Saturday, 14 November 2015

Pesawat N-219 Banyak Dipesan

Tidak Hanya untuk Sipil, tetapi Juga untuk Kepentingan Militer

Pesawat N-219 yang dikembangkan PT DI bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. (photos : Kaskus Militer)
 
Pesawat baru produksi PT Dirgantara Indonesia (Persero), yakni N-219, diminati sejumlah perusahaan penerbangan baik di dalam negeri maupun luar negeri. Pemesanan sudah mulai dilakukan meski saat ini PT DI sedang dalam tahap perakitan akhir untuk pembuatan prototipe pesawat tersebut.
Budi mengemukakan hal itu seusai acara syukuran atas Pencapaian Tahap Validasi Rekayasa Rancang Bangun Struktur N-219 Hasil Kerja Sama PT DI dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di hanggar N-219, Bandung.

PT Dirgantara Indonesia, Bandung,  membuat  pesawat N-219, seperti terlihat Kamis (12/11). Pesawat dengan desain, teknologi, serta interior yang seluruhnya dikerjakan oleh Indonesia ini memiliki banyak kelebihan, antara lain  mampu menjelajah ke daerah pelosok yang memiliki  landasan  pendek. Pesawat ini dikembangkan  PT DI bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.

Pesawat itu telah selesai dirancang dan dibangun strukturnya secara utuh berbentuk pesawat asli, dan direncanakan diresmikan Presiden Joko Widodo. Pesawat komuter berkapasitas 19 penumpang dengan dua mesin turboprop dan bernilai investasi sekitar 50 juta dollar AS itu direncanakan pula dapat terbang perdana pada tahun 2016.

Sejumlah perusahaan penerbangan yang berminat membeli N-219 di antaranya Aviastar dan Trigana Air. Perusahaan ini telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT DI. Selain itu, sejumlah negara juga telah menyatakan minatnya untuk membeli pesawat angkut ringan yang dapat beroperasi di daerah penerbangan perintis ini, yaitu Kroasia, Laos, dan Thailand. Thailand yang pernah membeli pesawat NC-212 dan CN 235 itu ingin membeli N-219 untuk kegiatan menurunkan hujan buatan guna mendukung pertaniannya. “Kanada juga menawarkan kerja sama untuk produksi N-219,” ujar Budi.

PT DI menargetkan produksi N-219 pada 2017 rata-rata 6 unit per tahun, lalu pada 2018 sebanyak 10 unit per tahun, dan pada 2019 ditingkatkan sebanyak 18 unit per tahun, dan maksimal adalah 20 unit per tahun dengan melihat pula kebutuhan pasar.


Budi mengemukakan, pihaknya optimistis pesawat N-219 mampu menguasai pasar pesawat terbang di kelasnya. Harga jual pesawat ini juga diupayakan berkisar 5 juta – 6 juta dollar AS per unit. Harga ini relatif lebih murah dibandingkan dengan kompetitor, yakni pesawat Twin Otter buatan Kanada yang dijual sekitar 7 juta dollar AS per unit.

Pesawat N-219 juga memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya dapat lepas landas dan mendarat dalam jarak pendek di landasan sepanjang 600 meter, dapat lepas landas dan mendarat di landasan yang tidak beraspal, mudah dioperasikan di beberapa daerah terpencil, kabin terluas di kelasnya, serta biaya operasional yang kompetitif.

“Pesawat N-219 juga unggul karena desainnya mengacu pada teknologi tahun 2000-an, sedangkan kompetitor desainnya adalah teknologi tahun 1960-an. Pesawat ini juga dapat dikendalikan dengan kecepatan rendah, yaitu 59 knot. Itu sebabnya pesawat ini dapat mendarat dalam jarak pendek di landasan sepanjang 600 meter. Dengan demikian, pesawat ini sangat cocok untuk melayani penerbangan perintis dengan kondisi bandara di daerah- daerah terpencil, yang umumnya kondisi landasan pendek dan tidak beraspal,” tutur Budi.

Budi juga menjelaskan, pesawat N-219 dapat digunakan untuk menjangkau seluruh daerah penerbangan perintis di Indonesia yang tersebar di 21 provinsi, meliputi 170 rute penerbangan. Rute penerbangan perintis terbanyak adalah di kawasan Sulawesi dan Papua. “Paling tidak dengan 100 unit pesawat N-219 sudah dapat melayani semua rute penerbangan perintis,” ujarnya.

Chief Engineering N-219 PT DI Palmana Bhanadhi mengatakan, pesawat N-219 juga dapat difungsikan untuk kegiatan militer, patroli maritim, ataupun evakuasi di daerah bencana. Palmana menyinggung pula, mesin N-219 menggunakan PT6-42A, 850 shaft horse power (shp) buatan Kanada, dan baling-baling Hartzell buatan AS.

“Untuk sistem avionik, kami menggunakan Garmin 1000 buatan AS. Dalam pemilihan mesin ini, kami tidak pilih satu perusahaan, tetapi melalui seleksi pada sejumlah perusahaan. Kami juga beraudiensi dengan customer, dan mereka lebih menyukai mesin dari Kanada ini yang reputasinya dikenal bagus. Mesin ini telah digunakan lebih dari 2.500 pesawat. Dengan begitu, harganya tidak mahal, pemeliharaan dan suku cadang juga mudah diperoleh,” katanya. 

kompas

Menhan Terima Kunjungan Chief of Denfence Force Australia


Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu menerima kunjungan Chief of Defence Force Australia Air Chief Marshal (ACM) Mark Binskin, Kamis (12/11) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. 
 
Kunjungan Air Chief Marshal Mark Binskin kepada Menhan ini, dilakukannya disela-sela kunjungann kepada Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam rangka melaksanakan High Level Committee(HLC) Meeting  ke-3 Australia dan Indonesia (Ausindo) tahun 2015 di Mabes TNI Cilangkap.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertahanan  menyampaikan selamat datang kepada Air Chief Marshal Mark Binskin dan berharap melalui kunjungan ini hubungan Indonesia dan Australia terutama di bidang pertahanan semakin erat dan meningkat.

Hubungan  persahatan kedua negara yang bertetangga terutama hubungan antar Angkatan Bersenjata harus terus dijaga. Meskipun hubungan politik antar kedua negara turun naik, kadang baik kadang kurang baik, tetapi untuk hubungan antar Kementeria Pertahanan dan Angkatan Bersenjata tidak boleh turun naik dan harus tetap stabil.

Senada dengan Menhan, Air Chief Marshal Mark Binskin juga berharap hubungan  kerjasama pertahanan akan terus meningkat di masa mendatang. Menurutnya, saat ini kerjasama di bidang pertahanan kedua negara sudah mengarah kepada yang sangat positif sekali terutama peningkatan kerjasama di bidang latihan bersama, kerjasama di bidang operasi dan kerjasama pendidikan dan latihan.   (BDI/SAS)

Pabrikan AS Berharap Indonesia Beli Helikopter

Helikopter Sikorsky Blackhawk (photo : Defense Update)

Pabrikan pembuat helikopter asal Amerika Serikat, Sikorsky, berharap Pemerintah Indonesia melanjutkan rencana pembelian helikopter UH-60 Black Hawk buatannya. Rencana pembelian helikopter utilitas militer legendaris ini pernah digagas Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat pada 2013.

Menurut Christophe A Nurit, Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran Sikorsky Asia Pasifik, belum ada lanjutan tentang rencana tersebut. Yang ia ketahui, Indonesia sempat menunda rencana pembelian tersebut karena ada kendala anggaran.

"Saya mendengar telah ada pembicaraan antarpemerintah (Indonesia dan AS). Namun, kami belum mendapat kabar terbarunya hingga saat ini," kata Nurit kepada wartawan di Singapura, Kamis (12/11), yang dihadiri wartawan Kompas, Dahono Fitrianto.

Dalam catatan Kompas, rencana pembelian helikopter Black Hawk ketika itu dilontarkan oleh Kepala Staf TNI AD Jenderal Pramono Edhie Wibowo di Banda Aceh, Aceh, pada 11 Februari 2013. Saat itu, Pramono Edhie Wibowo mengatakan, TNI AD ingin membeli 20 unit Black Hawk di samping 24 helikopter Bell 412.

Menurut Nurit, helikopter Black Hawk sangat sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Selain bisa digunakan untuk mengangkut pasukan, helikopter tersebut juga terbukti sangat berguna untuk dalam operasi kemanusiaan.

"Selain itu, Indonesia akan memiliki peluang untuk berlatih bersama negara-negara lain yang sudah banyak mengoperasikan Black Hawk," tutur Nurit.

Ia mengatakan, ada potensi besar untuk kerja sama antara Sikorsky dan PT Dirgantara Indonesia (Persero) di Bandung, Jawa Barat. "Saya sudah berkunjung ke sana dan saya lihat sumber dayanya bagus. Ada potensi sangat besar," ujarnya.

Jika rencana pembelian ini jadi diwujudkan, helikopter Black Hawk akan melengkapi armada helikopter TNI AD yang sudah dioperasikan. Sebelumnya, TNI AD juga telah membeli sejumlah helikopter serbu AH-64E Apache buatan Boeing dari AS. Di kategori helikopter utilitas, TNI juga sudah mengoperasikan Bell 412 buatan AS serta dan Mi-17 dan Mi-35 buatan Rusia.

Helikopter Black Hawk selama ini menjadi tulang punggung angkatan bersenjata AS untuk fungsi utilitas medium dalam berbagai misi, seperti mengangkut pasukan, persenjataan, logistik, dan evakuasi medis.

Menurut Shane G Eddy, Presiden Commercial System and Services Sikorsky, pihaknya telah memproduksi sedikitnya 4.000 helikopter Black Hawk dari berbagai varian untuk tiga matra angkatan bersenjata AS.

Peremajaan

Di Jakarta, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal M Sabrar Fadhilah mengatakan, peremajaan helikopter memang sedang dilakukan. "Tetapi, kalau jenis Black Hawk buatan Sikorsky, kami belum mendengar kabar pastinya," ujarnya.

Sabrar menambahkan, helikopter baru untuk TNI AD yang didatangkan tahun depan adalah helikopter serbu AH-64 Apache.

Adapun Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto, yang dihubungi terpisah, mengatakan, peremajaan helikopter kepresidenan di Skuadron 17 VVIP sedang diajukan. "Ada usulan pengadaan dua unit helikopter AW-101 Agusta untuk pengganti helikopter Super Puma. Kalau jadi, itu diadakan tahun depan," kata Dwi. (ONG)


Prajurit TNI Ajarkan Cara Bercocok Tanam pada Masyarakat Lokal Afrika Tengah

Prajurit TNI Satgas Kizi (Satuan Tugas Kompi Zeni) Kontingen Garuda XXXVII-B/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) dibawah pimpinan Letkol Czi Denden Sumarlin, S.E. selaku Komandan Satgas (Dansatgas) yang tengah melaksanakan misi perdamaian PBB di Central Africa Republic (CAR), juga mengajarkan cara bercocok tanam kepada masyarakat lokal di Afrika Tengah. FOTO: DOK.TNI for JPNN.com

Benua Afrika dikenal dengan suhunya yang sangat ekstrem serta tumbuhan Kaktus yang menjadi ciri khas di daerah gurun. Namun, dengan metode dan tata cara tanam yang benar, tanaman sayuran dapat juga tumbuh dengan subur, seperti yang dilakukan oleh Prajurit TNI Satgas Kizi (Satuan Tugas Kompi Zeni) Kontingen Garuda XXXVII-B/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) dibawah pimpinan Letkol Czi Denden Sumarlin, S.E. selaku Komandan Satgas (Dansatgas) yang tengah melaksanakan misi perdamaian PBB di Central Africa Republic (CAR).

Menurut Letkol Czi Denden Sumarlin, jenis sayuran yang telah dikembangkan di Kota Bangui, Afrika Tengah diantaranya tomat, cabe, kangkung, kacang panjang dan ubi kayu. 


“Selain sebagai tambahan sumber protein nabati, menanam sayuran tersebut juga menjadi kegiatan yang bermanfaat guna mengisi waktu luang anggota Kontingen Garuda pada sore hari, yang mana dari pagi hingga siang melaksanakan aktivitas,” ujar Letkol Czi Denden Sumarlin seperti siaran pers Perwira Penerangan Konga XXXVII-B/Minusca, Mayor Marinir Daulat Situmorang melalui Pusat Penerangan TNI, Jumat (13/11).

Letkol Czi Denden Sumarlin, juga menyampaikan bahwa kegiatan bercocok tanam yang dilakukan oleh personel Satgas Kizi TNI dengan memanfaatkan area atau tanah kosong yang berada di dalam Camp Bumi Garuda Indoengcoy, Mpoko Bangui. Kegiatan tersebut tidak hanya sampai disitu saja, akan tetapi ilmu cara bercocok tanam yang dimiliki anggotanya juga diberikan kepada masyarakat lokal yang berada di sekitar Camp Garuda.

“Masyarakat lokal diajari bagaimana menyiapkan lahan sebelum ditanam, proses penanaman, pemupukkan serta perawatan sayuran tersebut. Hal ini dilakukan juga pada sore hari sebelum melaksanakan olah raga,” ujarnya.

Dengan bekal ilmu bercocok tanam yang telah diperoleh, Dansatgas Kizi TNI Letkol Czi Denden Sumarlin, mengharapkan masyarakat setempat dapat mempraktekkan sendiri dikampungnya masing-masing, dimana masih terdapat banyak lahan kosong.

“Selain dapat memenuhi kebutuhan keluarga mereka, juga dapat menambah penghasilan, yaitu dengan menjual hasilnya dipasar,” katanya.(fri/jpnn)
jpnn 

Menhan Yakin Militer Indonesia Masuk 10 Besar Dunia


Menteri Ryamizard Ryacudu menyatakan optimismenya tentang program bela negara yang diwacanakan kementeriannya. Ia berkata, program bela negara tidak hanya akan membuat warga negara menjadi semakin mencintai tanah air tapi juga mendongkrak posisi Indonesia ke sepuluh besar kekuatan militer dunia.

Ryamizard menuturkan, ketika ia ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi orang nomor satu di Kemhan, kekuatan militer Indonesia berada di peringkat 19 pada tabel yang dibuat Global Fire Power. Saat ini posisi Indonesia meningkat ke peringkat 12 dengan total indeks 0,5238.
Sebagaimana target yang dicanangkan Kemhan, Ryamizard optimis, jika kader bela negara telah mencapai 100 juta orang, maka Indonesia bisa masuk ke sepuluh besar kekuatan militer dunia.

“Saya canangkan 100 juta militan, mungkin kita sudah masuk sepuluh besar. Artinya kekuatan bangsanya yang diukur, bukan alutsistanya,” ujar Ryamizard di Jakarta, Jumat (13/11/2015).
Global Fire Power merilis tabel negara-negara berkekuatan militer besar. Mereka mendasarkan penilian berdasarkan kemampuan angkatan bersenjata masing-masing negara, baik di darat, laut dan udara. Kepemilikan atas sumber daya manusia, keuangan dan kondisi geografi merupakan tiga faktor penilai lainnya.

Selain China, terdapat tiga negara dari benua Asia yang masuk sepuluh besar dalam tabel itu, yakni India di peringkat empat (0,2698), Korea Selatan di peringkat tujuh (0,3098) dan Jepang di posisi sembilan (0,3841).

Untuk mewujudkan program bela negara, Ryamizard telah mengeluarkan surat perintah nomkr 367/IV/2015 tentang pokja pembentukan badan pendidikan dan pelatihan bela negara.
Kepala Badiklat Kemhan Mayor Jenderal Hartind Asrin menuturkan, program bela negara akan mulai dilaksanakan tahun 2016. Secara simultan, program itu akan terus berjalan di seluruh tingkat pendidikan. Ia berkata, 100 juta kader bela negara dapat tercapai dalam 10 tahun. 

[Dunia] Rusia Kembangkan Rudal Nuklir untuk Menembus Pertahanan AS

Menurut Putin, Amerika Serikat dan negara NATO selama ini mencoba mengantisipasi serangan nuklir Rusia dengan membangun sistem pertahanan rudal. (Reuters/Aleksei Nikolsky)

Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan mengembangkan rudal nuklir yang mampu menembus sistem pertahanan serangan udara Amerika Serikat. Menurut Putin, AS dan negara NATO selama ini mencoba mengantisipasi serangan nuklir Rusia dengan membangun sistem pertahanan rudal.

Dikutip dari kantor berita Rusia, TASS, Putin dalam pertemuan membahas pengembangan angkatan bersenjata Rusia Selasa pekan ini mengatakan bahwa kemajuan rudal nuklir akan menjadi target angkatan bersenjata mereka satu dekade ke depan demi merespon tantangan dari negara pesaing.


 "Kami akan mengembangkan sistem pertahanan anti-rudal juga, tapi di tahap pertama, kami juga akan mengerakan sistem serangan yang mampu menembus semua tameng pertahanan anti-rudal," kata Putin.

Pernyataan Putin disampaikan di tengah upaya AS membangun pertahanan anti-rudal di negara-negara anggota NATO. Bulan lalu, sembilan negara NATO melakukan uji gabungan sistem anti rudal di kapal perang Aegis di perairan Skotlandia.

Beberapa hari kemudian, AS melakukan uji coba intersepsi serangan nuklir yang merogoh kocek hingga US$230 juta di Pulau Wake di Pasifik.

Rencana sistem pertahanan rudal NATO ini pertama kali digagas oleh Presiden AS Ronald Reagan dan dilanjutkan oleh George W. Bush tahun 2002. Barack Obama tahun 2008 juga melanjutkan program ini namun mengurangi biayanya.

Jika beroperasi penuh, kapal dengan sistem pertahanan Aegis akan berpatroli dari Spanyol. Di Romania dan Polandia, akan ditempatkan roket pengintersepsi, sedangkan di Turki, Jerman dan beberapa negara NATO lainnya akan ditempatkan radar.

Rencana ini tahun 2007 dikecam Rusia setelah Polandia dan Republik Ceko mengizinkan pangkalan rudal di wilayah mereka. Ceko belakangan mundur dari rencana pertahanan AS itu.

Sejauh ini, menurut Putin, protes dan keresahan Rusia diabaikan oleh AS dan sekutunya. Putin mengatakan, alasan AS yang ingin mempertahankan NATO dari serangan rudal nuklir Iran dan Korea Utara hanyalah omong kosong.

Menurut dia, tujuan utama pertahanan rudal AS di negara NATO adalah demi mengantisipasi kekuatan militer Rusia yang kian pesat.

"Tujuan sebenarnya dari AS adalah untuk menghadapi serangan dari negara pemilik senjata nuklir lainnya, kecuali AS dan sekutunya, terutama ancaman nuklir dari negara kita, Rusia. AS ingin berkuasa dengan semua konsekuensinya," kata Putin.

Dalam tiga tahun terakhir industri pertahanan Rusia telah sukses menguji persenjataan yang bisa menembus sistem pertahanan rudal berlapis, kata Putin.

Juni lalu, Putin mengumumkan Rusia akan menambah lagi 40 rudal balistik antarbenua generasi terbaru tahun ini.

"Kami telah mengatakan di banyak kesempatan bahwa Rusia akan melakukan semua langkah yang diperlukan demi memperkuat persenjataan nuklir strategis," tegas Putin. (den)


CNN 

[Dunia] 2 Pesawat Pengebom AS Terbang di Atas Laut Cina Selatan

Kapal China tampak melakukan upaya reklamasi di sebuah pulau karang di Laut China Selatan

Dua pesawat pengebom milik Amerika Serikat, B-52, terbang di dekat pulau buatan yang dibangun China di wilayah sengketa Laut Cina Selatan, kata Pentagon.

Misi mereka tetap dilanjutkan meskipun telah diperingatkan oleh pengawas daratan pihak China.

Peristiwa ini terjadi menjelang kunjungan Presiden Barack Obama untuk menghadiri KTT APEC di Manila, Filipina, minggu depan, yang juga akan dihadiri Presiden China, Xi Jinping.

China terlibat sengketa wilayah laut dengan sejumlah negara tetangga di Laut Cina Selatan.

Beijing mengklaim wilayah kaya sumber daya alam dan secara agresif menguasai daratan dan mendirikan bangunan di karang sengketa. Amerika dan pihak-pihak lain menentang aksi ini.

AS menyatakan rencana menunjukkan prinsip kebebasan navigasi di laut, yang mempertanyakan "klaim berlebihan" wilayah laut dan udara dunia.

Patroli Amerika, yang dilakukan pada hari Minggu malam di dekat Kepulauan Spratly, adalah "misi rutin di SCS (Laut Cina Selatan)," kata juru bicara Pentagon, Bill Urban