Thursday, 22 October 2015

 "TNI adalah sebagai alat pertahanan, bukannya keamanan."


Prajurit TNI (foto ilustrasi) (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
 
Pemerintah kembali menggodok draf peraturan presiden (perpres) tentang susunan organisasi TNI. Dalam Perpres tersebut, diatur penambahan peran baru TNI sebagai alat keamanan.

Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil yang juga Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti mengatakan, wewenang baru tersebut dikhawatirkan akan mengembalikan peran TNI seperti rezim otoritarian dan rezim represif orde baru.

"Jika hal itu disahkan, maka TNI bisa terlibat dalam mengatasi masalah keamanan dalam negeri seperti mengatasi masalah demo buruh, petani, dan mahasiswa" kata Poengky dalam konferensi pers di Kantor Imparsial, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2015.


Menurut Poengky, mengembalikan fungsi TNI sebagai alat keamanan seperti Orde Baru merupakan pengingkaran atas proses Reformasi 1998 yang salah satu tuntutannya, mengembalikan fungsi asli TNI sebagai alat pertahanan.

Selain itu, penempatan TNI tidak di bawah Kementerian Pertahanan juga bertentangan dengan rumusan kedudukan TNI dalam pasal 3 UU TNI yang meletakkan posisi TNI di bawah koordinaasi Kemenhnan.

''Draf ini juga bertentangan UU Pertahanan dan UU TNI yang menyatakan bahwa TNI adalah sebagai alat pertahanan, bukannya keamanan," ujarnya.


Untuk itu, Koalisi Masyarakat Sipil mendesak kepada Presiden Jokowi agar tidak menandatangani draf Perpres tentang Susunan Organisasi TNI. Sudah sepatutnya draf Perpres tersebut diperbaiki dan disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang ada.

Viva 

Jadi Alat Keamanan, TNI Bakal Ambil Alih Peran Polisi

TNI dianggap ingin mengembalikan supremasi militer

Presiden Jokowi Inspeksi Pasukan TNI (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Pemerintah sedang menggodok draft peraturan presiden (perpres) tentang susunan organisasi TNI. Perpres mengatur penambahan peran baru TNI sebagai alat keamanan.

Anggota Dewan Pengurus KontraS, Mufti Makarim menilai peran baru itu bisa mengembalikan supremasi militer. Padahal dalam undang-undang telah diatur  peran keamanan berada di bawah Kepolisian.

"Beberapa pasal dalm draft ini diseludupkan untuk mengembalikan supremasi militer, tidak supremasi sipil. Ini penyeludupan kepentingan," kata Mufti dalam konferensi pers di Kantor Imparsial, Jakarta, Kamis 22 Oktober 2015.

Selain itu, lanjut Mufti, bukan tidak mungkin jika perpres tersebut menjadi legitimasi bagi TNI untuk berkuasa. Apalagi kepemimpinan Jokowi secara legitimasi elektoral juga lemah.

"Militer pasti akan kembali jika otoritas sipil lemah, itu sudah teori. Ini bahaya," katanya.

Untuk itu, Presiden Jokowi diminta untuk tidak terburu-buru menandatangi draft perpres tersebut sebelum diselaraskan dengan peraturan perundang-undangan yang ada.

Sebelumnya, draft perpres tentang susunan organisaasi TNI telah dibuat
sejak zaman Panglima TNI dijabat Jenderal Moeldoko. Menurutnya, perpres dimaksudkan untuk meningkatkan peran TNI pada operasi non militer.


Viva 

Menhan: Program Bela Negara Buat Negara Lain "Bergetar"

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu memberikan pengarahan kepada peserta calon pembina bela negara, di Badiklat Kemhan, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015). Menhan membuka kegiatan pembentukan kader pembina bela negara di 45 kabupaten/kota di Seluruh Indonesia, yang diikuti 4500 kader.

 Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, mengatakan, program bela negara yang resmi diluncurkan pada Kamis ini akan memberikan 'deterrent effect' atau daya getar kepada negara lain. 

"Bela negara merupakan 'soft power'. Ini memberikan daya getar agar negara lain tidak bisa main-main untuk mengganggu keutuhan dan kedaulatan negara kita," kata Menhan di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemhan, Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015).
"Kalau kita beli alutsista, negara lain akan mencari celah untuk mengkonternya. Namun, bila bela negara, intelijen mereka akan bingung untuk mencari celahnya. Bayangkan, mereka harus melawan 100 juta orang," katanya.

Menurut Ryamizard, pendidikan bela negara penting untuk menyiapkan masyarakat yang siap membela dan mengutamakan negaranya di atas kepentingan asing. Pasalnya, sekarang ini bukan lagi era perang fisik dengan angkat senjata, melainkan perang terhadap pemikiran.

"Perang ke depan adalah mengubah pemikiran atau kita sebut cuci otak, kekuatan kita persatuan dan kesatuan. Bela negara itu adalah roh suatu bangsa. Hak kita boleh demo-demo, tapi kewajiban untuk negaranya apa? Negara menunggu," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini.

Menhan tidak menginginkan negara Indonesia lemah dan hancur, namun dirinya menginginkan agara negara Indonesia kuat, sehingga disegani oleh negara lain.

Ryamizard menegaskan, program Bela Negara bukanlah wajib militer. Membela negara, secara fisik dilakukan oleh TNI. Namun program Bela Negara ini lebih menyasar pada soft power, bukan hard power.

"Membela negara secara fisik jelas ada TNI. Tapi perang ke depan bukan tembak-menembak, tapi mengubah pemikiran atau yang kita sebut cuci otak. Oleh karena itu, otak kita harus kuat yang berisi tentang bela negara," katanya.

Ryamizard juga tak menginginkan Indonesia di ambang kehancuran, seperti halnya negara-negara di Timur Tengah yang hancur akibat perang. Saya tak ingin melihat negara hancur, di mana warganya mengungsi ke negara lain, tegasnya.

Menhan mengatakan, masalah bela negara bukan hanya tanggung jawab Kemhan, melainkan seluruh aspek kehidupan berbagsa dan bernegara, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, kementerian, dan pemerintah pusat.

Bela negara adalah sikap dan perilaku kecintaan terhadap NKRI. Itu sudah sesuai dengan Pancasila dan UUD 45. Sikap bela negara merupakan kehormatan setiap warga negara, yang dilaksanakan penuh tanggung jawan dan pengabdian bagi negara. 

Bela negara, kata dia, juga bagian dari penguatan karakter jati diri bangsa. Program prioritas dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2014-2019. Selain itu, ini juga merupakan kebijakan umum pertahanan negara 2014-2019.

"Oleh karena itu, sebagai realisasinya, Kemhan dan Kemendagri membentuk kader bina negara tahun 2015," tuturnya.

Menhan berharap, kader pembina bela negara mampu menyebarluaskan bela negara di wilayahnya masing-masing. Dengan demikian akan terwujud kesadaran bela negara sebagai bentuk revolusi mental.

"Pembentukan kader bela negara buka wajib militer atau militerisasi dan juga bukan bentuk pembelaan negara secara fisik dari ancaman militer," tuturnya. 

Akan tetapi, lanjut Ryamizard, upaya kesadaran bangsa guna menjamin kesadaran hidup negara dalam menghadapi ancaman multidimensi. Sebab, ancaman ke depan bukanlah dalam bentuk fisik namun berbagai bentuk ancaman nirmiliter yang dapat membahayakan keutuhan NKRI.

"Bagaimana rakyat dilatih untuk menghadapi segala bentuk kejahatan kemanusiaan, melawan kemiskinan, kebodohan, narkoba, dan lain sebagainya. Hal ini seharusnya dimengerti seluruh rakyat. Karena lewat kemajuan teknologi dan informasi, paradigma ancaman berubah," katanya. 

Ryamizard melanjutkan, bela negara merupakan bentuk dan upaya membangun kekuatan untuk kepentingan pembangunan nasional. Kesadaran bela negara penting untuk ditanamkan sebagai bentuk revolusi mental, membangun ketahanan nasional, dan dapat memberikan efek deterence bagi negara lain yang ingin coba mengganggu keutuhan bangsa dan negara.

"Bela negara menjadi penentu kemajuan bangsa, kepribadian, dan kebudayaan, dan sejajar dengan negara maju di dunia," ucapnya.

Oleh karena itu, setiap warga negara apa pun profesinya mulai dari petani hingga mereka yang duduk di parlemen dan pemerintahan agar dapat mewujudkan bela negara sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa dan negara.

[Dunia] Rusia Bangun Pangkalan Militer Raksasa di Arktika

Rusia membangun pangkalan militer raksasa di wilayah utara Arktika. Sebanyak 150 prajurit dapat tinggal di pangkalan tersebut secara mandiri selama 18 bulan.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kompleks bangunan itu berdiri di Alexandra Land, bagian dari kepulauan Franz Josef Land. Status pembangunan sudah mencapai 97 persen.

Dinamakan "Arctic Trefoil," pangkalan militer terbaru ini diberi warna merah putih dan biru seperti bendera Rusia. Pangkalan permanen ini memiliki luas 140 ribu meter per segi.


Prajurit dapat bergerak dari satu gedung ke gedung lainnya di Arctic Foil tanpa perlu ke area terbuka. Pangkalan didesain agar tentara tidak perlu terkena suhu ekstrem Arctica yang mencapai minus 47 derajat Celcius.

Franz Josef Land adalah kepulauan antara Laut Barents dan Kara dari utara Novaya Zemlya. Rusia memperkuat infrastruktur militer di area ini, yang kaya akan mineral dan dianggap memiliki posisi strategis.

Selama bertahun-tahun, Rusia ingin menegaskan diri sebagai negara Arktika, dengan mengklaim banyak wilayah termasuk Kutub Utara. WIL 


Swedia Tawarkan Jet Tempur ke Indonesia

Saingi Sukhoi

Jet tempur Gripen produksi Saab Swedia. (Flickr/Milan Nykodym) 

Svenska Aeroplan Aktiebolag (Saab), sebuah perusahaan industri dan manufaktur Swedia yang bergerak di bidang pembuatan produk militer, secara resmi menawarkan pesawat tempur multiperan JAS 39 Gripen kepada pemerintah Republik Indonesia. 

Tawaran SAAB tersebut meramaikan kompetisi antarpabrikan pada tender pengadaan pewasat tempur yang digelar Kementerian Pertahanan. Kemhan saat ini sedang mencari satu skuadron pesawat tempur baru untuk menggantikan Northrop F-5E/F Tiger II yang telah uzur. Sebelumnya, perusahaan asal Amerika Serikat, Lockheed Martin, secara terang-terangan juga menunjukkan minat mereka untuk masuk ke proses tender tersebut dengan menawarkan F-16 Viper.

Namun dalam dua bulan terakhir, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu kerap menyebut Sukhoi Su-35 sebagai kandidat kuat pengganti F-5 Tiger yang dioperasionalkan Skuadron Udara 14 di Pangkalan Udara Iswahyudi, Magetan, Jawa Timur. Kepala Perwakilan Saab Indonesia, Peter Carlqvist, mengatakan perusahaannya sudah mengajukan proposal penjualan Gripen kepada Kemhan. Ia berharap pemerintah RI dapat memperhatikan dan mempertimbangkan pelbagai keuntungan pada tawaran kontrak kerja sama tersebut.

Peter menuturkan, perusahaannya percaya diri dapat memenangkan tender yang digelar Kemhan. Menurut dia, Saab menawarkan sejumlah keuntungan yang tidak diajukan Sukhoi maupun Lockheed. "Kami tidak hanya menawarkan jet tempur. Itu bukan tipikal perusahaan kami," ujarnya di Jakarta, Kamis (22/10). Peter memaparkan, proposal Saab mencakup satu paket sistem pertahanan udara. Tidak hanya pesawat tempur, Saab juga menyertakan sistem pengintaian udara menggunakan radar Erieye.

Ada pula Tactical Data Links yang memungkinkan Tentara Nasional Indonesia mengontrol komunikasi antarkendaraan tempur, baik di udara, laut, dan darat melalui satu pintu. Pemerintah Swedia mendukung penuh langkah Saab masuk ke proses lelang pengadaan pesawat tempur TNI Angkatan Udara. Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Johanna Brismer Skoog, mengatakan selama ini pemerintahannya tidak pernah memberikan dukungan kepada perusahaan yang memiliki rekam jejak buruk.

"Ketika saya melihat tawaran ini, saya yakin ini merupakan paket teknologi yang sangat komprehensif bagi Indonesia," ujarnya pada kesempatan yang sama dengan Peter

 Johanna berkata, jual-beli pesawat tempur antara Swedia dan Indonesia berpotensi mulus. Apalagi, menurutnya selama ini perusahaan-perusahaan asal negara Skandinavia seperti Volvo, Ericsson, Electrolux dan Ikea telah membuktikan komitmen bisnis yang berkelanjutan di Indonesia. "Mereka telah menunjukkan seperti apa nilai-nilai yang dianut Swedia. Mereka tidak sekedar mengejar keuntungan belaka," kata Johanna. (agk) 

CNN 

[Foto] Dirgahayu Ke-68 Tahun Korpaskhas

Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Agus Supriyatna bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam Upacara Parade dan Devile peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Korpaskhas, yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Mako Korpaskhas, Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, Senin (19/10).
 
Kepala Staf dan atas nama seluruh jajaran TNI Angkatan Udara, mengucapkan Selamat Hari ulang tahun kepada segenap warga Korps Baret Jingga dimanapun saudara berada dan bertugas. Kiranya makna peringatan hari ulang tahun ini dapat memacu motivasi, semangat juang dan profesionalisme seluruh prajurit paskhas, dalam upaya memantapkan pelaksanaan tugas, tekad dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negaramelalui TNI Angkatan Udara.
 
Kasau mengingatkan, pengabdian 68 tahun, bukan merupakan waktu yang singkat. bagi Paskhas yang merupakan salah satu organisasi besar dan berada pada tataran yang sangat strategis di jajaran TNI Angkatan Udara, perlu kiranya untuk terus membangun selalu kesiapan satuan dan kesiapsiagaan seluruh unsur-unsurnya. 
 
Sebagai satuan yang dirancang untuk melaksanakan tugas-tugas khusus dan bersifat strategis, maka tuntutan untuk senantiasa meningkatkan profesionalisme, kepekaan dan kepeduliannya dalam menghadapi setiap ancaman dan gangguan yang dapat menggoyahkan persatuan dan kesatuan bangsa, demi menjaga tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kehormatan bangsa. Tekan Kasau.
 
Kepercayaan serta pengakuan terhadap kemampuan dan profesionalitas yang telah dimiliki saat ini, harus tetap terjaga dan selalu diasah dengan terus belajar dan berlatih. Ingat, hanya dengan belajar dan berlatihlah maka kemampuan dan keterampilan yang telah dimiliki akan dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Tegas Kasau.
 
Dengan demikian maka, Korpaskhas akan dapat menunjukan performance jati dirinya sebagai pasukan elit yang handal sehingga pada akhirnya akan mampu melaksanakan setiap tugas dengan paripurna. Lanjutnya.
 
Kasau juga mengingatkan bahwa, salah satu kesejahteraan bagi prajurit profesional adalah dengan berlatih dan berlatih. Oleh karena itu kepada seluruh Prajurit baret jingga, agar tidak pernah merasa bosan dan lelah untuk terus meningkatkan kemampuan profesionalismenya.Disamping itu sebagai prajurit komando, tekad kuat untuk berbuat yang terbaik dan selalu ingin mengukir prestasi serta keberhasilan terbaik bagi satuan, masyarakat, bangsa dan negaranya selalu tertanam dalam jiwa dan raganya.

Terkait dengan peringatan hari jadi ke 68 tahun 2015 ini, Kasau memberikan tiga hal yang perlu untuk di camkan, untuk dilaksanakan, Pertama. Laksanakan evaluasi secara menyeluruh, baik secara pribadi dalam konteksnya sebagai prajurit dan evaluasi secara keorganisasian dalam rangka peningkatan kualitas pengabdian dengan dilandasi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
 
Kedua. Profesionalisme yang telah dimiliki agar tetap dilatih dan dipelihara terus menerus, baik secara perorangan maupun satuan, agar kecepatan bergerak, ketepatan bertindak serta ketangguhan dan keunggulan moral yang menjadi ciri utama Korpaskhas, dapat terus terjaga.
 
Ketiga. Tanamkan dalam diri setiap prajurit baret jingga bahwa kalian sebagai Tentara Pejuang, Tentara Rakyat dan Tentara Nasional dengan selalu menunjukan semangat pengabdian dan jiwa juang yang tinggi, berbudi luhur, berwatak teguh dan berdisiplin tinggi.
 
Kasau menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Gubernur Jawa Barat beserta jajarannya, para pimpinan satuan baik di jajaran sipil, TNI dan Polri, yang selama ini telah membantu dan menjalin kerjasama dengan Korpaskhas sehingga berbagai tugas yang diembannya dapat berjalan dengan baik.
 
Kepada para sesepuh dan senior, Kasau menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang tinggi serta mengucapkan terima kasih yang tulus atas kepeduliannya, yang diwujudkan berupa penyampaian pandangan, pemikiran, gagasan bahkan kritik membangun bagi kemajuan Korpaskhas.
 
Dalam upacara tersebut dilaksanakan parade defile pasukan dan persenjataan korpaskhas diantaranya dipamerkan senjata pertahanan udara skyshield 35 mm mk-2 dan berbagai kendaraan taktis yang telah dipesan ke pindad.
 
Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasojo, Pejabat Teras TNI AU, dan Pejabat Tinggi TNI/Polri.
 




Pesawat N219 Made In Bandung Diluncurkan Ke Publik November

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) berencana meluncurkan pesawat terbang baling-baling N219 pada bulan November 2015. Wujud pesawat penumpang karya insinyur penerbangan di Bandung, Jawa Barat, ini bakal ditampilkan ke publik (roll out). ”N219 pada bulan depan akan roll out.

Dia dikeluarkan dari hanggar dengan desain sudah freeze," kata Deputi BUMN Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Fajar Harry Sampurno kepada detikFinance, Rabu (21/10/2015).

Setelah ditampilkan ke publik, PTDI sebagai pengembang akan melakukan uji terbang hingga mengurus sertifikasi nasionall. Proses ini berlangsung 1 tahun. Selanjutnya, diikuti oleh produksi massal. "Saat uji terbang dibuat beberapa tipe," ujarnya. Selain mengurus sertifikasi di tanah air, N219 akan didaftarkan ke badan keselamatan penerbangan Uni Eropa (European Aviation Safety Agency/EASA). "Kita langsung sertifikasi EASA juga. Ini nggak sertifikasi FAA karena kita nggak terbang (dijual) ke Amerika" ujarnya. Saat diperkenalkan pada November nanti, komponen lokal masih berkontribusi 35% terhadap produk N219.

Kontribusi komponen lokal akan ditingkatkan 60% sampai 70%, seiring selesainya pembuatan komponen aluminium yang dibuat oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero). "Kita rencanakan 60-70% komponen lokal. Engine dan landing gear, kita masih impor. Ada Inalum buat alumunium sehingga komponen lokal naik. Terus LEN (BUMN) buat avionic," ujarnya. Harry menyebut N219 akan membidik pasar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Untuk Indonesia saja, Harry memperkirakan kebutuhan N219 mencapai 500 unit. Pesawat yang mampu membawa 19 orang penumpang ini diperuntukan melayani penerbangan perintis dan daerah terpencil. "Ini belum kebutuhan ASEAN," jelasnya. (feb/ang)