Showing posts with label Korea Utara. Show all posts
Showing posts with label Korea Utara. Show all posts

Tuesday, 17 November 2015

[Dunia] Korut Siap Luncurkan Rudal Jarak Jauh


Korea Utara disebut sebut akan tetap meluncurkan rudal balistik jarak jauh dalam waktu dekat ini. Negara yang dipimpin Kim jong-Un itu tidak mempedulikan ancaman sanksi dari Dewan Keamanan PBB dan Negara-Negara Barat. Padahal diketahui, Korea Utara dilarang meluncurkan rudal balistik dan melakukan tes senjata Nuklir. 

Persiapan peluncuran rudal ditandai dengan larangan berlayar di lepas Pantai Timur Korea Utara seperti dilansir kantor berita Yonhap, Minggu (15/11).Peringatan larangan berlayar bagi semua kapal itu dimulai sejak 11 November – 7 Desember 2015.

Korea Utara diduga memiliki berbagai jenis rudal dan diyakini tengah mengembangkan rudal balistik antarbenua yang bertujuan untuk menciptakan senjata nuklir. Pada 2012, Korea Utara meluncurkan rudal jarak jauh dengan dalih menempatkan satelit ke orbit. Pyongyang menyebut peluncuran roket ini sebagai peluncuran kendaraan ruang angkasa, meski masyarakat internasional menilai itu adalah peluncuran rudal yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Sebelumnya, Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, menawarkan pertemuan kepada Pemimpin Korea Utara,Kim jong-un. Namun, syarat digelarnya dialog ini asal Pyongyang serius menghentikan program pengembangan rudal berhulu ledak nuklir.

“Seandainya ada terobosan isu nuklir oleh Korea Utara, tidak ada alasan untuk menolak melakukan pertemuan antar negara Semenanjung Korea,” kata Park, seperti dilansir Yonhap, beberapa waktu lalu.

Monday, 26 October 2015

[Dunia] Kapal Korut Lewati Batas, Korsel Lepas Tembakan Peringatan

Ilustrasi kapal perang Korea Selatan. (Getty Images/Song Kyung-Seok - Pool) 

Korea Selatan melepaskan tembakan peringatan saat kapal patroli Korea Utara melewati perbatasan. Kapal Korut tersebut langsung putar arah tanpa melakukan penembakan perlawanan.

Namun, Korut menganggap insiden tersebut sebagai provokasi militer serius. Mereka menuding Korsel ingin menghancurkan perbaikan hubungan antara kedua negara.


"Penembakan yang terjadi pada siang hari itu adalah provokasi untuk merebak konflik militer, dan sekali lagi menaikkan ketegangan di Semenanjung Korea," demikian kutipan pernyataan resmi dari Komite untuk Reunifikasi Damai Korea, seperti dikutip AsiaOne, Senin (26/10).

Menurut komite tersebut, insiden ini juga menghambat proses implementasi kesepakatan Korut-Korsel.

"Provokasi militer dari gangster Korsel ini merupakan tindakan berbahaya mengingat upaya untuk menenangkan atmosfer perang dan memperbaiki hubungan dan benar-benar menghambat proses implementasi kesepakatan Korut-Korsel," tulis komite ini.


Hubungan kedua negara mulai mencair ketika pada Agustus lalu mereka sepakat untuk mengurangi ketegangan militer dan mengadakan reuni bagi keluarga yang terpisah akibat perang.

Reuni kedua selama lima tahun belakangan ini mengambil latar tempat di Pegunungan Kumgang, Korea Utara. Sekitar seribu orang mengikuti reuni demi bertemu kerabat mereka yang sudah terpisah hampir tujuh dekade.

Reuni itupun berakhir dengan banjir air mata pada Senin (26/10). Bagi para warga lanjut usia, momen tersebut bisa menjadi pertemuan terakhir mereka dengan kerabatnya.

Acara yang awalnya digadang-gadang akan berlangsung selama tiga hari penuh ternyata tidak sesuai perkiraan. Nyatanya, reuni hanya dilakukan dalam enam sesi terpisah dengan durasi dua jam.

Namun, mereka tetap saja merupakan seribu orang beruntung yang terpilih untuk mengikuti reuni. Di masing-masing belahan Korea masih terdapat puluhan ribu orang yang kecewa karena aplikasi reuni mereka tak diterima. (den)  


CNN

Tuesday, 13 October 2015

[Foto] Korut Gelar Parade Militer Rayakan 70 Tahun Partai Pekerja


Sekitar 30 ribu tentara, 700 truk dan 200 kendaraan tempur Korea Utara melakukan parade pada peringatan 70 tahun Partai Pekerja yang berkuasa di negara itu, Sabtu lalu. (Reuters/KCNA)


Parade 70 tahun Partai Pekerja Korut diwarnai oleh koreografi yang apik dari ribuan tentara dan pawai senjata di alun-alun Kim Il Sung. (Reuters/Damir Sagolj) 


Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menonton dari balkon dan menyampaikan pidato yang mengatakan mereka siap berperang dengan Amerika Serikat. (Reuters/KCNA)  


Parade militer pada perayaan 70 tahun Partai Pekerja sekaligus jadi ajang pamer senjata Korea Utara. Selama ini, Korut membanggakan diri sebagai negara pemilik senjata nuklir. (Reuters/KCNA) 


Partai Pekerja Korea atau WPK adalah partai berkuasa di Korea Utara yang berdiri sejak 30 Juni 1949 dengan Kim Il Sung sebagai pendiri sekaligus pemimpin pertama negara itu. (Reuters/Damir Sagolj) 

  
Persiapan parade militer ini telah dilakukan sejak awal Mei, ditandai dengan citra satelit yang menunjukkan ratusan tenda di dekat pangkalan udara Pyongyang. (Reuters/KCNA) 

  
WPK berdiri dengan sistem kepemimpinan satu orang, yaitu pemimpin tertinggi yang saat ini dipegang Kim Jong Un, putra dari Kim Jong Il, cucu Kim Il Sung. (Reuters/KCNA)

CNN