Saturday, 31 October 2015
[Dunia] Rusia: Tak Ada Negara Bisa Kerahkan Militer di Suriah Tanpa Izin
Pemerintah Rusia menjelaskan bahwa tidak ada negara bisa mengerahkan
kekuatan militer di Suriah, tanpa ada izin dari Pemerintah Suriah
sendiri.
Sebelumnya ada kabar bahwa Presiden Obama akan mengumumkan pengerahan
pasukan AS di Suriah. Pengerahan pasukan itu ditengarai untuk menyaingi
Presiden Rusia Vladimir Putin yang sudah memerintahkan serangan
besar-besar ke basis pertahanan ISIS.
Friday, 30 October 2015
[Foto] Penampakan N219 Yang Dibuat Oleh 300 Insinyur RI
Replika Pesawat N219
Pembuatan prototipe pesawat N219 hasil kerjasama antara PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sudah tahap final. PT DI melalui pabriknya di Bandung kini sedang persiapan roll out atau memunculkan pertama kali ke publik pesawat N219 pada November 2015.
Proyek pembangunan dan pengembangan pesawat N219 didukung pemerintah pusat melalui LAPAN dalam bentuk pemberian anggaran sekitar Rp 400 miliar. Alokasi tersebut diberikan untuk pembuatan dua prototipe N219.
Harga jual N219 belum resmi dirilis, namun diperkirakan harganya sekitar US$ 5 juta atau lebih murah dari kompetitor.
Pesawat N219 merupakan pesawat berpenumpang 19 orang yang memiliki kelebihan bisa lepas landas dalam jarak yang pendek. N219 adalah proyek yang dikerjakan seluruhnya oleh anak bangsa yang mulai dirancang sejak 2007 lalu, oleh 300 insinyur Indonesia.
Target awal proyek ini, prototipe atau purwarupa pesawat sudah selesai dan dipamerkan pada Agustus 2015, namun akhirnya mundur jadi November 2015. Setelah itu menjalani penerbangan pertamanya pada 2016. Targetnya N219 bisa masuk pasar pada 2017, setelah proses sertifikasi (hen/rrd)
KSAU Tegaskan Halim Tak Akan Jadi Bandara Sipil
Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia lepas landas dari Pangkalan
Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pangkalan udara
ini juga difungsikan sebagai Bandara Internasional Halim Perdanakusuma,
untuk penerbangan sipil dan komersial. (ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf)
Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Agus Supriatna, mengatakan, Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, di Jakarta Timur, tidak akan menjadi bandar udara sipil, meskipun PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS) memenangkan gugatan menyangkut kewenangan pengelolaan bandara itu.
"Jangan berpikiran ini nanti jadi bandara sipil semua. Ini kan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, itu titik pertahanan udara ibu kota ada di situ, pusatnya pertahanan," kata Agus, usai bertemu Wakil Presiden, Jusuf Kalla, di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan kewenangan pengelolaan yang dimenangi PT ATS, yang merupakan anak perusahaan Lion Air, akan dibuat kesepakatan bersama dengan Induk Koperasi Angkatan Udara dan PT Angkasa Pura.
Bentuk kesepakatan nantinya akan dibicarakan lebih lanjut dengan ketiga pihak.
"Ini nanti akan ada kerja sama pengelolaan itu, ada koperasi AU (Inkopau), Angkasa Pura dan ATS itu. Saya sebagai Kepala Staf AU sebagai penengah supaya (Halim Perdanakusuma) ini bisa dikelola dengan baik oleh mereka," jelas dia.
Agus menegaskan, dengan dimenangkannya perkara kewenangan pengelolaan Bandara Halim Perdanakusuma, bukan berarti Lion Group berwenang memiliki kawasan ini.
"Siapa saja yang menang, ini untuk mengelola, bukan mengambilalih, maka lebih baik dibicarakan sebaik-baiknya untuk dikelola dengan baik," tambahnya.
Agus juga telah memanggil para petinggi perusahaan maskapai penerbangan ini untuk membicarakan lebih lanjut mengenai perjanjian pengelolaan bersama terhadap Bandara Halim Perdanakusuma.
"Sudah ada pembicaraan, saya sudah panggil semua bos-bosnya itu. Nanti akan kita buat bagaimana kerja sama pengelolaan itu, jadi ada suatu jalan tengah yang baik," tegas Agus.
Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Agus Supriatna, mengatakan, Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, di Jakarta Timur, tidak akan menjadi bandar udara sipil, meskipun PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS) memenangkan gugatan menyangkut kewenangan pengelolaan bandara itu.
"Jangan berpikiran ini nanti jadi bandara sipil semua. Ini kan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, itu titik pertahanan udara ibu kota ada di situ, pusatnya pertahanan," kata Agus, usai bertemu Wakil Presiden, Jusuf Kalla, di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan kewenangan pengelolaan yang dimenangi PT ATS, yang merupakan anak perusahaan Lion Air, akan dibuat kesepakatan bersama dengan Induk Koperasi Angkatan Udara dan PT Angkasa Pura.
Bentuk kesepakatan nantinya akan dibicarakan lebih lanjut dengan ketiga pihak.
"Ini nanti akan ada kerja sama pengelolaan itu, ada koperasi AU (Inkopau), Angkasa Pura dan ATS itu. Saya sebagai Kepala Staf AU sebagai penengah supaya (Halim Perdanakusuma) ini bisa dikelola dengan baik oleh mereka," jelas dia.
Agus menegaskan, dengan dimenangkannya perkara kewenangan pengelolaan Bandara Halim Perdanakusuma, bukan berarti Lion Group berwenang memiliki kawasan ini.
"Siapa saja yang menang, ini untuk mengelola, bukan mengambilalih, maka lebih baik dibicarakan sebaik-baiknya untuk dikelola dengan baik," tambahnya.
Agus juga telah memanggil para petinggi perusahaan maskapai penerbangan ini untuk membicarakan lebih lanjut mengenai perjanjian pengelolaan bersama terhadap Bandara Halim Perdanakusuma.
"Sudah ada pembicaraan, saya sudah panggil semua bos-bosnya itu. Nanti akan kita buat bagaimana kerja sama pengelolaan itu, jadi ada suatu jalan tengah yang baik," tegas Agus.
Pesawat N219 Dibuat 300 Insinyur Dalam Negeri
Perakitan Pesawat N219
PT Dirgantara Indonesia (Persero) melibatkan 300-an insinyur yang ahli di dunia penerbangan dalam pengembangan pesawat N219. Dalam pengembangan ini, BUMN produsen pesawat yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat ini tidak melibatkan ahli pesawat dari luar negeri.
"Ini tenaga lokal semua. Ini campuran senior dan junior, totalnya hampir 300 insinyur," kata Direktur Utama PTDI, Budi Santoso, kepada detikFinance, Jumat (30/10/2015).
PTDI ingin pengembangan dan produksi pesawat N219 memberdayakan tenaga kerja lokal. Apalagi, PTDI pernah berpengalaman mengembangkan N250 pada periode 1990-an. Para insinyur pesawat senior kemudian melatih para insinyur muda sebagai bagian dari regenerasi. Meskipun ada kesalahan-kesalahan, namun hal tersebut dipandang sebagai suatu proses pembelajaran.
"Ini tenaga lokal semua, karena kalau kita nggak percaya diri maka kita nggak bisa dan nggak bisa pinter," ujarnya.
Berbeda dengan pengembangan N250 pada era BJ Habibie. Kala itu, proses pengembangan melibatkan ratusan engineer pesawat dari luar negeri.
"Dalam proyek N250, melibatkan 300-400 orang asing. Sekarang ini (N219) harus nol," jelasnya.
Untuk melahirkan N219 hingga siap menjalani terbang perdana, proyek N219 memakan dana Rp 500 miliar-Rp 600 miliar. Dana ini didukung oleh internal PTDI dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
Rencananya, N219 bakal diperkenalkan pada publik pada November 2015. Wujud utuh N219 akan ditarik dari hanggar. Proses ini dikenal dengan istilah roll out. Setelah itu, dilakukan pengujian dan penyempurnaan selama 6 bulan. Bila dinilai layak, PTDI akan melakukan terbang perdana atau first flight N219. (feb/rrd)
PT Dirgantara Indonesia (Persero) melibatkan 300-an insinyur yang ahli di dunia penerbangan dalam pengembangan pesawat N219. Dalam pengembangan ini, BUMN produsen pesawat yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat ini tidak melibatkan ahli pesawat dari luar negeri.
"Ini tenaga lokal semua. Ini campuran senior dan junior, totalnya hampir 300 insinyur," kata Direktur Utama PTDI, Budi Santoso, kepada detikFinance, Jumat (30/10/2015).
PTDI ingin pengembangan dan produksi pesawat N219 memberdayakan tenaga kerja lokal. Apalagi, PTDI pernah berpengalaman mengembangkan N250 pada periode 1990-an. Para insinyur pesawat senior kemudian melatih para insinyur muda sebagai bagian dari regenerasi. Meskipun ada kesalahan-kesalahan, namun hal tersebut dipandang sebagai suatu proses pembelajaran.
"Ini tenaga lokal semua, karena kalau kita nggak percaya diri maka kita nggak bisa dan nggak bisa pinter," ujarnya.
Berbeda dengan pengembangan N250 pada era BJ Habibie. Kala itu, proses pengembangan melibatkan ratusan engineer pesawat dari luar negeri.
"Dalam proyek N250, melibatkan 300-400 orang asing. Sekarang ini (N219) harus nol," jelasnya.
Untuk melahirkan N219 hingga siap menjalani terbang perdana, proyek N219 memakan dana Rp 500 miliar-Rp 600 miliar. Dana ini didukung oleh internal PTDI dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
Rencananya, N219 bakal diperkenalkan pada publik pada November 2015. Wujud utuh N219 akan ditarik dari hanggar. Proses ini dikenal dengan istilah roll out. Setelah itu, dilakukan pengujian dan penyempurnaan selama 6 bulan. Bila dinilai layak, PTDI akan melakukan terbang perdana atau first flight N219. (feb/rrd)
Panglima Angkatan Darat Australia Kunjungi Akademi Militer
Akademi Militer TNI Angkatan Darat. Akmil Magelang
Panglima Angkatan Darat Australia, Mayor Jenderal Peter Warwick, mengunjungi Akademi Militer di Magelang, Kamis, dan diterima Wakil Gubernur Akademi Militer, Brigadir Jenderal TNI Dudung Abdurachman,
"Sungguh merupakan suatu kehormatan bagi Akademi Militer untuk menerima kunjungan Panglima Angkatan Darat Australia hari ini," kata Abdurrahman, membacakan sambutan tertulis Gubernur Akademi Militer, Mayor Jenderal TNI Hartomo.
Dia menjelaskan, saat ini Akademi Militer sedang melatih dan mendidik 681 orang taruna dan taruna putri, terdiri atas 232 taruna dewasa tingkat II (220 taruna dan 12 taruna putri), sebanyak 229 taruna madya tingkat III (213 taruna dan 16 taruna putri), dan 220 taruna wreda tingkat IV.
Ia mengatakan taruna tingkat I dari keempat angkatan sudah dikelola di bawah supervisi Akademi Tentara Nasional Indonesia dan Akademi Kepolisian.
Warwick mengatakan bahwa kunjungannya sekarang ini bisa memberikan manfaat yang sangat besar bagi kedua angkatan darat.
"Pada tingkat yang lebih tinggi merupakan unsur yang sangat penting dalam memperkuat hubungan kedua bangsa yang bersahabat ini," katanya.
Angkatan
Darat Australia telah memiliki catatan pengalaman perang dan
pertempuran sejak lama. Arena yang pernah mereka terjuni juga sangat
beraneka dan banyak yang berkelas dunia, di antaranya Perang Dunia I,
Perang Dunia II, dan lain-lain.
Kegiatan kunjungan Warwick ini diakhiri saling memberikan cenderamata dan foto bersama di depan Aula Utama Akademi Militer, kemudian diantar kembali melalui pintu 1 dan menerima penghormatan kebesaran militer atau jajar kehormatan.
Panglima Angkatan Darat Australia, Mayor Jenderal Peter Warwick, mengunjungi Akademi Militer di Magelang, Kamis, dan diterima Wakil Gubernur Akademi Militer, Brigadir Jenderal TNI Dudung Abdurachman,
"Sungguh merupakan suatu kehormatan bagi Akademi Militer untuk menerima kunjungan Panglima Angkatan Darat Australia hari ini," kata Abdurrahman, membacakan sambutan tertulis Gubernur Akademi Militer, Mayor Jenderal TNI Hartomo.
Dia menjelaskan, saat ini Akademi Militer sedang melatih dan mendidik 681 orang taruna dan taruna putri, terdiri atas 232 taruna dewasa tingkat II (220 taruna dan 12 taruna putri), sebanyak 229 taruna madya tingkat III (213 taruna dan 16 taruna putri), dan 220 taruna wreda tingkat IV.
Ia mengatakan taruna tingkat I dari keempat angkatan sudah dikelola di bawah supervisi Akademi Tentara Nasional Indonesia dan Akademi Kepolisian.
Warwick mengatakan bahwa kunjungannya sekarang ini bisa memberikan manfaat yang sangat besar bagi kedua angkatan darat.
"Pada tingkat yang lebih tinggi merupakan unsur yang sangat penting dalam memperkuat hubungan kedua bangsa yang bersahabat ini," katanya.
Kegiatan kunjungan Warwick ini diakhiri saling memberikan cenderamata dan foto bersama di depan Aula Utama Akademi Militer, kemudian diantar kembali melalui pintu 1 dan menerima penghormatan kebesaran militer atau jajar kehormatan.
1 Tahun Jadi Menteri, Susi Tenggelamkan 106 Kapal Pencuri Ikan
Ilustrasi penenggelaman kapal.
Dalam tahun pertama kepemimpinan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, total sudah 106 kapal asing pencuri ikan yang ditenggelamkan. Jumlah ini masih akan terus bertambah.
Sabtu pekan ini saja, akan ada 6 kapal pencuri ikan lagi yang ditenggelamkan. Susi menggandeng Polair hingga TNI AL untuk memberantas dan menenggelamkan kapal ilegal tersebut.
"Penenggelaman kapal oleh KKP, Polair, dan TNI AL sudah 106 kapal dalam 1 tahun ini. Besok Sabtu 6 kapal lagi dari Batam akan ditenggelamkan, semuanya dari negara tetangga," kata Dirjen PSDKP KKP, Asep Burhanuddin, dalam Paparan Kinerja KKP di Kantor KKP, Jakarta, Jumat (30/10/2015).
Dalam paparannya di depan Menteri Susi, Asep meminta Susi agar mengupayakan proses penenggelaman kapal dalam rapat-rapat kabinet supaya penegakan hukum terhadap illegal fishing semakin tegas.
"Saya minta ke Ibu Susi, ini saran, saya ingin proses penenggelaman kapal dipercepat," ucapnya.
Selain itu, Asep meminta agar kapal-kapal pengawas milik KKP dilengkapi dengan senjata untuk menenggelamkan kapal-kapal maling ikan.
"Mohon kapal PSDKP dilengkapi dengan senjata untuk menenggelamkan kapal. Mohon dibicarakan di rapat kabinet," ujarnya.
Bila usulan-usulan itu dapat direalisasikan, akan semakin banyak sumber daya kelautan Indonesia yang bisa diselamatkan.
"Yang penting kita bisa menyelamatkan sumber daya kelautan kita," tutupnya.
Berdasarkan data Ditjen PSDKP KKP, berikut daftar jumlah kapal pencuri ikan yang ditenggelamkan dalam setahun terakhir berdasarkan negara asalnya:
Dalam tahun pertama kepemimpinan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, total sudah 106 kapal asing pencuri ikan yang ditenggelamkan. Jumlah ini masih akan terus bertambah.
Sabtu pekan ini saja, akan ada 6 kapal pencuri ikan lagi yang ditenggelamkan. Susi menggandeng Polair hingga TNI AL untuk memberantas dan menenggelamkan kapal ilegal tersebut.
"Penenggelaman kapal oleh KKP, Polair, dan TNI AL sudah 106 kapal dalam 1 tahun ini. Besok Sabtu 6 kapal lagi dari Batam akan ditenggelamkan, semuanya dari negara tetangga," kata Dirjen PSDKP KKP, Asep Burhanuddin, dalam Paparan Kinerja KKP di Kantor KKP, Jakarta, Jumat (30/10/2015).
Dalam paparannya di depan Menteri Susi, Asep meminta Susi agar mengupayakan proses penenggelaman kapal dalam rapat-rapat kabinet supaya penegakan hukum terhadap illegal fishing semakin tegas.
"Saya minta ke Ibu Susi, ini saran, saya ingin proses penenggelaman kapal dipercepat," ucapnya.
Selain itu, Asep meminta agar kapal-kapal pengawas milik KKP dilengkapi dengan senjata untuk menenggelamkan kapal-kapal maling ikan.
"Mohon kapal PSDKP dilengkapi dengan senjata untuk menenggelamkan kapal. Mohon dibicarakan di rapat kabinet," ujarnya.
Bila usulan-usulan itu dapat direalisasikan, akan semakin banyak sumber daya kelautan Indonesia yang bisa diselamatkan.
"Yang penting kita bisa menyelamatkan sumber daya kelautan kita," tutupnya.
Berdasarkan data Ditjen PSDKP KKP, berikut daftar jumlah kapal pencuri ikan yang ditenggelamkan dalam setahun terakhir berdasarkan negara asalnya:
- Malaysia 6 kapal
- Filipina 34 kapal
- RRC 1 kapal
- Thailand 21 kapal
- Vietnam 33 kapal
- Papua NG 2 kapal
Susi Memburu Kapal Asing Pencuri Ikan Pakai Google
Global Fishing Watch [siliconangle]
Dalam paparan kinerja 1 tahun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hari ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengumumkan bahwa KKP kini memiliki aplikasi baru bernama Global Fishing Watch untuk memantau pergerakan kapal-kapal penangkap ikan di seluruh perairan Indonesia.
Aplikasi yang merupakan hasil kerjasama dengan SkyTruth, Ocenea, dan Google ini mampu memantau 24 juta data kapal sekaligus. Kerjasama dengan Google tersebut dilakukan saat Menteri Susi melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS) pada akhir Juli lalu.
"Global Fishing Watch ini memungkinkan user melihat 24 juta data sekaligus. Ini tindak lanjut kunjungan ke AS," kata Susi saat paparan kinerja di Kantor KKP, Jakarta, Jumat (30/10/2015).
Aplikasi Global Fishing Watch ini, sambungnya, akan diluncurkan secara resmi pada 2016 mendatang. Data dari Global Fishing Watch akan dibuka, bisa diakses bebas oleh publik, sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi kapal-kapal pencuri ikan.
"Kita akan jadi negara pertama yang mau membuka data VMS," ucapnya.
Publik bisa mendapatkan analisa data dari jaringan Automatic Identification System (AIS) yang dapat menyiarkan secara akurat identitas kapal, lokasi, kecepatan, arah tujuan, dan sebagainya. Informasi tentang perilaku kapal, seperti kegiatan penangkapan ikan yang akan dilakukan, dapat diunduh dari Global Fishing Watch.
"Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing adalah kejahatan global. Untuk mengakhirinya, kita harus menggunakan perangkat yang kita punya untuk memastikan kita bisa mengawasi dan mencatat semua kegiatan penangkapan ikan di wilayah perairan kita," ujar Susi.
Untuk keterangan selanjutnya mengenai Global Fsihing Watch, silakan kunjungi laman www.globalfishingwatch.org.
Sebagai informasi, Di tahun pertama kepemimpinan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, total sudah 106 kapal asing pencuri ikan yang ditenggelamkan. Jumlah ini masih akan terus bertambah. Sabtu pekan ini saja, akan ada 6 kapal pencuri ikan lagi yang ditenggelamkan.
Berdasarkan data Ditjen PSDKP KKP, berikut daftar jumlah kapal pencuri ikan yang ditenggelamkan dalam setahun terakhir berdasarkan negara asalnya di berita ini.
Dalam paparan kinerja 1 tahun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hari ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengumumkan bahwa KKP kini memiliki aplikasi baru bernama Global Fishing Watch untuk memantau pergerakan kapal-kapal penangkap ikan di seluruh perairan Indonesia.
Aplikasi yang merupakan hasil kerjasama dengan SkyTruth, Ocenea, dan Google ini mampu memantau 24 juta data kapal sekaligus. Kerjasama dengan Google tersebut dilakukan saat Menteri Susi melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS) pada akhir Juli lalu.
"Global Fishing Watch ini memungkinkan user melihat 24 juta data sekaligus. Ini tindak lanjut kunjungan ke AS," kata Susi saat paparan kinerja di Kantor KKP, Jakarta, Jumat (30/10/2015).
Aplikasi Global Fishing Watch ini, sambungnya, akan diluncurkan secara resmi pada 2016 mendatang. Data dari Global Fishing Watch akan dibuka, bisa diakses bebas oleh publik, sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi kapal-kapal pencuri ikan.
"Kita akan jadi negara pertama yang mau membuka data VMS," ucapnya.
Publik bisa mendapatkan analisa data dari jaringan Automatic Identification System (AIS) yang dapat menyiarkan secara akurat identitas kapal, lokasi, kecepatan, arah tujuan, dan sebagainya. Informasi tentang perilaku kapal, seperti kegiatan penangkapan ikan yang akan dilakukan, dapat diunduh dari Global Fishing Watch.
"Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing adalah kejahatan global. Untuk mengakhirinya, kita harus menggunakan perangkat yang kita punya untuk memastikan kita bisa mengawasi dan mencatat semua kegiatan penangkapan ikan di wilayah perairan kita," ujar Susi.
Untuk keterangan selanjutnya mengenai Global Fsihing Watch, silakan kunjungi laman www.globalfishingwatch.org.
Sebagai informasi, Di tahun pertama kepemimpinan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, total sudah 106 kapal asing pencuri ikan yang ditenggelamkan. Jumlah ini masih akan terus bertambah. Sabtu pekan ini saja, akan ada 6 kapal pencuri ikan lagi yang ditenggelamkan.
Berdasarkan data Ditjen PSDKP KKP, berikut daftar jumlah kapal pencuri ikan yang ditenggelamkan dalam setahun terakhir berdasarkan negara asalnya di berita ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)









