Wednesday, 4 November 2015

TNI Kembali Gelar Ekspedisi NKRI 2016

Papua Barat Jadi Tujuan

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) kembali menggelar Ekspedisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ekspedisi NKRI 2015 ini akan dilakukan di Kepulauan Nusa Tenggara.(dok/sindophoto)

Ekspedisi NKRI yang sudah memasuki tahun keenam ini bertajuk 'Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016' dengan tema “Peduli dan lestarikan alam Indonesia”.

"Ekspedisi NKRI ini adalah kolaborasi TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah, perguruan tinggi, mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI M. Herindra melalui siaran pers, Selasa (3/11/2015).

Ekspedisi yang bernaung di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut akan melibatkan sekitar 1.650 orang dari berbagai kalangan.

Danjen Kopassus pun sudah melaksanakan sosialisasi di markas Kopassus dan dihadiri oleh rektor, mahasiswa perguruan tinggi se-Jabodetabek.

Herindra melanjutkan, ekspedisi ini tidak berbeda jauh dengan ekspedisi sebelumnya. Tim akan mendata dan memetakan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di wilayah tujuan.
"Tim juga akan menggelar acara yang punya tujuan mendorong peningkatan kesejahteraan sosial, menumbuhkan rasa cinta tanah air dan meningkatkan pertahanan keamanan nasional," kata Herindra.

Nantinya, para peserta akan ditempatkan di delapan subkorwil, yakni subkorwil-1 Tambraw, subkorwil-2 Sorong, subkorwil-3 Sorong Selatan, subkorwil-4 Manokwari Selatan, subkorwil-5 Bintuni, subkorwil-6 Wondama, subkorwil-7 Fak-Fak dan subkorwil-8 Kaimana.

kompas 

[Foto] Jelang Peluncuran Pesawat N-219




Inilah tampilan pesawat PT.DI N-219 jelang peluncurannya beberapa hari lagi ke publik. PT.DI menargetkan pesawat produksi dalam negeri ini akan diperkenalkan kepada publik pada bulan November 2015. Pada body pesawat ini juga ada logo Lapan, yang menunjukkan Lapan turut serta dalam pembangunan pesawat ini. 


jakartagreater 

[Dunia] Rusia perlunak dukungan terhadap Presiden Assad

Presiden Bashar al-Assad dan Presiden Vladimir Putin berjabat tangan di Kremlin, Moskow. 

Rusia menyatakan tidak penting bagi Presiden Suriah, Bashar al-Assad, untuk tetap berkuasa, kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia.

Pernyataan ini dipandang suatu langkah mundur dibandingkan dukungan yang diberikan sebelumnya.

Ketika ditanyakan apakah mempertahankan pemimpin Suriah tersebut adalah suatu hal mendasar bagi Rusia, Maria Zakharova mengatakan, "Tentu saja tidak, kami tidak pernah mengatakan hal itu."
"Kami tidak mengatakan apakah Assad akan turun atau bertahan," tambahnya.

Rusia sebelumnya menyatakan penolakan terhadap penggulingan pemerintahan Assad.
Zakharova menjelaskan kepada stasiun radio Ekho Moskvy bahwa apakah Assad bertahan atau turun bukanlah hal mendasar bagi Rusia, tetapi rakyat Suriah yang harus memutuskan nasibnya.
 
Rusia dipandang sebagai salah satu pendukung terkuat Assad dan sebelumnya menolak keras usulan pihak Barat agar presiden Suriah itu dilengserkan.

Pada bulan September, Rusia mulai melakukan serangan udara terhadap kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS atas permintaan pemerintah Damaskus.
 BBC

Alutista TNI Terlalu Mencontek Amerika

Alutsista TNI. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Setiap ada pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru, kurikulum pendidikan dan latihan tentara angkatan darat berubah. Hadirnya teknologi baru ini membuat para prajurit harus mempelajari persenjataan. Langkah ini mirip tentara Amerika Serikat.

“Kurikulum sekarang sama yang dulu, berubah karena ada alutsista yang baru,” kata Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Kodiklat TNI AD) Letjen Agus Sutomo saat silaturahmi dengan wartawan di Kantornya, Bandung, Jumat (23/10).
“Setiap hari juga selalu rapat untuk menambahkan dan mengevaluasi apa yang kurang dan apa yang perlu ditambahkan kurikulum pendidikan,” imbuh dia.

Kurikulum pendidikan tentara Amerika Serikat, kata dia, selalu berubah dalam satu tahun. Sebab, alutsista Amerika selalu berubah dan diperbaharui.

“Mereka ( Amerika Serikat) teknologinya canggih-canggih jadi berubah-berubah kurikulumnya,” kata dia.

Dia menambahkan, para prajurit TNI harus mengetahui alutsista baru agar tak salah dalam menjalankan tugas. Selain itu, petunjuk yang diberikan harus dilaksanakan dan dipahami agar diterapkan dengan baik.

“Doktrin itu segala usaha pekerjaan dan kegiatan di bidang penelitian dan pengembangan angkatan darat beserta petunjuk jabarannya. Jadi organisasi TNI AD juga semua harus mengikuti,” tukas dia.

jakartagreater

[Dunia] Kapal Perang AS Bakal Manuver Lagi, China Kerahkan 2 Jet Tempur

China mengerahkan dua pesawat jet tempur untuk merespons patroli kapal perang AS di Laut China Selatan. | (Ilustrasi/Wikipedia)
 

Amerika Serikat (AS) hendak mengirim kapal perang lagi di kawasan Laut China Selatan setelah sebelumnya kapal perang mereka, USS Lassen, patroli di dekat pulau buatan China di kawasan sengketa itu. Sedangkan China mengerahkan dua pesawat jet tempur untuk merespons tindakan AS yang dianggap sebagai aksi “provokasi”.

Pekan lalu, kapal perang USS Lassen, bermanuver di wilayah yang berjarak 12 mil laut dari pulau-pulau buatan Beijing di Laut China Selatan. Tindakan itu dianggap menantang klaim teritorial China atas Laut China Selatan yang jadi sengketa.

Seorang pejabat pertahanan AS pada hari Senin mengatakan kepada Reuters, bahwa Angkatan Laut AS akan melakukan patroli serupa. “Di wilayah sekitar dua kali seperempat atau sedikit lebih dari itu,” kata pejabat itu mengacu pada wilayah Laut China Selatan.

”Itu jumlah yang tepat untuk membuatnya biasa, tapi bukan sodokan konstan di mata. Hal ini memenuhi maksud secara teratur tentang hak kami sesuai hukum internasional dan mengingatkan China dan orang lain tentang pandangan kami,” lanjut pejabat itu, yang dilansir Selasa (3/11/2015).

Washington tidak mengakui klaim Beijing atas hampir 90 persen kawasan Laut China Selatan. Klaim China itu juga ditentang Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan yang sama-sama mengklaim.

Sementara itu, dua pesawat jet tempur China telah dikerahkan dari sebuah landasan udara yang dibangun di kawasan Laut China Selatan untuk bermanuver guna merespons patroli kapal perang AS. Demikian dilaporkan South China Morning Post.

Pada Sabtu pekan lalu, Tentara Pembebasan Rakyat Angkatan Laut China mem-posting beberapa foto dari dua pesawat jet tempur China, Shenyang J-11, di situsnya. Dua pesawat itu tampak bermanuver di wilayah udara di atas Laut China Selatan. Foto lainnya menunjukkan pesawat tempur J-11 sedang take-off dan landing.

”Ini sinyal China yang dikirim ke AS, bahwa itu adalah (sinyal) serius tentang klaim (Beijing). Ini adalah tingkat respons minimum yang harus dilakukan China atau akan gagal memenuhi harapan rakyatnya,” tulis media itu mengutip Xu Guangyu, seorang pensiunan jenderal China. (mas)

[Dunia] Inggris Mundur dari Koalisi Pimpinan AS

Perdana Menteri Inggris, David Cameron memutuskan untuk mundur sementara dari koalisi pimpinan AS dalam melakukan serangan terhadp ISIS di Suriah, dan mungkin juga di Irak. (Reuters)

Perdana Menteri Inggris, David Cameron memutuskan untuk mundur sementara dari koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) dalam melakukan serangan terhadp ISIS di Suriah, dan mungkin juga di Irak. Langkah ini diambil Cameron setelah tidak mendapat dukungan dari Parlemen Inggris.

Saat ini Cameron memang tengah berusaha meningkatkan peran Inggris dalam melakukan serangan terhadap ISIS di Suriah dan Irak, dan telah meminta dukungan dari Parleman mengenai hal ini. Namun, sayangnya Parlemen Inggris menolak, dengan alasan tidak jelasnya strategi dan tujuan dari serangan tersebut.

"Kami prihatin, Pemerintah berfokus pada memperluas serangan udara ke Suriah, tanpa ada kepastian keberhasilan serangan itu, dan tanpa rencana jangka panjang yang koheren dan untuk mengalahkan ISIS dan mengakhiri perang sipil di Suriah," ucap kepala komite Luar Negeri Parleman Inggris, Crispin Blunt.

"Saat ini tidak ada tindakan militer yang terkoordinasi, yang sangat mengkhawatirkan yang dilakukan oleh sejumlah aktor internasional di Irak dan Suriah. Kekuatan ini sangat perlu koordinasi dan memerlukan strategi yang koheren, dan harusnya kita berfokus pada hal itu," sambungnya, seperti dilansir Arutz Sheva pada Selasa (3/11).

Blunt, yang berasal dari partai Liberal, partai yang dipimpin Cameron mengatakan, pemerintah Inggris saat ini harus lebih fokus pada upaya mempromosikan jalur diplomasi untuk menyelesaikan konflik di Suriah, yang telah menewaskan lebih dari 200 ribu orang, dan bukan pada upaya militer. (esn)

Tuesday, 3 November 2015

Perbedaan CN-235 Persuader Buatan Indonesia dan Spanyol


Pesawat patroli maritim CN-235 dikembangkan dalam dua versi dengan sistem avionik yang berbeda. Pertama CN-235MP Persuader yang dikembangkan di Spanyol oleh CASA EADS dan yang kedua adalah versi CN-235MPA yang dibangun dan dikembangkan di Indonesia oleh PT Dirgantara Indonesia .

Pesawat ini melayani Spanyol, Irlandia dan Turki (diproduksi oleh EADS CASA) dan Indonesia, Brunei dan UAE (diproduksi oleh Indonesia).
Program dan pengembangan
AirTech atau Aircraft Technology Industries, dibentuk oleh CASA (sekarang EADS CASA Spanyol) dan IPTN (sekarang PTDI) dari Indonesia untuk mengembangkan pesawat CN-235 yang telah membangun banyak versi untuk misi sipil dan militer. Penerbangan pertama CN-235 dilakukan pada 1983 dan pesawat mulai beroperasi pada tahun 1988. Lebih dari 230 pesawat dari semua versi CN-235 dalam pelayanan dan telah mengumpulkan lebih dari 500.000 jam terbang.
Pada bulan Juli 2002, tim Lockheed Martin / Northrop Grumman memberikan kontrak untuk program Deepwater AS Coastguard, yang mencakup 35 pesawat patroli maritim baru. USCG memilih EADS CASA CN-235-300M untuk kebutuhan ini. Pada bulan Februari 2004, kontraktor utama Lockheed Martin menerima kontrak untuk memberikan dua CN-235-300. Lima pesawat lagi dipesan pada Mei 2007. Pesawat pertama, ditunjuk HC-144A Ocean Sentry , disampaikan kepada Lockheed Martin, untuk integrasi sistem misi, pada bulan Desember 2006. Keenam pesawat disampaikan pada bulan November 2008. Ke-36 pesawat berada di layanan pada 2017.
Pada bulan Desember 2002, Angkatan Laut Kolombia memerintahkan dua CN-235 untuk misipatroli dan perdagangan anti-narkoba.

Pada bulan April 2005, Venezuela memerintahkan dua pesawat pengintai maritim CN-235 dan pada bulan Januari 2006, Thailand memesan kepada PTDI sepuluh pesawat, enam untuk Departemen Pertahanan dan empat untuk Departemen Pertanian.


Pada bulan Desember 2007, Spanyol memerintahkan dua pesawat patroli maritim CN-235 untuk Guardia Civil, untuk pengiriman 2008-2009.

\
Satu pesawat CN-235 MPA disampaikan PTDI untuk kementerian pertahanan Indonesia pada bulan Juni 2008.

PERSUADER INDONESIA
CN-235 MP / MPA PERSUADER INDONESIA

Pesawat ini desain semi-monocoque konvensional dan konstruksi utama aluminium alloy . Bahan komposit, Kevlar dan serat kaca telah digunakan secara luas dalam pembangunan sayap dan ekor terkemuka dan trailing tepi, nacelles mesin dan radome hidung. 

CASA EADS dan PTDI menyediakan pesawat dengan sistem misi yang berbeda. CN-235 MP Buatan Spanyol dilengkapi dengan radar Northrop Grumman APS-504 (V) 5 . Sementara yang dikembangkan Indonesian yakni CN-235 MPA dilengkapi dengan Seaspray 4000 dari BAE Systems, AN / APS-134 dari Raytheon atau Ocean Master 100 dari Thales.

Kementerian Pertahanan Indonesia memerintahkan 24 pesawat CN-235, termasuk enam untuk skuadron pengintaian maritim Angkatan Laut dan tiga untuk Angkatan Udara Indonesia.
THALES dan IPTN menandatangani nota kesepakatan Mei 2000 untuk penyediaan tiga pesawat CN235 yang diproduksi oleh PTDI dan dilengkapi dengan AMASCOS dari Thales Airborne Systems, Angkatan Udara Indonesia. Sistem kontrol udara AMASCOS termasuk radar Ocean Master diproduksi oleh Thales dan EADS Deutschland, radar penerima peringatan Elettronica ALR 733 , imager termal Chlio dikembangkan oleh Thales Optronique, komputer navigasi Gemini dari Thales (sebelumnya Sextant) Avionics dan AN / ASQ-508 deteksi anomali magnetik (MAD) sistem dari CAE.

Ada tiga cantelan bawah setiap sayap yang dapat membawa rudal anti-kapal Harpoon . Versi patroli maritim Indonesia dapat dipasang dengan dua torpedo mk46 atau Exocet M-39 udara-peluncuran rudal anti-kapal.


CN-235 MPA untuk Brunei dan UEA
 
Brunei telah memerintahkan tiga versi pesawat buatan Indonesia. Boeing dikontrak sebagai Argo Sistem Integrator. Pesawat dilengkapi dengan FLIR Systems AN / AAQ-21 Safire FLIR, sebuah BAE Systems Sky Guardian electronic support measures electronic warfare system dan sebuah radar AN/APS-134. Sedangkan untuk mendeteksi kawan atau lawan menggunakan Cossor 3500 IFF. Uni Emirat Arab menaruh pesanan untuk empat CN-235 MPA Indonesia pada tahun 1998. Pesawat ini dilengkapi dengan Thales AMASCOS 300 dengan radar Ocean Master 100 untuk pengawasan, patroli maritim, anti-permukaan dan anti-kapal selam.

PERSUADER SPANYOL
 CN-235 MP PERSUADER SPANYOL 

Persuader yang dibangun Spanyol telah dalam pelayanan dengan Irlandia Air Corps sejak 1991. Spanyol telah memerintahkan empat Persuaders. Pada tahun 1998 Turki memerintahkan enam untuk Angkatan Laut Turki dan tiga untuk Turki Coast Guard, yang pertama disampaikan pada November 2001. 

Pesawat ini dilengkapi dengan FLIR Systems FLIR-2000HP sistem visi malam hari. Pod FLIR dipasang di bawah hidung pesawat. Northrop Grumman (Litton) memasok AN / ALR-86 (V) untuk dukungan elektronik dan radar APS-504 (V) 5. 

Sembilan pesawat CN-235 Angkatan Laut Turki dan penjaga yang akan dilengkapi dengan sistem Thales AMASCOS, yang juga melengkapi pesawat Angkatan Udara Indonesia. Penerbangan pertama CN-235 untuk Angkatan Laut Turki berlangsung pada bulan Desember 2008.  

Varian HC-235A US Coastguard
 

Pesawat HC-235A untuk penjaga pantai AS memiliki Rockwell Collins avionik suite, termasuk empat 6in × 8in multi-fungsi matriks aktif kristal cair display dan komunikasi, navigasi dan sistem pengawasan untuk memenuhi kebutuhan manajemen lalu lintas udara.
Sensor termasuk bintang FLIR Systems Safire III sistem thermal imaging dan Telephonics APS-143C pencarian radar.

Navigasi Pesawat ini dilengkapi dengan Trimble TNL7900 Omega global positioning system dan cincin LN92 giroskop laser sistem navigasi inersia Northrop Grumman (sebelumnya Litton).
Untuk urusan mesin kedua varian menggunakan mesin sama yakni turboprop General Electric CT & -9C3. Mesin menghasilkan 1,394kW dengan cadangan daya otomatis.

jejaktapak