Friday, 13 November 2015

KRI Cut Nyak Dien-375 Tangkap Kapal Asing Pencuri Ikan

KRI CND-375 berhasil tangkap kapal ikan asing di Perairan Sabang

Setelah kapal kapal lain di di jajaran TNI AL berhasil menangkap kapal illegal fishing, kini giliran KRI Cut Nyak Dien-375 berhasil mengamankan sebuah Kapal Ikan Asing (KIA) asal Malaysia yang telah melintas perairan Indonesia tanpa dokumen yang sah. KRI CND-375 mendeteksi radar kapal sedang berada pada posisi 04 21 100 U-099 16 000 T di sekitar Perairan Sabang, NAD. Kapal yang diketahui bernomor KHF1868 GT itu sedang melakukan penangkapan ikan di ZEE Indonesia.

Pada posisi 04 22 100 U-099 17 010T, kapal berhasil dihentikan yang selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan oleh para personel KRI CND-375. Usai pemeriksaan, kapal yang dinahkodai Mg Khin Win (Seorang berkebangsaan Myanmar) dengan ABK 3 orang WN Myanmar, atas nama MG Kyaw, Mir Mir Soe, Noi Oo itu telah memiliki beberapa pelanggaran.

Pelanggaran yang dilakukan oleh kapal itu antara lain melakukan pelanggaran batas negara dan menangkap ikan secara illegal/tanpa dokumen yang sah, melakukan penangkapan ikan di ZEEI dengan menggunakan alat tangkap yang tidak sesuai dengan ketentuan,  kemudian Nahkoda dan ABK tidak mampu menunjukkan ID/passport/ijin kerja, dan tidak mengibarkan bendera kebangsaan.
Kapal tersebut telah menangkap ikan sebanyak 1,5 ton ikan dari berbagai jenis. Kemudian, kapal dikawal menuju Lantamal 1 Belawan untuk dilaksanakan proses hukum lebih lanjut.

Penangkapan ini menambah rentetan daftar keberhasilan TNI AL dalam melakukan penegakan hukum di laut, yakni dalam memberantas illegal fishing. KRI CND-375 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Fajar TR itu merupakan sebuah kapal perang jenis korvet kelas Parchim yang dibuat untuk Volksmarine/AL Jerman Timur pada akhir 1970-an.

Menurut Pakta Warsawa penamaan kapal ini adalah Project 133 yang didesain untuk perang anti kapal selam diperairan dangkal  atau pantai. Sebanyak enam belas kapal dibuat untuk Volksmarine (1997-1981) dan 12 kapal (versi modifikasi) dibuat untuk AL Soviet pada 1985-1990 oleh Peenewerft, Wolgast.

Pemerintah Soviet memesan kapal ini dengan tujuan untuk menolong industri kapal Jerman Timur, karena saat itu sebenarnya Soviet sudah mempunyai korvet Kelas Grisha yang lebih baik dibanding Parchim dalam semua aspek.Begitu keluar dari perairan dangkal keampuhan dari kapal ini menurun drastis.

Pemerintah Berencana Tambah Anggaran TNI

Prajurit TNI AD membawa pompa usai membasahkan lahan gambut di sekat kanal Pulang Pisau, Kalteng, Sabtu (31/10). Pembasahan gambut itu guna mencegah terjadinya kebakaran di lahan tersebut. (ANTARA FOTO/Saptono)

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan terus memperbesar anggaran sektor pertahanan. Pemerintah mengambil langkah tersebut sebagai persiapan menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi yang besar.

Luhut memaparkan, dalam jangka pendek pemerintah menargetkan anggaran pertahanan meningkat 0,8 hingga satu persen setiap tahun."Ini (peningkatan anggaran) bagus untuk ke depan. Kalau Indonesia berkembang menjadi satu dari tujuh kekuatan ekonomi dunia, pada saat yang sama kita sudah mempunyai TNI yang bagus," ucapnya di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (11/11).

Meski alokasi anggaran pertahanan meningkat, Luhut berkata, pemerintah tetap bertekad mengembangkan industri pertahanan dalam negeri yang tangguh. Menurutnya, jika industri dalam negeri sudah mampu menyediakan pelbagai peralatan militer bagi TNI, Indonesia tidak akan lagi bergantung pada industri asing.Pada tahun 2015, dana pertahanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mencapai Rp102 triliun. Sementara itu, sebelum rancangan APBN 2016 disetujui DPR, alokasi dana pertahanan turun menjadi Rp96,7 triliun.

Di sisi lain, Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Beleid itu mengamanatkan pemerintah untuk mengembangkan industri pertahanan menjadi kuat, mandiri dan berdaya saing.

Industri pertahanan yang dimaksud undang-undang itu mencakup industri alat utama, komponen utama dan penunjang, perbekalan hingga industri bahan baku.

Untuk mewujudkan cita-cita industri pertahanan dalam negeri yang mandiri, beleid itu mengharuskan pemerintah membentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan.

Dalam nomenklaturnya, komite itu diketuai oleh presiden. Sementara itu, Menteri Pertahanan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara masing-masing berfungsi sebagai ketua dan wakil ketua harian KKIP.

TNI diperbolehkan membeli persenjataan dari luar negeri, namun dengan tujuh syarat, antara lain industri dalam negeri tidak mampu memproduksi peralatan senjata itu, adanya alih teknologi, serta adanya imbal dagang dan kandungan lokal paling rendah 85 persen. (utd)


CNN 

[Dunia] Tak Sengaja, Stasiun TV Ungkap Persenjataan Nuklir Rahasia Rusia

Live Leak/Mirror Inilah dokumen rahasia pengembangan sistem persenjataan nuklir Rusia yang tanpa sengaja disorot, direkam dan kemudian disiarkan dua stasiun televisi milik pemerintah Rusia.

Kremlin, Rabu (11/11/2015), mengakui bahwa sebuah stasiun televisi Rusia tanpa sengaja mengungkap rencana rahasia terkait pengembangan sebuah sistem peluru kendali nuklir.

Dua stasiun televisi pemerintah, NTV dan Channel One, memperlihatkan seorang perwira militer tengah membaca sebuah dokumen rahasia.

Dokumen itu berisi foto, gambar, dan rincian sebuah sistem persenjataan yang diberi nama Status-6 yang dirancang oleh Rubin, perusahaan produsen kapal selam yang berbasis di St Petersburg.

"Peluru-peluru kendali nuklir yang ditembakkan kapal selam akan menciptakan sebuah zona kontaminasi nuklir ekstensif yang membuat semua kegiatan militer dan ekonomi di daerah itu terganggu untuk waktu lama," demkian isi dokumen yang terpampang jelas selama beberapa detik.

Dokumen rahasia itu terekam kamera televisi dalam sebuah pertemuan antara Presiden Vladimir Putin dan para perwira militer di kota Sochi di tepi Laut Hitam, Senin lalu.

Rekaman itu disiarkan pada Selasa (10/11/2015) dan kemudian dihapus oleh stasiun televisi itu. Namun, sejumlah situs berita masih memuat foto dan berita tentang hal tersebut.

"Benar, sejumlah data rahasia terekam kamera dan disiarkan secara luas sehingga rekaman itu harus dihapus," ujar juru bicara Presiden Putin, Dmitry Peskov.

"Pada masa depan kami akan melakukan langkah-langkah preventif agar hal semacam ini tak terjadi lagi," tambah Peskov.

Sejauh ini tidak diperoleh penjelasan bagaimana gambar berisi dokumen rahasia seperti itu bisa lolos dari proses penyuntingan di dua stasiun televisi yang dikendalikan pemerintah itu. 


Panglima TNI Inspeksi Kapal Perang

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi dan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Hadiyan Suminta Atmadja melakukan inspeksi terhadap Kapal Perang Republik Indonesia, yaitu KRI Karang Pilang-981, KRI Karang Tekok-982 dan KRI Teluk Ratai-509 di Koarmatim Dermaga Ujung Surabaya.

Inspeksi yang dilakukan Panglima TNI adalah dalam rangka mengecek kesiapsiagaan seluruh alutsista dan personel TNI, untuk selalu siap dalam melaksanakan setiap kegiatan operasi yang akan digelar oleh TNI. “Rawatlah persenjataan kita dengan baik, sehingga siap operasional. Sehebat apapun kapal-kapal yang kita miliki, tetapi apabila kita tidak bisa merawatnya maka tidak siap operasional”, tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Usai melakukan inspeksi KRI, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan pengarahan kepada 972 Prajurit TNI AL di Aula Koarmatim Surabaya, diantaranya mengatakan bahwa kepercayaan rakyat kepada TNI lambat laun semakin meningkat dan kepercayaan rakyat terhadap TNI pada tahun 2015 menempati urutan tertinggi dibanding instansi dan lembaga negara lainnya. Profesionalisme prajurit TNI itu telah meningkatkan kepercayaan rakyat Indonesia kepada TNI.

Oleh karena itu, Panglima TNI mengingatkan untuk menghindari tindakan yang menyakiti hati rakyat demi kepentingan pribadi. Panglima TNI mengaku telah berkomitmen dengan para Kepala Staf Angkatan untuk tidak melakukan pembelaan sedikit pun bagi prajurit yang melakukan pelanggaran tertentu, bahkan akan diberikan hukuman tambahan, pemecatan. Alasannya, Panglima TNI lebih mencintai prajuritnya yang berjumlah 400.000 lebih daripada orang perorang yang demi kepentingan pribadinya rela mengorbankan nama baik TNI.

“Yang sangat penting adalah TNI harus unggul, solid, kuat, baik Angkatan Darat, Laut, Udara dan Kepolisian. TNI dan Polri hanya dipisahkan karena reformasi tetapi kita harus kompak bersatu demi NKRI”, tegas Panglima TNI.

Kabidpenum Puspen TNI
Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M

Amankan Perbatasan, 4 Senjata Penangkis Serangan Udara Disiagakan

Senjata penangkis serangan udara Oerlikon Skyshield Mark II yang disiagakan di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat (11/11/2015)

 TNI Angkatan Udara menambah kekuatan 4 unit senjata penangkis serangan udara Oerlikon Skyshield Mark II untuk memperkuat alutsista Detasemen Hanud 473 Paskhas Pontianak.

Komandan Detasemen Hanud 473 Paskhas Mayor Pas Anang Baskoro mengatakan, senjata buatan Swiss tahun 2014 tersebut diklaim sebagai yang tercanggih di dunia dan dimiliki Indonesia saat ini.

Bahkan Indonesia juga disebut sebagai pembeli pertama senjata tersebut yang dibeli langsung dari pabrik Rheinmetall Air Defance Swiss.

“Oerlikon Skyshield MK2 yang didatangkan di Detasemen Hanud 473 Paskhas Pontianak, sebanyak 2 satuan tembak. Setiap satu satuan tembak terdiri dua meriam kaliber 35 mm, satu sensor unit atau radar mobile dan satu Camend Pos yang berfungsi pengedali tembakan  dan satu pembantu radar secara visual,” kata Anang.

Senjata penangkis udara ini dapat bekerja efektif sejauh empat kilomoter, dan mampu menghancurkan sasaran udara berupa pesawat apapun, menghancurkan rudal, roket dan mortir yang datang menyerang.

“Di dalam prinsip kerjanya, senjata ini yang mampu mendeteksi benda apapun yang berada di angkasa untuk menyerang obyek sasaran yang dilindungi sejauh 30 kilometer. Ketika obyek sasaran yang telah di-lock, meriam akan ditembakkan akan terus mengikuti sasaran hingga sasaran hancur,” katanya.

Detasmen Hanud 473 Paskhas Pontianak bertugas untuk menjaga pangkalan TNI AU, mengingat adanya keberadaan skadron tempur di Lanud Supadio.

Selain itu, juga bertugas untuk melindungi obyek vital selain pangkalan militer atas kebijakan dari Panglima Komanda Pertahanan Nasional. 

Senjata penangkis serangan udara, dengan jarak efektif 4 km. Dilengkapi dengan sensor unit dan mampu mengunci target 20 unit sekaligus dengan 1.050 meter/detik.

Dalam 1 menit, Oerlikon Shield bisa menembakkan 1000 butir peluru, dan setiap butirnya akan pecah menjadi 152 butir peluru lagi.

Komandan Lanud Supadio, Marsma Tatang Harlyansyah mengatakan, salah satu alasan pertimbangan dipilihnya Kalbar sebagai lokasi diperkuat oleh Oerlikon Skyshield karena merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan beberapa negara ASEAN.  

"Selain itu, Lanud Supadio memiliki skadron tempur taktis Hawk 100/20, dan skadron pesawat tanpa awak. Ke depan juga barangkali akan kembali ada penambahan skadron udara lagi, karena rencananya Supadio kelak akan menjadi pangkalan induk sehingga dipandang perlu adanya alutsisa seperti Oerlikon Skyshield untu melindungi pangkalan milter dari serangan udara," ujar Tatang. 


Pemimpin Chechnya Sindir Indonesia dan Negara Islam Soal ISIS

Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov menyindir negara-negara dengan penduduk mayoritas Muslim, termasuk di dalamnya Indonesia soal usaha perlawanan terhadap ISIS. (Sputnik)

Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov menyindir negara-negara dengan penduduk mayoritas Muslim, termasuk di dalamnya Indonesia soal usaha perlawanan terhadap ISIS. Dirinya menilai, negara-negara Muslim tersebut tidak terlalu banyak bertindak untuk mengalahkan ISIS.

"Saya menganggap ini adalah tugas saya untuk menyerukan langsung kepada para pemimpin Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Bahrain, Oman, Uni Emirat Arab, Yordania, Maroko, Aljazair, Turki, Iran, Malaysia, Indonesia dan Pakistan," ucap Kadyrov. seperti dilansir Sputnik pada Rabu (11/11).

"Berapa lama Anda akan duduk dan menonton umat Nabi Muhammad Hancur? Mengapa Anda tidak bersatu dan mendiskusikan masalah ini? Mengapa Anda tidak membuat langkah-langkah untuk melawan ISIS? Mengapa Anda tidak mengatakan kepada Amerika Serikat (AS) dan sekutunya: "Sudah cukup!?" tanya Kadyrov.

Dirinya menuturkan, persatuan negara-negara Muslim adalah kunci untuk memecahkan semua masalah yang ada di dunia, termasuk di dalamnya ISIS. Sedangkan, menurutnya keterlibatan AS dan sekutunya dalam semua konflik, hanya semakin memperburuk situasi.

"Ada 1,5 miliar dari kita (Muslim) yang tinggal di luar sana! Kami muda, sehat dan berani dan jika kita bertindak bersama-sama kita tak terkalahkan! Dalam nama Allah SWT, saya meminta Anda untuk berpikir tentang apa yang terjadi, menemukan cara untuk rekonsiliasi dan bekerja di luar mekanisme untuk melawan musuh bersama," tambahnya. (esn)


Tingkatkan Kemampuan Dukung Pemenuhan ALUTSISTA

Pembangunan Kapal Tunda 2400 HP

Mementum hari Pahlawan tahun ini, terasa sangat istimewa bagi PT PAL INDONESIA (Persero). Terdapat pemenuhan kebutuhan Kapal baru untuk TNI Angkatan Laut menjalankan tugas operasional. Melalui pemotongan plat pertama kapal tunda 2400 HP yang dilakukan oleh Sekretaris Dinas Pengadaan Angkatan Laut (SEKDISADAL), Kolonel Laut (T) Udyatmoko, turut mendampingi Direktur Produksi PT PAL INDONESIA, dan Kepala Perwakilan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) di Bengkel Fabrikasi Kapal Perang.

Direktur Produksi PT PAL INDONESIA (Persero), Edy Widarto menuturkan rasa terima kasih atas kembali dipercaya untuk mengerjakan pembangunan kapal dalam pemenuhan kebutuhan TNI Angkatan Laut. Pembangunan 1 unit Kapal Tunda 2400 HP ini berdasar pada Kontrak 3 Agustus 2015 dengan nomor KTR/106/02-51/VIII/2015/DISADAL. Kapal ini akan melengkapi TNI Angkatan Laut dalam menjalankan tugas oprasional sehari-hari. Pembangunan kapal tunda pertama pesanan TNI Angkatan Laut di tahun ini dikerjakan sebagai salah satu bentuk penugasan sebagai kapal bantú pemenuhan Alat Utama Sistem Senjata (ALUTSISTA)

Kapal Tunda ini berkemampuan layaknya kapal tunda yang telah diserahkan 2013 lalu, KRI Galunggung dan KRI Anjasmoro. Dengan kekuatan mesin 2x1200 HP dan berbeban tarikan 30 Ton, kapal ini memiliki kecepatan hingga 12 knots. Kapal dengan panjang 29 Meter dan lebar 9 meter ini mampu menampung hingga 8 ABK dan 2 Penumpang. Berkapasitas 7 tangki penampung, mampu berlayar selama 7 hari.

Pembangunan kapal tunda baru ini akan difungsikan untuk membantu dan mendukung tugas operasional TNI Angkatan laut dalam menjaga dan mengamankan NKRI. Sekaligus memperingati Hari Pahlawan, Insan PAL INDONESIA siap dan sedia dalam mendukung dan membantu untuk pemenuhan kebutuhan Perjuangan TNI Angkatan Laut.

Spesifikasi Kapal Tunda 2400 HP :
- Panjang = 29 m
- Lebar = 9 m
- Draft = 3,5 m
- Ketahanan = 7 hari
- Mesin = 2 x 1200 HP
- Beban tarikan = 30 Ton
- Kapasitas Penumpang = 8 ABK + 2 Penumpang 

 PAL