Tuesday, 20 October 2015

Besok Giliran Kapal Malaysia yang Ditenggelamkan TNI AL

Selasa (20/10/2015), TNI AL akan menenggelamkan sebuah kapal ikan asing berbendera Malaysia di perairan Kuala Langsa, Kota Langsa, Provinsi Aceh. Danlanal Lhokseumawe, Kolonel Marinir Nasruddin kepada Kompas.com, Senin (19/10/2015), menyebutkan kapal dengan nomor KHFI 1780 KP Zaitun itu telah melewati proses hukum di PN Langsa beberapa waktu lalu.
PN Langsa memutuskan kapal itu terbukti mencuri ikan di perairan Indonesia dan memerintahkan kapal itu disita untuk dimusnahkan.

“Kapal itu ditangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Kita menenggelamkan kapal itu setelah menerima putusan pengadilan dan tidak ada banding dari pemilik kapal itu. Artinya putusan itu sudah berkekuatan hukum tetap,” ujar Kolonel Nasruddin.
Dia menambahkan, TNI AL akan menggelamkan kapal itu dengan cara diledakkan pada jarak 12 mil dari Kuala Langsa dengan kedalaman 45 meter.
Disinggung soal perairan Aceh, Nasriddin menyebutkan pihaknya terus melakukan patroli laut secara teratur.
Dia juga mengajak seluruh masyarakat memberikan laporan ke pos TNI AL terdekat jika melihat kapal asing melintas di perairan Aceh.
“Kapal asing itu harus kita tangkap, pertama mereka melanggar batas wilayah kita, kedua mereka melakukan penangkapan ikan ilegal. Apalagi menggunakan trawl. Itu sangat merugikan masyarakat nelayan kita,” ujarnya.

jakartagreater

Pergeseran Paradigma Ilmu Pengetahuan di Masa kontemporer

Ada sebuah pernyataan yang menarik perhatian dan mungkin kita bisa renungkang bersama ‘what you pay is what you take’ atau ‘what you learn is what you give’. Ada salah seorang teman saya sebagai mahasiswa hukum berkomentar ditengah-tengah diskusi tentang sebuah orientasi kehidupan ia menyatakan bahwa biaya kuliah yang mahal itu sesuai apa yang kita dapatkan secara material dikemudian hari.

Mari kita kaji pernyataan salah seorang mahasiswa hukum ini. Benarkah biaya kuliah yang kita keluarkan dan ilmu pengetahuan yang kita dapati itu ditujukan demi kepentingan material yang diharapkan dapat memenuhi hidup layak? Apakah kehidupan yang layak diindikasin dengan materi yang berlimpah? Dan apakah semerta-merta ilmu pengetahuan baik dibidang kedokteran, ekonomi, hukum, teknologi dll untuk kepntingan idividual?

Pertama yang harus kita pahami adalah ilmu pengetahuan diciptakan Tuhan dan ditemukan oleh Manusia adalah demi dan untuk kepentingan seluruh umat manusia. Jadi, pada hakikatnya ilmu pengetahuan itu sendiri tidak bersifat eksploitatif tapi melainkan bersifat akomodatif dan universal. Dalam arti tidak terbatas pada kalangan yang memiliki kemampuan untuk mengaksesnya.
Secara historis para ‘bapak’ ilmu pengetahuan atau penemu ilmu pengetahuan seperti Socrates, Aristoteles, Plato, Ibnu Sina, Al-Ghazali, Descrates, John locke, dan Karl Marx tidak pernah memprivatisasi ilmu pengetahuannya untuk dirinya sendiri ataupun untuk golongan tertentu.

Mereka memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan semerta-merta untuk dipelajari oleh semua umat manusia demi kebaikan bersama dalam rangka pencarian kebenaran dan pemecahan sebuah masalah. Jadi, secara historis kita dapat pahami bahwa ilmu pengetahuan ditujukan untuk membantu manusia membangun perdaban yang tanpa adanya segala bentuk penindasan yang dimana setiap orang berhak mendapatkan ilmu pengetahuan tanpa dihalangi oleh keterbatasan materi. Jadi sangat keliru apabila ada yang beranggapan bahwa ilmu pengetahuan semata-mata hanya demi kepentingan material. Sikap seperti ini telah bergeser dari nilai nilai yang ideal dari ilmu pengetahuan itu sendiri.

Jadi kita telah ter-eksploitasi dari orang orang yang memprivatisasi ilmu pengetahuan dalam bentuk ijazah atau gelar yang pada gilirannya nanti memaksa seseorang untuk menuntut kembali apa yang telah ia bayarkan selama ini dalam kata lain balik modal. Dan ini adalah bentuk konstruksi sosial yang dimana setiap orang memiliki predikat bagi pencapaiannya untuk didistribusikan pada kelas kelas tertentu dan proses proses berikut, telah menanamkan sebuah mindset atau pola pikir tentang ‘what you pay is what you take’.

Ketika kehidupan manusia hanya terbatas kekayaan materil disaat itu jugalah manusia telah menganulir eksistensinya sebagai manusia. Kenapa dikatakan menganulir eksistensinya sebagai manusia, karna manusia tidak semerta-merta mahluk materi tapi juga ada jiwa dan pikiran yang menjadi sebuah entitas yang tak terpisahkan. Karena kebutuhan materi pada dasarnya hanyalah untuk menunjang aktivitas sehari-hari seperti sandang pangan dan papan. Sedangkan manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri mempunyai tanggung jawab moral untuk saling berbagi ilmu pengetahuan tanpa berharap mendapatkan kembali apa yang telah ia keluarkan secara material dalam mendapatkan ilmu pengetahuan tersebut. Jadi baiknya ilmu pengetahuan adalah hak siapapun.

Untuk itu kita harus menanamkan paradigma ‘what you learn is what you give’ bukan ‘what you pay is what you take’ yang berarti ilmu pengetahuan yang telah diciptakan Tuhan dan ditemukan dan dipelajari oleh umat manusia digunakan untuk kepentingan bersama bukan untuk kepentingan para penguasa swasta dan borjuis kecil.

Sekian dan terima kasih, semoga tulisan yang mendadak ini sedikit dan banyaknya dapat bermanfaat bagi siapapun yg membacanya. Amin.

Penulis: Ryan Martin, Chaidir Ali (Warga Komunitas LiNTTAS/Lingkar Studi Tangerang Selatan)

jakartagreater 


[Foto] Pameran Kedirgantaraan Seoul ADEX 2015


Ajang pameran dirgantara dua tahunan Seoul International Aerospace and Defense Exhibition (ADEX), diadakan pada hari Selasa sampai Minggu, akan menampilkan sekitar 380 perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan di seluruh dunia.


Diselenggarakan di sebuah pangkalan Angkatan Udara di Seongnam, tepat di sebelah selatan Seoul, F-22 Raptor terbang mendemonstrasikan kemampuan manuver tingkat tinggi pada hari Senin. Dua pesawat F-22 tiba lebih awal di Osan Air Base dari markas Angkatan Udara Ketujuh di Pyeongtaek untuk ikut ambil bagian dalam Seoul ADEX 2015.


“Demonstrasi udara dilakukan oleh F-22 Dari Tim Langley Air Force Base, Virginia, dan Demonstrasi pesawat C-17 dari Tim Hickam AFB, Hawaii,” rilis Angkatan Udara Ketujuh AS.
Sekitar 150 anggota militer dari Angkatan Udara dan Angkatan Darat AS akan ikut berpartisipasi, sementara pesawat AS lainnya, seperti pesawat tanker KC-135, jet tempur F-16 dan pesawat Early Warning And Control Aircrafte-3, juga ikut dipamerkan.



Korea Aerospace Industries (KAI), pengembang pesawat Korea, akan menampilkan produk-produknya, termasuk jet latih supersonik T-50 Golden Eagle , pesawat tempur ringan FA-50 dan pesawat latih dasar KT-1. KAI telah mengekspor T-50 varian ke beberapa negara, termasuk ke Indonesia, Irak, Filipina dan Thailand.

“Selama acara ADEX, kami akan memprioritaskan pertunjukan superior jet latih T-50 menjelang T-X Trainer Acquisition Program Angkatan Udara AS ,” kata seorang pejabat KAI.



Hanwha Corp perusahaan produk untuk pasukan darat, laut dan udara memamerkan sistem senjata utama untuk pasukan darat termasuk propelled howitzer K-9, peluncur roket multi 230 mm “Cheonmoo” dan guided rocket 2,57 inci.

493321884

Hanwha juga akan menampilkan robot pengintaian bawah laut dan deteksi bahan peledak, mesin F-404 untuk pesawat T-50 / FA-50, pesawat tak berawak, dan sistem sensor pesawat lain.
“The Seoul ADEX 2015 akan menjadi kesempatan bagi Hanwha untuk menampilkan kemampuannya di pasar pertahanan Korea dan dunia,” kata Lee Tae-jong, presiden Hanwha.


Perusahaan raksasa pertahanan AS dan Eropa juga akan berpartisipasi dalam acara enam hari tersebut. Lockheed Martin akan menampilkan produk mock-up dari pesawat siluman F-35 dan sistem pertahanan udara Terminal High Altitude Air Defense system sementara Boeing akan menampilkan pesawat pengintai maritim dan pesawat pengisian bahan bakar KC-135.

493321870

Airbus Defense and Space akan memamerkan pesawat angkut A400M, yang baru-baru ini terpilih sebagai pesawat transportasi Angkatan Udara Korea Selatan.

Saab akan menampilkan Sistem Radar Mobile Weapons-Location, teknologi peperangan elektronik dan radar Active Electronically Scanned Array, juga akan menampilkan small diameter bomb dan peluncur roket bahu anti tank Carl Gustaf.

jakartagreater 

Pembangunan Kodam Cendana di Naibonat, NTT

Pasukan Kostrad TNI AD

Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat berniat membangun Markas Komando Daerah Militer (Kodam) di Naibonat, Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Tanah seluas 36 Ha sudah disiapkan di lokasi Transad TNI AD di Naibonat.

“Nantinya akan diberi nama Kodam Cendana. Jadi akan ada dua Kodam di kawasan Nusa Tenggara dan Bali, yaitu Kodam Udayana di Denpasar Bali dan Kodam Cendana di Naibonat, NTT,” jelas Ketua Fraksi PKPI DPRD Kabupaten Kupang, Ady Koroh, Senin (19/10/2015).

Wacana tentang pembangunan Markas Kodam Cendana di Naibonat ini, lanjut Koroh, sudah dibicarakan dalam diskusi bersama dengan mantan Pangdam IX Udayana di Bali, Mayjen TNI Tory Johar Banguntoro dan mantan Danrem Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Achmad Yuliarto, pada bulan Agustus 2015 lalu. Hadir dalam diskusi tersebut, pimpinan dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Kupang.

jakartagreater 

Kebijakan Pertahanan Jokowi-JK Dinilai Tak Selaras dengan Visi Misi

Empat unit pesawat Super Tucano EMB-314 berada di landasan parkir Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (15/10/2015).

Setahun kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla, upaya penguatan sistem pertahanan dinilai belum terlihat. Bahkan, kebijakan pemerintah dalam hal tersebut dianggap tidak selaras dengan visi misi pertahanan yang dipaparkan selama masa kampanye Pilpres 2014 lalu.

Pada poin kelima visi misi Jokowi-JK disebutkan, pemerintah berjanji menguatkan sistem pertahanan dengan pemenuhan kebutuhan pertahanan melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan penyediaan alutsista secara terpadu dengan anggaran pertahanan 1,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB/GDP).

"Realita yang terjadi saat ini, anggaran pertahanan 2016 turun dari anggaran sebelumnya (2015)," kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq kepada Kompas.com, Jumat (16/10/2015).

Pemerintah mengajukan anggaran sebesar Rp 95 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016. Anggaran tersebut turun Rp 7 triliun dari anggaran 2015 yang mencapai Rp 102 triliun.

Selain itu, Mahfudz juga mengingatkan Jokowi-JK yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros negara maritim dunia.

Pada poin ketujuh visi misi disebutkan, pemerintah ingin membangun TNI yang berorientasi pada kekuatan laut. Dengan demikian, kemampuan TNI diharapkan dapat setara dengan negara-negara di kawasan regional Asia Timur dan kekuatannya disegani.

Mahfudz mengatakan, untuk dapat membangun sebuah negara dengan kekuatan maritim, dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Fokus pembangunan pertahanan tak hanya sebatas pada kekuatan laut, tapi juga udara dan darat sebagai bantuan. Sinergi kekuatan pertahanan itu diperlukan untuk mengontrol seluruh wilayah Tanah Air.

"Negara maritim itu adalah suatu konsep dimana dia harus ditopang kemampuan kita untuk mengontrol wilayah kita sendiri," ujar Mahufdz.

Politik luar negeri belum tegas

Mahfudz juga mengingatkan agar Indonesia mengambil sikap tegas dalam menerapkan kebijakan politik luar negeri, dan tak terombang-ambing dengan dinamika politik kawasan.

"Kita harus mampu menarik suatu garis tegas. Kepentingan nasional kita apa, dan itulah yang harus menjadi dasar kebijakan nasional kita," kata dia.

Politisi PKS itu, mengatakan, saat ini Amerika Serikat dan China memiliki peran yang besar untuk memengaruhi dinamika kawasan. Secara garis politik, menurut dia, pemerintah cenderung berorientasi barat. Namun, dari sisi penguatan ekonomi, China terlihat lebih mendominasi.

Meski demikian, Mahfudz tak meminta pemerintah condong pada salah satu polar kekuatan yang ada. Pemerintah diharapkan dapat menyuarakan secara jelas kepentingan nasional Indonesia di kancah internasional.

"Sehingga, tidak menimbulkan komplikasi tertentu," ujarnya. 


Kompas 

Tanggapan Panglima TNI soal ajakan Tiongkok untuk latihan gabungan

Sejumlah ranpur Scorpion jenis canon dan stormer dari Yonkav 1 Kostrad menuju Daerah Persiapan (DP) usai menghancurkan perkubuan musuh di Puslatpur Marinir, Asembagus, Situbondo, Jatim, dalam Latihan Gabungan TNI 2014. (ANTARA FOTO/Joko Sulistyo/Koz/pd/14) 

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menanggapi ajakan Menteri Pertahanan Tiongkok soal latihan perang gabungan di Laut China Selatan (LCS).

Menurut Panglima, TNI hanya akan melakukan kegiatan yang sejalan dengan kebijakan pemerintah.

"TNI harus segaris dan mematuhi apa yang menjadi kebijakan pemerintah," ujar Gatot di gedung parlemen, Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan pemerintah RI secara tegas bertekad mewujudkan keamanan dan stabilitas. Pemerintah juga telah mengimbau semua elemen tidak melaksanakan kegiatan-kegiatan di Laut China Selatan yang dapat meningkatkan tensi stabilitas.

"Artinya diajak negara manapun (latihan gabungan) di Laut China Selatan, demi meningkatkan stabilitas di sana sebaiknya TNI tidak melaksanakan itu," ujar Gatot, menegaskan.

Sebelumnya Tiongkok mengajukan tawaran untuk latihan perang bersama di Laut China Selatan, ditengah tensi yang memanas akibat adanya saling klaim sejumlah negara ASEAN di wilayah tersebut.

Ajakan itu disampaikan Menteri Pertahanan Tiongkok dalam pertemuan informal dengan Menteri Pertahanan ASEAN di Beijing. Menurut Menhan Tiongkok Chang Wanquan, latihan perang ini ditujukan untuk penyelamatan maritim dan penanggulangan bencana.


Antara 

[Dunia] Daftar Arsenal Rusia di Suriah

Sebelum ini pun rezim Suriah menggunakan pesawat tempur-pesawat tempur buatan Rusia untuk menyerang baik oposisi Suriah maupun kaum militan ekstremis seperti ISIS (Reuters)

Terlepas dari pro-kontra pengerahan militer Rusia di Suriah untuk menghantam posisi-posisi NIIS/ISIS yang tidak terbendung kekuatan perang negara-negara di sana, menarik untuk menyimak daftar arsenal militer yang dikerahkan. 

Rusia, yang telah bangkit lama dari keterpurukannya pasca keruntuhan Uni Soviet, diketahui sudah mulai kembali pada kekuatan militernya yang hampir sama dengan dulu. 

Untuk theater Suriah —karibnya sejak akhir dasawarsa ’60-an— Rusia menurunkan kekuatan udara, peluru kendali, ribuan personel darat, hingga pencegatan dan penyekatan di laut. 

Di medan udara, sebagaimana dinyatakan www.warontherocks.com, hari ini, Rusia menerbangkan barisan pesawat tempur gabungan, terdiri dari 12 Sukhoi Su-24M2, 12 Sukhoi Su-25SM dan Sukhoi Su-25UBM, empat Sukhoi Su-30SM, dan enam Sukhoi Su-34. 

Dari barisan itu, bisa dilihat bahwa kekuatan udara yang dikerahkan kebanyakan bomber dan serang darat (Su-24M2, Su-25SM, dan Su-25UBM), dengan payung udara untuk meraih dan mempertahankan superioritas udara pada Su-30SM. Sebagai gambaran, mitraliur udara Gsh-301 30 milimeter-nya masih cukup mampu mengobrak-abrik kendaraan lapis baja pengangkut personel medium. 

Dalam kesepakatan bantuan peralatan perang antara Presiden Suriah, Bashar al-Asaad, Presiden Rusia, Vladimir Putin, semula dikerahkan 20 sortie penerbangan sehari namun ekskalasi itu meningkat jadi 60 sortie sehari kini. 

Kebanyakan memang untuk membasmi basis-basis NIIS/ISIS di darat, seperti pusat-pusat kendali, gudang logistik perang dan amunisi, dan perlengkapan lain, juga kamp-kamp mereka. 

Masih belum cukup, helikopter serang darat Mil Mi-24P juga dilibatkan untuk “membersihkan” area-area yang telah diserang jajaran bomber dan serang darat Sukhoi itu. Dari ketinggian lebih rendah, tembakan peluru 20 milimeter dari kanon putar Mi-24P ini masih diimbangi dengan peluru suar (flare) untuk mengecoh peluru kendali panggul yang ditembakkan milisi NIIS/ISIS. 

Dari sisi amunisi udara yang dipakai, bom berpemandu dan presisi dari jajaran KAB-500S GPS/GLONASS atau Kh-25ML yang dipandu laser jadi andalan selain bom konvensional OFAB 250 hingga 270. 

Dia sekelas dengan Mk-82 series dari NATO. Jika ada bunker beton yang harus dibongkar, Rusia memiliki barisan bom BETAB-M dan bom tandan RBK-500SPBE-D untuk menghancurkan barisan kendaraan militer pemberontak atau tank. 

Dari sisi kekuatan darat, Rusia memiliki sistem pertahanan udara di darat Pantsir-S1, dan belasan lusin tank T-90 serta personel infantri Angkatan Laut-nya (sejenis marinir). Mereka berpangkalan di Tartu — kota sangat strategis bagi pertahanan Rusia di Suriah, mirip dengan Pangkalan Clark dan Subic di Filipina bagi Amerika Serikat untuk kawasan Asia Pasifik Barat. 

Dengan mengandalkan Armada Laut Hitam Angkatan Laut Rusia, flotila kapal perangnya di Laut Mediterania digeser ke pantai-pantai Suriah untuk mendukung pertahanan udara yang lebih pasti. Belasan lusin kapal perang berbagai kelas dilibatkan, meliputi kapal pendarat, kapal pendukung, wahana intelijen, yang bergabung dengan kapal perang permukaan. 

Di antara mereka terdapat kapal jelajah berpeluru kendali dari kelas Slava, yang memiliki peluru kendali laut-ke-udara S-300 yang maut itu. 

Kapal-kapal fregat kelas Krivak dan kapal perang senior destroyer kelas Kashin juga dikerahkan walau tidak memberi kesan berarti karena teknologinya yang sudah ketinggalan jaman. Ada kisah tidak mengenakkan, saat peluru kendali SS-N-14 gagal diluncurkan dari silo-silonya di barisan kapal-kapal perang kelas Kashin ini, dalam pertempuran di Semenanjung Krimea lalu. 

Masih ada lagi flotila kapal perang Armada Laut Kaspia Rusia yang dipasang di medan Suriah ini, di antaranya korvet kelas Buyan M, dan fregat kelas Gepard, yang diperlengkapi peluru kendali penjelajah Kalibr-NK (3M-14T), yang diluncurkan untuk serangan darat. 

Namun menurut laporan intelijen Amerika Serikat, peluru kendali itu malah nyasar ke suatu lokasi di Iran.
Antara