PAF saat ini sedang mencari suku cadang yang dibutuhkan untuk mengaktifkan kembali 2 pesawat OV-10 Bronco.
Dalam usahanya untuk mengoperasikan lebih banyak pesawat tempur,
Angkatan Udara Filipina (PAF) telah mengumumkan mengalokasikan sejumlah
anggaran sebesar PhP 16,5 juta untuk akuisisi suku cadang yang
dibutuhkan untuk pengaktifan kembali dua pesawat serangan darat Rockwell
OV-10 Bronco. Pesawat ini adalah OV-10 dengan nomor seri 636 dan 402.
Pengumuman pra-tawaran diadakan pada 21 Oktober 2015 jam 01:00, di
PAF Procurement Center Conference Room, Villamor Air Base, Pasay City.
Sementara penyerahan dan pembukaan penawaran diadakan pada 13 November
pukul 9 pagi di tempat yang sama.
OV-10 adalah pesawat serang darat utama milik PAF. Sekitar enam sampai delapan unit saat ini masih dalam pelayanan.
“Si Kampret” pernah menjadi andalan Angkatan Udara Indonesia sebagai
pesawat serang ringan dan pesawat khusus pertempuran anti gerilya / COIN
( Counter Insurgency). Dengan daya jelajah 927 km, Bronco mampu terbang
selama 3 jam tanpa henti untuk memantau maupun melakukan sarangan darat
pada jarak dekat. Dipersenjatai empat senapan mesin M60C dan dua rudal
anti pesawat AIM 9 Sidewinder, Bronco mampu mengangkut bom dan roket
hingga seberat tiga ton.
jakartagreater
Showing posts with label Filipina. Show all posts
Showing posts with label Filipina. Show all posts
Wednesday, 21 October 2015
November ini PT PAL Serahkan Dua Kapal Perang ke Filipina
Strategic Sealift Vessel, PT PAL untuk Filipina
PT PAL menyerahkan kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) kepada militer Filipina pada November 2015 ini. Penyerahan ini merupakan rangkaian kontrak pembelian 2 unit SSV oleh militer Filipina kepada PAL senilai US$ 90 juta. Kontrak pembelian dilakukan di awal tahun 2014.
“Bulan depan diserahkan kepada Presiden Filipina. Ini penyerahan pesanan pertama, pesanan kedua diserahkan sekitar 3 bulan berikutnya,” kata Deputi BUMN Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Fajar Harry Sampurno kepada detikFinance di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/10/2015).
Kapal perang jenis SSV tersebut, kata Harry, mampu membawa 3 unit helikopter. Kapal dengan panjang 123 meter dan lebar 21,8 meter tersebut juga mampu membawa personil dan awak kapal hingga 649 orang.
“Ini jenis SSV. Dia bisa bawa helikopter,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Harry menjelaskan tentang bisnis 4 BUMN perkapalan yang dikelola Kementerian BUMN.
Untuk proyek dan pengembangan kapal militer, Kementerian BUMN mengarahkan pekerjaannya kepada PAL. Sedangkan 3 BUMN lainnya, seperti PT Industri Kapal Indonesia, PT Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari difokuskan menggarap pengembangan dan perawatan kapal niaga atau non militer.
Selain itu, 4 BUMN perkapalan tersebut akan mengembangkan pusat pemeliharaan dan perbaikan kapal di beberapa wilayah Indonesia.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung program ‘Tol’ Laut Presiden Jokowi. Dengan adanya Tol Laut, kapal-kapal niaga akan berlayar secara berjadwal dari Timur ke Barat atau Utara ke Selatan Indonesia sehingga membutuhkan pusat pemeliharaan dan perbaikan.
“Konsolidasi 4 BUMN ini buat pusat pemeliharaan dan perbaikan di Sabang kemudian Batam, kemudian Jakarta, Cirebon, Semarang, Banjarmasin, Surabaya, Makassar, Bitung dan Ambon,” pungkasnya.
jakartagreater
PT PAL menyerahkan kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) kepada militer Filipina pada November 2015 ini. Penyerahan ini merupakan rangkaian kontrak pembelian 2 unit SSV oleh militer Filipina kepada PAL senilai US$ 90 juta. Kontrak pembelian dilakukan di awal tahun 2014.
“Bulan depan diserahkan kepada Presiden Filipina. Ini penyerahan pesanan pertama, pesanan kedua diserahkan sekitar 3 bulan berikutnya,” kata Deputi BUMN Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Fajar Harry Sampurno kepada detikFinance di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/10/2015).
Kapal perang jenis SSV tersebut, kata Harry, mampu membawa 3 unit helikopter. Kapal dengan panjang 123 meter dan lebar 21,8 meter tersebut juga mampu membawa personil dan awak kapal hingga 649 orang.
“Ini jenis SSV. Dia bisa bawa helikopter,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Harry menjelaskan tentang bisnis 4 BUMN perkapalan yang dikelola Kementerian BUMN.
Untuk proyek dan pengembangan kapal militer, Kementerian BUMN mengarahkan pekerjaannya kepada PAL. Sedangkan 3 BUMN lainnya, seperti PT Industri Kapal Indonesia, PT Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari difokuskan menggarap pengembangan dan perawatan kapal niaga atau non militer.
Selain itu, 4 BUMN perkapalan tersebut akan mengembangkan pusat pemeliharaan dan perbaikan kapal di beberapa wilayah Indonesia.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung program ‘Tol’ Laut Presiden Jokowi. Dengan adanya Tol Laut, kapal-kapal niaga akan berlayar secara berjadwal dari Timur ke Barat atau Utara ke Selatan Indonesia sehingga membutuhkan pusat pemeliharaan dan perbaikan.
“Konsolidasi 4 BUMN ini buat pusat pemeliharaan dan perbaikan di Sabang kemudian Batam, kemudian Jakarta, Cirebon, Semarang, Banjarmasin, Surabaya, Makassar, Bitung dan Ambon,” pungkasnya.
jakartagreater
Subscribe to:
Posts (Atom)
