Showing posts with label PT Len. Show all posts
Showing posts with label PT Len. Show all posts

Thursday, 15 October 2015

Pindad Siapkan Dana Untuk Pengembangan Produksi

Dengan Dana Sekitar Rp 5 Triliun

Komodo TNI AD produksi Pindad [Fallenpx]

Produsen peralatan militer milik negara Indonesia PT Pindad berencana untuk menghabiskan sekitar Rp 5 triliun ($ 367.650.000) untuk lebih mengembangkan produk yang ada serta memulai lini bisnis baru dalam tiga tahun ke depan. 

Langkah ini telah dilakukan dalam menanggapi permintaan untuk produk-produknya baik dari pasar domestik dan luar negeri. CEO Pindad, Silmy Karim mengatakan dana akan berasal dari kas internal serta pinjaman bank.

Pindad memproduksi senapan otomatis, pistol, peluncur granat, amunisi dan kendaraan perang. Polisi dan TNI adalah pembeli utama. Silmy mengatakan perseroan memproyeksikan penjualan senjata mesin, kendaraan lapis baja dan peralatan militer lainnya untuk meningkatkan rata-rata 30 persen per tahun dalam beberapa tahun mendatang.

Pindad baru-baru ini bekerja sama dengan negara-negara lain untuk mengembangkan sistem pertahanan senjata Indonesia, yang dikenal sebagai Alutsista. Hal ini juga berencana untuk mengembangkan tank medium dengan FNSS Defense Systems Turki. Sebagai bagian dari kerja sama itu, Turki akan melatih karyawan Pindad untuk merancang dan memproduksi tank. Prototipe tank pertama akan diproduksi di Turki dengan partisipasi insinyur Pindad dan prototipe kedua akan diproduksi di Indonesia.

Silmy mengatakan, kontrak terbaru perusahaan itu ditandatangani di Uni Emirat Arab (UEA) pada bulan September ketika Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengunjungi Abu Dhabi. Berdasarkan kontrak, Pindad akan mentransfer teknologi ke UEA pertahanan logistik dan perusahaan dukungan Kontinental Aviation Services (CAS), dengan tujuan memungkinkan produsen lokal dan pemasaran produk Indonesia.

Produk termasuk senapan serbu SS2 dan amunisi. "Rencana untuk membangun pabrik senjata SS2 di UEA akan dimulai pada 2017," kata Silmy. Dalam perkembangan terkait, Pindad dan BUMN perusahaan elektronik pertahanan PT LEN Industri baru saja menandatangani nota kesepahaman untuk bersama-sama mengembangkan sistem komunikasi untuk kendaraan militer, termasuk dua jenis kendaraan utama Pindad ini: 4 × 4 Komodo dan 6 × 6 Anoa.

Spesifikasi dari sistem komunikasi yang diperlukan tidak terungkap tetapi kemungkinan akan didasarkan pada LEN ada desain untuk kendaraan darat yang menampilkan teknologi yang berkaitan dengan Voice-over IP (VoIP) dan pemrosesan sinyal digital. Saat ini, LEN memiliki perintah, untuk mengembangkan 700 unit peralatan komunikasi bagi tentara Indonesia. LEN Industri, didirikan pada tahun 1965, menghasilkan produk pertahanan listrik, sinyal kereta api, traksi, peralatan navigasi dan telekomunikasi, sel surya dan lain-lain. [dealstreetasia]

Garudamiliter

Tuesday, 13 October 2015

Pindad dan LEN Sepakati Kerjasama Alkom untuk Kendaraan Khusus

PT Pindad (Persero) sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang manufaktur alat utama sistem persenjataan dan industri komersial, memiliki keinginan untuk terus melakukan sinergi dengan perusahaan BUMN lain untuk mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional. Oleh karena itu, pada 9 Oktober 2015, Pindad menyepakati kerjasama dengan salah satu perusahaan industri pertahanan yang bergerak di bidang rekayasa dan manufaktur dalam bidang elektronika pertahanan, navigasi, perkeretaapian, renewable energy, information technology, dan telekomunikasi, PT LEN Industri (Persero).

Kerjasama tersebut tertuang dalam sebuah Nota Kesepahaman antara PT Pindad (Persero) dan PT LEN Industri (Persero) dalam kerjasama dan sinergi alat komunikasi Ranpur Anoa dan Rantis Komodo. Silmy Karim, Direktur Utama PT Pindad (Persero) dan Abraham Mose selaku Direktur Utama PT LEN Industri (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman ini dari masing-masing pihak. Penandatanganan ini dilakukan di sela-sela perayaan Hari Ulang Tahun yang ke-24 PT LEN Industri (Persero) yang juga dihadiri oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, para Direktur BUMN, dan kepala dari beberapa institusi pemerintahan.

Silmy Karim mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan salah satu usaha lain untuk mencapai cita-cita luhur industri pertahanan nasional. “Kerjasama ini adalah suatu bentuk lain dari sinergi antar perusahaan BUMN dengan harapan mampu menciptakan kemandirian industri pertahanan nasional. Selain itu, kami ingin produk kendaraan khusus produksi Pindad didominasi dengan komponen-komponen dalam negeri agar kandungan lokalnya bertambah, sesuai dengan arahan pemerintah,” tuturnya. 

 Semangat kemandirian tersebut disambut baik oleh Abraham Mose dalam kata sambutannya, yang menyatakan bahwa kemandirian teknologi sudah tertuang dalam nilai-nilai perusahaan yang dianut PT LEN. “Kompetensi kita adalah berinovasi dalam menciptakan sistem maupun produk yang inovatif. Semangat itu tertera dalam corporate value dari PT LEN yaitu inovasi yang menciptakan kemandirian teknologi yang berdaya saing,” ujarnya. 

Rini Soemarno juga menambahkan bahwa sinergi antar BUMN sangat diperlukan untuk membawa Indonesia selangkah lebih maju dari negara-negara lain. “BUMN harus berpikir besar. Saya harapkan BUMN bisa menjadi mesin penggerak dan Indonesia adalah bangsa besar dan bisa melakukan apa yang tidak bisa bangsa lain lakukan. Saya yakin BUMN bisa melebarkan sayapnya jika dapat terus berkembang serta dapat terus bersinergi secara mendalam dan terus-menerus dengan BUMN lainnya,” ujar Rini. 

Diharapkan sinergi yang dilakukan PT Pindad dan PT LEN Industri ini dapat membawa industri pertahanan selangkah lagi menuju kemandirian yang dicita-citakan bersama. (Anggia)