Thursday, 22 October 2015

[Foto] Dirgahayu Ke-68 Tahun Korpaskhas

Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Agus Supriyatna bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam Upacara Parade dan Devile peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Korpaskhas, yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Mako Korpaskhas, Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, Senin (19/10).
 
Kepala Staf dan atas nama seluruh jajaran TNI Angkatan Udara, mengucapkan Selamat Hari ulang tahun kepada segenap warga Korps Baret Jingga dimanapun saudara berada dan bertugas. Kiranya makna peringatan hari ulang tahun ini dapat memacu motivasi, semangat juang dan profesionalisme seluruh prajurit paskhas, dalam upaya memantapkan pelaksanaan tugas, tekad dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negaramelalui TNI Angkatan Udara.
 
Kasau mengingatkan, pengabdian 68 tahun, bukan merupakan waktu yang singkat. bagi Paskhas yang merupakan salah satu organisasi besar dan berada pada tataran yang sangat strategis di jajaran TNI Angkatan Udara, perlu kiranya untuk terus membangun selalu kesiapan satuan dan kesiapsiagaan seluruh unsur-unsurnya. 
 
Sebagai satuan yang dirancang untuk melaksanakan tugas-tugas khusus dan bersifat strategis, maka tuntutan untuk senantiasa meningkatkan profesionalisme, kepekaan dan kepeduliannya dalam menghadapi setiap ancaman dan gangguan yang dapat menggoyahkan persatuan dan kesatuan bangsa, demi menjaga tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kehormatan bangsa. Tekan Kasau.
 
Kepercayaan serta pengakuan terhadap kemampuan dan profesionalitas yang telah dimiliki saat ini, harus tetap terjaga dan selalu diasah dengan terus belajar dan berlatih. Ingat, hanya dengan belajar dan berlatihlah maka kemampuan dan keterampilan yang telah dimiliki akan dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Tegas Kasau.
 
Dengan demikian maka, Korpaskhas akan dapat menunjukan performance jati dirinya sebagai pasukan elit yang handal sehingga pada akhirnya akan mampu melaksanakan setiap tugas dengan paripurna. Lanjutnya.
 
Kasau juga mengingatkan bahwa, salah satu kesejahteraan bagi prajurit profesional adalah dengan berlatih dan berlatih. Oleh karena itu kepada seluruh Prajurit baret jingga, agar tidak pernah merasa bosan dan lelah untuk terus meningkatkan kemampuan profesionalismenya.Disamping itu sebagai prajurit komando, tekad kuat untuk berbuat yang terbaik dan selalu ingin mengukir prestasi serta keberhasilan terbaik bagi satuan, masyarakat, bangsa dan negaranya selalu tertanam dalam jiwa dan raganya.

Terkait dengan peringatan hari jadi ke 68 tahun 2015 ini, Kasau memberikan tiga hal yang perlu untuk di camkan, untuk dilaksanakan, Pertama. Laksanakan evaluasi secara menyeluruh, baik secara pribadi dalam konteksnya sebagai prajurit dan evaluasi secara keorganisasian dalam rangka peningkatan kualitas pengabdian dengan dilandasi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
 
Kedua. Profesionalisme yang telah dimiliki agar tetap dilatih dan dipelihara terus menerus, baik secara perorangan maupun satuan, agar kecepatan bergerak, ketepatan bertindak serta ketangguhan dan keunggulan moral yang menjadi ciri utama Korpaskhas, dapat terus terjaga.
 
Ketiga. Tanamkan dalam diri setiap prajurit baret jingga bahwa kalian sebagai Tentara Pejuang, Tentara Rakyat dan Tentara Nasional dengan selalu menunjukan semangat pengabdian dan jiwa juang yang tinggi, berbudi luhur, berwatak teguh dan berdisiplin tinggi.
 
Kasau menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Gubernur Jawa Barat beserta jajarannya, para pimpinan satuan baik di jajaran sipil, TNI dan Polri, yang selama ini telah membantu dan menjalin kerjasama dengan Korpaskhas sehingga berbagai tugas yang diembannya dapat berjalan dengan baik.
 
Kepada para sesepuh dan senior, Kasau menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang tinggi serta mengucapkan terima kasih yang tulus atas kepeduliannya, yang diwujudkan berupa penyampaian pandangan, pemikiran, gagasan bahkan kritik membangun bagi kemajuan Korpaskhas.
 
Dalam upacara tersebut dilaksanakan parade defile pasukan dan persenjataan korpaskhas diantaranya dipamerkan senjata pertahanan udara skyshield 35 mm mk-2 dan berbagai kendaraan taktis yang telah dipesan ke pindad.
 
Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasojo, Pejabat Teras TNI AU, dan Pejabat Tinggi TNI/Polri.
 




Pesawat N219 Made In Bandung Diluncurkan Ke Publik November

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) berencana meluncurkan pesawat terbang baling-baling N219 pada bulan November 2015. Wujud pesawat penumpang karya insinyur penerbangan di Bandung, Jawa Barat, ini bakal ditampilkan ke publik (roll out). ”N219 pada bulan depan akan roll out.

Dia dikeluarkan dari hanggar dengan desain sudah freeze," kata Deputi BUMN Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Fajar Harry Sampurno kepada detikFinance, Rabu (21/10/2015).

Setelah ditampilkan ke publik, PTDI sebagai pengembang akan melakukan uji terbang hingga mengurus sertifikasi nasionall. Proses ini berlangsung 1 tahun. Selanjutnya, diikuti oleh produksi massal. "Saat uji terbang dibuat beberapa tipe," ujarnya. Selain mengurus sertifikasi di tanah air, N219 akan didaftarkan ke badan keselamatan penerbangan Uni Eropa (European Aviation Safety Agency/EASA). "Kita langsung sertifikasi EASA juga. Ini nggak sertifikasi FAA karena kita nggak terbang (dijual) ke Amerika" ujarnya. Saat diperkenalkan pada November nanti, komponen lokal masih berkontribusi 35% terhadap produk N219.

Kontribusi komponen lokal akan ditingkatkan 60% sampai 70%, seiring selesainya pembuatan komponen aluminium yang dibuat oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero). "Kita rencanakan 60-70% komponen lokal. Engine dan landing gear, kita masih impor. Ada Inalum buat alumunium sehingga komponen lokal naik. Terus LEN (BUMN) buat avionic," ujarnya. Harry menyebut N219 akan membidik pasar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Untuk Indonesia saja, Harry memperkirakan kebutuhan N219 mencapai 500 unit. Pesawat yang mampu membawa 19 orang penumpang ini diperuntukan melayani penerbangan perintis dan daerah terpencil. "Ini belum kebutuhan ASEAN," jelasnya. (feb/ang)

Kekuatan Amerika Yang Semakin Tua Dan Melemah

Kemampuan militer ‘musuh’ Amerika seperti China, Rusia, dan Iran berkembang pesat dan menimbulkan ancaman bagi pasukan Amerika, yang semakin tertinggal dan ketinggalan zaman, analis dari American Enterprise Institute dan Inisiatif Kebijakan Luar Negeri dalam sebuah laporan baru-baru ini.

Dalam makalah Potensi Angkatan Bersenjata AS, para ahli mengecam Amerika karena tidak cukup berinvestasi dalam inovasi militer. Sejak akhir Perang Dingin, jumlah skuadron Angkatan Udara AS telah menyusut drastis, menurut penelitian kurang dari setengah dari 54 skuadron yang ada siap tempur.

Bomber jarak jauh B-52, A-10 Warthog dan jet tempur F-15 Eagle, berusia lebih dari 20 tahun dan pesawat tempur generasi keempat Amerika lainnya akan menjadi target yang mudah bagi sistem pertahanan udara yang modern. Banyak pesawat yang sudah tua menjadi rentan ketika beroperasi melawan pesawat musuh dan sistem pertahanan udara canggih seperti jet tempur siluman J-20 China dan sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia, tulis laporan itu.

Keadaan menjadi lebih buruk ketika jumlah kapal perang Angkatan Laut AS juga menyusut selama periode yang sama dari 566 menjadi 271, yang hampir tidak cukup untuk mempertahankan kehadiran AS di Pasifik, Teluk Persia dan Mediterania.
Adapun pasukan darat Amerika juga mengurangi kehadiran mereka di seluruh dunia karena pemotongan anggaran. Pasukan militer AS di luar negeri telah berkurang menjadi 200.000 sejak Perang Dingin.


Kemampuan militer Amerika telah menurun dibandingkan kekuatan musuh seperti China, Rusia, dan Iran, ulas laporan itu. Para analis mengungkapkan kekhawatiran mereka bahwa jika AS terus memotong anggaran pertahanan, ia tidak akan mampu memenangkan kembali kepemimpinan militernya.

Tidak semua orang setuju dengan ulasan DC Conservatif mengenai pengeluaran militer Amerika. Business Insider menunjukkan dalam sebuah artikel DC Conserfatif tanggal 29 Agustus bahwa anggaran militer dan pertahanan AS pada tahun 2015 mencapai $ 601 milyar atau lebih besar dari gabungan anggaran 7 negara dengan pengeluaran tertinggi. Namun, timbul pertanyaan apakah uang ini dibelanjakan secara efisien?

F-35 Joint Strike Fighter, masih mengalami masalah teknis dan pembengkakan biaya, dan akan menjadi pesawat paling mahal dalam sejarah.

Menurut kolumnis pertahanan Patrick Tucker, “jika dihitung faktor biaya penuh untuk menerbangkan pesawat F-35 selama 56 tahun, harga satuan pesawat tempur ini menjadi lebih dari $ 670 juta, jika dihitung dengan keseluruhan harga dan biaya operasional armada F-35, maka pesawat ini jauh lebih mahal dibandingkan harga cadangan emas diseluruh dunia.


jakartagreater 

[Foto] MIG-25 Sang Interceptor dan Penghancur


MiG-25 lahir pertama dalam varian MiG-25P adalah pesawat pencegat untuk melawan target udara di semua kondisi cuaca, siang dan malam, dan di lingkungan bermusuhan yang diwarnai peperangan elektronik sangat ketat. MiG-25P merupakan bagian dari sistem rudal pencegat S-155P Rusia. 


MiG-25P diproduksi oleh RSK MiG, yang berbasis di Moskow dan Sokol. MiG-25 seri yang dikenal dengan nama sandi NATO Foxbat dan dalam pelayanan Rusia, Ukraina, Kazakhstan, Azerbaijan, India, Irak, Aljazair, Suriah dan Libya.


MiG-25 adalah salah satu pesawat tempur tercepat yang pernah diproduksi, mampu mencapai kecepatan lebih dari Mach 2,83. Produksi berakhir pada tahun 1984.

jakartagreater 

Kisah Presiden Soekarno Mau Dikerjai Mata-mata Seksi Rusia

Kasus penyadapan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah pejabat membuat hubungan Indonesia dan Australia menghangat. Presiden SBY langsung menghentikan pertukaran informasi, latihan militer dan kerja sama di bidang people smuggling.

Sadap menyadap sejatinya merupakan kegiatan intelijen. Dunia intelijen dan spionase penuh intrik, tipu daya dan strategi. Spionase atau mata-mata juga tak bisa dipisahkan dari para agen rahasia yang cantik.

Saat perang dingin di era 60an, Uni Soviet dan Blok Timur terkenal dengan mata-mata cantik berkode Burung Layang-Layang. Para wanita cantik ini menggoda diplomat asing hingga naik ke atas ranjang. Si korban tak sadar, wanita yang sangat memikat itu agen rahasia.

Para pria baru sadar saat beberapa hari kemudian video atau foto rekaman mesum mereka dikirim melalui surat khusus. Plus permintaan' untuk bekerja sama atau video mesum itu akan disebarluaskan.


Nah, Presiden Soekarno pun pernah hampir jadi korban salah satu mata-mata cantik ini. Cerita ini ditulis Roger Boar dan Nigel Blundell dalam buku The World's Greatest Spies and Spymasters.

Zaman Orde Lama, hubungan Soekarno dan Rusia sangat dekat. Presiden pertama ini cukup sering berkunjung ke Rusia dan negara-negara Uni Soviet. Suatu hari para petinggi KGB mencoba memeras Soekarno .

"Presiden Indonesia Achmed Soekarno mempunyai reputasi dunia sebagai pengagum wanita, sehingga pantas saja KGB mencoba memfitnahnya dengan perangkap seks ketika ia berkunjung ke Moskow," tulis Boar dan Blundell.

Saat itu kecantikan wanita-wanita Rusia juga sudah tersohor ke seluruh dunia. Seorang wanita yang luar biasa cantik dan seksi dipilih untuk melayani Soekarno . Tentu saja kemesraan mereka direkam oleh KGB.

Para agen KKB pun mencoba menggertak Soekarno dengan memperlihatkan film rekaman mereka. Tapi jawaban Soekarno membuat para agen terperangah.

"Bisa berikan lagi beberapa copy? Rakyat saya pasti akan benar-benar bangga melihat saya!" jawab Soekarno santai.

Para agen KGB pun tak jadi memeras Soekarno . Mereka lupa Soekarno tak bisa digertak dengan cara apa pun.


 merdeka

Abad Kejayaan Militer Indonesia

Abad Kejayaan Kerinduan adalah suatu gambaran di mana masa atau kejadian yang yang pernah kita alami serta atas dorongan yang teramat kuat ingin sesegera mungkin untuk mengulangnya kembali.

Dewasa ini muncul kembali beberapa pertanyaan dari putra-putri bangsa yang sangat merasa dahaga akan masa-masa kejayaan Republik Indonesia khususnya dalam hal kekuatan dunia militer. Kekuatan militer? Apakah hidup bangsa ini hanya untuk kekuatan militer?

Rasa aman atau merdeka adalah perasaan dimana kita secara leluasa bisa berkarya tanpa adanya tekanan dari pihak-pihak yang mempunyai kepentingan atas golongan atau negara tertentu, tentunya jika rasa aman dan merdeka itu sudah tercipta maka untuk memulai segala sesuatunya akan terasa lebih mudah baik itu negoisasi, ekonomi, kedaulatan maupun kedamaian.

Konsentrasi dalam hal kekuatan militer baiknya tidak dikategorikan dalam ruang lingkup yang sempit dan bukan serta-merta karena kita cinta perang, justru itu adalah hal yang sebaliknya jika kita cinta damai maka kita harus siap secara militer guna menangkis keinginan negara lain untuk memerangi kita, kira-kira begitu.

Kita pernah berada pada masa-masa kejayaan tepatnya pada tahun 60an melalui sentuhan sang negoisator ulung presiden Soekarno, dimana kala itu kita telah menganut peperangan modern pada saat itu yaitu dengan menitik beratkan untuk memperkuat armada udara dan laut.

 Izinkan saya untuk menghela nafas. Lain dulu lain pula sekarang dimana saat ini begitu sering kita baca dimedia bahwa pesawat asing melintas dengan santai tanpa sadar yang mereka lewati adalah sebuah negara besar yang tidak mungkin luput dari mata begitu memandang peta dunia, dimana saat ini negoisasi-negosiasi bidang ekonomi maupun tapal batas NKRI kerap kali menuai hasil yang jauh dari keinginan kita, dimana saat ini warga kita sering dilecehkan dinegeri orang serta banyak berita lainnya yang isinya begitu memerkosa kami. Apa salah kami? Satu kesalahan kita, garuda kita tidak memiliki paruh yang tajam untuk melindungi dirinya sendiri.

Burung garuda bisa bertahan hingga 70th lamanya namun harus melalui seleksi alam dahulu untuk menempunya, sang gatuda ketika umur 40th paruhnya akan memanjang dan hampir melingkar itu akan mempersulitnya untuk makan, ditumbuhi bulu-bulu tua yang begitu memberatkan untuk terbang dan juga cakarnya pun tidak setajam dulu karena sudah mulai melingkar, sang garuda tua harus melewati masa-masa sakit dengan membenturkan paruhnya pada batu untuk kembali tajam, garuda hatus mencabuti bulu-bulu tuanya satu demi satu agar dapat tergantikan oleh bulu baru, serta garuda harus menahan sakit dengan mematuk cakarnya agar kembali tajam, jika sang garuda berhasil melewati itu semua maka suatu keperkasaan akan kembali menghampirinya.

jakartagreater 

Tekan Pencurian Ikan, Sulsel Usul Pengoperasian Kapal Induk


Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengusulkan penggunaan kapal induk yang akan digunakan untuk mendukung sektor perikanan nasional.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, latar belakang munculnya gagasan pengadaan kapal induk disebabkan maraknya pencurian ikan (ilegal fishing) oleh nelayan asing di perarian Indonesia, khususnya di Sulsel.
"Kita perkirakan kerugian yang dicapai akibat ilegal fishing itu mencapai Rp285 triliun setiap tahunnya. Kok, mau dibiarin," kata Syahrul, akhir pekan ini.
Menurutnya, untuk pengadaan kapal induk, pemerintah tidak perlu melakukan pembelian kapal baru, melainkan menggunakan kapal militer milik TNI. Sehingga dilengkapi dengan persenjataan canggih untuk memerangi ilegal fishing.
Selain itu, untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan para nelayan lokal, kapal induk tersebut juga akan dijadikan sebagai mother ship dan dipasangi alat berteknologi canggih untuk mendeteksi keberadaan ikan di dalam lautan.
Di dalam kapal tersebut juga akan disediakan ‎berbagai fasilitas seperti lemari pendingin, alat pengolahan, dan alat pengemasan. Dengan demikian, diharapkan kapal-kapal kecil milik nelayan dapat menyetorkan hasil tangkapan ikan tanpa harus kembali ke daratan terlebih dahulu.
"‎Dalam waktu dekat ini saya akan segera bicarakan gagasan pengadaan kapal induk dengan Panglima TNI," ujarnya.
Syahrul berharap gagasan pengadaan kapal induk ini bisa mendapatkan restu dan dukungan dari pemerintah pusat. Pasalnya, dibutuhkan adanya regulasi dari pemerintah pusat untuk pengadaan kapal induk yang mendukung sektor perikanan di Sulsel.
Regulasi yang dimaksud dapat berupa Peraturan Presiden (Perpres) ataupun Instruksi Presiden (Inpres). Selain itu, dibutuhkan juga ketersediaan anggaran yang memadai untuk pengadaan berbagai fasilitas di kapal induk.