Mayor Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Khusus Iran. [tasnimnews]
Pada tanggal 24 Juli 2015, sebuah pesawat komersil Iran mendarat di Bandara Udara Moskow, Rusia. Tidak ada yang istimewa terkait hal tersebut, semua berjalan seperti biasanya.
Namun belakangan, pihak intelijen negara barat baru mengetahui bahwa pesawat itu mengangkut seseorang yang “istimewa”. Sosok itu adalah Mayor Jenderal Qassem Soleimani.
Soleimani merupakan Komandan pasukan Satuan elite Garda Revolusi Iran, Qods Force. Soleimani juga kerap dijuluki Komandan pasukan bayangan (Shadow Commander) oleh media-media Barat. Pria ini diyakini sebagai otak operasi intelijen Iran di hampir semua palagan di Timur Tengah. Sebut saja Irak, Afghanistan, Lebanon, Suriah, bahkan Yaman.
Sejumlah kalangan meyakini tanpa kehadiran Soleimani di Suriah, rezim Bashar al Assad saat ini tinggalah kenangan. Nah, apa maksud dan tujuan perwira tinggi Iran ke Moskow kala itu? Belakangan terkuak kunjungan Soleimani saat itu untuk menemui Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu dan Presiden Vladimir Putin.
Dalam tulisannya, Tom Perry, Kepala Biro Reuters di Timur Tengah mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut, Soleimani meyakinkan Rusia bahwa Suriah sangat membutuhkan kehadiran militer negara itu. Menurut Soleimani, posisi Assad yang terjepit kelompok pemberontak bisa berbalik di atas angin jika Rusia hadir dengan pasukan dan persenjataannya. Soleimani menawarkan aliansi operasi militer Iran dan Rusia di Suriah: Rusia di udara dan Iran di darat.
Kapal perang Rusia menembakkan rudal dari Laut Kaspia ke basis ISIS di Suriah. (indiaexpress)
Artinya, Rusia cukup dengan menggelar operasi serangan udara, dan biarkanlah Iran dan Suriah yang “menyelesaikan” bagian yang di darat. Dalam pertemuan tersebut, Soleimani membentangkan peta pertempuran antara tentara pemerintah Suriah dan pemberontak, yang sudah mulai bergeser mendekati Tartus, kawasan pesisir Suriah.
Di sinilah, Soleimani memainkan kartu trufnya untuk mendesak Rusia. Jenderal Iran ini sangat menyadari pentingnya Tartus bagi Rusia. Tartus merupakan satu-satunya pangkalan militer Rusia di Timur Tengah. Tanpa Tartus, Rusia tak lagi punya pijakan di kawasan tersebut. “Soleimani menempatkan peta Suriah di atas meja.
Petinggi Rusia sangat khawatir dan mencemaskan aset mereka di Suriah. Jenderal Iran itu meyakinkan mereka, masih ada peluang untuk membalikkan situasi,” sebuah kata sumber Reuters. Lobi Soleimani akhirnya berhasil. Hari-hari ini, dunia melihat pesawat dan rudal-rudal Rusia wara-wiri di langit Suriah. Arti Suriah bagi Iran Apa pentingnya Suriah bagi Iran? Banyak pihak yang hingga kini masih bertanya-tanya, alasan Teheran mati-matian mempertahankan Assad dari serangan pemberontak.
Ada dua alasan. Pertama, saat Perang Teluk 1, Suriah merupakan satu-satunya negara Timur Tengah yang mendukung Iran, ketika seluruh negara lain berada di belakang Irak. Kedua, Keberlangsungan rezim Assad diperlukan Teheran untuk menjamin jalur pasokan senjata dan logistik yang mereka kirim kepada kelompok Hizbullah di Lebanon. Hizbullah merupakan “tangan” Teheran untuk memukul Israel, seperti yang terjadi pada tahun 2006.
Selain Hizbullah, Iran juga dicap negara Barat sebagai pendukung utama kelompok “radikal” di Palestina, seperti Hamas dan Jihad Islam. Namun, suka atau tidak, hari ini negara-negara Barat harus mengakui stabilitas di Timur Tengah tak mungkin tercapai bila mereka mengabaikan Iran! [Reuters]
Tribunnews
Tuesday, 13 October 2015
33 Prajurit TNI Naik Pangkat di Afrika
Misi TNI Kontingen Garuda ke Kongo. (Antara)
Sebanyak 33 orang Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-B/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) Central Africa Republik (CAR) di Afrika mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula, terhitung mulai 1 Oktober 2015.
Upacara kenaikan pangkat dipimpin Komandan Satgas Kizi TNI Letkol Czi Denden Sumarlin di Mpoko Bangui, Central Afrika Republik, pekan lalu. Dalam keterangan pers yang diterima SP, Senin (12/10) malam, Denden mengemukakan kenaikan pangkat merupakan penghargaan yang telah diberikan oleh negara dan TNI kepada personel TNI atas dedikasi yang baik dalam melaksanakan tugasnya selama ini.
Kenaikan pangkat tersebut diharapkan dapat menjadi pendorong semangat, untuk menghadapi tugas-tugas yang semakin berat dan kompleks yang akan sangat menentukan eksistensi TNI khususnya Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-B/Minusca di Central Afrika.
Kegiatan kenaikan pangkat dilaksanakan secara sederhana, namun demikian tidak mengurangi hikmah dari acara itu sendiri, dilanjutkan dengan upacara dan penyiraman air bunga kepada 33 personel yang naik pangkat serta ucapan selamat oleh Komandan Satgas, seluruh Perwira Satgas dan diikuti seluruh peserta upacara.
Turut hadir dalam kegiatan ini beberapa Perwira Millstaf dan Millobs Indonesia yang sedang bertugas di Minusca.
Beritasatu
Monday, 12 October 2015
[Foto] Fregate Gepard
Penjaga Ekonomi Laut Rusia
Fregate Gepard class kapal perang canggih andalan Rusia, kapal ini memiliki nama kode produksi Project 11661. Kapal ini didesain untuk menghadapi pertempuran anti kapal selam, anti kapal permukaan, anti pesawat tempur. Selain itu tugas kapal ini meliputi patroli, operasi pengawalan, proteksi dan perlindungan zona ekonomi laut. Sehingga kemampuan teknis pertempuran kapal ini sangatlah lengkap, tidak heran Vietnam memilih kapal ini sebagai salah satu alutsista pertahanan lautnya. Satu lagi teknologi yang tidak bisa dipandang sebelah mata adalah, kemampuan anti radar atau stealth. [dailymotion.com]
Fregate Gepard, Penjaga Ekonomi Laut Rusia Gepard dirancang oleh JSC Zelenodolsk Shipyard pada 1 Juli 1993, namun baru masuk dinas operasional pada 31 Agustus 2003. Rusia memasukan Gepard ke dalam satuan armada laut Kaspia pada tahun 2012, disana Gepard ditugaskan melindungi jalur ekonomi laut Rusia. Keunggulan kapal ini adalah mampu menyerang target jarak jauh menggunakan rudal jelajah, salah satunya dibuktikan dalam misi ke Suriah untuk menggempur militan ISIS. [ktwop.com]
Fregate Gepard, Penjaga Ekonomi Laut Rusia Kalibr-NK missile system merupakan salah satu senjata andalan dari Gepard, akurasi dari sistem rudal tersebut terhitung tinggi. Gepard sekelas dengan kapal PKR Sigma yang dimiliki Indonesia, dan sama-sama memiliki kemampuan mengurangi tangkapan jejak radar lawan. Bahkan keduanya sempat bersaing sengit ketika Indonesia memutuskan untuk membeli kapal Fregate. Rusia membangun 2 kapal kelas Gepard, Dagestan dan Tatarstan. [zdship.ru]
Fregate Gepard, Penjaga Ekonomi Laut Rusia Kapal ini mampu menghadapi ancaman dalam spektrum luas, dan beragam jenis dari pertempuran laut. Berikut ini data teknis dari kapal Gepard, memiliki berat 1.500 ton, panjang 102 meter dengan lebar 5 meter. Dilengkapi dengan beragam radar dan sensor salah satunya MR-352 Pozitiv, Fire control radar Monolit (antiship missiles), Fire control radar MPZ-301 Baza (SAM system), Fire control radar MR-123 Vympel (gun mount), Electronic warfare system. Tidak hanya itu saja, jika Gepard dibidik oleh lawan secara otomatis decoy launchers PK-16 akan bereaksi memberi perlindungan terhadap Gepard. [keypublishing.com]
Fregate Gepard, Penjaga Ekonomi Laut Rusia Gepard membagi persenjataan berdasarkan 3 klasifikasi diantaranya adalah gun atau meriam dilengkapi dengan AK-176 kaliber 76mm, AK-630M kaliber 30mm, senapan mesin KPVT 16,5mm. Sedangkan untuk menghadapi kapal permukaan Gepard dilengkapi dengan Kh-35 Uran / Caliber-NK. Pertempuran udara Gepard menghadapi dengan SAM system Osa-MA, missiles 9M33, MANPADS Igla-M. Untuk melawan kapal selam dilengkapi dengan torpedo 533mm, dan roket RBU-6000, tidak ketinggalan sebuah helikopter intai Ka-27 setia menemani Gepard. [aseanmildef.com]
Gepard dilengkapi dengan mesin diesel 61D bertenaga 8,000 shp, mesin turbin 29.000 shp. Kapal ini memiliki kecepatan mencapai 28 knots atau 52 Km/perjam, dengan kecepatan ekonomis 14 knots. Gepard mampu menjelajah mencapai 7.000 Km, dengan diawaki 93 orang pelaut. [defencyclopedia]
Tempo
Fregate Gepard class kapal perang canggih andalan Rusia, kapal ini memiliki nama kode produksi Project 11661. Kapal ini didesain untuk menghadapi pertempuran anti kapal selam, anti kapal permukaan, anti pesawat tempur. Selain itu tugas kapal ini meliputi patroli, operasi pengawalan, proteksi dan perlindungan zona ekonomi laut. Sehingga kemampuan teknis pertempuran kapal ini sangatlah lengkap, tidak heran Vietnam memilih kapal ini sebagai salah satu alutsista pertahanan lautnya. Satu lagi teknologi yang tidak bisa dipandang sebelah mata adalah, kemampuan anti radar atau stealth. [dailymotion.com]
Fregate Gepard, Penjaga Ekonomi Laut Rusia Gepard dirancang oleh JSC Zelenodolsk Shipyard pada 1 Juli 1993, namun baru masuk dinas operasional pada 31 Agustus 2003. Rusia memasukan Gepard ke dalam satuan armada laut Kaspia pada tahun 2012, disana Gepard ditugaskan melindungi jalur ekonomi laut Rusia. Keunggulan kapal ini adalah mampu menyerang target jarak jauh menggunakan rudal jelajah, salah satunya dibuktikan dalam misi ke Suriah untuk menggempur militan ISIS. [ktwop.com]
Fregate Gepard, Penjaga Ekonomi Laut Rusia Kalibr-NK missile system merupakan salah satu senjata andalan dari Gepard, akurasi dari sistem rudal tersebut terhitung tinggi. Gepard sekelas dengan kapal PKR Sigma yang dimiliki Indonesia, dan sama-sama memiliki kemampuan mengurangi tangkapan jejak radar lawan. Bahkan keduanya sempat bersaing sengit ketika Indonesia memutuskan untuk membeli kapal Fregate. Rusia membangun 2 kapal kelas Gepard, Dagestan dan Tatarstan. [zdship.ru]
Fregate Gepard, Penjaga Ekonomi Laut Rusia Kapal ini mampu menghadapi ancaman dalam spektrum luas, dan beragam jenis dari pertempuran laut. Berikut ini data teknis dari kapal Gepard, memiliki berat 1.500 ton, panjang 102 meter dengan lebar 5 meter. Dilengkapi dengan beragam radar dan sensor salah satunya MR-352 Pozitiv, Fire control radar Monolit (antiship missiles), Fire control radar MPZ-301 Baza (SAM system), Fire control radar MR-123 Vympel (gun mount), Electronic warfare system. Tidak hanya itu saja, jika Gepard dibidik oleh lawan secara otomatis decoy launchers PK-16 akan bereaksi memberi perlindungan terhadap Gepard. [keypublishing.com]
Fregate Gepard, Penjaga Ekonomi Laut Rusia Gepard membagi persenjataan berdasarkan 3 klasifikasi diantaranya adalah gun atau meriam dilengkapi dengan AK-176 kaliber 76mm, AK-630M kaliber 30mm, senapan mesin KPVT 16,5mm. Sedangkan untuk menghadapi kapal permukaan Gepard dilengkapi dengan Kh-35 Uran / Caliber-NK. Pertempuran udara Gepard menghadapi dengan SAM system Osa-MA, missiles 9M33, MANPADS Igla-M. Untuk melawan kapal selam dilengkapi dengan torpedo 533mm, dan roket RBU-6000, tidak ketinggalan sebuah helikopter intai Ka-27 setia menemani Gepard. [aseanmildef.com]
Tempo
Korpaskhas Berencana Beli Rantis Baja
Untuk Menjaga Seluruh Lanud
Rantis Arwana produksi Pindad [Ipenk 666]
Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI Angkatan Udara berencana melakukan pengadaan ratusan kendaraan taktis (Rantis) baja untuk membantu pertahanan pangkalan udara sekaligus mobilisasi personel. Terkait pengadaan ini, Direktur Utama PT Pindad Silmi Karim mendatangi Markas Komando Korpaskhas di Lapangan Udara Sulaiman, Margahayu, Bandung, beberapa hari lalu.
Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan setelah Komandan Korpaskhas Mareskal Muda TNI Adrian Wattimena berkunjung ke PT Pindad di Jalan Gatot Subroto, Bandung, awal 2015 lalu. "Setelah kami melihat kemampuan rantis yang dipamerkan saat menyambangi Pindad, kami merasa rantis itu cocok dalam mendukung tugas Korpaskhas," ujar Adrian, melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (12/10/2015) pagi.
Rantis baja yang mirip dengan Baracuda milik Polri tersebut rencananya difungsikan untuk dua tujuan. Pertama, bantuan pertahanan serta mobilisasi personel. Kedua, antisipasi kontijensi berupa perebutan pangkalan udara.
Rantis Arwana produksi Pindad [Ipenk 666]
"Standarnya, memang harus ada rantis baja untuk melindungi alutsista di pangkalan udara di seluruh Indonesia," ujar Adrian.
Rencananya, rantis baja tersebut akan ditempatkan di sembilan batalyon TNI AU di seluruh Indonesia, yakni dua batalyon di Jakarta, sementara sisanya masing-masing satu batalyon ada di Makassar, Malang, Madiun, Pontianak, Kalimantan Utara, Medan dan Biak.
Direktur Utama PT Pindad Silmi Karim mengapresiasi rencana pengadaan rantis baja tersebut. "Saya saya sudah menyampaikan rencana tersebut kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu," ujar Silmi.
Kompas
Rantis Arwana produksi Pindad [Ipenk 666]
Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI Angkatan Udara berencana melakukan pengadaan ratusan kendaraan taktis (Rantis) baja untuk membantu pertahanan pangkalan udara sekaligus mobilisasi personel. Terkait pengadaan ini, Direktur Utama PT Pindad Silmi Karim mendatangi Markas Komando Korpaskhas di Lapangan Udara Sulaiman, Margahayu, Bandung, beberapa hari lalu.
Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan setelah Komandan Korpaskhas Mareskal Muda TNI Adrian Wattimena berkunjung ke PT Pindad di Jalan Gatot Subroto, Bandung, awal 2015 lalu. "Setelah kami melihat kemampuan rantis yang dipamerkan saat menyambangi Pindad, kami merasa rantis itu cocok dalam mendukung tugas Korpaskhas," ujar Adrian, melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (12/10/2015) pagi.
Rantis baja yang mirip dengan Baracuda milik Polri tersebut rencananya difungsikan untuk dua tujuan. Pertama, bantuan pertahanan serta mobilisasi personel. Kedua, antisipasi kontijensi berupa perebutan pangkalan udara.
Rantis Arwana produksi Pindad [Ipenk 666]
"Standarnya, memang harus ada rantis baja untuk melindungi alutsista di pangkalan udara di seluruh Indonesia," ujar Adrian.
Rencananya, rantis baja tersebut akan ditempatkan di sembilan batalyon TNI AU di seluruh Indonesia, yakni dua batalyon di Jakarta, sementara sisanya masing-masing satu batalyon ada di Makassar, Malang, Madiun, Pontianak, Kalimantan Utara, Medan dan Biak.
Direktur Utama PT Pindad Silmi Karim mengapresiasi rencana pengadaan rantis baja tersebut. "Saya saya sudah menyampaikan rencana tersebut kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu," ujar Silmi.
Kompas
Ironi Tempat Latihan TNI
Ilustrasi Latihan tempur TNI
Sebagai alat pertahanan negara, Tentara Nasional Indonesia tidak hanya harus memiliki alat utama sistem pertahanan yang mumpuni, tetapi juga perlu ditunjang sarana latihan yang memadai.
Masalahnya, tempat latihan yang saat ini ada belum seluruhnya cukup memadai, terutama untuk membentuk prajurit TNI yang tangguh, profesional, dan mampu mengoperasikan alat perang dengan teknologi tinggi.
Selama ini, pusat pendidikan pasukan khusus di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dianggap sebagai lokasi latihan TNI yang paling memadai. Pusat pendidikan di Batujajar itu memang memiliki kelengkapan untuk memenuhi pelatihan pertahanan hidup dan raider. Sementara itu, sebagai tempat latihan untuk menggunakan alat berat seperti tank hingga menembakkan meriam, TNI antara lain memiliki lahan latihan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Lahan tersebut bebas dari permukiman warga dan berada di sisi perbukitan yang menghadap Samudra Hindia. Tekstur lahan di daerah itu yang berbukit dan tidak rata merupakan lokasi yang ideal untuk lokasi latihan tank dan penembakan meriam. Karena itu, lokasi tersebut sesuai untuk pelatihan pasukan tempur darat. Di musim kemarau saat ini, lokasi latihan itu hampir serupa dengan padang pasir. Pepohonan mengering. Pasir beterbangan liar ditiup angin yang seakan tidak berhenti berembus. Kondisi itu membuat prajurit tidak bisa melakukan latihan.
Kondisi ini membuat Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberi perhatian lebih. Ia mengisahkan, lokasi latihan di Ciemas itu dia temukan sendiri ketika menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (2000-2002) pada medio 2000. Guna memuluskan konsep tempat latihan itu, ia membeli lahan tersebut dan menghibahkan sepenuhnya untuk tempat latihan prajurit. Menurut Ryamizard, tempat tersebut sangat aman untuk manuver tank dan penembakan meriam-meriam milik TNI.
Tempat latihan itu sangat sempurna karena diapit bukit sehingga proses latihan tersebut dapat dilihat untuk penilaian dan evaluasi. "Bagaimana kita bisa membuat prajurit profesional kalau tidak latihan? Kita harus menjaga lokasi ini karena tidak ada lagi tempat selain di sini. Kalau tidak dipelihara, 10 tahun mendatang akan banyak vila dibangun di sekitar wilayah ini," kata Ryamizard ketika memantau lokasi tersebut, Kamis (8/10).
Status Lahan
Kepala Zeni Kostrad Kolonel Rudy Wahyu menyatakan, pengembangan lokasi latihan militer di Mekarjaya, Ciemas, terkendala status lahan yang merupakan milik Yayasan Kostrad. Hal itu tak lepas dari status hibah yang dilakukan Ryamizard 15 tahun silam. Karena itu, ia berharap negara mengambil alih lahan tersebut dan menjadikan lahan tersebut sebagai bagian inventaris kekayaan negara (IKN). "Sebelum menjadi IKN, kami tidak bisa mendirikan sarana penunjang untuk latihan. Kami telah menghitung, setidaknya membutuhkan Rp 111 miliar untuk membebaskan lahan seluas 689 hektar," ujar Rudy di hadapan Ryamizard.
Mendengar hal itu, Ryamizard berjanji akan membicarakan saran itu kepada Presiden Joko Widodo. Ia pun yakin, Presiden akan mendukung rencana pengambilalihan itu, apalagi Kostrad berencana membangun dermaga untuk membawa sejumlah tank Leopard dan tank Scorpio baru ke lokasi itu. "Jumlah (Rp 111 miliar) kecil untuk kebutuhan negara.
Dibandingkan dengan harga pesawat Sukhoi yang mencapai Rp 1,2 triliun, jumlah yang dibutuhkan untuk lahan itu hanya 10 persennya," ucap Ryamizard. Ryamizard prihatin dengan TNI yang memiliki tempat latihan terbatas. Padahal, lanjutnya, Indonesia memiliki banyak pulau dan hutan, tetapi kesulitan mencari tempat latihan militer. "Lahan makin terdesak seiring dengan masyarakat yang makin banyak dan membutuhkan permukiman. Lahan seperti ini ideal karena mirip lokasi latihan militer di Amerika dan Singapura," tuturnya. Bahkan, tambahnya, militer Singapura juga telah mengajukan latihan tank Leopard bersama di Ciemas.
Terkait dengan penambahan lahan latihan, Ryamizard mengungkapkan, Pulau Jawa sudah tidak memiliki lahan lapang untuk lokasi latihan militer baru. Alhasil, pemerintah berencana mencari lokasi latihan baru di Pulau Kalimantan. "Kami akan mencari lokasi di Kalimantan dengan jarak sekitar 40 kilometer," ungkapnya. Keterbatasan tempat latihan semoga tidak mematahkan semangat prajurit TNI. Keseriusan pemerintah untuk memelihara dan mencari lokasi latihan baru semoga terwujud secepatnya. Jangan sampai wilayah negara yang luas ini tidak memberikan ruang bagi TNI melatih keterampilan prajurit.
Kompas
Belanja Alutsista Produk Nasional Naik Jadi Rp 3 Triliun
CN 235 Patmar [Kaskus]
Kementerian Pertahanan meningkatkan alokasi anggaran untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan produksi industri strategis nasional.Kementerian Pertahanan mengalokasikan anggaran Rp 3 triliun untuk belanja alutsista produksi industri strategis nasional tahun 2016.
Alokasi ini meningkat 100 persen dari belanja alutsista produk dalam negeri tahun 2015 yang berjumlah Rp 1,5 triliun. Kementerian Pertahanan bertekad mengalokasikan 30 persen dari Rp 95,9 triliun anggaran pertahanan yang terdapat dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2016.
Alokasi ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam sidang kabinet paripurna pada 3 November 2014 yang berkomitmen penuh memotivasi dan memacu produksi alutsista dalam negeri. Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah harus berani memasukkan anggaran bagi industri pertahanan, seperti PT Pindad atau PT PAL, untuk menaikkan omzet 30 persen hingga 40 persen per tahun.
"Soal perencanaan pengadaan alutsista, kami lebih meningkatkan dan mendorong lagi alokasi untuk proyek-proyek industri dalam negeri. Industri pertahanan nasional kita ada banyak, di luar PT. Dirgantara Indonesia, PT Pindad, dan PT PAL yang sudah terkenal. Industri lain juga akan dilibatkan," kata Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsekal Muda M Syaugi seusai rapat kerja tertutup dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/10).
Badak Pindad [Pindad]
Kementerian Pertahanan merencanakan penyerapan produk dalam negeri dari tahun 2015 sampai 2019 dengan anggaran Rp 15 triliun. "Kami sudah mengundang PT Pindad, PT PAL, dan PT DI, termasuk perusahaan-perusahaan dalam negeri lainnya untuk bersama-sama merencanakan pengadaan alutsista ke depan." kata Syaugi.
Prioritas Terkait dengan produk yang akan dipesan dan dibeli, Kementerian Pertahanan akan memprioritaskan pengadaan alutsista berupa amunisi peluru dan senjata dari industri nasional. "Artinya, ada peralatan yang mungkin belum bisa diproduksi, seperti alutsista-alutsista besar, sehingga kami memprioritaskan amunisi dan peluru dari perusahaan dalam negeri. Intinya, kalau bisa kita beli dari dalam negeri, kita gunakan produk lokal," kata Syaugi. Ke depan, kata Syaugi, akan ada koordinasi terpadu yang melibatkan industri pertahanan nasional, Kementerian Pertahanan, dan Tentara Nasional Indonesia sebagai pengguna produk alutsista.
Kapal Cepat Rudal KCR-60 buatan PT PAL (Berita Daerah)
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Supiadin Aries Saputra, mengatakan, perencanaan yang terpadu antara Kementerian Pertahanan dan industri strategis nasional menjadi kunci untuk membangun kemandirian.
Menurut dia, sudah tepat apabila perencanaan dilakukan untuk jangka waktu panjang, seperti perencanaan lima tahun yang dilakukan Kementerian Pertahanan. "Dengan demikian, industri bisa tahu apa kebutuhan alutsista untuk jangka panjang.
Mereka dapat melakukan riset, simulasi, dan mengembangkan produk sesuai kebutuhan. Tentunya harus ada kepastian dan jaminan pula bahwa Kementerian Pertahanan sebagai user akan benar-benar membeli produk yang sudah melalui riset dan simulasi bertahap ini,' kata Supiadin.
Secara terpisah, Direktur Eksekutif Setara Institute Hendardi mengatakan, peningkatan penyerapan produk alutsista dalam negeri dapat membantu roda perekonomian yang tengah melemah. "Lebih bermanfaat jika kita bisa mengembalikan orientasi kebijakan pengadaan alutsista ke produksi dalam negeri, di samping mengandalkan alutsista impor," kata Hendardi.
defense-studies
Iring-iringan Bos ISIS Abu Bakr al-Baghdadi dibom Irak
Para
ekstremis militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kini praktis
menguasai separuh wilayah Suriah dan sekaligus jalur luas yang
membentang sampai Irak utara dan tengah (Reuters)
Menurut militer Irak, nasib pemimpin militan yang memproklamasikan diri sebagai pemimpin khilafah Irak dan Suriah (ISIS) itu belum diketahui.
"Angkatan udara Irak telah membom iring-iringan teroris Abu Bakr al-Baghdadi selagi dia menuju Karabla untuk menghadiri sebuah pertemuan dengan para komandan Daesh", kata militer Irak itu.
Daesh adalah akronim dalam Bahasa Arab untuk ISIS.
Antara
Subscribe to:
Posts (Atom)






