun 2011 dan TNI Angkatan Laut telah memasang 10 unit "GPS Jammer" di beberapa KRI.

Awalnya, "GPS Jammer" digunakan sebagai penangkis serangan rudal dan pesawat, namun "GPS Jammer" dalam perkembangannya kini bisa "mengganggu" sinyal satelit GPS yang digunakan sebagai alat menentukan posisi.

"Karena itu, serap semua ilmu yang disampaikan oleh pemateri, sehingga dapat lebih mengenal peralatan ini dengan baik dan sesuai prosedur, serta yang paling penting yaitu bagaimana merawat peralatan ini," kata Asops Kasal.

Menyikapi bencana kebakaran hutan dan kabut asap di beberapa bagian wilayah Indonesia, Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) menggelar shalat istisqa atau shalat minta hujan di Dermaga Madura, Koarmatim, Ujung, Surabaya.

"Shalat minta hujan diikuti ribuan prajurit dan PNS Makoarmatim yang beragama Islam sesaat setelah upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-87," kata Kadispen Koarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman.

Presiden Jokowi akan Menginap di Rumah Dinas Bupati OKI

Panser Anoa dari Yonif 141/Aneka Yudha Jaya Prakosa (AYJP) bermarkas di Jalan Lintas Barat Sumatera, Muaraenim, melakukan pengamanan tempat singgah Presiden Joko Widodo tiba dinas Bupati Ogan Komering Ilir, Kamis (29/10/2015). 

Panser Anoa dari Yonif 141/Aneka Yudha Jaya Prakosa bermarkas di Jalan Lintas Barat Sumatera, Muaraenim, melakukan pengamanan tempat singgah Presiden Joko Widodo tiba rumah dinas Bupati Ogan Komering Ilir, Kamis (29/10/2015).

Panser Anoa ini mengamankan rumah dinas Bupati yang rencananya, Presiden Jokowi akan menginap selama satu malam.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Kamis (29/10/2015), pukul 08.15.

Setelah mendengarkan paparan singkat selama 15 menit, presiden bersama rombongan segera menuju Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Perjalanan menuju OKI ditempuh melalui jalan darat. Ikut bersama rombongan Ibu Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pendidikan Nasional Anies Baswedan, dan sejumlah pejabat lainnya.

Agenda presiden pagi ini berubah dari sebelumnya yang dijadwalkan meninjau OKI selepas makan siang.

Kisah TNI Melawan Kabut Asap, Depan Api Belakang Buaya

Prajurit TNI menuju ke tengah hutan untuk memadamkan api di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (28/10/2015). 

Sebanyak 1.000 prajurit TNI dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap di Sumatera Selatan. Berbagai upaya penanganan di tengah hutan tak jarang menemui hambatan, bahkan mengancam keselamatan para prajurit.

Dari 1.000 prajurit, sebanyak 130 personel ditugaskan di lokasi penanaman kayu akasia milik sebuah perusahaan swasta yang luas totalnya mencapai 190 ribu hektare. Para prajurit dipimpin oleh seorang Komandan Rayon Kavaleri 1 Kostrad Mayor Andre Henry Masengi. Upaya penanganan kebakaran hutan dibagi menjadi tiga tahap, selama 24 jam. Pertama, para prajurit mencari dan menemukan titik api. Kedua, melakukan pemadaman api, dan yang ketiga menghilangkan asap.

"Yang paling sering adalah pemadaman api. Kami patroli dari pagi sampai malam hari, kami buat shift. Pada dasarnya, kami dengan pihak perusahaan berusaha semaksimal mungkin untuk memadamkan api," ujar Andre, saat ditemui Kompas.com, Rabu (28/10/2015).
Setiap hari, sekitar 30 hingga 40 prajurit diberangkatkan menuju kawasan hutan. Sementara, sisanya bertugas di posko dan sebagian lagi beristirahat untuk mengganti prajurit yang kembali dari melakukan tugas pemadaman.

Dalam upaya pemadaman, prajurit TNI lebih banyak melakukan penyiraman secara manual menggunakan pompa. Saat menemukan titik api, para prajurit harus mencari sumber air, memasang pompa, dan membentangkan selang menuju titik api. Jika lokasi sulit dijangkau dan intensitas kebakaran cukup besar, para prajurit di lapangan dapat meminta pemadaman lewat udara, atau water bombing.

Penuh Risiko

Berbagai hal yang dilakukan prajurit TNI tersebut memiliki tantangan tersendiri. Letnan Satu Kavaleri Panji Prawira menceritakan pengalaman yang dialami beberapa prajurit saat berada di tengah hutan.

“Semaksimal mungkin kita harus dekat dengan sumber air di kanal dan dekat dengan api, karena selangnya juga ambil dari sumber air itu. Tetapi harus berhati-hati, di kanal-kanal terkadang ada buaya juga,” kata Panji.

Panji mengisahkan, pada suatu saat, angin kencang membawa api sehingga para prajurit harus mencari tempat aman. Namun, saat menghindari kobaran api yang bergerak cepat, mereka justru terjebak kanal yang dipenuhi buaya.

“Api yang merambat seperti mahluk hidup, jadi bayangkan saja kita dikejar-kejar api yang hidup. Harus diantisipasi, jangan sampai di belakang kanal buaya di depannya ada api, tinggal pilih saja,” ujar Panji, sambil tertawa.

Seperti di kawasan hutan lainnya di Indonesia, hutan di Sumatera Selatan juga dipenuhi berbagai satwa liar. Beberapa yang ditemui saat upaya pemadaman seperti ular piton, ular tanah, babi hutan, hingga beruang madu.

Kabut asap cukup tebal juga berpotensi menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Menurut Panji, dalam kelompok prajurit yang telah bertugas selama satu setengah bulan di Kabupaten OKI, sebanyak 57 prajurit mengalami gangguan pernapasan akibat asap.

Bekal makanan dan peralatan

Para prajurit TNI yang bertugas melakukan pemadaman kebakaran selalu dibekali makanan dan peralatan yang cukup. Setiap kali perjalanan menuju hutan, setiap prajurit membawa makanan kaleng siap saji, biskuit, dan susu untuk menetralisir kadar karbondioksida yang terbawa melalui asap masuk ke dalam tubuh.

Sementara, untuk peralatan, selain alat pemadaman, para prajurit TNI dilengkapi dengan peralatan sesuai standar keamanan seperti topi rimba, water bag, sarung tangan, kaca mata, dan masker agar asap tidak masuk ke rongga pernapasan.

“Ini sudah risiko kami dalam penanggulangan bencana. Kami tidak mengeluh, yang penting dinikmati saja semuanya,” kata Panji. (Kompas.com/Abba Gabrillin)

[Foto] China Benar-Benar Mengandalkan Senjata Kloning

Secara historis, China telah menjadi inovator besar yang memberi kontribusi penemuan seperti mesiu, kertas dan kompas guna kemajuan manusia. Namun, China telah mendapatkan reputasi internasional dalam beberapa dekade terakhir sebagai rumah peniru yang produktif.

China telah menjadi mahir dengan produk kloning mulai dari tas, smartphone, film dan minuman beralkohol. Toko-toko Apple palsu, restoran KFC palsu dan outlet IKEA imitasi tersebar di China. Mereka bahkan telah membangun replika seluruh kota-kota Eropa.

Beberapa pengamat Barat percaya sikap budaya ini terhadap imitasi berakar pada Konfusianisme mana pengikut tradisional belajar dengan mereplikasi masterworks dan kemudian mencoba untuk memperbaiki mereka.


 Shenyang J-11

Tradisi meniru juga merambah ke dunia teknologi perang. Dari pesawat, tank hingga drone dan sistem rudal China sulit untuk mengelak bahwa mereka meniru produk negara lain. Amerika Serikat berkali-kali menyatakan keprihatinannya karena hacker China membobol data penting mereka termasuk data senjata. Meski China membantah tetapi kemudiah lahir pesawat-pesawat yang mirip dengan milik Amerika. J-20 mirip dengan F-22, J-35 jelas secara desain mirip dengan F-35. Sementara senjata rahasia lain seperti drone pun juga ditiru.

Rusia pun pernah sakit hati ketika Su-27 yang dibeli China kemudian dibongkar dan ditiru oleh China. Akhirnya sejumlah jet tempur negara inipun juga jelas menjadi analog pesawat Rusia.
Dan yang makin membuat Rusia jengkel adalah China kemudian mengekpor senjata tiruan tersebut ke negara-negara yang secara tradisional merupakan pasar bagi Moskow. 

Tetapi meniru jelas memiliki kelemahan.  “Saya pikir masalah besar dengan semua senjata China – termasuk salinan peralatan Barat – adalah bahwa mereka tetap belum teruji dalam pertempuran,” kata Eric Wertheim penulis di US Naval Institute of the World dan analis angkatan laut.
Contoh-contoh ini menggambarkan sejauh mana militer China telah mengandalkan senjata kloning dari negara-negara lain:

1. Pesawat Terbang
 
Sukhoi Su-33 Rusia

 Shenyang J-15 China

F-35B Lighting II

 Shenyang J-31

 Yakovlev Yak-130 Rusia

 L-15 Falcon Pesawat latih supersonik China

Shenyang J-11


Sukhoi Su-27 Flanker

Antonov An-12 Rusia


Shaanxi Y-9 China
2. Drone
 
Northrop Grumman X-47B

 Chinese Lijian Sharp Sword UCAV

 Northrop Grumman MQ-8 Fire Scout

Chinese SVU-200 Flying Tiger

General Atomics MQ-1 Predator

Chengdu Wing Loong “Pterodactyl” UAV

 3. Ground Vehicles

13a-2S19-Msta-S
2S19 Msta-S Self-Propelled Howitzer Russia


13b-PLZ05-1

Chinese PLZ-05 Self-Propelled Howitzer


9a-Humvee

AM General HMMWV Humvee Light Truck


9b-dongfeng-eq2050

Chinese Dongfeng EQ2050 Brave Soldier


BM-30-smerch-2

BM-30 Smerch “Whirlwind” multiple rocket launcher Rusia


11b-phl03_v1
PHL03 multiple rocket launcher China


Bmp-1-DMSC9112086_JPG

Russian BMP-1 amphibious infantry fighting vehicle


14b-WZ-501
Chinese WZ-501 amphibious infantry fighting vehicle
4. Infantry Weapons
M4A1
U.S. M-4A1 
image-40478-2003126050985240946-fs

Chinese CQ 5.56mm Assault Carbine


IRAQI FREEDOM

FGM-148 Javelin anti-tank missile (U.S.)


3b-HJ-12


Chinese Hongjian-12 Red Arrow anti-tank missile