Sukhoi SU-27/30 MKI Flanker
Dalam beberapa waktu terakhir TNI AU dipaksa melesatkan sepasang
SU-30/27 untuk mencegat dan memaksa pesawat asing yang masuk ke wilayah
Indonesia tanpa izin mendarat. Berapa biaya yang dihabiskan untuk
menggerakkan Flanker tersebut?
Biaya operasional Sukhoi SU-27/30 MKI Flanker sekali melakukan
manuver di udara sekitar Rp100 juta untuk setiap unitnya dalam satu jam.
Jika dua unit tinggal dikalikan dua dan dikalikan durasi operasinya
berapa jam. Untuk pencegatan pesawat asing beberapa waktu terakhir, TNI
AU harus menggelontorkan tidak kurang dari Rp400 juta untuk dua pesawat
dalam satu kali operasi.
Pesawat Sukhoi SU-27/30 MKI Flankers tiga kali melakukan penyergapan
dan melakukan pendaratan paksa (force down) pesawat asing yang masuk
wilayah udara Indonesia tanpa izin. Kasus pendaratan paksa Gulfstream IV
dengan No HZ-103 milik Saudi Arabian Airlines di Lanud Eltari, Kupang,
adalah contoh terakhir.
Adapun, denda untuk pesawat asing yang melintas secara ilegal
berdasarkan UU Penerbangan hanya Rp 60 juta. Karena itu, TNI AU merasa
tekor kalau aturan yang ada tidak diubah. Belum lagi, prajurit TNI AU
tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan. Sehingga, hal
itu selalu menyulitkan dalam menyelidiki motivasi pilot asing yang
melanggar masuk wilayah NKRI.
Jika dihitung-hitung memang tidak sebanding antara biaya dan denda.
Tetapi untuk menjaga kedaulatan dan kehormatan bangsa tidak ada kata
mahal. Berapapun harus kita bayar daripada kita dilecehkan negara lain.
Showing posts with label Su-30SM Flanker. Show all posts
Showing posts with label Su-30SM Flanker. Show all posts
Wednesday, 4 November 2015
Monday, 12 October 2015
Puluhan Pesawat Tempur Anyar Perkuat Militer Rusia
Jet Tempu Su-30SM Flanker. (wp.com)
Menurut Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, penambahan puluhan pesawat tempur ini adalah bagian dari modernisasi peralatan militer Rusia. Rusia telah menganggarkan USD 325 miliar untuk memodernisasi 70 persen peralatan militernya hingga tahun 2020.
"Empat unit helikopter Ka-52 Alligator diproduksi oleh Progress Arsenyev Aviation Company (PAAC). Penyerahan lebih dari 12 helikopter dijadwalkan untuk tahun 2015," kata Managing Director PAAC, Yury Denisenko.
Sementara menurut Direktur Teknis Irkutsk Aviation Plant, perusahaan yang memproduksi jet tempur Su-30SM Flanker, dua unit jet tempur canggih ini dan dua pesawat latih tempur Yak-130 sudah siap diserahkan ke militer Rusia.
"Pemerintah memberikan kontrak untuk pengiriman tambahan 16 jet Su-30SM Flanker dan 6 pesawat latih tempur Yak-130 pada tahun 2015. Hampir semua pesawat berada di tahap akhir produksi," kata Sergunov.
Kesiapan serupa diutarakan Alexander Karezin, Direktur Umum Nizhny Novgorod Aircraft Building Plant Sokol, perusahaan yang memproduksi jet MiG-31 Foxhound supersonic. Menurut Karezin, pihaknya telah melakukan perbaikan dan modernisasi enam jet MiG-31BMs.
"Empat pesawat telah diserahkan kepada unit militer, dan dua siap untuk diterbangkan. Sementara Lima MiG-31BM dan dua MiG-29UBM akan diserahkan pada akhir tahun ini," tambahnya. (esn)
Sindonews
Subscribe to:
Posts (Atom)
