Tuesday, 13 October 2015

Helikopter NATO Jatuh di Afghanistan

Lima Orang Tewas

Ilustrasi helikopter puma milik RAF. (Chris Jackson/Getty Images)

Lima personel Resolute Support Mission, pimpinan NATO, tewas setelah satu helikopter koalisi tersebut jatuh di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, kata misi NATO itu pada Senin.

"Satu helikopter koalisi yang bertugas di Resolute Support Mission jatuh dalam kejadian yang tidak melibatkan permusuhan pada 11 Oktober, sekita pukul 16.15 waktu setempat di Camp Resolute Suppor, Kabul, Afghanistan," kata misi tersebut di dalam satu pernyataan.

Lima prajuris asing cedera dalam kejadian itu, kata pernyataan tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang. Pernyataan tersebut tidak menyebutkan kewarganegaraan korban maupun perincian mengenai kecelakaan itu. "Peristiwa tersebut saat ini sedang diselidiki. Kami akan menyiarkan informasi tambahan ...," katanya.

Itu adalah kecelakaan udara kedua di negeri tersebut tahun ini. Pada 2 Oktober, satu pesawat angkut bermesin-empat C-130 miliki koalisi itu jatuh di Kota Jalalabad di bagian timur Afghanistan, menewaskan enam prajurit AS dan lima penumpang sipil. Kecelakaan helikopter tersebut telah membuat jumlah prajurit asing yang tewas di Afghanistan jadi 22 sepanjang tahun ini. Hampir 13.000 prajurit asing kini ditempatkan di negeri itu dan terlibat dalam Resolute Support Mission.

 Antara

Pameran Senjata, Siswa SD Berebut Naik Ranpur

Beberapa siswa sekolah dasar berebut naik kendaraan tempur milik TNI AD yang dihadirkan dalam pameran alutsista yang digelar di kampus Universitas Sriwijaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Senin (12/10;/2015).

Puluhan siswa sekolah dasar berebut naik ke kendaraan milik TNI yang dipamerkan dalam pameran alutista di lapangan Universitas Sriwijaya Indralaya, Ogan Ilir Sumatera Selatan, Senin (12/10/2015).

Anak-anak itu sangat gembira karena baru kali ini mereka melihat bahkan dapat menaiki kendaraan militer yang biasanya hanya bisa ditonton di televisi itu.  Tak hanya menaiki kendaraan tempur itu, para siswa SD hingga mahasiswa berebut berfoto di dekat kendaraan-kendaraan militer tersebut.

Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Komarudin Simanjuntak yang membuka bersama Rektor Unsri Prof Badia Perizade, juga tak segan melayani pengunjung yang ingin berfoto bersama dilokasi pameran. “Beralatan militer ini dibeli dengan uang rakyat jadi rakyat boleh menikmatinya,” kata Komarudin.

Kasdam menambahkan, pameran ini dilaksanakan di dalam kampus Universitas Sriwijaya dengan tujuan untuk lebih mendekatkan TNI, khususnya TNI AD dengan mahasiswa yang merupakan calon pemimpin masa depan bangsa. Selain kendaraan tempur, pameran itu juga menampilkan persenjataan TNI mulai dari pistol hingga senapan sniper.

Pengunjungpun sangat antusias melihat senjata-senjata yang ditampilkan. Beberapa dari mereka bahkan mencoba memegangnya. Yuspita Rahayu, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsri mengaku senang dengan pameran tersebut. Dia mengatakan, pameran tersebut dapat membuka wawasannya tentang dunia milter yang selama ini asing bagi dirinya.

“Cukup baik ya, karena dapat menambahkan pengetahuan mahasiswa tentang peralatan tempur yang ada di angkatan darat, ini juga dapat menarik mahasisiwa yang ingin berkarier di dunia militer” katanya.

Sementara itu,  Gerry Yospalenti, siswa SDN 6 Indralaya Utara Ogan Ilir juga mengaku sangat senang bisa hadir di pameran itu terutama dengan kejadiran beberapa kendaraan militer yang menurutnya “keren” itu. “Senang karena bagus dan keren,” katanya.

Gerry  berharap dia kelak dapat jadi anggota TNI sesuai dengan cita-citanya. Dalam pameran itu juga digelar peragaan bongkar pasang senjata jenis senapan yang dilakukan anggota resimen mahasiswa (MENWA) Universitas Sriwijaya di hadapan Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Komarudin Simanjuntak.

Pindad dan LEN Sepakati Kerjasama Alkom untuk Kendaraan Khusus

PT Pindad (Persero) sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang manufaktur alat utama sistem persenjataan dan industri komersial, memiliki keinginan untuk terus melakukan sinergi dengan perusahaan BUMN lain untuk mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional. Oleh karena itu, pada 9 Oktober 2015, Pindad menyepakati kerjasama dengan salah satu perusahaan industri pertahanan yang bergerak di bidang rekayasa dan manufaktur dalam bidang elektronika pertahanan, navigasi, perkeretaapian, renewable energy, information technology, dan telekomunikasi, PT LEN Industri (Persero).

Kerjasama tersebut tertuang dalam sebuah Nota Kesepahaman antara PT Pindad (Persero) dan PT LEN Industri (Persero) dalam kerjasama dan sinergi alat komunikasi Ranpur Anoa dan Rantis Komodo. Silmy Karim, Direktur Utama PT Pindad (Persero) dan Abraham Mose selaku Direktur Utama PT LEN Industri (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman ini dari masing-masing pihak. Penandatanganan ini dilakukan di sela-sela perayaan Hari Ulang Tahun yang ke-24 PT LEN Industri (Persero) yang juga dihadiri oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, para Direktur BUMN, dan kepala dari beberapa institusi pemerintahan.

Silmy Karim mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan salah satu usaha lain untuk mencapai cita-cita luhur industri pertahanan nasional. “Kerjasama ini adalah suatu bentuk lain dari sinergi antar perusahaan BUMN dengan harapan mampu menciptakan kemandirian industri pertahanan nasional. Selain itu, kami ingin produk kendaraan khusus produksi Pindad didominasi dengan komponen-komponen dalam negeri agar kandungan lokalnya bertambah, sesuai dengan arahan pemerintah,” tuturnya. 

 Semangat kemandirian tersebut disambut baik oleh Abraham Mose dalam kata sambutannya, yang menyatakan bahwa kemandirian teknologi sudah tertuang dalam nilai-nilai perusahaan yang dianut PT LEN. “Kompetensi kita adalah berinovasi dalam menciptakan sistem maupun produk yang inovatif. Semangat itu tertera dalam corporate value dari PT LEN yaitu inovasi yang menciptakan kemandirian teknologi yang berdaya saing,” ujarnya. 

Rini Soemarno juga menambahkan bahwa sinergi antar BUMN sangat diperlukan untuk membawa Indonesia selangkah lebih maju dari negara-negara lain. “BUMN harus berpikir besar. Saya harapkan BUMN bisa menjadi mesin penggerak dan Indonesia adalah bangsa besar dan bisa melakukan apa yang tidak bisa bangsa lain lakukan. Saya yakin BUMN bisa melebarkan sayapnya jika dapat terus berkembang serta dapat terus bersinergi secara mendalam dan terus-menerus dengan BUMN lainnya,” ujar Rini. 

Diharapkan sinergi yang dilakukan PT Pindad dan PT LEN Industri ini dapat membawa industri pertahanan selangkah lagi menuju kemandirian yang dicita-citakan bersama. (Anggia)

Kunjungan Thales, Membuka Jalan Kemitraan Strategis

Perusahaan multinasional asal Perancis, Thales Group, mengunjungi PT Pindad (Persero) pada 7 Oktober 2015. Kunjungan ini dipimpin oleh David Butler, selaku Director of the Leadership Practice Thales University dan bertujuan untuk mengetahui beberapa hal mengenai peluang kerjasama yang dapat dijallin bersama PT Pindad (Persero). Rombongan diterima oleh Kepala Divisi Pemasaran dan Pengembangan Bisnis PT Pindad, Widjajanto.

Dalam kata sambutannya, Widjajanto mengatakan bahwa visi Pindad untuk menjadi perusahaan pertahanan terkemuka di Asia dapat tercapai lewat beberapa hal, salah satunya adalah kemitraan strategis. “Saya ingin menekankan bahwa Pindad memiliki target untuk menjadi perusahaan terkemuka di Asia melalui kemitraan strategis. Saya yakin kunjungan Anda sekalian ke sini akan membawa kabar baik mengenai kemungkinan kerjasama. Kami juga sedang melakukan diskusi intensif mengenai beberapa portofolio produk dari Thales,” ujar Widjajanto.

David Butler mengungkapkan bahwa beberapa aktivitas bisnis yang dilakukan oleh Pindad dinilainya sesuai dengan hal-hal yang ingin dilakukan oleh Thales. “Kami mengunjungi beberapa perusahaan minggu ini dan ini adalah pertama kalinya kami mendengar keinginan suatu perusahaan (Pindad) untuk mengekspor produk-produknya. Poin ini merupakan hal baik yang sejalan dengan apa yang Thales ingin lakukan,” ujar David.

Dalam sesi diskusi, Widjajanto mengatakan bahwa Pindad membutuhkan beberapa teknologi untuk menyempurnakan beberapa lini produk perusahaan, baik untuk produk pertahanan dan keamanan, produk industrial, maupun beberapa hal lain yang mendukung aktivitas bisnis perusahaan. Selain itu, ia menambahkan bahwa Pindad sebagai perusahaan BUMN memerlukan perencanaan yang solid dalam melakukan kemitraan strategis untuk terus membangun kapabilitas dan memperluas pasar, terutama ekspor. 

Para anggota delegasi Thales Group mengunjungi beberapa fasilitas produksi untuk meninjau secara langsung  proses produksi di Divisi Kendaraan Khusus dan Divisi Senjata. Semoga kunjungan ini dapat membuka gerbang kemitraan strategis agar kapabilitas Pindad menjadi lebih baik dan dapat mencapai visi perusahaan. (Anggia)

 Pindad 

CDSS Australia Studi Lapangan di PT Pindad

Sebagai bagian dari kegiatan Field Research Visit di Indonesia, Centre for Defense and Strategic Studies (CDSS) Australia mengunjungi PT Pindad (Persero) pada tanggal 2 Oktober 2015. Dipimpin oleh Michelle Jones sebagai Senior Instructure CDSS Australia, rombongan diterima oleh Direktur Teknologi dan Perkembangan Ade Bagdja di Auditorium Gedung Direktorat Kantor Pusat Pindad, Bandung. Beberapa jajaran pimpinan dan staf terkait PT Pindad (Persero), turut hadir dalam acara ini.

Kunjungan CDSS Australia ini merupakan yang kesekian kalinya setelah beberapa tahun sebelumnya, PT Pindad (Persero) selalu menjadi salah satu perusahaan industri pertahanan yang dapat mewakili seluk beluk industri pertahanan Indonesia. “Kami datang tahun lalu dan mendapatkan banyak cerita baik mengenai apa yang dikerjakan Pindad di sini. Ini merupakan kesempatan yang baik bagi kami untuk dapat melihat secara langsung kapabilitas yang dimiliki PT Pindad (Persero),” tutur Jones dalam kata sambutannya.


Ade Bagdja menyambut dengan gembira kunjungan dari CDSS Australia ini. Ia menyebut kunjungan ini sebagai kehormatan bagi Pindad yang masih dipercaya sebagai representatif industri pertahanan nasional. Ia juga mengatakan bahwa Pindad sangat terbuka untuk memperlihatkan beberapa produk pertahanan dan keamanan, bahkan untuk diuji performanya secara langsung. “Rombongan CDSS nanti akan mengunjungi Divisi Kendaraan Khusus dan Divisi Senjata. Di sana, Anda semua bisa mencoba performa beberapa produk pertahanan dan keamanan kami, baik kendaraan tempur Panser Anoa 6x6, kendaraan taktis 4x4 Komodo, maupun beberapa produk senjata dengan kaliber 5.56 mm, 7.62 mm, 9 mm, dan jika memungkinkan kaliber 12.7 mm,” tutur Ade.

Dua puluh tiga anggota rombongan CDSS yang terdiri dari anggota angkatan bersenjata dari berbagai negara tampak antusias ketika dibuka sesi diskusi yang meliputi berbagai macam topik seperti detail produk, proses penelitian dan pengembangan, serta strategi pengembangan produk yang dilakukan PT Pindad (Persero). Kunjungan hari itu ditutup dengan kunjungan ke beberapa fasilitas produksi untuk produk pertahanan dan keamanan dan mencoba performa produk secara langsung. (Anggia)

[Dunia] China Mendukung Kedaulatan Suriah

(Reuters/Ministry of Defence of the Russian Federation)

Dalam pertemuannya dengan seorang ajudan Presiden Suriah, Bouthaina Shaaban, Menteri Luar Negeri China mengatakan pada Senin (12/10), negaranya mendukung upaya Suriah dalam pemeliharaan kedaulatan dan integritas teritorialnya, serta menentang "campur tangan asal" terhadap hubungan internal negara lain.

Bulan lalu, Rusia mulai menyerang target-targetnya di Suriah. Peningkatan dramatis keterlibatan pihak asing dalam konflik sipil itu dikritik Barat sebagai usaha mendukung Presiden Suriah, Bashar al-Assad, ketimbang menggempur ISIS seperti yang selama ini dikemukakan Rusia.

Kepada Bouthaina, Menteri Luar Negeri China menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah antiteror yang sejalan dengan hukum internasional, dan telah disepakati oleh "negara yang tertarik", menurut pernyataan kementerian.

China "menolak campur tangan dalam hubungan internal negara lain", tambah Wang. "Pada akhirnya, nasib Suriah harus ditentukan sendiri oleh warga Suriah."

Baginya, upaya-upaya lebih mesti dibuat sebagai solusi politik. Wang tak menyinggung apapun perihal serangan udara pimpinan Amerika Serikat, Rusia, maupun Assad.

Namun China biasanya bersuara bersama anggota permanen Dewan keamanan PBB lainnya, Rusia, terkait isu Suriah.

Negara yang menggantungkan kebutuhan minyaknya kepada Timur Tengah itu telah berulang kali menyerukan resolusi politik, dan mengingatkan bahwa tindakan militer tak bisa menghentikan krisis yang ada. (stu)


CNN 

[Foto] Korut Gelar Parade Militer Rayakan 70 Tahun Partai Pekerja


Sekitar 30 ribu tentara, 700 truk dan 200 kendaraan tempur Korea Utara melakukan parade pada peringatan 70 tahun Partai Pekerja yang berkuasa di negara itu, Sabtu lalu. (Reuters/KCNA)


Parade 70 tahun Partai Pekerja Korut diwarnai oleh koreografi yang apik dari ribuan tentara dan pawai senjata di alun-alun Kim Il Sung. (Reuters/Damir Sagolj) 


Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menonton dari balkon dan menyampaikan pidato yang mengatakan mereka siap berperang dengan Amerika Serikat. (Reuters/KCNA)  


Parade militer pada perayaan 70 tahun Partai Pekerja sekaligus jadi ajang pamer senjata Korea Utara. Selama ini, Korut membanggakan diri sebagai negara pemilik senjata nuklir. (Reuters/KCNA) 


Partai Pekerja Korea atau WPK adalah partai berkuasa di Korea Utara yang berdiri sejak 30 Juni 1949 dengan Kim Il Sung sebagai pendiri sekaligus pemimpin pertama negara itu. (Reuters/Damir Sagolj) 

  
Persiapan parade militer ini telah dilakukan sejak awal Mei, ditandai dengan citra satelit yang menunjukkan ratusan tenda di dekat pangkalan udara Pyongyang. (Reuters/KCNA) 

  
WPK berdiri dengan sistem kepemimpinan satu orang, yaitu pemimpin tertinggi yang saat ini dipegang Kim Jong Un, putra dari Kim Jong Il, cucu Kim Il Sung. (Reuters/KCNA)

CNN