Showing posts with label china. Show all posts
Showing posts with label china. Show all posts

Thursday, 15 October 2015

Menteri Ryamizard Kunjungi Industri Pertahanan Tiongkok

Salah satu alutsista produk Norinco yang sudah dipakai KRI TNI AL, CIWS Ak 630 [Kaskus] 

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengunjungi beberapa industri pertahanan Tiongkok, Rabu pagi. Menteri Pertahanan mengunjungi China North Industries Corporation (Norinco), yang memproduksi peralatan militer dan pertahanan berteknologi tinggi, serta China National Aero-Technology Import and Export Corporation (CATIC).

Usai mengunjungi industri pertahanan, dia akan melakukan kunjungan kehormatan ke Wakil Ketua Komite Militer Pusat Tiongkok (CMC) Fan Changlong dan Menteri Pertahanan Tiongkok Chang Wanquan pada Kamis (15/8). Ryamizard juga dijadwalkan mengunjungi Markas Pasukan Khusus Kepolisian Tiongkok dan menghadiri Pertemuan Informal Menteri-Menteri Pertahanan Tiongkok-ASEAN pada 15-16 Oktober dan Xiangshan Forum keenam pada 16-18 Oktober 2015.

Indonesia dan Tiongkok telah menjalin kerja sama pertahanan sejak pembentukan Forum Konsultasi Bilateral Bidang Pertahanan pada 2007 sebagai bagian dari Deklarasi Kemitraan Strategis yang disepakati kedua negara pada 25 April 2005. Kedua negara sepakat menjalin kemitraan strategis komprehensif pada Oktober 2013.

Terkait industri pertahanan, Kementerian Pertahanan Indonesia dan Tiongkok telah menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Sains, Teknologi dan Industri Pertahanan Tiongkok (The State Administration of Science, Technology and Industry for National Defence of The People's Republic of China/SASTIND) pada 22 Maret 2011.

Nota kesepahaman kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dan Tiongkok mencakup pengadaan peralatan militer di bidang-bidang tertentu yang disepakati berdasarkan mekanisme antar pemerintah. Selain itu disepakati pula alih teknologi peralatan militer tertentu, antara lain perakitan, pengujian, pemeliharaan, modifikasi, perbaruan dan pelatihan.

Antara

[Dunia] Cina Berhasil Membajak Software Jet Tempur Su-30 Dan SU-27

Jet tempur J-16 China memborbardir sasaran dengan Bom Precision Guided Amunition

Foto yang diunggah ke situs web Cina menunjukkan bahwa Angkatan Laut PLA telah berhasil melengkapi pesawat tempur Su-30MK2 dengan rudal udara ke udara buatan China, SD-10A, ungkap Duowei News, 6 Oktober lalu.

Foto-foto sebelumnya telah memperlihatkan China sudah dapat menginstal nya Pod Elektronik Countermeasure KG600 pada pesawat Su-30MKK Angkatan Udara PLA serta Su-30MK2 dari Angkatan Laut PLA, kata eorang pakar militer China kepada Tencent News.

Termasuk terobosan teknologi yang sangat penting bagi Cina untuk dapat merancang perangkat dan sistem senjata buatan sendiri untuk diinstal pada pesawat buatan Rusia seperti Su-27 dan Su-30 (yang dirancang hanya untuk dilengkapi dengan sistem buatan Rusia saja). Shenyang Aircraft Corporation yang memproduksi J-11 memainkan peran kunci dalam terobosan ini.

Para insinyur perusahaan tersebut telah berhasil memecahkan dan memodifikasi software khusus Su-27. Jet tempur Su-27 (buatan Rusia) yang digunakan China menjadi pertama yang mampu menembakkan rudal udara ke udara jarak pendek PL-8 yang dikembangkan China. Dengan pernah memasang rudal SD-10A ke pesawat tempur Su-30MK2, Shenyang Aircraft Corporation memperoleh pengalaman yang dibutuhkan untuk lebih memodifikasi peralatan pesawat buatan Rusia. 

Shenyang telah berhasil melengkapi pesawat dengan Electronic Pod Countermeasure buatan China, Electro-Optical Targeting Systems dan amunisi serangan presisi meskipun Shenyang belum menerima ijin dari Rusia untuk melakukan modifikasi tersebut. Ketika China telah berhasil melengkapi pengembangan jet tempur J-16, maka modifikasi dapat ditambahkan ke Su-30MKK dan Su-30MK2.

Jika Shenyang Aircraft Corporation mampu mengubah Fire Control System pesawat tempur Su-27 maka mereka dapat melakukan hal yang sama pada Su-30. Pada saat itu pesawat Su-30MKK dan Su-30MK2 akan dapat membawa sistem persenjataan Cina yang lebih canggih seperti rudal udara jarak menengah PL-15, rudal udara jarak pendek inframerah PL-10 dan rudal pandu satelit. [Wantchinatimes]

jakartagreater

Tuesday, 13 October 2015

[Dunia] China Mendukung Kedaulatan Suriah

(Reuters/Ministry of Defence of the Russian Federation)

Dalam pertemuannya dengan seorang ajudan Presiden Suriah, Bouthaina Shaaban, Menteri Luar Negeri China mengatakan pada Senin (12/10), negaranya mendukung upaya Suriah dalam pemeliharaan kedaulatan dan integritas teritorialnya, serta menentang "campur tangan asal" terhadap hubungan internal negara lain.

Bulan lalu, Rusia mulai menyerang target-targetnya di Suriah. Peningkatan dramatis keterlibatan pihak asing dalam konflik sipil itu dikritik Barat sebagai usaha mendukung Presiden Suriah, Bashar al-Assad, ketimbang menggempur ISIS seperti yang selama ini dikemukakan Rusia.

Kepada Bouthaina, Menteri Luar Negeri China menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah antiteror yang sejalan dengan hukum internasional, dan telah disepakati oleh "negara yang tertarik", menurut pernyataan kementerian.

China "menolak campur tangan dalam hubungan internal negara lain", tambah Wang. "Pada akhirnya, nasib Suriah harus ditentukan sendiri oleh warga Suriah."

Baginya, upaya-upaya lebih mesti dibuat sebagai solusi politik. Wang tak menyinggung apapun perihal serangan udara pimpinan Amerika Serikat, Rusia, maupun Assad.

Namun China biasanya bersuara bersama anggota permanen Dewan keamanan PBB lainnya, Rusia, terkait isu Suriah.

Negara yang menggantungkan kebutuhan minyaknya kepada Timur Tengah itu telah berulang kali menyerukan resolusi politik, dan mengingatkan bahwa tindakan militer tak bisa menghentikan krisis yang ada. (stu)


CNN