Lima Orang Tewas
Ilustrasi helikopter puma milik RAF. (Chris Jackson/Getty Images)
Lima personel Resolute Support Mission, pimpinan NATO, tewas setelah satu helikopter koalisi tersebut jatuh di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, kata misi NATO itu pada Senin.
"Satu helikopter koalisi yang bertugas di Resolute Support Mission jatuh dalam kejadian yang tidak melibatkan permusuhan pada 11 Oktober, sekita pukul 16.15 waktu setempat di Camp Resolute Suppor, Kabul, Afghanistan," kata misi tersebut di dalam satu pernyataan.
Lima prajuris asing cedera dalam kejadian itu, kata pernyataan tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang. Pernyataan tersebut tidak menyebutkan kewarganegaraan korban maupun perincian mengenai kecelakaan itu. "Peristiwa tersebut saat ini sedang diselidiki. Kami akan menyiarkan informasi tambahan ...," katanya.
Itu adalah kecelakaan udara kedua di negeri tersebut tahun ini. Pada 2 Oktober, satu pesawat angkut bermesin-empat C-130 miliki koalisi itu jatuh di Kota Jalalabad di bagian timur Afghanistan, menewaskan enam prajurit AS dan lima penumpang sipil. Kecelakaan helikopter tersebut telah membuat jumlah prajurit asing yang tewas di Afghanistan jadi 22 sepanjang tahun ini. Hampir 13.000 prajurit asing kini ditempatkan di negeri itu dan terlibat dalam Resolute Support Mission.
Antara
Tuesday, 13 October 2015
Pameran Senjata, Siswa SD Berebut Naik Ranpur
Beberapa siswa sekolah dasar berebut naik kendaraan tempur milik TNI AD
yang dihadirkan dalam pameran alutsista yang digelar di kampus
Universitas Sriwijaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Senin (12/10;/2015).
Puluhan siswa sekolah dasar berebut naik ke kendaraan milik TNI yang dipamerkan dalam pameran alutista di lapangan Universitas Sriwijaya Indralaya, Ogan Ilir Sumatera Selatan, Senin (12/10/2015).
Anak-anak itu sangat gembira karena baru kali ini mereka melihat bahkan dapat menaiki kendaraan militer yang biasanya hanya bisa ditonton di televisi itu. Tak hanya menaiki kendaraan tempur itu, para siswa SD hingga mahasiswa berebut berfoto di dekat kendaraan-kendaraan militer tersebut.
Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Komarudin Simanjuntak yang membuka bersama Rektor Unsri Prof Badia Perizade, juga tak segan melayani pengunjung yang ingin berfoto bersama dilokasi pameran. “Beralatan militer ini dibeli dengan uang rakyat jadi rakyat boleh menikmatinya,” kata Komarudin.
Kasdam menambahkan, pameran ini dilaksanakan di dalam kampus Universitas Sriwijaya dengan tujuan untuk lebih mendekatkan TNI, khususnya TNI AD dengan mahasiswa yang merupakan calon pemimpin masa depan bangsa. Selain kendaraan tempur, pameran itu juga menampilkan persenjataan TNI mulai dari pistol hingga senapan sniper.
Pengunjungpun sangat antusias melihat senjata-senjata yang ditampilkan. Beberapa dari mereka bahkan mencoba memegangnya. Yuspita Rahayu, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsri mengaku senang dengan pameran tersebut. Dia mengatakan, pameran tersebut dapat membuka wawasannya tentang dunia milter yang selama ini asing bagi dirinya.
“Cukup baik ya, karena dapat menambahkan pengetahuan mahasiswa tentang peralatan tempur yang ada di angkatan darat, ini juga dapat menarik mahasisiwa yang ingin berkarier di dunia militer” katanya.
Sementara itu, Gerry Yospalenti, siswa SDN 6 Indralaya Utara Ogan Ilir juga mengaku sangat senang bisa hadir di pameran itu terutama dengan kejadiran beberapa kendaraan militer yang menurutnya “keren” itu. “Senang karena bagus dan keren,” katanya.
Gerry berharap dia kelak dapat jadi anggota TNI sesuai dengan cita-citanya. Dalam pameran itu juga digelar peragaan bongkar pasang senjata jenis senapan yang dilakukan anggota resimen mahasiswa (MENWA) Universitas Sriwijaya di hadapan Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Komarudin Simanjuntak.
Puluhan siswa sekolah dasar berebut naik ke kendaraan milik TNI yang dipamerkan dalam pameran alutista di lapangan Universitas Sriwijaya Indralaya, Ogan Ilir Sumatera Selatan, Senin (12/10/2015).
Anak-anak itu sangat gembira karena baru kali ini mereka melihat bahkan dapat menaiki kendaraan militer yang biasanya hanya bisa ditonton di televisi itu. Tak hanya menaiki kendaraan tempur itu, para siswa SD hingga mahasiswa berebut berfoto di dekat kendaraan-kendaraan militer tersebut.
Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Komarudin Simanjuntak yang membuka bersama Rektor Unsri Prof Badia Perizade, juga tak segan melayani pengunjung yang ingin berfoto bersama dilokasi pameran. “Beralatan militer ini dibeli dengan uang rakyat jadi rakyat boleh menikmatinya,” kata Komarudin.
Kasdam menambahkan, pameran ini dilaksanakan di dalam kampus Universitas Sriwijaya dengan tujuan untuk lebih mendekatkan TNI, khususnya TNI AD dengan mahasiswa yang merupakan calon pemimpin masa depan bangsa. Selain kendaraan tempur, pameran itu juga menampilkan persenjataan TNI mulai dari pistol hingga senapan sniper.
Pengunjungpun sangat antusias melihat senjata-senjata yang ditampilkan. Beberapa dari mereka bahkan mencoba memegangnya. Yuspita Rahayu, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsri mengaku senang dengan pameran tersebut. Dia mengatakan, pameran tersebut dapat membuka wawasannya tentang dunia milter yang selama ini asing bagi dirinya.
“Cukup baik ya, karena dapat menambahkan pengetahuan mahasiswa tentang peralatan tempur yang ada di angkatan darat, ini juga dapat menarik mahasisiwa yang ingin berkarier di dunia militer” katanya.
Sementara itu, Gerry Yospalenti, siswa SDN 6 Indralaya Utara Ogan Ilir juga mengaku sangat senang bisa hadir di pameran itu terutama dengan kejadiran beberapa kendaraan militer yang menurutnya “keren” itu. “Senang karena bagus dan keren,” katanya.
Gerry berharap dia kelak dapat jadi anggota TNI sesuai dengan cita-citanya. Dalam pameran itu juga digelar peragaan bongkar pasang senjata jenis senapan yang dilakukan anggota resimen mahasiswa (MENWA) Universitas Sriwijaya di hadapan Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Komarudin Simanjuntak.
Pindad dan LEN Sepakati Kerjasama Alkom untuk Kendaraan Khusus
PT Pindad (Persero) sebagai
perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang manufaktur alat utama sistem
persenjataan dan industri komersial, memiliki keinginan untuk terus melakukan
sinergi dengan perusahaan BUMN lain untuk mewujudkan kemandirian industri
pertahanan nasional. Oleh karena itu, pada 9 Oktober 2015, Pindad menyepakati
kerjasama dengan salah satu perusahaan industri pertahanan yang bergerak di bidang
rekayasa dan manufaktur dalam bidang elektronika pertahanan, navigasi,
perkeretaapian, renewable energy,
information technology, dan telekomunikasi, PT LEN Industri (Persero).
Kerjasama tersebut tertuang dalam
sebuah Nota Kesepahaman antara PT Pindad (Persero) dan PT LEN Industri
(Persero) dalam kerjasama dan sinergi alat komunikasi Ranpur Anoa dan Rantis
Komodo. Silmy Karim, Direktur Utama PT Pindad (Persero) dan Abraham Mose selaku
Direktur Utama PT LEN Industri (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman ini
dari masing-masing pihak. Penandatanganan ini dilakukan di sela-sela perayaan
Hari Ulang Tahun yang ke-24 PT LEN Industri (Persero) yang juga dihadiri oleh
Menteri BUMN Rini Soemarno, para Direktur BUMN, dan kepala dari beberapa
institusi pemerintahan.
Silmy Karim mengatakan bahwa
kerjasama ini merupakan salah satu usaha lain untuk mencapai cita-cita luhur
industri pertahanan nasional. “Kerjasama ini adalah suatu bentuk lain dari
sinergi antar perusahaan BUMN dengan harapan mampu menciptakan kemandirian
industri pertahanan nasional. Selain itu, kami ingin produk kendaraan khusus
produksi Pindad didominasi dengan komponen-komponen dalam negeri agar kandungan
lokalnya bertambah, sesuai dengan arahan pemerintah,” tuturnya.
Semangat kemandirian tersebut
disambut baik oleh Abraham Mose dalam kata sambutannya, yang menyatakan bahwa
kemandirian teknologi sudah tertuang dalam nilai-nilai perusahaan yang dianut
PT LEN. “Kompetensi kita adalah berinovasi dalam menciptakan sistem maupun
produk yang inovatif. Semangat itu tertera dalam corporate value dari PT LEN yaitu inovasi yang menciptakan
kemandirian teknologi yang berdaya saing,” ujarnya.
Rini Soemarno juga menambahkan
bahwa sinergi antar BUMN sangat diperlukan untuk membawa Indonesia selangkah
lebih maju dari negara-negara lain. “BUMN harus berpikir besar. Saya harapkan
BUMN bisa menjadi mesin penggerak dan Indonesia adalah bangsa besar dan bisa
melakukan apa yang tidak bisa bangsa lain lakukan. Saya yakin BUMN bisa
melebarkan sayapnya jika dapat terus berkembang serta dapat terus bersinergi
secara mendalam dan terus-menerus dengan BUMN lainnya,” ujar Rini.
Diharapkan sinergi yang dilakukan
PT Pindad dan PT LEN Industri ini dapat membawa industri pertahanan selangkah
lagi menuju kemandirian yang dicita-citakan bersama. (Anggia)
Kunjungan Thales, Membuka Jalan Kemitraan Strategis
Perusahaan multinasional asal
Perancis, Thales Group, mengunjungi PT Pindad (Persero) pada 7 Oktober 2015.
Kunjungan ini dipimpin oleh David Butler, selaku Director of the Leadership Practice Thales University dan bertujuan
untuk mengetahui beberapa hal mengenai peluang kerjasama yang dapat dijallin
bersama PT Pindad (Persero). Rombongan diterima oleh Kepala Divisi Pemasaran
dan Pengembangan Bisnis PT Pindad, Widjajanto.
Dalam kata sambutannya,
Widjajanto mengatakan bahwa visi Pindad untuk menjadi perusahaan pertahanan
terkemuka di Asia dapat tercapai lewat beberapa hal, salah satunya adalah
kemitraan strategis. “Saya ingin menekankan bahwa Pindad memiliki target untuk
menjadi perusahaan terkemuka di Asia melalui kemitraan strategis. Saya yakin
kunjungan Anda sekalian ke sini akan membawa kabar baik mengenai kemungkinan
kerjasama. Kami juga sedang melakukan diskusi intensif mengenai beberapa
portofolio produk dari Thales,” ujar Widjajanto.
David Butler mengungkapkan bahwa
beberapa aktivitas bisnis yang dilakukan oleh Pindad dinilainya sesuai dengan hal-hal
yang ingin dilakukan oleh Thales. “Kami mengunjungi beberapa perusahaan minggu
ini dan ini adalah pertama kalinya kami mendengar keinginan suatu perusahaan (Pindad)
untuk mengekspor produk-produknya. Poin ini merupakan hal baik yang sejalan
dengan apa yang Thales ingin lakukan,” ujar David.
Dalam sesi diskusi, Widjajanto mengatakan
bahwa Pindad membutuhkan beberapa teknologi untuk menyempurnakan beberapa lini
produk perusahaan, baik untuk produk pertahanan dan keamanan, produk
industrial, maupun beberapa hal lain yang mendukung aktivitas bisnis
perusahaan. Selain itu, ia menambahkan bahwa Pindad sebagai perusahaan BUMN
memerlukan perencanaan yang solid dalam melakukan kemitraan strategis untuk
terus membangun kapabilitas dan memperluas pasar, terutama ekspor.
Para anggota delegasi Thales
Group mengunjungi beberapa fasilitas produksi untuk meninjau secara langsung proses produksi di Divisi Kendaraan Khusus dan
Divisi Senjata. Semoga kunjungan ini dapat membuka gerbang kemitraan strategis
agar kapabilitas Pindad menjadi lebih baik dan dapat mencapai visi perusahaan.
(Anggia)
CDSS Australia Studi Lapangan di PT Pindad
Sebagai bagian dari kegiatan Field Research Visit di Indonesia, Centre for Defense and Strategic Studies (CDSS)
Australia mengunjungi PT Pindad (Persero) pada tanggal 2 Oktober 2015. Dipimpin
oleh Michelle Jones sebagai Senior
Instructure CDSS Australia, rombongan diterima oleh Direktur Teknologi dan
Perkembangan Ade Bagdja di Auditorium Gedung Direktorat Kantor Pusat Pindad,
Bandung. Beberapa jajaran pimpinan dan staf terkait PT Pindad (Persero), turut
hadir dalam acara ini.
Kunjungan CDSS Australia ini
merupakan yang kesekian kalinya setelah beberapa tahun sebelumnya, PT Pindad
(Persero) selalu menjadi salah satu perusahaan industri pertahanan yang dapat
mewakili seluk beluk industri pertahanan Indonesia. “Kami datang tahun lalu dan
mendapatkan banyak cerita baik mengenai apa yang dikerjakan Pindad di sini. Ini
merupakan kesempatan yang baik bagi kami untuk dapat melihat secara langsung
kapabilitas yang dimiliki PT Pindad (Persero),” tutur Jones dalam kata
sambutannya.
Ade Bagdja menyambut dengan
gembira kunjungan dari CDSS Australia ini. Ia menyebut kunjungan ini sebagai
kehormatan bagi Pindad yang masih dipercaya sebagai representatif industri
pertahanan nasional. Ia juga mengatakan bahwa Pindad sangat terbuka untuk
memperlihatkan beberapa produk pertahanan dan keamanan, bahkan untuk diuji
performanya secara langsung. “Rombongan CDSS nanti akan mengunjungi Divisi
Kendaraan Khusus dan Divisi Senjata. Di sana, Anda semua bisa mencoba performa
beberapa produk pertahanan dan keamanan kami, baik kendaraan tempur Panser Anoa
6x6, kendaraan taktis 4x4 Komodo, maupun beberapa produk senjata dengan kaliber
5.56 mm, 7.62 mm, 9 mm, dan jika memungkinkan kaliber 12.7 mm,” tutur Ade.
[Dunia] China Mendukung Kedaulatan Suriah
(Reuters/Ministry of Defence of the Russian Federation)
Dalam pertemuannya dengan seorang ajudan Presiden Suriah, Bouthaina Shaaban, Menteri Luar Negeri China mengatakan pada Senin (12/10), negaranya mendukung upaya Suriah dalam pemeliharaan kedaulatan dan integritas teritorialnya, serta menentang "campur tangan asal" terhadap hubungan internal negara lain.
Bulan lalu, Rusia mulai menyerang target-targetnya di Suriah. Peningkatan dramatis keterlibatan pihak asing dalam konflik sipil itu dikritik Barat sebagai usaha mendukung Presiden Suriah, Bashar al-Assad, ketimbang menggempur ISIS seperti yang selama ini dikemukakan Rusia.
Kepada Bouthaina, Menteri Luar Negeri China menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah antiteror yang sejalan dengan hukum internasional, dan telah disepakati oleh "negara yang tertarik", menurut pernyataan kementerian.
China "menolak campur tangan dalam hubungan internal negara lain", tambah Wang. "Pada akhirnya, nasib Suriah harus ditentukan sendiri oleh warga Suriah."
Baginya, upaya-upaya lebih mesti dibuat sebagai solusi politik. Wang tak menyinggung apapun perihal serangan udara pimpinan Amerika Serikat, Rusia, maupun Assad.
Namun China biasanya bersuara bersama anggota permanen Dewan keamanan PBB lainnya, Rusia, terkait isu Suriah.
Negara yang menggantungkan kebutuhan minyaknya kepada Timur Tengah itu telah berulang kali menyerukan resolusi politik, dan mengingatkan bahwa tindakan militer tak bisa menghentikan krisis yang ada. (stu)
CNN
Dalam pertemuannya dengan seorang ajudan Presiden Suriah, Bouthaina Shaaban, Menteri Luar Negeri China mengatakan pada Senin (12/10), negaranya mendukung upaya Suriah dalam pemeliharaan kedaulatan dan integritas teritorialnya, serta menentang "campur tangan asal" terhadap hubungan internal negara lain.
Bulan lalu, Rusia mulai menyerang target-targetnya di Suriah. Peningkatan dramatis keterlibatan pihak asing dalam konflik sipil itu dikritik Barat sebagai usaha mendukung Presiden Suriah, Bashar al-Assad, ketimbang menggempur ISIS seperti yang selama ini dikemukakan Rusia.
Kepada Bouthaina, Menteri Luar Negeri China menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah antiteror yang sejalan dengan hukum internasional, dan telah disepakati oleh "negara yang tertarik", menurut pernyataan kementerian.
China "menolak campur tangan dalam hubungan internal negara lain", tambah Wang. "Pada akhirnya, nasib Suriah harus ditentukan sendiri oleh warga Suriah."
Baginya, upaya-upaya lebih mesti dibuat sebagai solusi politik. Wang tak menyinggung apapun perihal serangan udara pimpinan Amerika Serikat, Rusia, maupun Assad.
Namun China biasanya bersuara bersama anggota permanen Dewan keamanan PBB lainnya, Rusia, terkait isu Suriah.
Negara yang menggantungkan kebutuhan minyaknya kepada Timur Tengah itu telah berulang kali menyerukan resolusi politik, dan mengingatkan bahwa tindakan militer tak bisa menghentikan krisis yang ada. (stu)
CNN
[Foto] Korut Gelar Parade Militer Rayakan 70 Tahun Partai Pekerja
Sekitar 30 ribu tentara, 700 truk dan 200 kendaraan tempur Korea Utara melakukan parade pada peringatan 70 tahun Partai Pekerja yang berkuasa di negara itu, Sabtu lalu. (Reuters/KCNA)
Parade 70 tahun Partai Pekerja Korut diwarnai oleh koreografi yang apik dari ribuan tentara dan pawai senjata di alun-alun Kim Il Sung. (Reuters/Damir Sagolj)
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menonton dari balkon dan menyampaikan pidato yang mengatakan mereka siap berperang dengan Amerika Serikat. (Reuters/KCNA)
Parade militer pada perayaan 70 tahun Partai Pekerja sekaligus jadi ajang pamer senjata Korea Utara. Selama ini, Korut membanggakan diri sebagai negara pemilik senjata nuklir. (Reuters/KCNA)
Partai Pekerja Korea atau WPK adalah partai berkuasa di Korea Utara yang berdiri sejak 30 Juni 1949 dengan Kim Il Sung sebagai pendiri sekaligus pemimpin pertama negara itu. (Reuters/Damir Sagolj)
Persiapan parade militer ini telah dilakukan sejak awal Mei, ditandai dengan citra satelit yang menunjukkan ratusan tenda di dekat pangkalan udara Pyongyang. (Reuters/KCNA)
WPK berdiri dengan sistem kepemimpinan satu orang, yaitu pemimpin tertinggi yang saat ini dipegang Kim Jong Un, putra dari Kim Jong Il, cucu Kim Il Sung. (Reuters/KCNA)
CNN
Subscribe to:
Posts (Atom)
