Thursday, 15 October 2015

Panglima TNI Terima Atlet Raih Medali Olimpiade Militer Dunia 6 di Korsel

Atlet TNI yang tergabung dalam Kontingen Indonesia berhasil meraih medali Olimpiade Militer Dunia ke-6 di Korea Selatan (Korsel), yang berlangsung mulai tanggal 2 s.d 11 Oktober 2015.

Para Atlet TNI tersebut secara resmi diterima oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2015).

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan hadiah tunai kepada peraih Medali Perak sebesar 150 juta rupiah dan dua peraih Medali Perunggu masing-masing sebesar Rp 75 juta rupiah. Cabang olahraga yang dipertandingkan pada Olimpiade Militer Dunia ke-6 tahun 2015 di Korsel meliputi Judo dan Atletik, Parachuting dan Layar serta Menembak dan Orienteering, diikuti oleh 7.045 Atlet dari 117 negara, dimana TNI mengirimkan 68 atletnya.

Atlet TNI yang meraih 1 Medali Perak yaitu Serda (Kowad) Dessy Alvionita di cabang olahraga Parachuting kategori ketepatan mendarat junior putri, yang sehari-hari bertugas sebagai Pengatur Administrasi Gudang Kendaraan Peralatan (Turmin Gudranpal) Makopassus. Sedangkan 2 Medali Perunggu diraih oleh Serda (Kowad) Ni Putu Virgynia Widayanti yang sehari-hari bertugas di Dinas Jasmani TNI AD (Disjasad) di cabang olahraga Judo kelas 52 Kg Putri dan cabang olahraga Parachuting kategori ketepatan mendarat junior putri diraih oleh Serda (Wara) Benanda Fransiska yang sehari-hari bertugas di Dinas Keuangan TNI AU.

Panglima TNI dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga kepada seluruh Atlet TNI, karena sudah bertanding tanpa iming-iming. “Seorang Atlet harus kuat, biar bisa menang. Saya ucapkan selamat bagi yang belum berhasil meraih medali, harus berlatih dengan standart juara satu”, tegasnya. Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga mengatakan bahwa, kunci untuk bisa berhasil adalah latihan yang tidak normal, orang lain tidur kita lari, gunakan teknologi olahraga, kalau latihan normal biasa saja pasti tidak akan berhasil.

Panglima TNI menyampaikan ucapan terima kasih kepada manajer, pelatih dan semua yang mendukung pelaksanaan kejuaraan ini, dan menyampaikan bahwa Olimpiade Militer Dunia ke-7 tahun 2018 akan digelar di Jakarta-Indonesia. Sebelum para Atlet TNI mengikuti Olimpiade Militer Dunia ke-6 di Korsel, diadakan pelatihan terpusat dari cabang olahraga masing-masing selama 1 bulan di wilayah Jakarta, Bandung dan Surabaya.

 Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M. 
 poskotanews

[Dunia] Cina Kembali Singgung AS Soal Laut Cina Selatan

Cina melakukan reklamasi disebuah pulau

Juru bicara kementerian luar negeri, Hua Chunying, menyinggung AS saat menyalahkan “sejumlah negara” yang “terus menerus menggunakan kekuatan militernya” di kawasan itu.

Minggu lalu, pejabat Amerika mengatakan mereka sedang mempertimbangkan mengarahkan kapal perang di daerah sekitar kepulauan Spratly yang dinyatakan Cina sebagai wilayahnya. Hal ini memicu perang kata-kata diantara kedua negara adikuasa ini.

Cina membuat khawatir sejumlah tetangganya, dan AS, karena memperluas serangkaian pulau kecil.
Washington meyakini langkah Beijing membangun fasilitas militer bertujuan untuk memperkuat klaim atas kawasan sengketa itu.

Cina menyatakan pembangunan tersebut sah dan diperlukan untuk melindungi kedaulatannya.
Pertikaian dimulai ketika para pejabat AS menyatakan sedang mempertimbangkan pengiriman kapal perang di dalam wilayah 12 mil laut yang Cina klaim sebagai daerahnya di sekitar kepulauan Spratly.

jakartagreater 

Hasyim Muzadi: Peristiwa Aceh Singkil Bukti Lemahnya Intelijen Kita

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Hasyim Muzadi menyoroti lemahnya koordinasi intelijen sejumlah lembaga dalam mengantisipasi bentrok berujung pembakaran gereja di Kecamatan Gunung Makmur, Aceh Singkil. Ia menilai koordinasi intelijen lemah.

“Saya melihat intelijennya tidak lemah, tapi koordinasinya yang harus diperkuat,” ujarnya. Intelijen yang dimaksud adalah intelijen milik Badan Intelijen Negara (BIN), intelijen kepolisian, intelijen TNI, intelijen pemerintah daerah, dan intelijen kejaksaan.

“Masing-masing sektor itu punya intelijen sendiri-sendiri, tapi tidak bergerak simultan karena belum ada undang-undang yang terpadu. Nah, di situlah masalahnya, bukan kualitas penyelenggara intelijennya,” ucap Hasyim.

Sebagai salah satu bentuk antisipasi, kata dia, sangat diperlukan penyadaran ke masyarakat dan peningkatan kemampuan pertahanan keamanan negara, baik secara sistem maupun secara penyelenggara keamanan itu sendiri.

Terkait bentrok di Aceh, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut menyarankan agar Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan investigasi dari dua sisi, yakni sisi kejadian dan sisi kemungkinan karena peristiwanya didesain.

Dilihat dari sisi kejadiannya, kata dia, tentu merupakan kriminalitas yang dibungkus agama dan harus ada sikap tegas dari aparat penegak hukum.

Sedangkan dari sisi lainnya, diminta sistem pertahanan keamanan negara diperbaiki sehingga kejadian serupa tidak terulang. “Itu saja kok obatnya. Tapi kalau tidak dilakukan maka terus seperti ini,” tutur pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang itu.

Jakartagreater

Bantu Padamkan Kebakaran Hutan, Rusia Kirim Dua Be-200 ke Indonesia

Rusia mengirimkan dua unit pesawat Beriev Be-200 untuk membantu memadamkan kebakaran hutan di Indonesia. Demikian hal ini diinformasikan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow, Rusia.

Sebelumnya, Presiden Indonesia Joko Widodo telah meminta Rusia dan beberapa negara tentanga untuk membantu memadamkan kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Menanggapi permintaan ini, Rusia telah menyetujui dan menawarkan pengiriman pesawat Beriev Be-200, demikian dikabarkan The Straits Time pada hari Kamis (8/10). 

Pesawat water-bomber Beriev dapat mengangkut hingga 37.200 kilogram air dan terbang di ketinggian 3.850 kilometer tanpa perlu mengisi ulang bahan bakar. Sutopo Purwo Nugroho dari Lembaga Penanggulangan Bencana Indonesia pada Straits Times mengatakan, “Pesawat amfibi dapat terbang dan mendarat di sungai, danau, atau laut untuk mengambil air dalam jumlah banyak dan kemudian lepas landas untuk menghentikan api di area sekitar satu hingga 1,6 hektar. Jadi, dengan satu kali operasi, api bisa padam.”

Pesawat Amfibi Be-200

Be-200 dapat lepas landas di landasan pacu yang hanya sepanjang 1.800 meter, di perairan tertutup, bahkan di laut dengan kedalaman lebih dari dua meter dan tinggi ombak 1,2 meter (atau gelombang dengan kekuatan berskala 3).

Namun yang paling penting, pesawat Rusia ini tidak perlu mendarat untuk melakukan pengisian air. Saat melakukan gerakan “planing” (gerakan mengapung di atas air), Be-200 dapat mengumpulkan 12-13 ton air dalam waktu 12-14 detik.

Pernah Bantu Indonesia

Pesawat amfiibi Be-200 sebelumnya pernah ikut memadamkan kebakaran hutan di Kalimantan pada 2006 silam. Ketika itu, berdasarkan permintaan presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, dua buah pesawat Rusia tersebut didatangkan ke Sumatera untuk kemudian dikirim ke Kalimantan. 

HUBUNGAN INDONESIA-RUSIA
HUBUNGAN INDONESIA-RUSIA

Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia saat itu, Kusmayanto Kadiman, mengatakan, “Pesawat pemadam kebakaran Rusia, tanpa mencoba membesar-besarkan, sangatlah unik. Oleh karena itu pemerintah hampir tidak memiliki alternatif lain.”


Indonesia Ingin Beli Be-200
Presiden Indonesia Joko Widodo, dalam kunjungannya ke Riau pada Jumat (9/10), menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia berencana membeli tiga pesawat pemadam kebakaran untuk mengatasi kebakaran hutan. Jokowi menyebutkan, pesawat tersebut akan digunakan untuk memadamkan api serta mengirim bantuan logistik bagi operasi pemadaman api kelak.

RBTH 

Rusia Siap Latih Tentara Indonesia

Ketua Dewan Federasi Rusia mengusulkan pelaksanaan latihan militer bersama antara kedua negara
 
KRI Irian 201, Simbol Persahabatan Soviet dan Indonesia di Tahun 60-an 

Rusia tertarik mengembangkan kerja sama lebih lanjut dengan Indonesia di bidang militer dan teknologi. Demikian hal ini dinyatakan Ketua Dewan Federasi Rusia Valentina Matvienko dalam pertemuannya dengan Ketua DPD RI Irman Gusman.

Dalam pertemuan tersebut, Matvienko menegaskan bahwa kerja sama teknis militer secara tradisional telah menjadi salah satu bidang yang sangat penting, yang sudah terjalin dalam hubungan antara kedua negara.

“Kami bersedia untuk bekerja sama membangun pusat pelayanan teknis di Indonesia. Kami juga mempertimbangkan kemungkinan memulai produksi barang-barang militer di wilayah Indonesia atas dasar lisensi atau perusahaan bersama,” tutur Matvienko. 

Selain itu, Matvienko juga mengusulkan pertukaran delegasi militer, pelaksanaan latihan militer bersama, dan dilanjutkannya kegiatan masuknya kapal-kapal perang Rusia ke pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Sang ketua Dewan Federasi juga menyatakan bahwa Rusia siap mempertimbangkan kemungkinan para personil militer Indonesia untuk belajar di sekolah-sekolah militer di Rusia.

RBTH 

Pindad Siapkan Dana Untuk Pengembangan Produksi

Dengan Dana Sekitar Rp 5 Triliun

Komodo TNI AD produksi Pindad [Fallenpx]

Produsen peralatan militer milik negara Indonesia PT Pindad berencana untuk menghabiskan sekitar Rp 5 triliun ($ 367.650.000) untuk lebih mengembangkan produk yang ada serta memulai lini bisnis baru dalam tiga tahun ke depan. 

Langkah ini telah dilakukan dalam menanggapi permintaan untuk produk-produknya baik dari pasar domestik dan luar negeri. CEO Pindad, Silmy Karim mengatakan dana akan berasal dari kas internal serta pinjaman bank.

Pindad memproduksi senapan otomatis, pistol, peluncur granat, amunisi dan kendaraan perang. Polisi dan TNI adalah pembeli utama. Silmy mengatakan perseroan memproyeksikan penjualan senjata mesin, kendaraan lapis baja dan peralatan militer lainnya untuk meningkatkan rata-rata 30 persen per tahun dalam beberapa tahun mendatang.

Pindad baru-baru ini bekerja sama dengan negara-negara lain untuk mengembangkan sistem pertahanan senjata Indonesia, yang dikenal sebagai Alutsista. Hal ini juga berencana untuk mengembangkan tank medium dengan FNSS Defense Systems Turki. Sebagai bagian dari kerja sama itu, Turki akan melatih karyawan Pindad untuk merancang dan memproduksi tank. Prototipe tank pertama akan diproduksi di Turki dengan partisipasi insinyur Pindad dan prototipe kedua akan diproduksi di Indonesia.

Silmy mengatakan, kontrak terbaru perusahaan itu ditandatangani di Uni Emirat Arab (UEA) pada bulan September ketika Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengunjungi Abu Dhabi. Berdasarkan kontrak, Pindad akan mentransfer teknologi ke UEA pertahanan logistik dan perusahaan dukungan Kontinental Aviation Services (CAS), dengan tujuan memungkinkan produsen lokal dan pemasaran produk Indonesia.

Produk termasuk senapan serbu SS2 dan amunisi. "Rencana untuk membangun pabrik senjata SS2 di UEA akan dimulai pada 2017," kata Silmy. Dalam perkembangan terkait, Pindad dan BUMN perusahaan elektronik pertahanan PT LEN Industri baru saja menandatangani nota kesepahaman untuk bersama-sama mengembangkan sistem komunikasi untuk kendaraan militer, termasuk dua jenis kendaraan utama Pindad ini: 4 × 4 Komodo dan 6 × 6 Anoa.

Spesifikasi dari sistem komunikasi yang diperlukan tidak terungkap tetapi kemungkinan akan didasarkan pada LEN ada desain untuk kendaraan darat yang menampilkan teknologi yang berkaitan dengan Voice-over IP (VoIP) dan pemrosesan sinyal digital. Saat ini, LEN memiliki perintah, untuk mengembangkan 700 unit peralatan komunikasi bagi tentara Indonesia. LEN Industri, didirikan pada tahun 1965, menghasilkan produk pertahanan listrik, sinyal kereta api, traksi, peralatan navigasi dan telekomunikasi, sel surya dan lain-lain. [dealstreetasia]

Garudamiliter

Polemik Bela Negara

Masih ingatkah kita dengan tahun millennium? ya.. tahun millennium berawal dari tahun 2000 an atau abad ke 21, Dimana pada masa-masa itu perkembangan teknologi dan informasi begitu cepat berkembang hingga serentak bisa menembus hingga lapisan masyarakat paling bawah sekalipun dimana budaya-budaya modern dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat berbagai umur. Abad ini adalah abad yang tidak bisa kita elakan karena sudah sifat dari pada manusia yang selalu dibekali rasa keingin tahuan dan selalu mencoba sesuatu yang baru akan tetapi sudah positifkah apa yang kita adopsi selama ini? Sudah bermanfaat kah bagi kelangsungan dimasa depan?
 

Tentu ada hal positif dan negative seperti halnya yin dan yang selalu hidup berdampingan agar selaras sebagai penyeimbang kehidupan. Saya disini ingin mengumbar dari segi negative dari kemudahan informasi dan budaya asing yang menyerang bangsa ini.

PERTAMA adopsi budaya asing. sudah tidak dipungkiri lagi saat ini kita lebih condong ingin mengadopsi budaya2 modern ketimbang budaya2 kuno yang terkadang terlalu jelimet atau ribet karena didalmnya mengandung unsur2 etika yang bisa membuat kita sesak nafas karena terlalu dianggap kurang bisa bebas mengekspresikan diri sehingga budaya asing yang negative pun tidak luput kita telan mentah2 apa jadinya ketika budaya asing yang negative tersebut dikonsumsi oleh anak2 kita yang belum dapat membedakan mana baik dan buruk untuk jangka panjang?

KEDUA adopsi informasi yang cepat. Dengan adanya informasi cepat ini bagaimana kita dapat terpengaruh oleh informasi2 sesat dan belum tentu kebenarannya yang dapat dengan cepat pula bisa merusak keharmonisan antara suku, ras dan beragama jika informasi tersebut sengaja disebar oleh tangan2 jahil yang tidak ingin kita kuat dan bersatu.

KETIGA adopsi yang salah menganai teknologi. Teknologi diciptakan tujuannya agar mempermudah pekerjaan kita tetapi apa yang terjadi saat ini saya ambil contoh gadget, bagaimana saat ini kita merasa begitu individualis dan merasa tidak membutuhkan orang lain dengan adanya gadget sehingga dikhawatirkan jiwa kebersamaan dan rasa senasib sepenanggungan akan hilang dengan sendirinya jika menyangkut hajat hidup orang banyak.
 

Saya sangat mendukung dengan adanya wacana undang2 yang akan mengatur tentang Bela Negara. Mengapa? Ada beberapa nilai positif yang dapat saya ambil dari kebijakan ini.

PERTAMA wajib militer. Memang tidak hanya wajib militer yang ditekan kan oleh kemenhan dalam berbela Negara disini tetapi masih ingatkah kita pada masa2 awal kita masuk kejenjang pendidikan? Disitu ada opspek/moswa yang tidak jarang ada didikan yang berbau hukuman fisik tetapi apa positifnya? Manusia akan kompak dan bersatu dimana kala saat kita sama2 merasa tertindas, tersakiti atau hanya karena kesalahan satu orang saja maka satu kelompok akan merasakan hukumannya itulah yang akan timbul jika kita sama merasa sama2 merasakan pada masa2 senasib dan sepenanggungan. itu dari tujuan wajib militer.

KEDUA tumbuhnya rasa cinta tanah air. Kehancuran suatu bangsa disebabkan oleh anak bangsa itu sendiri bukan dari factor eksternal. Dengan bekal kecintaan nanti yang lebih dititik beratkan oleh kemenhan maka akan merambat dalam berbagai bidang lainnya contoh : jika kita sudah cinta terhadap bangsa sendiri maka kita juga tidak rela juga menghancurkan ekonomi bangsa kita dengan cara tidak menghargai produk local, tidak mau memakai rupiah sebagai alat transaksi, cenderung keluar negeri jika berlibur, tidak menghargai Pancasila, UUD’45 sebagai kerangka dasar yang didalamnya sudah tertuang bagaimana kita mengarah menjadi bangsa yang besar.
 

Adakah cara lain untuk menumbuhkan rasa berbela negara jika tidak didukung oleh kepedulian pemerintah dan rakyat itu sendiri?

jakartagreater